NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis bermata batin harus terikat dalam pernikahan dengan mafia berdarah dingin?

Aiko Kurogawa sudah cukup tersiksa dengan "kutukan" Indigo yang mengalir di darahnya. Namun, demi terhindar dari dunia kelam keluarganya, ia terpaksa menerima perjodohan dengan Ren Tachibana. Pria kejam yang hidupnya hanya didorong oleh dendam.

Awalnya, Aiko hanya ingin bertahan hidup. Namun, tinggal di sisi Ren membuat hidupnya kian mencekam. arwah-arwah penasaran tak pernah berhenti berbisik di sekitar pria itu, mengungkap satu per satu rahasia kelam dari masa lalu.

Kini, Aiko dihadapkan pada pilihan sulit.
Tetap diam demi menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menggali kebenaran yang ternyata mengikat takdir mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 7

Aiko menarik napas dalam-dalam, memaksakan wajahnya untuk tetap datar dan tenang. Ia mengalihkan pandangannya dari makhluk mengerikan itu, berpura-pura tidak melihat keberadaannya, lalu tangannya bergerak meraih tusuk konde peninggalan ibunya dari dalam kotak kayu. Ia menggenggam erat benda tajam itu sebagai jangkarnya untuk tetap sadar di dunia nyata.

Makhluk hitam itu merasa tersinggung karena diabaikan. Ia maju satu langkah lagi, wajah hitamnya yang beruap kini hanya berjarak beberapa senti dari wajah pucat Aiko. Hawa dinginnya membuat bibir Aiko bergetar hebat, dan keringat dingin mulai membasahi dahinya. Namun, Aiko tetap menutup mulutnya rapat-rapat, matanya menatap lurus ke dinding kosong di depannya tanpa berkedip.

Cklek.

Suara pintu kamar mandi yang terbuka seketika memecah ketegangan supranatural tersebut.

Bersamaan dengan terbukanya pintu, makhluk hitam itu mendadak melesat mundur dengan cepat, kembali menghilang menembus langit-langit kamar yang gelap.

Ren melangkah keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan celana panjang hitam longgar dan sebuah handuk kecil yang tersampir di lehernya untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Dada bidangnya yang tegap memperlihatkan beberapa bekas luka tembak dan sabetan senjata tajam yang sudah mengering, Sebuah bukti nyata dari kerasnya kehidupan yang ia lalui.

Ren menghentikan gerakannya menyeka rambut saat matanya menangkap sosok Aiko yang masih duduk bersimpuh di atas lantai tatami.

Gadis itu tampak kacau. Wajahnya yang semula putih kini terlihat pucat, dengan peluh keringat dingin yang membasahi pelipis dan lehernya. Napas Aiko terdengar memburu pendek-pendek, dan jemarinya mencengkeram sebuah tusuk konde dengan begitu erat. Matanya masih menatap lurus ke arah sudut kosong di atas lemari pakaian.

Ren mengerutkan alisnya. Sifat waspadanya sebagai pemimpin Yakuza membuat alarm di kepalanya berbunyi. Ada yang tidak beres dengan istrinya saat ini.

Kamar ini pintunya terkunci rapat dari dalam, AC diatur dalam suhu normal, dan tidak ada siapa pun di ruangan ini selain mereka berdua.

Ren melangkah mendekati Aiko, langkah kakinya sengaja dibuat berat agar gadis itu menyadari kehadirannya. Namun, Aiko baru tersentak dan menoleh saat bayangan tubuh Ren kembali menutup pandangannya.

"Apa yang sedang kau lakukan, Nona Aiko?" tanya Ren, suaranya terdengar sangat rendah dan penuh selidik. Ia melirik ke arah tusuk konde di tangan Aiko, lalu beralih menatap mata istrinya. "Kau memegang benda tajam itu sambil menatap dinding kosong seolah-olah kau sedang bersiap untuk menusuk seseorang. Apa kau sedang merencanakan sesuatu di malam pertama kita?"

Aiko mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha mengembalikan kesadarannya sepenuhnya ke dunia nyata. Sisa hawa dingin dari arwah penunggu tadi masih terasa di tubuhnya, membuat suaranya terdengar sedikit bergetar saat menjawab, "Aku... aku tidak merencanakan apa pun. Aku hanya sedang berpikir."

Ren tidak percaya begitu saja. Ia berjongkok di hadapan Aiko, mencengkeram pergelangan tangan gadis itu yang memegang tusuk konde dengan cukup kuat, memaksa Aiko untuk melepaskan benda tersebut hingga terjatuh di atas tatami.

"Jangan bodoh, Aiko," ucap Ren dengan nada mengancam, matanya berkilat tajam tepat di depan wajah Aiko. "Aku tidak tahu permainan apa yang sedang kau mainkan dengan bertingkah aneh seperti ini sejak kita pertama kali bertemu. Tapi dengarkan aku baik-baik. Jika kau dikirim oleh Hiroshi Kurogawa ke rumah ini hanya untuk menjadi mata-mata atau berniat menyelinap di malam hari untuk mencelakaiku... aku tidak akan peduli meskipun kau adalah seorang wanita. Aku sendiri yang akan memastikan lehermu patah sebelum kau sempat keluar dari kamar ini."

Cengkeraman tangan Ren di pergelangan tangannya terasa sangat panas. Aiko tidak mencoba menarik tangannya yang dicengkeram. Ia justru membalas tatapan mengintimidasi Ren dengan ketenangan. membuat Ren kembali tertegun di tempatnya.

"Sudah kubilang, Tuan Tachibana," ucap Aiko pelan namun tegas, menahan rasa sakit di pergelangan tangannya. "Aku tidak memiliki ketertarikan pada urusan klanmu ataupun nyawamu. Kegelapan di rumah ini jauh lebih besar dari apa yang kau bayangkan... dan musuh yang harus kau takuti di sini, bukanlah aku."

