NovelToon NovelToon
Pembalasan Athena

Pembalasan Athena

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: DARAH

Bel istirahat berbunyi nyaring, membuat seluruh murid segera bergegas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan. Jelita langsung menyenggol pelan lengan sahabatnya untuk mengajak pergi bersama.

"The, kantin yuk. Laper nih," ajaknya pada Athena.

"Hmm," sahut Athena singkat sembari merapikan bukunya.

Sepanjang koridor menuju ke arah kantin, Athena hanya diam tanpa berniat membuka obrolan sedikit pun. Jelita yang menyadari keanehan pada sikap sahabat kaku-nya itu seketika mengerutkan dahi heran.

"The, muka lo pucat banget. Lo sakit?" tanya Jelita, mulai diselimuti rasa khawatir.

"Gue aman, gak apa-apa. Ayo cepat ke kantin sebelum keburu ramai," ucap Athena mencoba menenangkan Jelita.

"Lo lagi gak bohongin gue, kan, The?!" desak Jelita menatap menyelidik.

"Bawel banget sih. Udah, buruan jalan," ujar Athena tanpa berniat menjawab pertanyaan sahabatnya. Ia hanya tidak ingin Jelita menangis jika sampai tahu punggungnya dipenuhi luka bekas cambukan semalam.

Begitu mereka berdua memasuki area kantin yang mulai bising, netra Jelita dan Athena langsung menangkap keberadaan inti Vicas beserta Sita yang sudah duduk berkumpul di salah satu meja.

Ayusita yang menyadari kehadiran Athena tentu tidak ingin membuang kesempatan emas untuk kembali merusak nama baik kakak angkatnya itu di depan publik.

'Cuma gue yang boleh jadi primadona dan putri tunggal di keluarga Mahendra, tanpa ada lo di dalamnya, Kakakku tersayang,' desis Sita dalam hati sembari melemparkan tatapan tajam berbalut kebencian ke arah Athena.

Namun, Devan dan Kenzie menyadari kilatan senyum licik yang sempat melintas di wajah Sita. Kedua cowok itu saling melempar tatapan penuh arti. Devan mengangkat sebelah alisnya seolah sedang menyindir Kenzie, 'See? Apa gue bilang selama ini.'

Melihat hal itu, Kenzie mulai menaruh perhatian penuh pada setiap gerak-gerik adik angkatnya.

Dengan tampang sok polosnya, Sita melambaikan tangan ke arah Athena untuk memulai provokasinya.

"Kak Thea! Sebelah sini! Duduk bareng kita aja!" serunya dengan nada suara yang dibuat seriang dan semanis mungkin.

Athena yang mendengar namanya dipanggil hanya menoleh sekilas tanpa minat, lalu kembali mengabaikannya begitu tahu siapa yang bersuara.

Sementara itu dari sudut kantin yang lain, Kenzo beserta jajaran inti Devil memperhatikan interaksi tersebut. Mereka sudah bisa menebak drama picisan apa lagi yang akan dimainkan oleh anak angkat keluarga Mahendra itu.

"Dante heran deh sama para inti Vicas. Masa mereka bisa dengan mudahnya dikelabui sama rubah licik kayak begitu," celetuk Dante sembari menatap remeh ke arah meja Sita.

"Namanya juga orang bodoh, mana bisa lihat keburukan orang lain. Apalagi kalau matanya udah ketutup sama pesona rubah," sahut Victor pedas tanpa saringan.

"Tapi, kalian coba lihat deh. Wajah Athena kelihatan pucat banget hari ini," ucap Marco tiba-tiba.

Perkataan Marco seketika membuat atensi Kenzo teralih sepenuhnya. Netra tajam sang ketua Devil itu langsung terkunci pada paras pucat Athena.

'What's wrong with you, baby? Kenapa mukamu pucat sekali?' batin Kenzo cemas, merasakan dadanya mendadak berdenyut tidak nyaman melihat kondisi gadis itu.

"Iya, Kak Athena pucat banget ya, Bang," sahut Dante membenarkan observasi Marco.

Setelah memperhatikan wajah Athena beberapa saat, Dante tiba-tiba memekik heboh. "Eh, bentar! Dante baru sadar. Kalau dilihat-lihat, gaya rambut sama warna mata Kak Athena itu mirip banget sama Abang Jax!"

Mendengar penuturan spontan Dante, Kenzo, Marco, dan Victor seketika menajamkan pandangan mereka ke arah Athena. Dan benar saja apa yang dikatakan Dante—fitur wajah, pembawaan dingin, hingga warna mata gadis itu memang memiliki kemiripan dengan Jaxon.

"Kau benar, Dante," gumam Marco dengan tatapan yang sulit diartikan.

Di sisi lain kantin, sikap abai Athena rupanya berhasil memicu amarah dari para pelindung Sita, kecuali Devan dan Kenzie yang memilih untuk tetap diam.

