Cerita sedang Hiatus, tidak diperkenankan untuk dibaca.
Bagaimana jadinya ketika Anak baik-baik yang begitu tahu akan adab tiba-tiba berpindah ke tubuh gadis Antagonis?
Yup! Alvina memasuki tubuh seorang gadis yang terkenal dengan nama Bad Gueen, pembully yang sangat jahat di sekolah Antareksa. Begitu memasuki tubuh sang gadis antagonis, hidup Alvina berubah 100 derajat dari kehidupannya sebagai Alvina, gadis sopan dan tahu adab.
Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Alvina? Yuk saksikan kelanjutannya!
SELAGI LAGI CERITA INI HANYA UNTUK BERSENANG-SENANG UNTUK MELEPAS BOSAN AUTHOR, SEKIAN DARI ZEN. TERIMA KASIH 🥂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosalyn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FESTIVAL
Ditengah-tengah itu, tiba-tiba sorakan terdengar dari kursi penonton. Shopia dan ke-lima lainnya langsung menoleh ke arah kursi penonton yang dimana, di sana di penuhi oleh penonton murid wanita.
Tak jauh dari mata memandang, Shopia bisa melihat kehadiran Mila yang sedang duduk di kursi penonton paling depan sembari menyunggingkan senyuman.
"Oh di sana ada Mila juga," ucap Shopia mengerutkan kening.
"Dia emang udah disitu setiap hari, lagian kan lo juga udah tahu. Yaudah, yuk kita duduk di bagian kiri," ajak Angel dan dibalas anggukan oleh yang lainnya.
Mereka pun pergi menuju kursi penonton yang kosong, jauh dari gank Mila berada. Namun disaat mereka berjalan, hal itu tidak luput dari tatapan murid-murid lainnya, apa lagi tatapan dari murid laki-laki yang sedang bermain basket di lapangan.
Kegiatan mereka sempat berhenti sejenak dan saling berbisik sembari melihat ke arah Shopia.
"Lang, lo lihat tuh ada pengabdi lo disana, " bisik Panca pada Elang, seraya melihat pada Shopia.
Elang, dengan rasa penasarannya langsung menoleh ke arah Shopia, "Ngapain dia kesini? Pasti mau bikin rusuh lagi," jawab Elang, mengerutkan kening tanda bahwa dia tidak menyukai kehadiran Shopia.
Panca terkekeh "Lo urus tuh pengabdi lo, jangan sampai bertengkar deh sama cewek lo lagi," celetuk Panca, sehingga Elang hampir tersedak mendengarnya.
"Ohok...! Gak salah denger, gue?" jengkel Elang.
"Iya, Sorry sorry," ucap Panca terkekeh geli setelah melihat raut kesal di wajah sang temannya itu.
Beralih pada genk, Mila, saat ini. Ekspresi yang seharusnya bahagia justru tiba-tiba pudar setelah mereka melihat Jika peran utama di dalam lapangan basket saat itu sedang melihat ke arah Shopia.
Wajah Mila sangat kusut, dia mengerutkan keningnya, melihat Shopia dengan tajam.
"Mil, kayaknya Elang lagi liatin Shopia deh," ucap teman Mila yang bernama, Kristal.
Mila hanya menanggapi dengan anggukan kecil. Dia melihat kembali pada, Elang, sambil berkata "Tenang, Elang juga kayaknya gak suka sama kehadiran Shopia. Lihat aja ekspresi Elang," ucap nya tersenyum memiring.
Yang lainnya pun langsung menyunggingkan senyuman mereka, melihat Shopia dengan mata yang menajam. Tentu saja hal itu disadari oleh Shopia and the gank nya. Diam-diam mereka berbisik dan sesekali tertawa kecil.
"Shopia, lihat tuh ada mata amoeba yang lagi liatin kita," bisik Angel sambil terkekeh, dan disusul oleh yang lainnya.
Shopia ikut terkekeh mendengarnya, namun dia memilih untuk tidak memperdulikan hal tersebut. Justru dia sedang sibuk memperhatikan murid laki-laki yang sedang bermain basket.
"Lawan mana-mana aja nih?" tanya Shopia pada Anita.
"Di sebelah kiri itu grup kelas Ipa A, ketuanya itu Elang, pangeran sekolah Antareksa. Nah, disebelah kanan itu grup Matematika A, ketuanya Andra, cowok yang terkenal pintar di kelas matematika," jelas Anita.
Shopia mengangguk paham, dia memperhatikan lagi dengan seksama "Guys, aku mau minta maaf ya. Tapi aku gak ingat apapun, aku.. gak kenal semua yang ada di lapangan itu," ucap Shopia sehingga membuat ke-lima orang yang ada di dekatnya langsung terkejut.
