NovelToon NovelToon
After Dark

After Dark

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: By Bee Bee

Malam itu telah terjadi kecelakaan hebat yang menyebabkan Kakak ku meninggal.

Dengan pupil mata yang mulai membesar, aku menghampiri kakakku yang tergeletak di jalan.

Aku melihatnya, melihat darah keluar menyembur dari mulut kakak.

Aku berteriak dengan sangat keras,

"KAKKKK, Tolong.... Tolong.... SIAPAPUN TOLONG KAKAK KU"

Sembari memukul kepalaku dengan tangan yang berlumur darah Mobil Ambulance tiba sangat cepat.

Dengan kaki gemetar aku masuk kedalam mobil. Tetapi, saat berada didalam mobil menuju rumah sakit kakakku menghembuskan nafas terakhirnya.

Aku berharap hari itu aku tidak ada ditempat. Aku berharap ini semua tidak pernah terjadi!!

AKU MEMBENCI DIRIKU SENDIRI!

Aku pun bertunangan dengan anak laki-laki dari seorang bapak yang telah menabrak kakak ku.

Tetapi anak laki-laki itu membenciku.

Aku tak tahu kehidupan ku kedepannya seperti apa!

Apakah semuanya akan baik-baik saja atau aku akan menderita seumur hidupku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Bee Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Tolong! Hentikan Waktu (Bagian Kedua)

Pagi ini Mama dan Papa mengantarku ke sekolah. Selama pelajaran berlansung perasaanku sama sekali tidak enak. Aku terus saja memikirkan perkataan perempuan tadi.

Aku menghela nafas,

Meletakkan pena, kemudian menutup mata. Terlintas dibenakku,

"Apakah kakak membenciku? Apakah aku membuat kakak merasa kesal dengan sikapku selama ini?"

Pikiran itu terus terlintas dibenakku hingga kelas berakhir.

Sepulang sekolah, Aku pergi ke toko. Aku meminta Papa membuatkan Latte kesukaanku, dan meminumnya sambil memainkan handphone.

Tiba-tiba handphone ku berdering, satu panggilan dari Kakak. Jantungku berdebar, aku takut untuk mengangkatnya. Apakah Kakak akan memarahiku seperti perempuan tadi.

Aku mematikan ponselku. Berdiri, mengambil beberapa cake untuk ku nikmati. Handphoneku terus saja berdering. Aku tak menghiraukannya, untuk pertama kalinya aku sungguh tak ingin mengangkat telepon dari Kakak.

Handphone itu berhenti berdering. Papa memanggilku,

"Anna (Aku menoleh) kenapa tidak mengangkat telepon dari kak Ray? Nah, Kakak Ray katanya mau ngomong sesuatu sama kamu" Ucap Papa

Papa memberikan handphonenya kepadaku. Aku menolaknya,

"Ambil sayang" tutur Papa

"Aku lagi megang cake gak bisa ngambil handphonenya. Papa bilang saja ke Kakak, kalau aku lagi sibuk" ucapku

Aku duduk kembali ke kursi.

"Ada apa dengan anak ini. tumben sekali dia tidak mau berbicara dengan kamu Ray. Sepertinya dia masih ngambek sama kamu" ucap Papa

Papa kembali kedapur,

"Oke, Anna kamu fokus aja ke hal yang lain. Tidak usah dipikirkan lagi" ucapku sembari memukul-mukul kepala.

Ping....

Satu pesan masuk, aku membaca pesan dari Kakak.

*Anna angkat telepon kakak sebentar ya, Kakak minta maaf atas ucapan Kak Sera tadi* Isi pesan

"Sera, nama perempuan itu Sera" tuturku

Aku membalas pesan dari Kakak,

*Gak ada yang mau aku bicarakan Kak, Kakak fokus aja sama kuliahnya. Maafin aku udah ngerepotin Kakak selama ini* Isi pesan dari ku

Aku mengaduk-aduk Latte menunggu balasan dari Kakak.

Ring..... ring.... ring.....

Kakak menelpon ku lagi. Mama melihatku dari kejauhan kemudian bertanya kepada Papa.

