NovelToon NovelToon
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Musuh Terbesarnya

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Musuh Terbesarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

​"Tanda tangani ini dan pergi! Kau hanya alat untuk menghancurkan ayahmu," ucap Elkan dingin.

​Lima tahun lalu, Siska diusir dalam keadaan mengandung. Kini, ia kembali bukan sebagai istri yang lemah, melainkan sebagai pesaing bisnis yang siap menghancurkan kerajaan Elkan.

​Namun, saat Siska mulai menyerang, ia menemukan rahasia kelam: Elkan sengaja menjadi iblis agar Siska tetap hidup. Di antara dendam dan cinta yang belum padam, siapakah musuh yang sebenarnya?

​"Aku kembali untuk menghancurkanmu, Elkan. Bukan untuk jatuh ke pelukanmu lagi!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMARAH SANG SINGA

​"Apa kau bilang?!"

​Suara Elkan meninggi, bergetar hebat di udara ruangan. Alarm dari mesin pemantau jantung di samping ranjang langsung berbunyi nyaring, memancarkan garis-garis merah yang melompat kacau. Tanpa memedulikan rasa sakit yang menghantam dadanya seperti tusukan belati, Elkan mencabut selang oksigen di hidungnya dan berusaha turun dari ranjang.

​"Elkan, jangan! Tubuhmu belum kuat!" Jessica berhamburan menahan dada suaminya. Air matanya yang sempat mengering kini tumpah kembali dalam gelombang kepanikan yang lebih besar.

​"Dia mengambil anakku, Siska! Bajingan itu membawa Arlan!" Elkan mencengkeram bahu Jessica dengan sisa kekuatannya, matanya memerah sempurna karena amarah dan ketakutan. "Aku tidak akan membiarkan Harris atau keturunannya menyentuh anak kita lagi!"

​Tepat saat itu, pintu kamar rawat terbuka kasar. Roy masuk dengan napas memburu, memegang sebuah komputer tablet yang menampilkan titik merah yang bergerak cepat di atas peta digital Jakarta.

​"Tuan Elkan, Nona Jessica! Paman Hendra sudah ditangani oleh tim medis bawah, beliau mengalami memar parah tapi kondisinya stabil," lapor Roy cepat. "Saya langsung melacak plat nomor mobil Gilang melalui jaringan kamera CCTV basemen rumah sakit yang terhubung dengan sistem keamanan Pratama Group. Mobilnya sedang melaju menuju area gudang tua di pelabuhan Tanjung Priok!"

​Jessica langsung menghapus air matanya dengan kasar. Rasa rapuh seorang ibu dalam sekejap menguap, digantikan oleh insting predator dari seorang Jessica Wijaya. "Roy, siapkan tim keamanan Wijaya Capital. Hubungi kepolisian. Aku sendiri yang akan memimpin pengejaran."

​"Aku ikut," sela Elkan, suaranya rendah namun mutlak. Ia mencoba berdiri, kakinya sempat goyah namun ia berhasil menyeimbangkan tubuhnya dengan bertumpu pada tiang infus.

​"Tidak, Elkan! Jantungmu—"

​"Jantungku tidak akan berhenti sebelum aku memastikan Arlan aman di pelukanmu, Siska!" Elkan memotong kalimat Jessica, menatap istrinya dengan pandangan mata yang begitu dalam dan penuh pelindung. "Tiga tahun lalu aku gagal menjagamu dari badai. Hari ini, biarkan aku berdiri di depanmu untuk menjemput putra kita."

​Melihat tekad yang tak tergoyahkan di mata Elkan, Jessica tahu ia tidak bisa melarang pria itu. Ia mengangguk pelan, lalu meraih jaket hitam milik Elkan yang tergantung di lemari ruangan. "Baik. Tapi kau harus berjanji untuk tetap berada di belakangku jika kondisimu memburuk."

​Sementara itu, di dalam gudang tua yang pengap dan berbau karat di pinggiran dermaga Tanjung Priok, suara deburan ombak laut malam terdengar samar dari balik dinding seng.