"Shopia, lo hilang ingatan ya? Pantesan lo kayak orang lain," ucap Angel ikut sedih mendengarnya.
Shopia menurunkan pandangan, tersenyum simpul dan kemudian berkata "Iya, aku ilang ingatan," ujarnya "Aku gak mungkin bisa jujur sama siapa pun. Cukup cuman aku aja yang tahu," lanjutnya dalam hati.
Ke-lima nya nampak sedih, mereka menurunkan pandangan sampai salah satu dari mereka pun kembali menjatuhkan pandangan pada Shopia.
"Gimana malam-malam ini kita jalan-jalan ke taman. Karena kan lagi ada festival di sana," ucap Andin memberi usul.
"Oh iya! Yuk, malam ini aja, gimana?" sahut Carolyn.
Shopia terlihat sedang berpikir sejenak dan kemudian berkata "Yuk, aku juga penasaran. Malam ini, kan?" ucap nya "Mumpung deh, lagian aku juga gak ngapa-ngapain di rumah," lanjutnya dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selang beberapa jam kemudian, akhirnya bel pulang pun berbunyi. Sudah seharusnya para murid pulang ke rumah masing-masing.
Karena pada sebelumnya Shopia sudah berjanji untuk pergi ke festival bersama dengan teman-teman barunya, dia memutuskan untuk pulang lebih awal dengan meminta tumpangan pada Kelvin.
Kelvin yang pada waktu itu memang sudah tidak memiliki urusan osis untuk di urus, langsung menyetujui permintaan sang Adik, dan segera pulang ke mansion.
"Kak malam ini Shopia mau jalan-jalan ke Festival bareng teman-teman kelas Shopia, bolehkan?" ucap Shopia meminta izin pada Kelvin yang baru saja menuruni motornya.
Kelvin menunjukkan reaksi sedikit terkejut "Dek, lo yakin? Lebih baik jangan, ya? Kalau terjadi apa-apa, gimana?" kata Kelvin khawatir.
"Tapi kak, Shopia udah janji. Masa iya, Shopia batalin secara sepihak? Shopia gak enak sama mereka," sahut Shopia lagi, menekuk wajahnya.
Kelvin bingung harus bagaimana, pun jika dia mengizinkan belum tentu yang lainnya juga mengizinkan. Karena kebingungan pun, Kelvin memutuskan untuk membawa Shopia masuk, meminta izin pada yang lainnya.
"Yaudah, kita masuk dan minta izin sama mama. Tapi sebelum itu, ganti baju dan jangan lupa cuci muka," ucap Kelvin mengelus pucuk kepala Shopia.
Shopia dengan patuh menangguk. Dan mereka pun masuk ke dalam mansion bersama-sama.
...****************...
"Memangnya kamu pergi sama siapa?" ucap Mega lembut, mengelus kepala Shopia yang sedang terbaring di pangkuannya.
Shopia bangun, dia melihat Mega dengan mata memelas "Shopia pergi sama teman-teman yang ada di kelasnya Shopia, Mah. Ada Andin, Carolyn, Anita, Angel dan Jessica," jelas Shopia "Mereka baik-baik kok," lanjutnya lagi.
Mega menghela nafas, melihat pada Shopia seraya berkata "Yaudah, tapi pulangnya jangan malem-malem. Jam 10 harus sampai di rumah, ok?"
"Ok mama..! Shopia bakal janji, Shopia akan pulang tepat di jam 10," ucap Shopia senang seraya memeluk Mega dengan erat.
Mega hanya bisa tersenyum melihat tingkah manja Shopia. Namun dia sangat bersyukur, dia bisa merasakan momen-momen seperti ini setelah Shopia kehilangan ingatan.
"Yaudah, Shopia mau ganti baju dulu,"
"Iya, sayang," Mega_
Tidak lama Shopia pergi, tiba-tiba Erlan dan Kelvin datang dari arah kanan, mengendap-endap sambil melihat Shopia yang semakin menjauh.
"Kalian dengarkan, Shopia pulang jam 10. Selama jam 10 itu, awasi dia!" tegas Mega pada ke-dua putra nya itu.
"Siap, Komandan!" ucap mereka dengan patuh.
Setelah melakukan obrolan singkat itu, mereka bubar untuk menjalankan tugas masing-masing. Namun tidak lama kemudian, Mila keluar dari belakang pilar rumah sambil menunjukkan ekspresi kesalnya.
"Kenapa sih sikap mereka berubah sama Shopia! Bahkan kak Erlan juga ikut-ikutan. Gak bisa, gue harus ikutin mereka dan rusak semua rencana mereka!" ucapnya menyusun siasat.
^^^To be Continued~^^^
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...