NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:972
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Sarah..."

"Tuan Sean!"

Tiba-tiba Dion sudah berdiri tepat di hadapan Sean, menghalangi pandangan pria itu sembari memberi kode pada Sarah lewat tangannya agar Sarah segera bersembunyi.

Sarah yang menyadari keadaan itu langsung berjalan cepat menyingkir.

Sean mengerutkan dahinya melihat seorang dokter muda yang sudah berdiri dihadapannya. "Dokter siapa?"

"Saya dokter Dion, yang menangani pasien Tuan Adiguna, saya hanya mau kasih tahu pada Tuan Sean, tolong usahakan pasien beristirahat yang cukup dan jangan banyak beban pikiran," ujar Dion menjadikan topik pembahasan itu sebuah alasan yang terdengar masuk akal.

Sean mengangguk pelan. "Di mana Ayah saya?"

"Oh, Tuan Adiguna sedang dalam perjalanan ke sini sebentar lagi. Tadi saya sudah menawarkan diri untuk mengantar, tapi beliau menolak dan bilang sanggup berjalan sendiri."

Sean kembali mengangguk ringan, lalu berjalan melewati Dion. "Terima kasih," ucapnya singkat sebelum pergi mencari keberadaan ayahnya.

Dion langsung mengusap dadanya lega. Hampir saja terbongkar semuanya...

Baru saja ia hendak berbalik badan, ternyata Sarah sudah berdiri tepat di belakangnya.

"Astaga... Kau membuatku kaget!" ucap Dion sedikit bernada kesal namun lega.

"Maaf..." Sarah tersenyum melihat Dion yang kaget.

"Ya sudah, ayo kita segera pergi dari sini," ajak Dion. Ia langsung menarik tangan Sarah menjauh dari area lobi secepat mungkin, sebelum Sean kembali ke sana.

_____

Di dalam perjalanan pulang, pikiran Sean tak lepas dari sosok wanita yang sempat ia lihat sekilas tadi.

Kenapa aku merasa seperti melihat Sarah tadi? batinnya bertanya-tanya.

Sean kembali berpikir. Tapi tidak mungkin, meskipun wanita tadi memang sangat mirip, tapi ada sedikit perbedaan. Sarah rambutnya ikal bergelombang panjang sampai ke pinggang. Sedangkan wanita tadi rambutnya lurus, halus, dan hanya sebatas punggung. Mungkin aku hanya salah lihat saja, pikirnya tak ingin ambil pusing.

"Sean..."

"Ya, Ayah?"

"Ada hal penting yang ingin Ayah bicarakan," ujar Adiguna tiba-tiba.

"Apa, Ayah?"

"Kau ingat Nenek Susi yang pernah Ayah ceritakan tempo hari itu?"

Sean mengangguk sembari tetap fokus menyetir mobil, berniat mengantar Ayah pulang ke rumah pribadinya—karena atas permintaan Ayahnya sendiri, tidak mau menginap di mansion dan memilih kembali ke kediamannya.

"Ada apa dengannya, Yah?"

"Dulu, bukannya Ayah sudah pernah bilang kalau kau sudah dijodohkan dengan cucunya? Kita sudah membahas hal ini empat tahun yang lalu, tapi kau sering menghindar, Sean." Ujar Adiguna pusing menghadapi putra semata wayangnya yang tidak pernah berpikir untuk mencari pendamping hidup untuk masa depan.

"Lagi?" Tanya Sean bukan ingin tahu, melainkan hanya untuk menghormati sang ayah.

"Makanya sekarang Ayah tanya sekali lagi. Ayah khawatir Sean. Sampai kapan kau mau tetap sendiri? Kau sudah berusia 32 tahun, seharusnya kau sudah bisa memberikan pewaris. Ayah sudah tua, Sean. Ayah juga ingin sekali menimang cucu darimu." ujar Adiguna mengungkapkan keinginan hatinya.

Adiguna tiba-tiba teringat sesuatu, lalu menatap putranya dengan tatapan aneh. Sean melirik sekilas dan mendapati ayahnya sedang memperhatikannya lekat.

"Ada apa, Yah?"

"Sean... Kau bukan benar-benar gay kan?"

Kikkkkkk!!!!

Sean langsung mengerem mobil secara mendadak saat mendengar pernyataan itu.

"Hei!" Adiguna mengangkat tongkatnya lalu mengetuk bahu putranya cukup keras. "Kau ingin membunuh Ayah!"

Sean mengusap bahunya yang terasa perih terkena pukulan tongkat.

"Itu salah Ayah sendiri. Bagaimana bisa Ayah berpikiran sama seperti orang-orang di luar sana? Mendengar orang bicara begitu saja aku sudah merasa ingin muntah," ujar Sean dengan nada kesal atas ucapan ayahnya yang menuduhnya gay.

Adiguna justru menahan tawa melihat kekesalan putranya.

 Sean kembali melajukan mobilnya.

Sunyi.

Wajah dingin pemuda itu terlihat melirik sekilas ke arah ayahnya yang tampak kecewa, karena sekali lagi pembahasan soal perjodohan itu tak pernah dia tanggapi serius.

Sean menarik napas panjang. Ia sangat menyayangi ayahnya, tentu saja dia tidak tega melihat raut wajah keriput itu tampak bersedih.

"Ayah sudah pernah bertemu dengan wanita yang Ayah jodohkan denganku itu?" Akhirnya Sean kembali membuka pembahasan.

Wajah Adiguna langsung berubah ceria.

"Belum pernah. Tapi dari cerita Nenek Susi, dia itu dua bersaudara kembar. Kakaknya sudah menikah, sedangkan adiknya calon istrimu berprofesi sebagai dokter dan sekarang bertugas di kota ini. Tapi, Ayah belum sempat bertanya di rumah sakit mana dia bekerja."

"Siapa namanya, Yah?"

"Kalau tidak salah namanya...." Pria tua itu diam sejenak untuk mengingat-ingat.

"Dokter Sera Slavina."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!