​Arlan perlahan membuka matanya. Efek kloroform membuatnya merasa pusing hebat, dan tenggorokannya terasa sangat kering. Ia mencoba menggerakkan tangannya, namun menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya telah terikat erat pada sebuah kursi kayu di tengah ruangan.

​"Mama..." bisik Arlan lirih, matanya yang bulat digenangi air mata ketakutan.

​"Wah, keparat cilik ini sudah bangun rupanya," sebuah suara sinis terdengar dari kegelapan sudut gudang.

​Gilang Pratama melangkah mendekat, memegang sebuah botol alkohol di tangan kanannya. Wajahnya terlihat semakin frustrasi dan gila. Di atas meja kayu tak jauh dari sana, ponselnya terus berdering menampilkan panggilan dari pengacaranya, namun ia mengabaikannya. Ia tahu hidupnya sudah hancur, dan ia ingin menyeret orang lain bersamanya.

​"Lepaskan aku, Paman Jelek!" Arlan berteriak menantang, meski suaranya bergetar. "Mamaku sangat kaya, dia bisa membelikanmu penjara yang sangat besar jika kau tidak melepaskanku!"

​PLAK!

​Gilang menampar meja di dekat Arlan dengan keras, membuat bocah itu tersentak. "Diam kau! Kau sama saja dengan ayahmu yang sok suci itu! Karena ayah dan ibumu, keluargaku hancur! Perusahaanku direbut!" Gilang menjambak rambut Arlan pelan, memaksanya menatap wajahnya yang distorsi oleh amarah. "Kita lihat, seberapa cepat orang tuamu yang agung itu merangkak ke sini untuk memohon nyawamu."

​Gilang mengambil ponselnya, menyalakan fungsi kamera video, lalu mengarahkannya ke wajah Arlan yang ketakutan. "Kirim pesan selamat tinggal untuk orang tuamu, Anak Manis."

​Di dalam mobil SUV hitam yang melaju kencang membelah jalur tol menuju pelabuhan, ponsel Jessica bergetar. Sebuah notifikasi pesan video dari nomor tak dikenal masuk.

​Jessica dengan cepat membukanya. Layar menampilkan wajah Arlan yang terikat dengan latar belakang gudang yang gelap. Suara gila Gilang terdengar di latar belakang: "Jessica, Elkan... Jika dalam tiga puluh menit kalian tidak membawa dokumen pembatalan akuisisi saham dan uang tunai sepuluh miliar ke gudang nomor 4 pelabuhan lama, aku tidak menjamin anak haram ini masih bisa melihat matahari besok pagi."

​Klik. Video berakhir.

​Jessica mencengkeram ponselnya hingga layarnya retak. Matanya berkilat menembus kegelapan jalan tol. "Tingkatkan kecepatannya, Roy! Aku ingin bajingan itu merasakan bagaimana rasanya bermain-main dengan kematian."

​Di sampingnya, Elkan memejamkan mata erat-erat, tangan kanannya meraba saku celananya, memastikan tabung obat daruratnya masih ada di sana. Dadanya mulai terasa panas dan sesak, namun ia menolak untuk mengeluh.

​"Bertahanlah, Arlan... Papa datang," bisik Elkan dalam hati, bersiap untuk menghadapi konfrontasi terakhir demi menebus seluruh dosa masa lalunya.

1
Red Blossom
Selamatkan Elkan ya thor
merry
tanggung lh perbuatan mu elkan yg dku usir Siska yg katamu untuk melindungi kmu dr hariss moga ajj andrian mau ngerti dan mengalah klo cinta gk hrs memiliki
merry
tgl bareng sis klo msh cinta dm erln lgian dia gk slh atas kjdian inn klo ngk bgtuu mungkin kmu juga ngk bangkit
merry
kumat kah jantung y elknn kshnn elknn pura-pura usir Siska demi ngelindungin diska dri pmn y yg jhtt ituu,, moga Siska gk marah dan trm elknn kembali dan sm sm menghncurkan paman y yg bjingann itu
merry
apapun alasannya hrs jgn pkai cara kyk bgt x el,,, msh bnyk cari lain x supya gk meninggal kn penyesalan mu,,, skrg kmu nyesel gk ngeliat mntn mu dan ank mu msh hdp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!