NovelToon NovelToon
Anak Tiriku Sugar Babyku

Anak Tiriku Sugar Babyku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh
Popularitas:398.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ana Yulia

Giandra Wardhani, Gadis emaja berumur 18 tahun duduk di bangku Kelas 3 SMA tidak menyangka kalau suami baru mamanya, Regina__ adalah Pria yang lebih muda dari Regina dan seorang pengusaha kaya raya, bernama LEONDRA GIONATHAN.
Giandra juga tidak menyangka kalau pria yang menjadi Sugar Daddynya ternyata adalah papa tirinya sendiri.

Novel ini bukan hanya menceritakan lika liku kehidupan sulit Giandra, tapi juga kisah cinta dua pria yang mencintai gadis yang sama.

Siapa yang akan di pilih Giandra? Sang papa tiri LEONDRA GIONTHAN atau REZA PRATAMA seorang siswa sekelas dengan Giandra.

Ikuti alur kisah cinta segitiga yang rumit ketiganya. Jangan lupa dukungannya sebagai penyemangat Author untuk update.
Novel ini di buat oleh author Ana Yulia atas izin Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.14 Harga Penawaran

...Happy Reading....

Dari kantin dapat di dengar oleh telinga Gia dan Tia suara sorak sorakan para siswa yang mendukung Tim Basket dari sekolah masing-masing. Tapi itu tidak membuat Giandra tertarik. Saat ini dia hanya kepikiran pada adik adiknya di panti, terutama Qinan dan Qenan. Dia ingin sekali pulang melihat adik adiknya, tapi apa Regina mengizinkannya? Belum lagi dia baru masuk hari ini di sekolah barunya.

"Aku pengen pulang Ti! Aku ingin melihat adik adikku, terutama Qinan dan Qenan! Aku ingin menjaga mereka di rumah sakit. Bibi Rima pasti kerepotan mengurus Qenan dan Qinan di rumah sakit, juga adik adik di panti. Aku gak tega melihat Bik Rima repot ke sana kemari ngurusin mereka seorang diri!" keluh Giandra tertunduk lesu. Meski ada Baim dan tiga orang adiknya yang sudah besar dan bisa membantu Bik Rima membersihkan panti, memasak seadanya, menjaga dan mengajari adik adik yang paling kecil, tetap saja Giandra tidak tenang.

"Kamu baru masuk sekolah hari ini, dan belum tentu juga mamamu akan mengizinkan pulang, kamu sudah terikat kontrak perjanjian dengannya."

Giandra menghela nafas, bahkan Tia pun berpikir sama dengannya.

"Giandra, semoga keberuntungan berpihak padamu dengan jalan yang kamu pilih tadi. Jika kamu beruntung mendapatkan Pria yang kaya, bukan hanya biaya pengobatan Qenan dan Qinan yang dapat kamu lunasi, tapi juga bisa mengembalikan uang mama mu yang digunakan membeli rumah panti. Dengan begitu kamu bisa bebas dari kontrak perjanjian dengannya dan berkumpul lagi dengan adik adikmu."

Giandra terkesiap menatap sahabatnya."Apa sebanyak itu uang yang akan kita terima setelah menemani Om Om kesepian? Karena jumlah pembelian rumah panti bukan jumlah yang sedikit, harganya 500 juta Ti. Dan biaya pengobatan Qenan selain dari kemoterapi sangat mahal,1 M. Pengobatannya hanya bisa di lakukan di luar negeri. Belum lagi pengobatan Qinan." kata Giandra.

"Bahkan ada yang bisa mendapatkan lebih banyak dari itu, jika pelayanan memuaskan dan tidak mengecewakan mereka, malah di kasih bonus mobil dan apartemen. Dan aku berharap kamu mendapatkan Om Om yang tajir melintir, duitnya banyak! Tadi, aku menuliskan penawaran 100 juta untuk mu sekali pelayanan."

"What, 100 juta? Banyak banget Ti!" Giandra terbelalak.

