Kartika Gayatri, gadis 21 tahun yang memiliki kecantikan dan kelembutan luar biasa. Kartika yang selama ini tak pernah melihat dunia baru saja beberapa bulan mendapatkan penglihatannya. Hal itu pula yang membuatnya tertarik dan terjebak rayuan lelaki casanova yang di temuinya di klub saat menemani sahabatnya. Malam itupun dia belajar tentang anatomi tubuh pria sesungguhnya.
Akibatnya dia hamil dan sayangnya dia tak tau apapun tentang lelaki itu kecuali namanya, Zaidan.
Hal yang sama dirasakan Zaidan dia tak bisa melupakan Kartika, karena malam itu dia melakukan hal yang tak pernah dia lupakan saat bermain-main. Dia takut gadis itu hamil anaknya.
Zaidan pun mencarinya dan akan menikahinya jika bertemu. Dia tidak akan melepaskan gadis itu, gadis bermata amber itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mau Oppa Bukan Mas
Meeting kali ini cukup alot, karena model pengganti yang diajukan adalah salah satu teman ONS Zaidan.
Dan prinsip Zaidan adalah tak mau ada teman ONS nya yang berada disekitar zona kerjanya. Dia yakin pada akhirnya nanti pasti akan sangat menyusahkan dirinya.
Tapi papanya ternyata sudah menyetujui pergantian model itu. Jadi mau tak mau dia harus menerima keputusan itu.
'Kalau begini ngapain masih pake meeting segala, mending nemenin ayang Kartika. Bisa cuddle gitu ' batin Zaidan
"Jadi kalau sudah ada persetujuan dari pak Dika kenapa anda masih ingin berunding lagi dengan saya?" kata Zaidan
"Karena Clara juga mau bertemu dengan Pak Darrel. Kita harus mengakrabkan diri untuk mensukseskan kerjasama ini kan pak. Mungkin dimulai dari makan siang bersama." kata manajer Clara itu dengan bahasa terselubung.
Sedangkan wanita yang bernama Clara itu tersenyum manis, saking manisnya membuat Zaidan enek.
"Dengar ya pak Luki atau siapa lah nama anda. Saya menghargai orang yang memiliki sopan santun dan bisa menyesuaikan diri dimana dia berada. Tapi jika hal itu tidak bisa dilaksanakan, maka saya akan memutuskan kontrak mau semarah apapun pak Dika nantinya." kata Zaidan pada laki-laki yang gayanya seperti ubur-ubur itu.
Setelah itu Zaidan bangkit, dan beranjak dari ruangan itu meninggalkan Clara dan manajernya
Dia kesal, seharusnya dia bisa makan siang dengan Kartika. Saat ini Zaidan tak tertarik pada wanita manapun selain Kartika.
Bahkan saat ini dia berharap jika Kartika hamil dan akan memudahkannya untuk segera menikahi Kartika.
Ketika sampai di lantai ruangannya terlihat kosong dan lengang. Bahkan Dian tak ada di mejanya.
"Rom, kemana Dian? Kok mejanya kosong?" kata Zaidan yang lalu melangkah cepat ke ruangan nya. Romi pun mengikuti bos nya dengan khawatir, takutnya terjadi sesuatu dengan calon Bu bos nya.
Zaidan membuka pintu ruangan dan melihat tiga wanita yang sedang menonton film dari laptop.
Di meja itu juga sudah berserakan makanan yang Zaidan pesan tadi. Ruangannya benar-benar berantakan.
Tapi bukan itu masalahnya, saat ini dia melihat Kartika menangis dengan sesenggukan.
"Sayang... Kamu kenapa nangis kayak gini? Siapa yang buat kamu nangis begini sayang? Apa kamu sakit? Yang mana yang sakit?" kata Zaidan panik dan segera menghampiri Kartika dan memeluknya.
'Cih modus banget' batin ketiga orang yang melihat kelakuan Zaidan itu.
"Ih... Apaan sih aku lagi lihatin Cha Eun Woo Oppa. Minggir sana." kata Kartika mengusir Zaidan dan membuat ketiga orang itu semakin kaget dan kagum pada Kartika.
"Kamu lagi nonton sayang? Kenapa nangis begini?" tanya Kenzo lagi
"Aku gak rela Oppa aku ciuman sama cewek lain. Aku mau dicium sama Oppa kayak begitu. Huaaaa.... Oppa kenapa kamu gak nyium aku aja." kata Kartika menangis, sedangkan Sandra dan Dian hanya menggelengkan kepalanya.
Tadi Dian sempat panik ketika dia mendengar suara tangisan dari dalam ruangan bosnya. Memang tadi Sandra tak mau menutup pintu ruangan. Karena tak enak si pemilik ruangan tak ada di tempat.
Dia begitu panik melihat calon Bu bos nya ini menangis dan menjadi bingung saat tau alasan tangisan itu.
"Sayang udah jangan nangis lagi, kalau kamu mau dicium aku bisa cium kamu lebih hot dari pada si opa-opa itu." kata Zaidan tak terima saat mendengar alasan Kartika adalah ingin dicium pria lain.