"Siapa yang menelpon Anna?" Tanya Mama

"Ray ma, Ray udah nelpon Anna dari tadi. Tapi Anna tidak mengangkatnya" jawab Papa sembari memasukkan cake kedalam kulkas.

"Ray bilang apa Pa?" Tanya Mama

"Katanya dia masih sibuk dengan tugasnya. Tapi, kalau Anna minta dia pulang sekarang mungkin nanti malam dia sampai dirumah" jelas Papa

"Jangan suruh Ray pulang malam ini Pa. Mama takut terjadi apa-apa sama Ray dijalan, suruh dia pulang besok pagi saja" suruh Mama

Papa menghela nafas,

"Mama tahu sendiri. Ray udah ingkar janji sama Anna berulang kali" ucap Papa

Waktu menunjukkan pukul 17.30 Wib

Sekarang sudah 189 panggilan tak terjawab dari Kakak.

"Anna bereskan barang-barang kamu sebentar lagi kita pulang" ucap Mama

Aku memasukkan buku-buku ku kedalam tas. Tak lupa juga sebelum pulang aku mengambil satu latte lagi, untukku minum diperjalanan pulang.

Kami pulang bersama, sesampainya dirumah. Handphone Papa berdering kembali.

"Kenapa Ray?" Tanya Papa

Kak Ray meminta Papa memberikan handphonenya kepadaku.

"Ambil Anna, Kakak kamu mau ngomong dari tadi" ucap Mama

Aku menerima handphonenya.

"Hallo" ucapku

"Akhirnya Kakak bisa dengar suara peri cantik satu ini" tutur bahagia Kakak

Kakak selalu saja seperti itu, selalu lemah lembut. Tetapi, kali ini aku tidak akan memaafkannya.

"Kakak mau apa?" tanya ku

"Maafin Kakak ya, Kakak gak tahu kalau Sera ngirim pesan ke kamu" tutur Kak Ray

Air mataku tak bisa kutahan lagi. Mama dan Papa terkejut melihatku menangis.

"Aku minta maaf kalau selama ini aku ganggu Kakak" tuturku sambil terisak-isak menangis

"Enggak Anna. Kamu jangan pikirin omongan Sera tadi. Kakak sama sekali gak mikir kamu beban kok sayang" ucap Ka Ray

"Ta...ttt...pp...pi... tadi dia bilang kalau kakak benci sama aku. Aku janji gak bakal nelpon kakak lagi (Tangisanku semakin keras) Aku gak akan ngerepotin Kakak lagi" Ucapku

"Anna jangan ngomong gitu sayang" Ucap Mama sembari memelukku.

"Mamaaaa.... Kakak benci sama aku. Kakak gak mau ngelihat aku lagi, Aku tahu aku.... akuuuuu... selama ini sering jailin kakak. Tapi, aku..." Aku menangis dipelukan Mama

"Anna, Kakak minta maaf sayang. Kakak harus ngelakuin apa biar kamu maafin kakak?" Tanya Kak Ray

Aku mengusap air mataku, kemudian berkata

"Kalau Kakak sayang sama aku, Aku pengen ngelihat Kakak sekarang. Kakak pulang sekarang! Kalau kakak gak pulang sekarang, aku gak mau ngelihat kakak lagi!"

"Iya, Kakak pulang sekarang ya" tutur Kak Ray

Mama mengambil handphone dari genggaman tanganku,

"Ray, pulang besok pagi saja. sekarang sudah malam" ucap Mama

"Ma aku bakal pulang sekerang!" tegas Kak Ray

"Mama bilang kamu pulang besok pagi aja Ray!" Mama terlihat cemas

Aku merebut handphone dari tangan Mama.

"Kakak Pulang sekarang" Teriakku

Aku mematikan handphonenya. Mama terlihat marah dengan sikapku.

