NovelToon NovelToon
Rinjani, After Married

Rinjani, After Married

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:179.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sasa Al Khansa

Rinjani Prameswari yang biasa dipanggil Jani. Gadis cantik yang selalu gagal menikah. Berbagai kejadian tak terduga menimpa calon suaminya hingga ia di anggap pembawa sial.

Anggara Pramana yang biasa di panggil Angga, laki-laki yang selalu dikhianati oleh kekasihnya hingga ia akhirnya tidak peduli saat sang ibu akan menjodohkan dengan seseorang yang ternyata teman SMA nya.

Angga mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut pernikahannya setelah tahu siapa calon istrinya dengan sangat antusias. Sementara Jani, ia bahkan tak peduli hingga tak pernah mau tahu siapa laki-laki yang akan menikahinya.

Bagaimana jika keduanya akhirnya di satukan dalam satu ikatan pernikahan?
Lalu, bagaimana Keduanya melewati ujian pernikahan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya?

Ikuti Ceritanya.
Happy reading 😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAM 14 Kenapa Kamu Bisa Hamil?

Rinjani, After Married (14)

" Aku titip Jani sebentar. Terimakasih," ucap Angga. Ia berlalu meninggalkan kamar rawat Rinjani setelah menitipkannya pada Nola dan Alden.

" Iya, kamu tenang saja. Kami akan menjaganya dengan baik,"

Angga pergi setelah memberikan satu kecupan di kening Rinjani.

Nola dan Alden duduk di sofa yang ada di ruang rawat Rinjani.

" Kamu lihat, itu ulah sahabatmu," Alden ingin Nola membuka matanya. Selama ini ia salah memilih sahabat.

" Aku tak menyangka dia senekat ini." lirih Nola.

Kalau tidak melihat cctv yang menampilkan bagaimana Tika menampar Rinjani, ia pasti tidak akan percaya Tika akan sejauh ini.

" Lagipula aku dan dia sudah memutuskan persahabatan kami,"

Alden mengerutkan keningnya. Namun, ia tidak ingin berkomentar apapun. Yang penting sekarang Nola sudah tak lagi dekat dengan Tika. Tika bisa membawa pengaruh buruk.

Nola hanya mendesah. Teringat kejadian tadi saat Tika mengungkit kebaikannya di masa lalu dan berakhir dengan hancurnya persahabatan mereka.

Tidak. mungkin hanya Nola yang berpikir mereka bersahabat. Sedangkan Tika hanya memanfaatkannya saja demi kepentingannya seorang.

Sementara itu, Orang tua Rinjani pergi bersama ibunda Angga. Mereka langsung menuju ke rumah sakit sore itu juga.

...******...

Tika berjalan gontai, ia hanya bisa gigit jari. Luki bertindak cepat dengan meminta penjaga keamanan untuk mem-black list Tika agar tidak bisa masuk walaupun hanya ke halaman apartemen.

Akhirnya, ia memesan taksi dan terpaksa memilih pergi ke hotel.

" Apa yang harus aku lakukan? Ayah dan Ibu pasti memarahiku jika pulang dengan keadaan seperti ini," gusarnya mengacak rambutnya.

Kamar hotel yang nyaman tidak lantas membuat ia bisa tidur nyenyak.

Ting

Sebuah pesan masuk ke ponselnya.

" Ibu.." lirihnya.

Besok, kami akan datang ke apartemen kalian. Ayahmu membutuhkan bantuan suamimu. Beberapa rekan bisnis ayah tiba-tiba menarik sahamnya. Bujuklah suamimu untuk membantu ayahmu.

Tika hanya menghela nafas. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia sendiri tidak bisa berbicara dengan suaminya. Ralat, mantan suami. Luki sudah men-talak dirinya.

Maaf, Bu. Kali ini aku tidak bisa membantumu .

