ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
merasa bersalah
setelah kejadian menakutkan semalam Laras tidur hingga pulas dan terbangun mendengar alarmnya.
"hem dah pagi untunglah ".sambil mengerakan badannya dan tak sengaja melihat asisten Devi tertidur di kursi
"asisten Devi sebaiknya anda pindah tidur kekasur saja".ujar Laras sambil memegang bahu asistennya
"ehh nyonya sudah bangun,maaf saya ketiduran selamat pagi."Devi langsung berdiri
"sudah sudah lanjut tidur saja saya tidak akan kemana mana hari ini,tolong beri kabar kesekolah saya kalau saya tidak masuk".jawab Laras sambil duduk
"baik nyonya apakah anda sedang sakit,atau anda terluka".tanya asisten Devi
"tidak hanya saja hari ini saya ingin sendiri tolong Jagan ganggu saya dan pulang istirahatlah".jawab Laras
asisten Devi pun pergi mengantarkan surat kehadiran Laras ke sekolah ketika hendak turun dewa memanggil Devi.
"Devi kemari sebentar" .teriak dewa
"tuan ada yang bisa saya bantu."berjalan menuju dewa
"bagaimana keadaan Laras."sambil memakan roti
"dia baik baik saja mungkin sedikit syok saja."kata Laras
"baikalh tuan saya permisi mengantarkan surat kesekolah nyonya."menundukkan kepalanya
"surat bukan kah dia baik baik saja kenapa tidak berangkat sekolah".meletakan rotinya keatas piring
"nyonya bilang dia ingin sendiri dan tidak bertemu siapa siapa,kalau begitu saya permisi."kata Devi dan menundukan kepalanya lagi
"buk Ina tolong siapakan makanan untuk nyonya Laras."ucap dewa kepada bik Ina
"baik tuan saya akan siapkan segera."ucap bik Ina sambil menyiapkan semuanya
tak lama setelah menunggu bik Ina menyiapkan makanan akhirnya selesai juga
"tuan saya antar ke kemar nyonya dulu."kata bik Ina
"nggak usah biar saya yang antar".mengambil nampan berisi sarapan
dewa mengambil sarapan untuk Laras dan membawanya kekamar Laras dan mengetuk pintunya
"tok.tok.tok."
"siapa disana,ekarang aku tidak mau di ganggu."dengan suara lemah
"ini aku dewa ,buka pintunya biarkan aku masuk."kata dewa mengetok pintunya lagi namun Laras tidak menjawab
"Laras tolong buka pintunya biarkan aku masuk dan mengantarkan sarapanmu."kata dewa mengetok lagi
"pergilah,aku tidak lapar."Laras menjawab dengan lemah
"tapi buka pintunya dulu biarkan aku meletakkan sarapanmu."ujar dewa
"sudah ku bilang aku tidak lapar jadi tolong pergi".jawab Laras
dewa yang mendengar perkataan Laras pun pergi dan memberikan pesan untuk asisten Devi dan pelayan untuk membawakan makanan .
di kantor:
"apa gadis bodoh itu sudah makan atau dia masih mengurungkan diri di kamarnya.bagaimana kalau dia benar benar mati kelaparan kenapa aku memikirkan gadis bodoh itu ." dewa bergumam dalam hati dan menggeleng gelengkan kepala.
"tuan ada apa,apa ada masalah". sekertaris Juan bertanya
"tidak aku hanya memikirkan gadis bodoh itu saja". keceplosan dan menutup mulutnya
"apa tuan khawatir sebaiknya anda segera pulang dan melihat keadaannya." ucap Juan sambil tersenyum
"hey aku tidak khawatir aku hanya takut dia mati dan aku masuk penjara".mengelak
"iya tuan saya percaya dengan anda."sambil tetartawa geli
setelah pekerjaan yang sangat padat selesai dewa memutuskan untuk pulang dan pulang pukul 23.45.