"Aku gak suka sama mas, soalnya mas jelek mana kumisan kemana-mana, tua lagi. Aku sukanya Oppa Cha Eun Woo cute dan sweet banget, kinyis-kinyis pokoknya. Aku maunya sama Oppa bukan Mas." kata Kartika sambil menekan tombol pause pada saat gambar wajah aktor KorSel itu memenuhi layar laptop.
Dan kekesalannya semakin menjadi saat Kartika menyentuh layar tersebut tepat dibibir aktor itu kemudian mencium layar laptop itu seolah-olah mencium bibir aktor itu.
"Sayang, mas banting laptop kamu kalau gak kamu matikan sekarang." Kata Zaidan dengan wajah memerah menahan emosi. Sandra yang melihat bosnya itu sudah emosi langsung mengamankan laptop itu.
Laptop itu memang milik Kartika tapi saat ini laptop itu juga berharga untuknya. Karena saat ini dia meminjam laptop Kartika untuk mengerjakan tugas selama laptopnya masih diservis.
"Saya bawa saja pak laptopnya." kata Sandra langsung mematikan laptopnya dan mendekap laptop itu.
"Hmm... Kalau begitu keluarlah kalian. Saya akan mengantar Kartika pulang." kata Zaidan
"Kamu tenang saja, saya akan mengantar Kartika pulang dengan selamat. Saya juga gak akan ngapa-ngapain Kartika dulu, sampai waktunya." kata Zaidan meyakinkan Sandra yang terlihat berat melepaskan Kartika pulang dengan Zaidan
" Baiklah pak, saya kembali ke ruangan lagi. Aku lanjut kerja ya Ka, kamu gak usah aneh-aneh" kata Sandra yang memang merasa beberapa hari ini temannya sangat aneh.
Setelah mereka keluar, Zaidan melihat ke arah Kartika yang masih cemberut. Kartika yang melihat Zaidan menatapnya mendelik dengan kesal kemudian memalingkan wajahnya.
'Lucu sekali seperti anak kecil saja' batin Zaidan
Tak lama terdengar suara ketukan dari pintu ruangannya, Zaidan menyuruh masuk dan terlihat Romi membawa makan siang untuk bosnya
"Bos, ini makan siangnya" kata Romi setelah itu dia pamit dari ruangan.
Romi hampir saja tertawa saat melihat bosnya yang tak berkutik berhadapan dengan Kartika. Seorang Darrel Zaidan Mahardika bisa takluk pada wanita polos seperti Kartika, jika pak Dika dan Bu Resya tau pasti mereka akan mentertawakan anak satu-satunya itu.
"Sayang mas makan dulu ya, habis itu baru mas antar kamu pulang." kata Zaidan meminta ijin untuk makan pada Kartika dengan nada yang sangat manis. Hal yang tak pernah dilakukannya. Selama ini para wanitalah yang mencari perhatian dan sejenisnya pada Zaidan.
Kartika hanya diam sambil memandangi ponselnya yang baru saja dia ambil dari tasnya. Membaca beberapa pesan dari teman-teman di grup kampusnya, Kayla dan juga dari Abrar.
Kartika membalas pesan dari Kayla, sedangkan dari Abrar dia abaikan. Pria itu terlalu posesif, belum apa-apa sudah banyak mengaturnya dan melarangnya untuk dekat dengan pria yang menjemputnya. Dan pria yang dimaksud itu sedang duduk dan makan disebelahnya.
Kartika yang awalnya melihat ponselnya, tiba-tiba menoleh pada Zaidan. Pria itu sedang fokus pada makanannya, mungkin dia benar-benar lapar.
Tiba-tiba Kartika melihat ke arah makanan Zaidan, nasi dengan lauk ayam bakar. Tiba-tiba saja Kartika merasa sangat ingin makan makanan Zaidan. Padahal sebelumnya Kartika sudah banyak menghabiskan makanan yang dipesan Zaidan.
'Kayaknya enak banget ayamnya, tapi masak aku minta makanan dia. Kok aku jadi kayak orang rakus gini sih'
Karena sudah tidak tahan lagi, Kartika menyentuh lengan Zaidan. Membuat Zaidan menoleh pada Kartika.
"Mas...anu emmm..." Kartika merasa malu ketika Zaidan menatapnya.
"Apa sayang? Kamu mau apa?" kata Zaidan yang ingin tertawa melihat ekspresi Kartika saat melirik ke arah makan siangnya.
"Aku mau itu, boleh?" tanya Kartika sambil menunjuk ayam bakar dengan telunjuknya.
Zaidan tertawa, ternyata wanita yang membuatnya takluk itu lucu sekali.
"Boleh sayang, tapi mas suapin ya" kata Zaidan
Kartika tak menolak daripada dia ngiler liat ayam bakar yang menggoda itu, dia segera mengangguk.
Zaidan mengambil suwiran ayam bakar itu dan menyuapkannya pada Kartika.
Kartika menyambut dengan antusias, dia membuka mulutnya dan memakan suapan dari Zaidan.
"Enak??" tanya Zaidan dan Kartika hanya mengangguk. Kemudian Zaidan pun menyuapkan lagi makan siang itu ke mulutnya. Dan setelah itu menyuapkan makanan lagi pada Kartika.
Jika dilihat mereka sudah seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Padahal tak ada status apapun diantara mereka selain mantan partner ONS.