"Itu masih harga penawaran, belum harga kesepakatan. Masih akan turun jika mereka tidak sanggup membayar kamu sejumlah itu. Tapi ada yang juga yang membayar dua kali lipat jika masih perawan! Dan untuk kamu yang masih fresh dan perawan, 100 juta udah harga pas. Jika mereka masih mau memakai kamu lebih dari satu dua tiga kali, bayangkan saja uang yang akan kamu dapatkan lebih banyak! Lima kali saja kamu mereka meminta untuk di layani olehmu, 500 juta yang akan kamu dapatkan." kata Tia sangat antusias.

Kali ini bukan senang yang di rasakan Giandra, tapi ketakutan, tubuhnya bahkan merinding. Membayangkan uang yang akan di terima dengan jumlah yang banyak, maka lebih banyak juga dosa yang akan di tanggung. Mungkin melebihi buih di lautan dan tidak akan terampuni. Dan seberapa berat siksa Kubur yang akan di dapatkan ayahnya?

Telinga Giandra mendengar suatu getaran. Dia meraba saku roknya sebelah kanan. Karena getaran itu berasal dari situ. Setelah mengambil benda yang bergetar itu Giandra kaget melihat ponsel mini milik Reza. Dia melihat suara Alarm waktu shalat ashar berbunyi.

"Astaga, aku lupa mengembalikannya." Giandra segera berdiri.

"Kamu mau kemana?" tanya Tia.

"Lapangan basket, mau mengembalikan ini!" memperlihatkan Ponsel ukuran mini milik Reza."Ini punya temanku, aku pinjam tadi dan lupa mengembalikannya!"

Kelamaan memakai ponsel membuat Reza meninggalkannya. Dia lupa Reza sedang terbuka buru, dan dia malah kelamaan bicara dengan Bik Rima.

"Ya udah, sekalian kita melihat pertandingan." ajak Tia. Dia ikut berdiri memakai tas dan membayar minuman mereka. Keduanya segera menuju lapangan basket yang tidak jauh dari kantin.

Banyak sekali siswa yang menyaksikan pertandingan. Tempat duduk di tribun sudah full. Tribun sayap kanan digunakan oleh siswa pendukung dari SMA Jaya Wijaya, dan sebelah kiri suporter pendukung dari Bina Nusantara. Karena tidak muat menampung banyaknya siswa, sebagian Siswa memilih berdiri.

Giandra dan Tia melihat ke arah papan skor yang menunjukkan angka poin.

Tia langsung bersorak senang."Sekolah kita unggul Gi, lihat poin Bina Nusantara tertinggal jauh." katanya senang. Dia lupa kalau Giandra murid sekolah Bina Nusantara sekarang.

Giandra hanya mengangguk tersenyum. Lalu dia melihat ke arah Reza yang tampak melakukan tembakan dari luar daerah pertahanan lawan, tapi hasilnya gagal, bola tidak masuk ke dalam keranjang, tapi memantul pinggiran Ring. Giandra tampak kecewa.

Penonton yang merupakan pendukung dari SMA Bina Nusantara bersorak kecewa, sang kapten gagal mencetak poin. Tapi kemudian terdengar sorak sorakan gembira suporter SMA Jaya Wijaya, sambil meledek lawan yang gagal mencetak poin.

Tim Cheerleader Jesika dan Icha menyerukan yel yel mereka memberikan semangat pada Tim basket mereka.

"SMA Bina Nusantara yes_yes__yes..."

"Ayo Reza semangat_ Reza_ Reza_Reza!" sorak pendukung Bina Nusantara.

"Kamu Kenapa Reza? Kamu kurang fokus!" kata coach melihat Performa anak didiknya menurun. Pikiran anak ini entah kemana.

"Kau kenapa Bro? Apa yang kamu pikirkan?" tanya teman satu timnya. Mereka bingung dengan permainan Reza yang amburadul. Nafas mereka tampak memburu cepat dengan keringat semakin banyak mengalir membasahi tubuh.