Send

Pesan langsung terbaca. Ibunda Tika langsung menghubungi Tika membuat Tika semakin bingung sampai akhirnya ia terpaksa mematikan ponselnya.

" Aku pikirkan besok saja," monolognya sambil mencoba memejamkan matanya.

...******...

" Kalian istirahatlah dulu. walaupun kami belum sempat membeli perabotan rumah, sudah ada kasur di setiap kamar," jelas Angga mengantarkan ibu dan kedua mertuanya menuju kamar mereka.

" Kamu yakin, tidak butuh bantuan?," tanya Bunda Aisyah lembut.

" Kalian sudah melakukan perjalanan jauh. Lebih baik istirahat dulu untuk malam ini. Insyaallah aku bisa menjaga Jani sendiri malam ini. Lagipula, Jani sudah lebih baik. Janin yang dikandungnya pun selamat,"

" Jadi, Jani hamil?," Bunda Aisyah dan Ummi Aminah terkejut.

" Alhamdulillah, Bun. Besok kami baru akan memeriksakan nya. Kami sendiri baru tahu kalau Jani hamil," jelas Angga.

Ia tidak berani mengatakan kalau kehamilan Rinjani Di luar prediksinya karena mereka menunda kehamilan. Ia khawatir kedua mertuanya menganggap ia tak mengharapkan anak yang dikandung Rinjani.

Walaupun sebenarnya, masih ada perasaan tak terima karena ia hadir di saat Angga belum yakin sepenuhnya pada dirinya sendiri.

" Alhamdulillah. Akhirnya, kita akan segera menimang cucu,"

Ucapan Syukur ayah mertuanya membuat Angga yakin untuk diam saja. Sementara ibunda Angga yang tahu bahwa Angga menunda untuk memiliki anak hanya terdiam. Sebagai seorang ibu, ia paham apa yang ada dalam pikiran anaknya.

" Mau Angga pesankan makan malam dulu? Maaf kami rencananya baru mau belanja hari ini. Jadi, kulkasnya masih kosong,"

" Tidak usah. Kami tadi mampir untuk makan dulu," tolak Ummi Aminah.

" Iya, kami akan langsung istirahat saja. Supaya besok bisa langsung ke rumah sakit pagi-pagi."

" Ya, sudah. Ummi dan Abah bisa menempati kamar ini. Sementara bunda, kamar sebelahnya,"

Mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing.

" Titip Jani, ya, Nak," Abah menepuk pundak Menantunya.

" insyaallah,Bah,"

Ceklek

Pintu kamar Kedua mertuanya tertutup.

" Ikut bunda sebentar," Bunda Aisyah menarik tangan anaknya ke dalam kamar.

" Kamu tidak apa-apa?kamu bilang menunda kehamilan. tapi, ternyata Allah memberi kalian seorang anak yang sedang berusaha tumbuh di rahim istrimu," tanya Bunda Aminah. Ia bertanya setelah mengajak Angga duduk di atas ranjang.

" Angga sendiri tidak mengerti, Bun. Padahal Jani sudah minum pil penunda kehamilan. Tapi, tetap hamil juga," lirihnya.

" Ini rezeki. Kamu punya rencana,tapi Allah punya rencananya sendiri. Dan rencana Allah di luar kuasamu,"

Angga terdiam. Ia sadar, sekuat apapun ia menolak jika Allah sudah berkehendak, maka semustahil apapun, itu akan tetap terjadi.

" Jaga perasaan istrimu. Ibu hamil itu sensitif. Apalagi usia kandungannya masih muda, masih rentan keguguran. Jangan kamu biarkan ia banyak pikiran. jangan pula kamu sampai menyalahkannya atas apa yang terjadi. Ini sudah kehendak Allah," pesan Bunda Aisyah. Ia yang paling tahu alasan kenapa anaknya tidak ingin memiliki anak dulu.

Astaghfirullah. Batin Angga.