Ren terdiam, menatap lekat-lekat mata Aiko. Kalimat terakhir Aiko terdengar sangat aneh di telinganya. Setelah beberapa detik ketegangan itu, Ren melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar.

Pria itu berdiri, lalu berjalan menuju tempat tidurnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, memunggungi sisi ruangan tempat Aiko berada, dan langsung mematikan lampu utama kamar melalui sakelar di dekat bantalnya.

Kamar kini tenggelam dalam kegelapan, hanya di terangi cahaya temaram bulan yang masuk melalui celah jendela tempat Aiko berada.

Aiko perlahan merebahkan tubuhnya di atas kasur lantai. Ia menarik selimut tebal hingga sebatas dada, sambil matanya tetap terjaga menatap langit-langit kamar yang gelap. Di atas sana, sepasang mata merah makhluk penunggu itu masih mengintai dalam diam. Di sisi lain ruangan, napas teratur Ren menandakan pria itu sudah mulai terlelap.

**

Sinar matahari pagi yang samar menerobos masuk melalui celah jendela, menerpa wajah Aiko yang masih terpejam. Ketika perlahan membuka matanya, hal pertama yang ia rasakan adalah hawa dingin lantai tatami yang kontras dengan selimut tebalnya. Aiko terduduk, mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar asing itu.

Tempat tidur besar di sisi kiri ruangan sudah kosong. Seprai hitamnya sudah dirapikan dengan sempurna. Ren Tachibana tidak ada di sana. Pria itu tampaknya tipe orang yang bangun jauh sebelum fajar menyingsing.

Aiko melirik ke langit-langit di atas lemari pakaian. Makhluk hitam bermata merah yang menerornya semalam sudah tidak terlihat lagi, namun sisa-sisa hawa pekatnya masih terasa samar di sudut ruangan. Dengan helaan napas pendek, Aiko berdiri, melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan kimono harian yang lebih sederhana.

Setengah jam kemudian, seorang pelayan wanita tua mengetuk pintunya dengan kaku, mengabarkan bahwa sarapan pagi telah siap di aula makan utama.

Ketika Aiko melangkah masuk ke dalam aula makan, suasana mendadak menjadi hening. Aula itu cukup luas, dengan meja kayu panjang tradisional yang dikelilingi oleh beberapa pria paruh baya bertubuh kekar dengan tato yang mengintip dari balik lengan baju mereka. Mereka adalah para petinggi dan tetua klan Tachibana-gumi. Di ujung meja, Ren duduk dengan tenang, sementara Daichi berdiri dengan sikap siaga di belakangnya.

Aiko mengambil tempat duduk di sisi kanan Ren, sesuai dengan posisi seorang istri pemimpin klan. Suara denting sumpit dan piring mereda, digantikan oleh tatapan-tatapan intimidasi dari para tetua.

"Jadi ini, putri tunggal Kurogawa yang agung itu," sebuah suara serak dan sinis memecah keheningan. Pria yang berbicara adalah Kaito Tachibana, paman dari Ren yang sejak awal tidak menyetujui keputusan Ren untuk bersekutu dengan klan Kurogawa.

"Tampak sangat lemah. Aku masih tidak habis pikir mengapa keponakanku bersedia membawa anak dari orang yang menghancurkan masa lalu kita ke dalam rumah ini."

1
PrettyDuck
malah jadi aiko yg diiencer 😮‍💨
PrettyDuck
ngerinya gess 😫
PrettyDuck
kira2 kalo yakuza berkhianat hukumannya apa yaa~ 🥴
PrettyDuck
dan salah mencari kawan juga 🤭

makanya om kenji, baek2 jadi orang.
ber partner sama orang licik ya resiko gini, ikutan dikhianati 🥴
PrettyDuck
iss iblis bener emang si kaito ini.
di mana2 jadi pengkhianat 🥴
RahmaYesi
Jujur, aku suka cerita mafia mafia gini. Tapi, aku sangat amat lemah dan mengingat nama Karakter... 😂🙏

Semangat.....
PrettyDuck
kenapa mereka segitu pinginnya yumi mati sih? 😭😭
harusnya ren nih yg lihat adegan ini 🥴
PrettyDuck
lah? mereka penjahatnyaa??
PrettyDuck
waduh. aiko punya nasib yang sama gak? gak bisa berumur panjang. dia kan punya kemampuan kayak ibunya tuh 😭
PrettyDuck
ooo berarti kalian tuh waktu kecil udah pernah ketemu 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jujur aja aiko. drpd kamu dituduh mulu. lagian dia juga sdh jd suamimu dan terlihat peduli padamu juga
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
huaaa menegangkan sekali. dua duanya harus di buat selamat ya Thor. jangan bikin aku nangis
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terngiang ngiang enggak tuh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku galau gais. aku takut Aiko terluka tapi aku juga tidak rela Ren terluka juga😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haduuuh nih org ya. apa perlu diliatin penampakan di sekitar situ
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
susyaah ya kalo orang curigaan mulu.
Suhadhanie Nur Ezah
boleh ke minta lebih episod....jln cerita bagus....
PrettyDuck
berarti dulu tachibana sama kurogawa bestie ya? kenapa jadi musuh?
apa jangan2 hiroshi ngira bapaknya ren sengaja ngebunuh yumi, terus hiroshi ngebunuh pasutri tachibana?
hanya perkiraanku 🙏
🌺⃟ SasMaya: ada di bab selanjutnya kak 🤭
total 3 replies
PrettyDuck
kayak aiko suka muntah darah 🥺
PrettyDuck
ooo ternyata sengsaranya karena ke-indigo-an dia 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!