"Ehh, cewek tuli! Lo gak dengar Sita manggil lo? Sok banget gak mau duduk bareng kita!" sarkas Reyhan dengan nada tinggi, sengaja ingin menarik perhatian murid lain.

"Biasanya juga lo yang gatal banget nempelin Brama!" tukasnya lagi sinis.

Brama yang mendengar namanya disebut hanya diam menyeringai percaya diri. Di dalam kepalanya, ia merasa heran dengan perubahan sikap Athena akhir-akhir ini yang tidak lagi mengejarnya. Namun, ia tidak bisa menampik bahwa Athena kini terlihat jauh lebih cantik dan berkelas dibanding Sita.

'Heh, paling sebentar lagi juga dia bakal sujud-sujud minta gue terima cintanya lagi,' batin Brama terlalu percaya diri.

"Teman gue gak mau gabung, urusannya sama lo apa, nyet?!" semprot Jelita berapi-api. Mulutnya yang terkenal pedas bak petasan banting itu langsung bekerja membela sahabatnya.

"Lagian duduk di situ bisa bikin badan kita gatal-gatal karena ulat bulu!" sindir Jelita telak.

"Di sana kan udah ada princess kesayangan kalian. Masih kurang, sampai mau Athena yang cantik paripurna ini duduk bareng kalian juga?”

“Sorry to say, BIG NO ya, nyet!"

"Lo...!" Reyhan seketika kehabisan kata-kata, wajahnya merah padam menahan malu dan kesal.

"Apa hah? Lo, lo, lo... gagap lo?!" ejek Jelita puas.

"Sudah, Lita. Tinggalin aja manusia gak jelas kayak mereka," ajak Athena datar.

Athena sudah tidak tahan harus berdiri terlalu lama di sana. Setiap gerakan kecil yang ia buat membuat kain seragam sekolahnya bergesekan langsung dengan luka cambukan di punggungnya, menimbulkan rasa perih luar biasa yang mati-matian ia sembunyikan di balik wajah tenangnya.

Saat sudah mendapatkan meja yang agak lenggang di sudut kantin, Athena dan Jelita segera duduk untuk menyantap makanan yang sudah mereka pesan. Namun, saat tubuhnya perlahan turun menyentuh permukaan kursi, kain seragamnya kembali bergesekan kasar dengan luka terbuka di punggungnya.

"Shhh..." desis Athena reflek,

memejamkan mata rapat-rapat menahan perih yang seketika menyengat sarafnya.

Mendengar desisan pelan namun sarat akan rasa kesakitan dari mulut sahabatnya, Jelita seketika menghentikan aktivitasnya. Detik itu juga, ia tidak bisa lagi memercayai ucapan 'baik-baik saja' yang terus dilontarkan Athena sejak pagi tadi.

"Lo bohong, kan, sama gue, The?" desak Jelita dengan tatapan menuntut penjelasan.

"Gue baik, Ta. Udah, ayo makan. Gue mau cepat balik ke kelas," potong Athena ketus, berusaha mengalihkan perhatian sahabatnya agar tidak terus-menerus menginterogasi dirinya.

Sementara itu di sudut kantin yang lain, netra kelam Kenzo terus mengawasi pergerakan Athena. Ia menyadari ada sesuatu yang tidak wajar pada gadis itu—mulai dari wajahnya yang pucat hingga raut wajahnya yang mati-matian menahan sakit.

Tidak bisa tinggal diam melihat 'kelinci kecilnya' menderita, Kenzo bangkit berdiri dari duduknya dengan gerakan pasti, lalu melangkah lebar menghampiri meja Athena dan Jelita.

Jelita yang pertama kali menyadari kedatangan sang ketua geng Devil itu langsung memelototkan matanya horor.

"Anjir, The! Itu ngapain manusia tembok nyamperin meja kita?" ucap Jelita heboh setengah berbisik.

"Siapa?" tanya Athena penasaran, malas memutar tubuhnya.

"Ketua Devil! Coba lo lihat ke belakang!"

Mendengar itu, Athena menolehkan kepalanya perlahan.

Saat netranya bersirobok dengan sosok tinggi tegap yang sedang berjalan mantap ke arahnya, kening Athena seketika mengernyit dalam. Ia merasa sangat familiar dengan wajah lelaki itu.

"Are you okey?" tanya Kenzo datar tepat saat ia berhenti di hadapan Athena.

Athena yang bingung hanya memiringkan kepalanya sedikit dan menaikkan satu alisnya, seolah bertanya tanpa suara, 'What's wrong?'

Melihat reaksi polos yang tidak sinkron dengan pembawaan dinginnya, Kenzo mati-matian menahan senyum gemas yang hampir terbit di bibirnya.

"Pucat," jawab Kenzo singkat, matanya menelisik lekat wajah gadis itu.