"Anna kamu tahu sekarang jam berapa? perjalanan dari kos kakak kamu kerumah memakan waktu 5 jam. Kamu gak boleh kayak gini sayang, Mama enggak suka kamu bersikap egois gini! Pa, telepon Ray lagi" tutur keras Mama

Aku menangis dan berlari kekamar. Papa mencoba menghubungi Ray, tetapi tak diangkat. Mama semakin panik,

"Pa, Mama takut" ucap Mama

Papa mencoba menenangkan Mama.

Aku terus saja memperhatikan jam, sudah empat jam berlalu. Kakak belum sampai juga.

Sebenarnya aku juga takut kalau terjadi sesuatu sama Kakak. Aku merasa bersalah telah berkata seperti itu kepada Kakak. Mama sama sekali tak menghampiriku kekamar.

APA AKU TERKALU EGOIS?

Sembari memperhatikan jam, aku terus menggigiti kuku ku.

"Kenapa lama sekali" tutur ku

Sekarang sudah lewat dari 5 jam, waktu menunjukkan pukul 23.25 wib.

Tanpa disadari aku tertidur, saat sadar aku berlari turun kebawah. Aku melihat Mama dan Papa yang sedang menunggu kakak dibawah.

"Ma..." ucapku

Mama tak menjawab sapaanku.

"Sini Anna duduk" ucap Papa

"Ma aku minta maaf" ucapku sambil menunduk

Papa mengelus-ngelus punggungku. Suara mobil terdegar dari luar rumah. Kami berlarian keluar,

"Kakakk..." ucapku

Aku melihat kakak keluar dari mobil. Mama menghela nafas kemudian terduduk diam. Papa tersenyum setelah melihat Kak Ray.

"Anna"

Kakak berlari menggendongku. Aku tertawa,

"Mama kakak pulang"

"Anna kamu lihat kakak bawa apa untuk kamu" ucap Kak Ray

"Appaaa kak,

Kakak memberikan ku boneka beruang yang sangat besar.

"Nah, untuk kamu. maafin kakak ya sayang" ucap Kak Ray sembari mengelus rambutku

"Masuk dulu, angin malam gak bagus" turur Mama

Kami masuk kedalam rumah, Aku dan Kakak sudah berbaikan.

"Ma ada makanan gak?" tutur Kak Ray

"Enggak ada sayang, kamu lapar? Mama tadi gak masak karna seharian di toko. Kamu mau apa? Mama buatin" tutur Mama

"Gak usah Ma, sekarang udah tengah malam. Mama istirahat aja. Anna mau temanin kakak keluar beli makanan di taman kota?" Ajak Kak Ray

Aku mengedipkan mataku sembari tersenyum.

"Kalian mau keluar sekarang?" Tanya Mama

"Ia Ma, Mama sama Papa mau ikut?" Tanya kak Ray

"Papa gak ikut Ray. Papa mau tidur" jawab papa sembari berjalan menuju kamar.

"yaudah, tapi hati-hati ya. pulangnya jangan terlalu malam" tutur Mama

Aku dan Kakak pun pergi keluar menuju Taman Kota.

******

1
senjana Aurora
kak kapan update lgi.
masih setia nunggu lanjutan nya 🤭
senjana Aurora: semngat kak😍😍
total 2 replies
☬Ellya☬
loh kok....
kecewa sih kalo bara udah nikah /Speechless/
By Bee Bee
Jangan lupa baca karya saya lainnya ya teman-teman /Smile/
judulnya :
~ Destiny With You /Proud/
~You are My Soulmate? /Slight/
senjana Aurora: 😘😘 semangat kak
total 4 replies
Queenaa M
kayak yg deep banget novel ini
By Bee Bee
Ayo, baca karya saya /Tongue/ Menyelami bersama kisa gadis kecil bermata bulat Luluanna Marley /Determined/
Pretty_Mia
Sudah baca ulang berkali-kali, ingin tahu kelanjutannya secepatnya!
Asri Irwansyah
Oh wow!
Abadon007
Jangan berhenti sampai mencapai akhir cerita yang epik ini! 🚀
Beerus
Thor, update dong! penasaran banget nih 😍
Arabelle Arinne
Bahasanya mudah dipahami dan dialognya bikin aku merasa ikut dalam ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!