NovelToon NovelToon
DUSTAMU...Berkah Bagiku!!

DUSTAMU...Berkah Bagiku!!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:91.6k
Nilai: 5
Nama Author: KARIANGAU

Pengkhianatan Suaminya disaat yang Laras hamil, merupakan langkah awal kehidupan bahagia Laras yang sesungguhnya karena setlah Suaminya menceraikan Laras, dia menikah dengan Pengusaha Sukses yang merupakan Boss dari mantan suaminya dikantor.

Kehancuran rumah tangga Laras berawal dari Kegatelan seorang wanita muda bernama Sandra yang sangat licik dan penggoda dari laki-laki yang ada di sekeliling keluarga Laras.

Setelah mereka bercerai, suami Laras, Bobby akhirnya menikah dengan sang pelakor, Sandra yang ternyata mencari keuntungan dari beberapa pria yang lain, termasuk dengan kakak ipar Boobby.

Bagaimana kisah mereka? Banyak yang terjadi diantara mereka bertiga, dan kisah Sandra yang membagi tubuhnya dengan laki-laki lain selain Bobby!
Ikuti Kisah "DUSTAMU...Berkah Bagiku!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KARIANGAU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIANTER SANG CEO

Bab 14.

Sesampainya dirumah Mahendra, Satria turun menemani Laras karena sudah lewat dari Isya. Satria

tak mau dibilang sombong atau tidak tahu tata krama. Sesampainya di teras rumah.

"Mari bang, masuk," Ucap Laras.

"Di teras saja, Pak Mahendra sudah pulang?" tanya Satria.

"Sudah sepertinya. Assalamualaikum." Pintu depan masih tertutup.

"Waalaikumsalam." Laras membuka pintu depan rumah, Satria duduk di kursi teras.

Mahendra, Nurma dan Shinta sedang di meja makan.

"Laras, kok baru pulang? Sudah malam ini darimana saja kamu?" tanya Mahendra yang sedang makan bersama.

"Maaf mas, Saya dari kantor pak Satria dan saya sama pak Satria pulang, beliau ada diluar," jawab Laras.

"Oh, ada pak Satria? Persilahkan masuk Laras." Mahendra yang sedang di meja makan kemudian berdiri dan menuju ke teras setelah cuci tangan di wastafel.

"Eh, Ada big boss ini, Apa kabar pak Satria?" Satria berdiri.

"Baik Pak Mahendra." Mereka bersalaman dan Mahendra mengajak Satria masuk ke dalam ruang tamu dan mereka duduk di Sofa. Nurma dan Laras menyiapkan minum di dapur.

"Ras, kok kamu bisa sama pak Satria?" tanya Nurma.

"Ceritanya panjang mbak, nanti dijelaskan saja di ruang tamu!" Jawab Laras sambil senyum.

"Hmmm, kayaknya ada sesuatu nih yang kamu rahasiakan? Ayooo...Ada apa  kalian??" Nurma penasaran dan berusaha mengorek keterangan dari Laras.

"Apa sih mbak, tak ada rahasia, nanti Pak Satria saja yang menerangkan di sana."Laras sedang mengaduk gula di gelas teh.

"Ya sudah, kalau kamu nggak mau cerita!" Nurma mencebikkan bibirnya.

"Yeee...Mau tau aja! Ada dehh hehehe." Laras langsung membawa nampan. Mereka berdua ikut duduk setelah Laras meletakkan minuman dan kue-kue kecil di atas meja.

"Laras, kamu kok bisa membawa Big Boss ini ke rumah kita? Ada apa gerangan?" tanya Mahendra meledek Satria.

"Ah, bisa saja ini pak Mahendra, yang big boss itu Pak Mahendra bukan saya, hahaha..." Mereka berdua tertawa.

"Pak Satria saja yang menjelaskan, mas,"  jawab Laras.

"Jadi begini Pak Mahendra, tadi siang Laras datang ke kantor untuk menemui Manager HRD, pak Sudarto, untuk klarifikasi kasus Pak Bobby. Nah setelah disana, Laras ternyata mendapatkan pelecehan dari Pak Sudarto!" Satria menjelaskan singkat kronologinya.

"Hah, bukannya Sudarto itu pamannya Bobby?"tanya Nurma mengerutkan dahinya.

"Iya, dia pamannya Bobby! Sialan, Brengsek!! Dua orang itu emang brengsek! Mereka memang penjahat kelamin!!" Mahendra marah dan geram mendengar penjelasan Satria.

"Ya, untung saya datang tepat waktu. Sudarto di tangkap dan sekarang sedang dikawal oleh Pengacara kantor saya untuk proses kasusnya. Tadi kami ketemu dengan pengacara saya dulu jadi agak malam pulangnya."

"Hm begitu, baiklah, bagus dia sudah dipenjara. Oh iya untuk kasus Bobby, bagaimana jadinya?" tanya Mahendra.

"Kalau kasus Bobby, saya tidak bisa memecatnya sekarang ini,  karena memang dia belum menikah saat ini dengan perempuan itu. Tapi nanti akan saya berikan surat peringatan dari perusahaan. Kalau dia terbukti menikah lagi selagi dia masih status menikah dengan Laras, saya bisa keluarkan dia!" Jawab Satria.

