NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Pelatihan Neraka Lin Mo

​Sinar matahari pagi baru saja menyentuh ujung genteng Puncak Bintang Jatuh, tetapi suara jeritan dan napas tersengal-sengal sudah bergema ke seluruh penjuru halaman alun-alun.

​"Lebih cepat! Kalian menyebut itu ayunan pedang?! Nenekku yang sudah mati bisa mengayunkan ranting lebih keras dari itu!"

​Suara Lin Mo menggelegar. Remaja pembawa pedang besar itu kini mondar-mandir dengan wajah galak, mengawasi lima puluh murid luar yang sedang mengayunkan pedang kayu berat berulang-ulang. Seragam putih mereka sudah basah kuyup oleh keringat.

​Ini adalah hari pertama pelatihan mereka. Lin Mo benar-benar mengambil peran "Kakak Seperguruan Tertua" dengan sangat serius—atau lebih tepatnya, sangat sadis. Ia menerapkan metode latihan fisiknya sendiri kepada mereka.

​Di sudut lain, Su Yue berdiri dengan tenang. Ketika ada murid yang pingsan karena kelelahan, ia akan menjentikkan jarinya, mengirimkan seberkas qi es ringan untuk mendinginkan tubuh mereka dan membangunkan mereka, sebelum Lin Mo menyuruh mereka kembali ke barisan. Kombinasi "Instruktur Iblis" dan "Tabib Es" ini membuat kelima puluh murid luar itu tidak bisa lari ke mana pun.

​Namun, yang menakjubkan adalah tidak ada satu pun dari kelima puluh murid itu yang mengeluh. Berkat Pil Pembersih Sumsum yang dibagikan semalam, kotoran di dalam tubuh mereka telah dikeluarkan. Tubuh mereka terasa lebih ringan, meridian mereka lebih lebar, dan energi spiritual di gunung ini mempercepat pemulihan mereka berkali-kali lipat.

​Dari balkon Aula Leluhur, Jiang Chen mengamati pemandangan itu sambil tersenyum tipis.

​"Kekuatan fisik adalah fondasi. Tanpa tubuh yang kuat, meridian mereka akan meledak saat menampung qi dalam jumlah besar," batin Jiang Chen.

​Namun, sebuah sekte raksasa tidak bisa hanya mengandalkan otot dan pedang. Mereka membutuhkan logistik—pil untuk menyembuhkan luka dan menembus ranah, serta senjata untuk merobek pertahanan musuh.

​Jiang Chen membuka Panel Sistemnya.

​"Sistem, letakkan Lahan Taman Herbal Spiritual (Tingkat Menengah) di lembah belakang, dan Tungku Penempaan Bumi di sebelah sayap kiri Paviliun Senjata."

​[DING!]

[Mengkonsumsi Cetak Biru... Memulai Konstruksi Ruang!]

​WUUUSH!

​Di sayap kiri sekte, tanah berbatu membelah diri. Sebuah bangunan batu berbentuk kubah yang memancarkan hawa panas vulkanik muncul dari bawah tanah. Di tengah ruangan itu, terdapat sebuah tungku tempa raksasa berwarna merah gelap yang terhubung langsung dengan urat api bumi di bawah gunung.

​Sementara itu, di lembah belakang gunung yang tertutup kabut, sebidang tanah tandus seluas lapangan bola tiba-tiba berubah warna menjadi tanah hitam yang sangat subur. Aroma kehidupan meledak di udara, dan formasi pengumpul embun spiritual otomatis terbentuk di atasnya, menjaga tanah itu tetap lembab dan kaya akan esensi kehidupan.

​"Sempurna," Jiang Chen menjentikkan jarinya, mengirimkan transmisi suara. "Lin Mo, suruh Han Feng dan Meng Meng menemuiku di Aula Leluhur."

​Pewaris Api dan Tanah

​Beberapa saat kemudian, dua murid melangkah masuk ke Aula Leluhur dengan langkah ragu. Han Feng, pemuda bekas budak tambang, tampak sedikit pincang karena kelelahan, namun matanya tetap setajam elang. Di sebelahnya, Meng Meng, gadis kecil berusia dua belas tahun, masih memeluk kuali tembaganya yang penyok dengan gugup.

​"Menyapa Ketua Sekte!" Keduanya berlutut serempak.

​"Berdirilah," ucap Jiang Chen santai. Ia melempar dua buah batu giok ingatan (Jade Slips) ke arah mereka. "Tangkap ini dan tempelkan di dahi kalian."

​Han Feng dan Meng Meng patuh. Begitu giok itu menyentuh dahi mereka, aliran informasi yang sangat besar membanjiri pikiran mereka.

​Mata Han Feng membelalak saat ia melihat teknik penempaan dan pola formasi logam yang belum pernah ia lihat seumur hidupnya: [Seni Palu Seribu Tempa tingkat Bumi].

​Sementara itu, wajah Meng Meng memerah karena kegirangan. Di dalam benaknya, puluhan resep pil dari tingkat dasar hingga tingkat Bumi tergambar dengan jelas, disertai dengan pengetahuan tentang ribuan sifat herbal: [Buku Alkimia Inti Kayu].

