NovelToon NovelToon
Me Vs Police

Me Vs Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:510.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nad Nanad

kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14

Jam pulang kerja, Anna mulai bersiap-siap untuk pulang mungkin Dean sudah menunggunya di luar atau sudah masuk ke dalam, rumah sakit ini kan miliknya jadi dia berhak untuk melakukan apa saja.

Saat ia melangkahkan kakinya menyusuri lorong-lorong rumah sakit, lagi-lagi ia mendengar suaminya yang diperbincangkan bahkan sampai dokter seniornya. Anna berhenti dan mendengarkan pembicaraan mereka dibalik pintu.

"Pak Dean tadi kesini loh! Padahal ia jarang banget kesini." Ujar dokter Rani.

"Apa? Calon suami aku tadi kesini?". Tanya dokter Anggi dengan sekencangnya yang membuat Anna sedikit kaget.

"Eitss dokter Anggi gak usah teriak kali, kemarin-kemarin saya lihat tuh pak Dean lagi berduaan sama dokter Anna di taman belakang." Celetuk salah satunya lagi.

"Dokter Anna? dokter yang masih internship itu? Mau apa dia deket-deket sama Dean? emang keganjengan tuh anak bisa-bisanya mau nandingin anak Dirut RS ini" Ucap dokter Anggi yang membuat Anna semakin kesal ingin sekali dia melabrak mulutnya itu apalagi ia memanggil Dean tanpa embel-embel apapun tak seperti dirinya yang memanggil Dean dengan sebutan 'pak' namun ia urungkan tatkala Dean sudah berjalan menghampirinya.

Anna memutuskan untuk pergi dari sana sebelum Dean tau bahwa dia sedang menguping pembicaraan seniornya.

Anna berjalan dengan kesal melewati Dean yang terus memanggilnya dia sudah muak dengan apa yang didengarnya hari ini.

"Kenapa sih dek Anna." Ucap Dean sambil menarik tangan Anna. Namun Anna melepaskannya dengan kasar lalu meninggalkan Dean sambil menghentak-hentakkan kakinya.

Dean terus mengejarnya hingga banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya bahkan ada yang berbisik-bisik dan sudah pasti akan menjadi gosip.

Awan mendung serta hujan deras mengiringi langkah Anna menyusuri trotoar jalan sambil menangis. Ia merasa tak pantas bersanding dengan seorang Dean Prasetya yang notabenenya adalah seorang pemilik RS tempat ia melaksanakan internship sebelum menjadi dokter sesungguhnya.

Dean mengejar Anna menggunakan payung yang dia ambil di garasi mobilnya.

"Anna tunggu!" Dean berlari lalu dengan cekatan memeluk Anna dengan erat dari belakang.

Anna menangis sesenggukan dibawah guyuran hujan di pinggir jalan.

Dean kemudian memutar badan Anna mengahadapnya lalu memeluknya lagi dengan erat.

"Kamu kenapa? Ada yang gangguin kamu? cerita sama saya."

Ucap Dean yang membuat Anna mendorong dada bidangnya menjauh darinya.

"Bapak ngapain pake datang tadi? Kenapa gak telpon Anna dulu aja? Sengaja mau tebar pesona? Bapak tau gak kalau hampir semua dokter perempuan ngomongin bapak? Bahkan lebih parahnya lagi saya dibilang ganjen sama dokter Anggi gara-gara kejadian bapak nemuin saya di taman itu." Ucap Anna dalam tangisnya.

"Saya gak bermaksud begitu, saya hanya gak mau mengganggu pekerjaanmu." Ucap Dean sambil menggenggam tangan Anna namun segera ditepis oleh Anna.

"Lalu dokter Anggi, mengapa dia menyebut bapak sebagai calon suaminya? Bapak cuma mau main-main sama saya?"

"Anggi itu sahabat kecil saya dan tidak mungkin saya main-main sama kamu, saya cinta sama kamu Anna kamu berbeda dari yang lain saya cinta sama kamu." Ucap Dean dengan lantang.

"Gak, saya rasa saya gak pantes buat bapak! lebih baik bapak ceraiin saya daripada kedepannya bapak nyesel, ceraiin saya pak." Ucap Anna penuh penekanan.

"Sampai kapanpun saya gak akan pernah nyesel nikah sama kamu saya cinta sama saya sayang kamu." Jawab Dean berusaha meyakinkan Anna.

Setelah Dean mengucapkan itu, tiba-tiba Anna ambruk dan dengan sigap Dean menangkapnya, Anna pingsan.

"Anna bangun sayang, kamu kenapa?" Ucap Dean menepuk-nepuk pipi Anna, ia khawatir dengan keadaan Anna.

Dean menggendong Anna berlalu dari sana dan membawa Anna masuk ke dalam mobilnya, ia tak mau membawa Anna masuk ke dalam rumah sakit itu dengan keadaan seperti ini bisa-bisa Anna akan marah lagi padanya, disisi lain Dean merasa senang karena benar Anna cemburu saat ia menjadi bahan perbincangan rekan-rekan kerjanya.

Dean membawa Anna pulang ke rumahnya, padahal rencananya ia tadi akan ke rumah ibunya dulu untuk menemui Nayla tapi melihat keadaan Anna seperti ini ia jadi mengurungkan niatnya.

Di tengah perjalanan, Anna sadar lalu melihat sekelilingnya ia nampak kaget saat ia sudah berada di dalam mobil dan disampingnya ada Dean yang sedang menyetir.

Dean yang menyadari bahwa Anna telah sadar ia kemudian mengecek suhu badan Anna dengan sebelah tangannya dan benar saja Anna demam.

"Ya Allah dek, kamu demam." Ucap Dean sambil menarik kepala Anna untuk bersandar di bahunya, Anna tak menolak karena ia begitu lemas.