Reza hanya diam tak menanggapi. Wajahnya tetap datar tak menunjukan reaksi apapun. Hanya matanya yang tampak kelayapan ke arah tribun entah mencari apa. Saat ini waktu istirahat half time bagi pemain.

"Mana teman kamu yang punya ponsel?" tanya Tia.

Giandra melihat ke arah Reza yang tampak duduk di pinggir lapangan bersama guru olahraga, Coach dan teman teman satu tim. Mereka mempergunakan waktu istirahat dengan merenggangkan otot otot dan menyusun strategi baru yang di sampaikan Coach. Sama halnya dengan Tim basket Jaya Wijaya yang berada di lapangan sebelah.

"Itu dia __!" kata Giandra menunjuk kepada Reza.

"Yang mana?" Tia mengikuti telunjuk Giandra yang mengarah ke lapangan."Dia pemain?"

"Iya," Giandra mengangguk seraya menyebut nomor punggung Reza.

"Bukannya dia kapten Tim Basket di sekolah ini?" tanya Tia. Giandra kembali mengangguk tanpa beralih dari Reza. Dia berharap Reza melihat ke arahnya. Dia mengangkat ke dua tangannya ke atas di lambaikan ke kiri kanan ke depan untuk menarik perhatian Reza saat Reza melihat ke arah tempatnya berdiri.

Giandra melambaikan tangannya dengan cepat. Ulang kali di lakukan Dan berhasil, mata Reza terpusat padanya. Pemuda itu langsung berdiri melihat pada Giandra. Giandra segera mengambil ponsel Reza dan di angkat ke atas, di perlihatkan pada Reza.

"Ponselmu?" ucap Giandra dengan gerakan bibir menekan setiap huruf. REZA bisa membaca gerakan bibir Giandra meski jarak 25 meter. Reza segera melangkah mendekati pak Mario guru olahraga."Pak, pinjam Ponsel bapak sebentar." katanya terburu buru. Ponselnya ada di loker. Mereka di larang membawa ponsel ke lapangan selama pertandingan.

"Kamu ingin menghubungi siapa? Nanti saja setelah pertandingan selesai."

"Ini sangat penting dari pertandingan ini." kata kata datar di sertai tatapan datar membuat pak Mario langsung mengeluarkan ponselnya. Sementara pelatih dan teman timnya saling berpandangan.

"Kenapa dia?"

Pak Mario hanya mengangkat bahu dan kedua tangannya.

REZA segera menekan setiap angka nomor ponselnya yang ada pada Giandra. Lalu memanggil nomor itu sembari melihat ke arah Giandra. Giandra melihat panggilan masuk pada ponsel Reza, dua hati mau mengangkat karena tidak tertera nama pemanggil, sepertinya nomor baru. Dia melihat ke arah Reza yang sedang memberi isyarat untuk mengangkat telepon. Giandra segera mengangkat panggilan.

"Reza,"

"Hmmm__!" tatapan pada Giandra.

"Maaf aku mengganggumu. Tadi aku lupa mengembalikan ponselmu. Lalu bagaimana? Apa aku titipkan sama Jesika saja atau sama Icha? Soalnya aku mau pulang sekarang!" Giandra juga melihat ke arah Reza sambil berbicara.

"Jangan berikan kepada siapa pun. Kamu pegang dulu. Nanti aku ambil sama kamu setelah pertandingan." Reza memang tidak sembarang meminjamkan ponselnya pada siapa pun.

Sesaat Giandra terdiam mendengar ucapan Reza yang akan mengambil ponsel setelah pertandingan, sementara dia mau pulang karena ingin mencari Informasi lowongan pekerjaan dengan mendatangi beberapa tempat."Apa pertandingannya masih lama?" tanyanya kemudian.

"Tinggal satu babak."