​"Han Feng. Bakat akar roh logam mutasimu membuatmu sangat peka terhadap material. Mulai hari ini, kau dibebaskan dari latihan pedang pagi. Tugas utamamu adalah memimpin divisi Penempaan di sayap kiri sekte. Aku ingin dalam waktu satu bulan, kau bisa menyediakan pedang tingkat Fana berkualitas tinggi untuk seluruh adik seperguruanmu."

​Han Feng mengepalkan tinjunya erat-erat, air mata haru menggenang di matanya. Di tambang, ia dipaksa memecah batu seperti binatang. Di sini, ia diberi kepercayaan, ilmu tingkat tinggi, dan martabat.

​"Han Feng tidak akan mengecewakan Ketua Sekte! Saya akan memalu pedang tertajam untuk melindungi sekte ini!"

​Jiang Chen mengangguk, lalu menatap gadis kecil di sebelahnya. "Meng Meng, tubuh roh kayumu adalah harta karun alami untuk alkimia. Lembah belakang gunung kini menjadi Taman Herbal eksklusifmu. Latih teknik alkimiamu dan rawat benih-benih yang ada di sana. Jika kau butuh bahan tambahan, sekte akan menyediakannya."

​"T-Terima kasih, Ketua Sekte!" Meng Meng membungkuk hingga keningnya menyentuh lantai. "Meng Meng pasti akan membuatkan pil yang manis dan kuat untuk semuanya!"

​Dengan ini, Jiang Chen telah resmi meletakkan fondasi kemandirian sekte. Pabrik senjata dan pabrik pil telah memiliki tuan mereka.

​Badai yang Tertunda

​Setelah kedua murid itu pergi dengan semangat membara, seekor burung bangau kertas bercahaya melesat masuk menembus jendela Aula Leluhur dan mendarat di telapak tangan Jiang Chen.

​Itu adalah surat rahasia dari Manajer Su Ya dari Paviliun Bulan Perak.

​Jiang Chen menyuntikkan sedikit Qi-nya ke dalam bangau kertas itu. Suara elegan Su Ya segera terdengar di benaknya:

​"Ketua Sekte Jiang. Berita kematian Xue Kui telah membuat gempar sekte utama Iblis Darah di wilayah pusat. Leluhur Tua mereka, seorang ahli Nascent Soul (Jiwa Baru Lahir) setengah langkah, sangat murka dan bersumpah akan meratakan Puncak Bintang Jatuh."

​Mendengar kata Nascent Soul, alis Jiang Chen sedikit terangkat, tapi dia tidak panik. Suara Su Ya berlanjut:

​"Namun, Anda sedang diberkati oleh keberuntungan langit. Saat ini, Sekte Iblis Darah sedang terlibat perang wilayah skala penuh dengan Aliansi Aliran Lurus di perbatasan timur. Leluhur Tua mereka terikat di medan perang dan tidak bisa pergi. Menurut perkiraan saya, Anda memiliki waktu sekitar enam bulan sebelum mereka bisa memobilisasi pasukan besar lagi ke tempat Anda."

​"Enam bulan..." gumam Jiang Chen, menyandarkan dagunya pada tangannya. "Bagi sekte fana, enam bulan tidak cukup untuk melatih pasukan. Tapi bagi Sekte Pedang Bintang dengan sistemku, enam bulan lebih dari cukup untuk mengubah lima puluh murid luar ini menjadi monster."

​Suara Su Ya di bangau kertas itu menyimpulkan pesan dengan sebuah tawaran:

​"Selain itu, tiga bulan dari sekarang, Provinsi Awan akan mengadakan Turnamen Bintang Baru untuk generasi muda di bawah usia 20 tahun. Tiga sekte teratas akan mendapatkan hak eksklusif atas Tambang Batu Spiritual kelas menengah yang baru ditemukan di perbatasan. Saya sarankan Anda mengirimkan murid Anda ke sana. Itu akan menjadi batu loncatan yang sempurna untuk meresmikan status sekte Anda di mata kekaisaran. Salam hormat, Su Ya."

​Zzzztt. Bangau kertas itu terbakar menjadi abu setelah pesan selesai disampaikan.

​Jiang Chen berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap ke arah alun-alun di mana lima puluh murid luarnya masih berlatih mati-matian di bawah siksaan Lin Mo.

​"Turnamen Bintang Baru? Hak atas tambang batu spiritual?"

​Bibir Jiang Chen melengkung membentuk seringai percaya diri yang menakutkan. Di dunia ini, segala sesuatu yang bernilai hanya bisa diambil dengan kekuatan.

​"Bagus. Tiga bulan sudah cukup untuk menjadikan kelima puluh anak ini cukup tajam. Saat Turnamen Bintang Baru tiba, Provinsi Awan akan tahu bahwa era sekte-sekte tua telah berakhir, dan era Bintang Jatuh telah dimulai."

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!