"selamat datang tuan".ucap karyawan menyabut
"Devi bagaiman apa laras keluar kamar dan makan."sambil melepaskan jasnya
"tidak tuan nyonya Laras masih dikamar dari pagi belum keluar dan makan".ucap Devi risau
"apa kamu tidak mengantarkan makanan untuknya." menggunakan nada marah
"maaf tuan tapi saya telah mengantarkan makanan berulang kali namun nyonya masih saja tidak membukakan pintu dan bersih keras untuk Tidak makan."jawab Devi merasa bersalah
"sudah lupakan Juna,Devi ikut aku mengecek keadaan Laras."bergegas naik
dewa dan kudua asistennya keatas dan mengetuk kamar laras
"hey buka pintunya maaf kan aku,aku yang salah sekarang cepat keluar."pinta dewa
"Jagan pura pura tidak dengar atau kudobrak pintunya". jawab dewa kesal
"aku hitung sekarang 1..2..3.. bruk"dewa menendang pintu kamar laras
dewa mendobrak pintu kamar laras dengan seklai dorongan dan terdengar keras
"hey kemana kamu keluar jangan bersembunyi."ucap dewa keras
"hey kalian berdua kenapa diam segera cari laras".ucap dewa panik
asisten Devi dan sekretaris juan mencari laras dan menemukannya terjatuh dikamar mandi
"tuan, nyonya Laras disini dia pingsang sepertinya hendak ingin mandi dan terjatuh."teriak asisten Devi dengan nada keras
mendengar teriakan asisten Devi dewa terburu dengan kepanikan menuju kamar mandi.
"ya ampun Laras Bagun lah ."sambil mengangkat kepala Laras kepangkuanya
"tuan sepertinya nyonya Laras pingsan sedari tadi badannya sudah banyak terkena air sebaiknya bawa kekamar dan mengganti pakaian nyonya tuan."ucap sekertaris Juan
"ya kamu benar Juan cepat panggilkan dokter sekarang."sambil menggendong Laras kekamarnya
"asisten Devi tolong saya untuk gantikan pakaian Laras saya akan menunggu diluar."memandang arah Devi
"baik tuan ."bicara singkat dan padat
setelah asisten Devi mengganti pakaian Laras dengan pakaian tidur yang hangat asisten Devi keluar menemui dewa.
"tuan saya sudah menggantikan pakaian nyonya Laras anda bisa masuk sekarang".ucap Devi
"ya terimakasih , sekarang tolong ambilkan makanan dan air hangat."sambil berjalan memasuki kamar
"hey gadis bodoh sadarlah Jagan membuat aku cemas tolong bangun."ucap dewa sambil menggenggam tangan Laras
tak lama kemudian sekertaris Juna datang dengan seorang dokter,dan dokter itu adalah sahabat dewa.
"eh dewa baru menikah sudah membuat istri kecilmu ini terluka kamu siksa dia ya" tanya dokter Edo
"sudah lah periksa dia sekarang dan Jagan berbicara".jawab dewa dengan mata tajam
"baiklah aku akan memeriksa istrimu ini".ucap dokter edo dan hendak memasukan pengukur detak jantung kedalam baju Laras.
"heyy kau ini dokter atau tukang cabul sih seenaknya ingin menyentuh istri orang" menepis tangan Edo
"aku ini dokter ,aku harus menjalankan tugas ku"menatap kearah dewa
"baiklah sekarang tutup mata mu kamu hanya mendengar tidak boleh melihat,berikan pada ku biar aku yang meletakkannya ,kau juga Juan pejamkan mata ". berbicara sambil mengambil alat pengukur detak jantung
"apa apaan ini aku merasa rendah sekali menjadi dokter". menatap kearah dewa
setelah itu mereka memejamkan mata dan dewa membuka kancing pakaian Laras hingga terlihat dadanya yang putih dan mulus.
"bagaimana ,sudah kau dengar belum ."kata dewa memastikan mereka benar benar menutup matanya
"ya,aku sudah mendengarnya."jawab dokter Edo
setelah itu dewa mengancing kembali pakaian Laras dan menutupiaras dengan selimut hingga wajahnya saja terlihat
"bagaimana apa dia baik baik saja" tanya dewa
"dia baik baik saja sekarang namun kondisinya sangat buruk dia dehidrasi dan sepertinya dia terjatuh dan terbentur hingga dia pingsan dan tubuhnya banyak terkena air,tapi untung lah dia tidak apa apa sebentar lagi dia pasti akan sadar".jelas dokter Edo
"ini obat yang harus istrimu minum biasakan rutin meminumnya sampai dia benar benar pulih."memberi obatnya
"yasudah terimakasih pergilah".ucap dewa
"Baiklah aku akan pergi dari sini."mengambil tasnya
sekertaris Juan mengantarkan dokter Edo sampai depan rumah dewa
"Juan apa teman kita itu benar benar mencintai istri kecilnya itu."menatap sekertaris Juan
"entah lah seperti nya dewa belum mencintai istrinya tapi sepertinya dia sudah menyimpan rasa ."jawab sekertaris Juan yang merupakan sahabat dewa
sementara itu dewa terus menjaga Laras hingga ia tertidur pulas dikursi