"Baiklah, aku akan menunggumu. Semangat ya, kalian harus menang!" kata Giandra menyemangati. Tidak enak hati menolak keinginan Reza yang sudah dua kali menolongnya. Tak ada sahutan selain panggilan di matikan. Sebelum mengembalikan ponsel pak Mario, Reza masih mengirim satu pesan."Jangan menghubungi atau mengirim pesan ke nomor ini lagi!"_ Send. Lalu dia menghapus panggilan pada log panggilan, juga menghapus pesan tadi. Setelah itu dia mengembalikan benda pipih itu pada pemiliknya.

Giandra segera menyimpan ponsel Reza setelah membaca pesan.

"Kapten Kalian ganteng banget Gi." kata Tia tersenyum penuh arti."Kamu baru masuk hari ini tapi sudah akrab dengannya. Bahkan ponselnya ada sama kamu." Tia menyenggol lengan Giandra."Apa kau dan dia __!"

"Tidak Ti, yang kamu pikirkan tidak benar." potong Giandra segera.

"Terus?" Tia menatap menyelidik, ingin tahu.

Gia segera menceritakan penyebab ponsel Reza sampai ada pada dia."Ohhh gitu." Tia mengerti dan tidak menggoda lagi. Kedua kembali fokus ke lapangan.

Sementara di lapangan pertandingan kembali di mulai karena waktu istirahat telah habis. Kali ini Reza main maksimal dan mengeluarkan skill permainannya yang luar biasa hingga membuat sang pelatih, pak Mario, juga penonton takjub. REZA bermain dengan penuh semangat. Setiap lemparannya menghasilkan poin, sehingga Tim mereka berhasil mengejar poin yang tertinggal, bahkan mengumpulkan poin paling banyak sehingga membuat Tim mereka keluar sebagai pemenang.

...Bersambung....

Mohon maaf Reader's tersayang, ada beberapa bagian yang author rubah dalam bab ini. Terus dukung author ya, tinggal kan jejak dukungannya.

Mampir juga di karya author yang lain:

👉Rafa dan Ara (End)

👉Khanza dan Gracio (End)

👉Arley dan Ana (End)

👉Rangga dan Rara (On Going)

👉Anak Tiri Sang Mafia (On Going)

1
Fatma Abdullah
minta upnx ka
betti
thor kasian nathan.
Fatma Abdullah
pengen Giandara sama reza
betti
thor ini aktor nya reza apa nathan thorrr.... lama menunggu lho. kok jd reza yg ter the bestttt to thorrr. jadiin nathan baik hati thorrr biar sm giandra trs.
Ana Yulia: Nathan juga pria gentleman lho,, rela kehilangan proyek karena tidak mau melepas Giandra.
terimakasih sdh mampir kk.
malam up lagi
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Setelah setahun akhirnya up Juga
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
/Facepalm/
shela adventure7
up lg dong thor
Fatma Abdullah
Terima kasih telah up kk🤗🤗
Eka Widiastuti
jedanya jangan kelamaan thor biar ga lupa sama alur ceritanya.
iza
ceritanya bagus,tp ko ga ada kelanjutanny
iza
next thor
caca solar
ada bener nya juga, kasihan si gia klo tau dady nya ngedeketin dia karna terbayang masa lalu yang mirip gia tapi bukan gia nya
Ana Yulia: terimakasih sdh mampir kk, ksih vote hadiah kopi dan rate bintang lima ya😍
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semoga rencana mereka gagal menghabisi Gia dan Si kembar
Om ocong Vs Mbak Kunti Mampir
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Semoga Gia bisa lekas bebas dr Natha
Gia dan Reza
Nathan dan Jia
Om Ocong Vs Mbak Kunti ngasih iklan
betti
ayo thorrr bikin gia cinta sm gia. kok jadi reza sihhhhhh
Ibue Yasmin
maju terus reza giandra
Eka Widiastuti
𝙜𝙖𝙖𝙖𝙖𝙨 𝙥𝙤𝙤𝙤𝙡 𝙩𝙝𝙤𝙤𝙤𝙧....
𝙟𝙚𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣.
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
Ibue Yasmin
suka banget peran reza d sini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!