Ia bahkan sudah melakukan hal itu. sadar atau tidak, ia sudah menyalahkan Rinjani atas kehamilannya ini.

Flashback On

" Apa yang kamu rasakan?," tanya Angga saat Rinjani sadar.

" Haus," ucap Rinjani pelan.

Dengan telaten, Angga membantu Rinjanj minum.

Ia pun segera menekan tombol untuk memanggil suster dan dokter.

" Semuanya baik-baik saja. Kandungannya juga. Kami sudah memberikan obat penguat kandungan,"

Deg

Rinjani terkejut dengan penjelasan dokter. Ia melihat suaminya yang tampaknya tidak terkejut. Rinjani menebak, suaminya sudah tahu.

" baik, dok. Terimakasih,"

" Sama-sama,"

Dokter dan perawat pun keluar dari kamar rawat Rinjani setelah selesai memeriksa Rinjani.

" Aku hamil?," tanya Rinjani pelan.

Ia tidak tahu haruskah ia senang atau sebaliknya.

Angga memintanya untuk meminum pil KB agar menunda kehamilannya. Tapi, ia ternyata malah tetap hamil.

" Iya. aku juga baru tahu tadi. Kalau saja aku terlambat membawamu ke rumah sakit, kemungkinan janin itu tidak bisa di selamatkan,"

" Astaghfirullah," Rinjani mengusap perutnya yang masih rata. " Jadi, dia.."

" Dia baik-baik saja," jelas Angga membuat Rinjani lega.

Sejenak mereka terdiam. Rinjani ingin menanyakan perasaan Angga akan kehadiran buah hatinya yang tidak pernah direncanakan itu. Karena ia tidak melihat raut wajah bahagia di wajah sang suami.

" Mas, bagaimana perasaanmu saat tahu aku hamil sementara kamu belum ingin punya anak?," tanya Rinjani. Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga.

Angga menghela nafas.

" Entahlah. Aku tidak tahu. Dia datang di saat yang tidak tepat." jelas Angga. Ada sedikit jeda saat Angga akhirnya melanjutkan perkataannya.

" Kenapa kamu bisa hamil? Apa kamu lupa minum pilnya sampai kamu bisa hamil?. Padahal kamu sendiri tahu aku belum siap punya anak."

Deg

Tuduhan Angga membuat Rinjani terhenyak karena suaminya berpikir ia sengaja tidak minum pilnya agar bisa hamil padahal ia rutin meminumnya.

.

1
Fay
kusuka bab nya ngk panjang dan happy ending👍👍👍
Vitriani
👍
Omah Tien
peran istri lmbk
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Naufal hanifah
keren thoor ceritanya bagus /Good//Good/
Suherni 123
yaelah Tika, gak kapok kapok
Suherni 123
bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Citra Galang ya kak othor kok sekarang Dodi
Suherni 123
banyak typo nih,,
Suherni 123
ngga jangan emosi kamu juga pernah ngalamin kayak Luki mpe punya anak pula
Suherni 123
kalo balikan lagi nanti di rusuhin lagi sama ibunya Tasya,, masih hidup kan ibunya Tasya,,kalo aku mah mending ga balikan lagi dah
Suherni 123
untung masih ada temen yang baik ngasih peringatan
Suherni 123
Tika hamil....
Suherni 123
bukanya Kirana ya kakak tiri Citra waktu dijebak tuh
Suherni 123
gonjang-ganjing pastinya Jan keluarga mu
Suherni 123
tuh kan pasti mau nerima anak suaminya dari wanita lain
Suherni 123
mau gak mau ya diterima
Suherni 123
playboy sih
Suherni 123
ucapan adalah doa ngga,,, hati hati
Suherni 123
la gak mau punya anak tapi gak mau pake pengaman nyembur di dalam pula
Suherni 123
Tika aneh deh ngerasa paling tersakiti padahal dia yang milih nikah sama laki laki lain eh main gampar pulak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!