Sesekali ia mengecup puncak kepala Anna hingga sampai di perumahan mereka.

"Tunggu disini jangan turun dulu." Ucap Dean lalu turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Anna kemudian menggendongnya ke dalam rumah.

"Kamu masih kuat buat ganti baju kan?" Ucap Dean yang sambil mendudukkan Anna di sofa.

Anna mengangguk lemah lalu berjalan dengan lemas masuk ke dalam kamar sesekali ia hampir terjatuh yang membuat Dean khawatir tapi tidak mungkin kan kalau dia yang harus menggantikan baju Anna.

Sementara Anna berganti pakaian, Dean juga mengganti pakaian yang basah akibat kejadian tadi.

Selesai berganti pakaian, Dean menyuruh Anna untuk beristirahat lalu Dean mengambil obat demam dan juga membuatkan Anna bubur.

Tak lama kemudian, Dean sudah datang dengan membawa obat beserta semangkuk bubur diatas nampan.

Dean menyuapkan bubur yang dibuatnya tadi untuk Anna, baru saja bubur itu sampai di perutnya, tiba-tiba Anna mengangkat badannya dan memuntahkan kembali tepat di baju Dean.

"Maaf saya gak sengaja."

"Gak apa-apa saya rela dimuntahin istri sendiri," Dean tersenyum lalu kembali menyuapi Anna "Makan lagi ya, abis itu minum obat."

Anna menggeleng, "Saya gak mau makan lagi, rasanya pahit."

"Sedikit aja ya, tiga sendok aja." Ucap Dean sambil menyuapi Anna lagi dan untungnya Anna tidak menolak.

Selesai makan, Dean memberikan Anna lalu obat demam untuk diminumnya.

Sore itu Dean terus menemani Anna yang sudah terlelap dalam tidurnya ditemani hujan yang tidak henti-hentinya turun dengan derasnya yang membuat Anna semakin kedinginan entah berapa lapis selimut yang dipakainya. Anna terus meracau karena kedinginan.

Dean masuk ke dalam selimut Anna lalu memeluknya berharap itu akan menyalurkan kehangatan pada Anna.

Menjelang tengah malam, Anna terbangun dan sedikit susah bergerak karena eratnya pelukan dari Dean.

Anna membangunkan Dean di sampingnya.

"Pak, pak bangun."

"Iya kenapa? Apanya yang sakit? kita ke rumah sakit?" Dean terbangun dengan khawatir lalu mengecek kembali suhu tubuh Anna dan panasnya sudah turun.

"Saya udah enakan, gak perlu khawatir! bapak udah makan?"

Dean menggeleng, memang benar sedari tadi ia belum makan sama sekali saking khawatirnya pada kondisi Anna.

"Saya gak lapar."

"Makan dulu pak, entar bapak sakit gimana? saya gak mau bapak sampai sakit gara-gara saya, saya masakin ya." Ucap Anna berusaha bangkit dari tidurnya.

"Gak usah kamu disini saja istirahat, biar saya yang masak sendiri." Cegah Dean pada Anna

"Kamu juga makan ya! dari tadi kamu cuma makan tiga sendok bubur." Ujar Dean lagi lalu Anna mengangguk mengiyakan dan tersenyum padanya.

"Terima kasih." Ucap Anna.

"Untuk apa?"

"Karena sudah merawat saya yang sakit." Ujar Anna masih dengan senyum yang mengembang.

"Kamu istri saya jadi sudah tugas saya untuk menjaga kamu." Jawab Dean sambil mencium tangan Anna.

To Be Continued ...

1
Dwi Ratnaningsih
part 41-43 mana nih
Ridho Widodo
sip simple..
thor...
Ridho Widodo
ana istri goblok.g jujur..sok nutupi mantan pacar pengganggu..cerein aja dean....
sumiati
lanjoot donk thoor
Nurhayati Nia
aku mampir thorr
Hartini Bayu Pratama
lanjut,thor
Sadiah Syarief 🐻😸: next kk
total 1 replies
Maizuki Bintang
lagi thor
rahima humaira(bundae rizky)
tetep semangat thorrr
rahima humaira(bundae rizky): insya allah klw da wktu luang
total 2 replies
bakri Rjaya cell
lanjut thor
Maizuki Bintang
bgs
husnul
lanjut kak syang bgt klo gak d lnjutin 😁 suka ma cerita nya mski gak selesai tetep aj d bca bolak blik dan berharap d selesaikan 🤭
husnul: harus kak semangat buat revisi sm lnjutin cerita nya y 🤗
total 2 replies
indri ramadani
cerita nya di lanjut tor,,.
Nad Nanad (hiatus): Siap, bakalan saya baca ulang dulu soalnya udah lupa sama alurnya hehe...
total 1 replies
Elmiyati
thor tokoh anna jangan dibuat cengeng ,nggak asik dikit2 nangis kyk ank kecil aja
Arie Chrisdiana
suami yg sabar banget tlg anna klau bicara sm suami jgn kasar2, sesabar2nya org ada batasnya nanti klau ditinggal br nyesel dech
Azlen Haslina
luar biasa
Anna Susiana
aku mampir menyimak cerita ini, banyak up nya ya biar tambah seru
Nadia Krismayanti
lanjut donk thor ceritanya bagus, saya nunggu" pas bka gx up up up.
ErNa Nur AnNisa
ceritanya padahal bagus bngt lho Thor
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗
Yuliana Susanti
lanjut lah knp Hiatus pdhal critanya bagus Lo, penasaran banget gimn akhir nya lanjut lah
Mmh Gio
iiih ngga usah kaya gitu kenapa thur. serem banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!