NovelToon NovelToon
Kenapa Menikahiku, Gus?

Kenapa Menikahiku, Gus?

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Konflik etika
Popularitas:176k
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Ini adalah novel religi pertamaku. Banyak banget yang butuh perbaikan sana sini. jika ada yang tidak sesuai, othor terima banget masukannya.

Tiba-tiba dilamar oleh seorang Ustad, membuat Arin berpikir dan melakukan berbagai cara untuk membatalkan pernikahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

"Kamu punya saran apa?" Aku dan Wirda pun menghentikan perjalanan kami dan kembali membahas mengenai Huda.

Cara apa pun itu, aku akan melakukannya. Sepertinya Wirda mempunyai ide bagus untuk merusak pernikahanku.

"Keluarga Ustadz Wahab kan keluarga yang terpandang. Pasti mereka pengennya punya menantu yang nggak begajulan gitu, kan? Nah, gimana kalau kamu coba bikin keluarga Ustadz Wahab nggak suka sama kamu. Mungkin, kamu bisa mulai dengan ... bersikap nggak sopan ke keluarga Ustadz Wahab? Mereka pasti langsung nggak suka sama kamu dan bakal batalin lamaran ini," ungkap Wirda.

Aku membulatkan mata lebar-lebar. Yang benar aja? Masa aku kudu bersikap nggak sopan sama orang tua? Belum lagi, Ustadz Wahab kan orang yang dihormati sama banyak orang. Mana berani aku bersikap nggak sopan ke beliau? Bapakku pasti marah ke aku kalau aku sampai bertingkah yang aneh-aneh di depan keluarga Ustadz Wahab.

"Maksud kamu gimana, Wir? Aku harus kurang ajar gitu ke keluarganya Ustadz Wahab? Bisa-bisa aku digantung sama Bapak aku!" timpalku menolak ide dari Wirda itu. Memang sih idenya cukup bagus. Pilihan aku cuma, bikin kedua orang tua aku nggak suka sama Huda atau bikin kedua orang tua udah nggak suka sama aku. Tapi nggak gini juga caranya. Ini sih namanya bunuh diri. Aku bisa mencoreng wajah bapakku di depan keluarga Ustadz Wahab.

"Ya gak harus kurang ajar banget. Kamu tonjolin aja beberapa sikap yang nggak bakal disukai sama keluarganya Ustadz Wahab. Kamu nggak ada banyak pilihan juga, kan? Kamu nggak bisa bikin orang tua kamu nggak suka ke Mas Huda. Jadi pilihan lainnya ya kamu sendiri yang harus bikin kedua orang tua Mas Huda nggak suka sama kamu," ujar Wirda.

Tapi aku nggak punya nyali sebesar itu. Aku takut kualat. Aku takut dimarahin sama Bapak. Aku takut akan menjelekkan reputasi bapak di depan keluarga Ustadz Wahab.

Aku memang bukan anak yang alim. Bisa dibilang, aku termasuk anak yang bandel. Tapi meskipun begitu, bapakku sudah bersusah payah mendidikku dengan baik. Aku masih tahu adab dan juga sopan santun. Jika aku menjalankan rencana ini, aku hanya akan menyakiti perasaan kedua orang tuaku.

"Gimana, Rin? Idenya nggak jelek-jelek amat, kan? Kamu nggak bisa terus-terusan cari celah Mas Huda kayak gini. Buktinya, Mas Huda emang pria yang baik dan gak punya kekurangan fatal, kan?" seru Wirda.

Aku makin dibuat pusing. Kalau dipikir-pikir, memang aku tidak punya banyak pilihan lain.

"Idenya bagus sih, Wir. Tapi aku coba pikir-pikir dulu deh," ujarku pada Wirda.

"Kamu harus sedikit berkorban juga, Rin. Kalau kamu nggak mau, ya udah. Kamu nggak punya pilihan lain selain menerima lamaran dari mas Huda," ucap Wirda.

Aku tak mau mempermalukan kedua orang tuaku sendiri. Saran dari Wirda terlalu menyeramkan untuk dicoba.

"Nanti aku pertimbangin lagi. Makasih banyak ya, Wir! Kamu selalu dukung aku," ujarku pada Wirda.

"Sama-sama, Rin. Jangan terlalu dipikirin! Nanti kamu stress sendiri," cetus Wirda.