"Oh," respons Athena teramat santai.

"UKS!" titah Kenzo, tidak menerima bantahan.

"Nggak!" tolak Athena cepat.

Melihat percakapan yang di luar nalar itu, Jelita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya takjub. Ia benar-benar heran dengan cara berkomunikasi dua orang irit bicara di depannya ini.

Namun, beberapa detik kemudian, situasi mendadak hening. Saat seseorang di dekat mereka tidak sengaja menyenggol tubuh tegap Kenzo, membuat cowok itu terdorong maju dan refleks memegang pundak Athena untuk menyeimbangkan tubuhnya.

Sentuhan yang tidak disengaja itu sontak menekan luka basah di punggung Athena.

"Shhh..." desis Athena tertahan, cengkeraman tangannya pada tepi meja mengerat kuat sementara wajahnya kian memucat.

Mendengar desisan menyakitkan dari bibir Athena, rahang Kenzo seketika mengeras. Detik berikutnya, tatapan tajam Kenzo tidak sengaja menangkap sesuatu di balik kain seragam putih Athena bagian belakang. Samar-samar, bercak cairan pekat berwarna merah mulai merembes, menodai seragam gadis itu.

Seketika itu juga, Kenzo sadar. Gadisnya sedang menahan luka di punggungnya.

Tanpa aba-aba dan tanpa memedulikan tatapan ratusan pasang mata di kantin, Kenzo langsung mendekat dan membawa tubuh ramping Athena ke dalam gendongannya.

Ia mengangkat tubuh gadis itu dalam gendongan ala koala, menaruh kedua kaki Athena melingkari pinggangnya dan membiarkan kepala Athena bersandar di bahunya.

Kenzo sengaja memilih posisi ini demi menghindari gesekan atau tekanan lebih lanjut pada luka di punggung Athena jika ia menggendongnya ala bridal style.

"UKS, cepat!" perintah Kenzo dingin kepada Jelita yang masih mematung syok, sebelum akhirnya ia melangkah lebar membawa Athena pergi dari area kantin yang seketika hening karena terkejut.

...----------------...

WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨

Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥

STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰

1
Noey Aprilia
Aku mh brhrapnya athena bkn ank kndung mreka,jd kl kau bls dndam pun ga ada prsaan ksihn....lgian aku heran,ada y orng tua sm kk yg mlah bnci sm ank dn saudra kndung...trs mlah lbh syng sm ank pungut....😠😠😠
Sandhyaruntala: Ahahaha, biar makin mantep kalo mau bunuh ye 🤭
total 1 replies
partini
aku kalau part sita aku skpu jujurly males bacanya kalau Thea aku baca nanti part pembalasan ke sita baru aku baca
Sandhyaruntala: Justru itu letak serunya😂
total 3 replies
Noey Aprilia
Cieee...yg salting....
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
Sandhyaruntala: Ahahaha malu malu setan😂
total 1 replies
partini
lovely doply ❤️❤️❤️ Ama bunda nya 👍👍👍 , nanti ada part kaya gitu pas di depan mata ibu nya thea
Sandhyaruntala: Biar panasss🔥🔥
total 1 replies
Noey Aprilia
Yg mode mnja ga sdar kl ada yg pg gemeshhhh......😁😁😁....
fatmawati (pipit)
kenzo klau kamu mencintai Athena bawahlah Athena pergi jauh tapi jangan sama keluarga angkatnya ya
fatmawati (pipit): 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
fatmawati (pipit)
ditunggu lanjutannya
Noey Aprilia
Hhhmm....
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
fatmawati (pipit)
buat keluarga kandung Athena hidup dalam penyesalan dan pengahlikan perusahaan keluarga nya buat diambang kebangkrutan nanti athena membeli perusahaan tersebut tanpa membuka identitas asli athena
fatmawati (pipit): OK aku terima
total 9 replies
james
akak folow back, pengen join grup gak kak?/Smile/
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Sandhyaruntala: Crazy up takut authornya yang tipes kak😭😭
total 1 replies
Opacraphile
tampol aja sih thor sitanya, ini tangan nganggur siap nampol💢
Opacraphile
idih najis si pick me so imut🤮
Opacraphile
nah kan plinplan sihh
Noey Aprilia
Hai kk....
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....
Sandhyaruntala: Haloo, thank you sudah mampir. Semoga sesuai ekspetasi mu ya🫶
total 1 replies
partini
bunda?
Aisyah Suyuti
good
Sandhyaruntala: Thank you kak🔥
total 1 replies
Nongnong 🦩
Kalo begini kan jadi bingung, mau ngeshipin Athena sama siapa
Sandhyaruntala: Hayooooo
total 1 replies
Nongnong 🦩
pedas juga ya mulutnya Arga 😭
Sandhyaruntala: Ahahaha pedes bener dong🔥
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!