Devano Garendra, merasa bosan dengan pernikahannya bersama sang istri hingga membuatnya bermain perempuan di luar sana.
Sebagian Alice, yang baru saja memulai kehidupannya yang baru harus kembali di pertemukan dengan sosok yang cukup lama bersamanya.
Akankah mereka kembali mengulang masa lalu yang pernah di lewati bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 02
Alice buru-buru keluar dari perusahaan itu setalah jam pulang kantor. Bahkan dia tidak berpamitan lebih dulu pada bos-nya. Saat ini yang harus dia lakukan adalah bertemu dengan kedua sahabatnya.
Ya, dia harus menemui mereka saat ini. Harus!
"Rin, Rina..." panggil Alice saat sampai di rumah sahabatnya itu.
Mendengar suara Alice membuat Rina dan Nita langsung turun dari lantai dua.
"Alice?" gumam mereka bersamaan.
"To-tolongin gue. Gue gak tau harus gimana. Di-dia. Dia sayang lagi, gue ketemu dia. Gue takut, Gu-gue takut." ucapnya dengan suara yang bergetar.
Sejak tadi dia berusaha menahan semuanya saat bekerja. Dan kini dia bisa melampiaskan semuanya. Dia bisa melakukanya, tapi kini tidak lagi. Rasa takut itu semakin menghantuinya.
"Tenang dulu, oke. Tenang, lu minum dulu." ucap Rina menenangkan.
Nita mengambil segelas air dan memberikannya pada Alice.
"Sekarang ceritain satu-satu." kata Rina lagi.
Alice mulai menceritakan semuanya. Semua yang dia alami hari ini, dan kedua temannya juga terkejut.
"Yang bener om Rendra muncul lagi? gimana bisa? Bukannya dia balik ke Amrik ya? Lah terus istrinya gimana?" tanya Rina penasaran.
Begitu juga dengan Nita yang sama penasarannya dengan Rina.
"Gue gak bohong. Gue ketemu dia lagi dan sekarang dia jadi bos gue. Dia pemilik perusahaan Global Crown." jelas Alice yang semakin membuat mereka terkejut.
Global Crown. Perusahaan yang bergerak di bidang retail dan perhotelan itu memang merajalela. Bisnisnya menggurita, membuat nama Ganendra semakin besar.
"Bentar, gue tanya Om Bayu. Gue gak percaya ini, Om Bayu temennya om Rendra kan, bentar. tunggu bentar, ya ampun kemana sih nih lakik orang anjir!" gerutu Rina yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari Bayu.
Sementara Bayu, yang dalam perjalanan pulang berhenti sejenak untuk menjawab panggilan teleponnya dari istri mudanya.
"Ya, sayang ku? Apa sudah tidak sabar menunggu kepulangan suamimu ini?" tanya Bayu pada istri mudanya itu.
"Gak penting itu dulu, ah. Sekarang aku mau tanya, om Rendra udah balik dari Amrik? Sejak kapan? kenapa gak bilang aku?" cecar Rina membuat Bayu merasa heran.
"Kok malah ngomongin Rendra? Kamu suka sama Rendra?"
"Sekarang aku tanya iya apa gak? terserah deh nanti mau gaya apa aja, yang penting jelasin dulu." kata Rina, membuat Bayu bersemangat untuk itu.
"Rendra baru balik Minggu lalu. Emangnya kenapa?" tanya Bayu penasaran.
"Oke, udah itu aja." Rina memutuskan sambungan telepon yang begitu saja setelah mendengar apa yang dijelaskan suaminya.
Alice yang mendengar hal itu langsung lemah seketika. Bagaimana ini? Bagaimana caranya menghadapi semua ini.
Dia terduduk di lantai dingin rumah mewah Rina. Sungguh, ini benar-benar sangat mengeirkan baginya.
"Gue takut, Rin, gue takut. Gimana nanti hidup gue setelah ini? gimana kalau dia tau semuanya Nita? gimana hidup gue nanti. Gimana kalau dia-"
"Hey, sadar Alice. Sadar, dia gak akan tau! Dia gak akan pernah tau. Selama ini kita udah sembunyiin semuanya dengan rapi. Gak akan ada yang tau tentang hal itu. Jadi Lo tenang aja, oke?" Rina dan Nita memeluk tubuh Alice yang bergetar hebat karena ketakutan.
Mereka kasihan dengan hidup Alice. Saat-saat terpuruknya, hanya Rina dan Nita yang menemaninya. Bahkan orang tuanya langsung membuangnya begitu saja dan mengatakan jika mereka tidak pernah punya anak bernama Alice lagi, setelah mengahui anak mereka menjadi wanita simpanan suami orang.
***