****

Aku duduk melamun sendirian di kamar dengan pikiran kacau. Saran dari Wirda terus terngiang-ngiang di kepalaku.

Bersikap tak sopan memang bisa jadi rencana bagus, tapi aku akan mendapatkan masalah lain jika aku benar-benar melakukan hal itu. Membayangkan wajah marah bapakku saja aku tak berani.

Baik lamaran dari Huda atau kemarahan Bapak, keduanya tidak ada yang lebih baik. Keduanya membuatku tersiksa dan kesulitan untuk memilih.

"Aku harus gimana, nih? Bapak bakal gantung aku di tiang listrik kalau aku sampai menginjak muka Bapak di depan keluarga Ustadz Wahab," gumamku bingung.

Masalah mengenai Huda membuatku lelah. Selera makanku juga hilang. Tidurku pun juga ikut berantakan

"Udah, Rin! Nggak perlu dipikirin lagi!" ujarku mencoba menghibur diriku sendiri.

Aku harus segera mengalihkan pikiran sejenak. Aku tak mau terus dibuat pusing dengan masalah tentang Huda.

Untungnya besok aku ada jadwal untuk datang ke sekolah. Setelah lama terbelit dengan urusan lamaran, akhirnya aku bisa menghilangkan rasa suntuk dengan kembali ke sekolah yang aku rindukan.

"Bu, besok aku berangkat!" ucapku pada ibuku di malam sebelum aku berangkat ke sekolah.

"Berangkat ke mana?" tanya ibuku dengan dahi berkerut.

"Besok aku ke sekolah," ungkapku.

"Mau ngapain?"

"Mau ngurus ijazah, Bu," ujarku.

Keesokan harinya, aku bangun dari ranjang dengan semangat. Aku benar-benar rindu pada sekolah. Aku rindu pada teman-temanku.

Aku menatap gerbang sekolahku dengan wajah cerah. Kulihat Wirda sudah sampai terlebih dulu di sekolah kami tercinta.

"Arin!" panggil Wirda dan beberapa temanku yang sudah lama tidak aku temui.

"Hei! Lama nggak ketemu!" seruku dengan girang saat berjumpa dengan kawan-kawan. Pertemuanku dengan teman-temanku membuatku lupa sejenak mengenai Huda.

Hari ini, aku tidak ingin membuat diriku sedih dengan memikirkan soal Huda. Hari ini aku ingin menikmati masa mudaku sebagai siswi biasa sebelum aku harus benar-benar pergi dari sekolahku ini.

****

1
Sur Yanti
ayo thor knpa Lama sekali up nya? semangat lah thor nulis nya 💪💪
Sur Yanti
semangat up thore 💪💪
Lukman Suyanto
welcome back...
Sur Yanti
setelah 2thn akhir nya up lagi thore
semangat up nya thor 💪💪💪
Dek Raraaa
uplagi 2th kakkk ..
Danie a: bisa ae.
total 1 replies
JandaQueen
lha....kalo gini, ga bener ni si wirda. ada gejala mo nikung sptnya...
JandaQueen
lanjut baca, penasaran
JandaQueen
lha itu...
JandaQueen
lanjut baca
JandaQueen
simpan jejak dl
Ade Hadijah
semoga Arin selamat sampai tujuan. Nekad juga
Riza Umi Nurjannah
lama up nya thot
Danie a: hahahh, iya, othor nya lagi ngk jelas nih🤭
total 1 replies
Bayu Priyadi
arin baper
Raudatul zahra
heehhh??? kupikir sudah tamat, karna novel author yg lain yg kubaca episode nya pendek².. ini udah 60 bab belum tamat.. yaa nggak pp siih.. seneng² aja aku.. tp kok lama banget nggak update lg yaa thor????
Raudatul zahra
aku ikut sakit hati mikirin perasaan nya Arin😭😭😭
Raudatul zahra
Arin mendengar isakan novi
Raudatul zahra
menyingkirkan Novi thoorr
Raudatul zahra
maafin yaa mas Huda.. nama nya istri nya baru beranjak dewasa.. masih suka tantrum² gitu dehh.. masih cemburuan..
Raudatul zahra
lanjooootttt
Raudatul zahra
ada yang ngarepin suami orang doonnggg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!