"Hm baguslah, saya hanya ingin keadilan, karena Laras disini adalah korban dari keserakahan dan nafsu bejatnya Bobby!" Mahendra tegas dalam hal ini. Dia tak mau adik satu-satunya itu mendapatkan ketidakadilan dari Bobby.

"Baik, kalau begitu saya pamit pulang. Sudah malam dan saya masih ada janji dengan orang. Sekali lagi terima kasih atas " Satria berdiri setelah meminum beberapa teguk.

"Terima kasih pak Satria sudah mengantar Laras sampai rumah. Jadi merepotkan saja." Mahendra bersalaman dengan Satria.

"Ya, sudah seharusnya seorang perempuan harus diantar sampai dirumah, lagipula kejadian tadi ada di dalam kantor saya, sehingga saya harus bertanggung-jawab atas keselamatan Laras." Satria kemudian bersalaman dengan Nurma dan Laras.

Satria pulang ke rumahnya dan Laras masuk dan beristirahat di dalam kamarnya.

Sebelum tidur HPnya berbunyi dan dilihat ada nama Bobby di layar HP Laras. Laras mengangkatnya.

["Halo."]

["Halo, Laras? Kamu sekarang ada dimana,  sayang?"]

["Aku di rumah, ada apa?"]

["Aku mau ketemu, mengenai paman Sudarto."]

["Ada apalagi yang ingin dibicarakan? Semuanya kan sudah jelas, lagipula dia sudah dipenjara. Saya sebagai korbannya senang dia mendapatkan ganjarannya! Kamu dan pamanmu sama saja, suka mempermainkan wanita!"]

["Kamu jangan belagak suci deh, kamu pikir kenapa sampai pamanku menggodamu? Pasti kamu yang kegatelan!"]

["Hahaha, sesama penjahat kelamin lantas kamu membelanya begitu??"]

["Kamu makin songong aja ya, Ras! Awas kamu kalau tidak mencabut tuntutan kepada paman!"]

["Kamu mengancamku? Biar saja pamanmu membusuk di penjara! Emang pantas dia masuk penjara!"] Laras kesal dengan ancaman Bobby yang tidak beralasan. Sudah tau dia korban dari nafsu bejat pamannya, malahan dia membelanya.

["Ya itulah, kamu cabutlah tuntutan kepadanya, karena kasihan dengan keluarganya!"]

["Kenapa harus kasihan kepadanya? Kamu memang aneh, membela orang yang salah!"]

["Bukan begitu sayang, aku kasihan dengan anak-anaknya."]

["Yang menuntut bukan hanya aku, tapi pak Satria juga! Dan satu lagi, jangan panggil

aku sayang lagi! Aku sudah bukan istrimu lagi!! "] Kekesalan Laras memuncak karena Bobby selalu bilang sayang.

["Nah itu dia, kamu kenapa sih sekarang dekat dengan Satria?? Kamu kan tidak tau latar belakangnya. Walaupun dia berasal dari keluarga kaya, tapi kamu tidak boleh asal dekat dengannya! Aku ini masih suamimu sayang."]

["Enak aja atur-atur orang. Emang kamu siapa? Kamu sudah bukan suamiku secara agama! Ngarep! Jangan panggil aku sayang lagi!!"]

["Hahahaha, kamu jangan marah dong ke aku, aku kan sudah janji ke kamu, kalau kamu balik lagi ke aku, aku akan memberikan kebahagiaan kepadamu! Tapi kamu malahan minta cerai sama aku!!"]

["Kebahagiaan apa? Sudah hancur kebahagiaan dan kepercayaanku kepadamu! Kamu boleh memilih siapun untuk menjadi istrimu yang akan kamu bahagiakan, tapi bukan aku!"]

["Kamu jangan sombong begitu Laras, kamu tidak tau saja siapa Satria sebenarnya!??"]

["Jangan bullshit kamu!! Apapun yang kamu katakan mengenai Pak Satria itu pasti dengan nafsu dan dendammu!!"[

["Hahahaha, kamu kayaknya dekat sekali dengan Satria?? Jangan-jangan ada hubungan spesial dengan Satria dan kamu sudah jatuh cinta dengan Satria sialan itu!!"[

["Jangan kamu alihkan pembicaraan, aku tidak mau bertemu denganmu lagi! Kita ketemu di Pengadilan!"[

Laras langsung mematikan ponselnya. Dia kesal sekali dengan omongan Bobby tadi. Dia langsung naik ke ranjang dan tidur.

*

Dirumah Bobby pada pagi harinya, Sandra yang sempat bangun agak telat setelah keluar dari

kamar langsung kena semprot oleh Ibunya Bobby dan Mira.

"Jadi calon istrinya Bobby harus bangun pagi, Sandra! Kamu jangan malas kalau jadi orang!" Bentak Ibu.

"Iya nih, kita sudah lapar. Kamu seharusnya masak kalau mau jadi istrinya Bobby! sana cepet masak!" Mira ikutan membentak Sandra.

"Loh mbak Mira kan bisa masak? Kenapa harus menunggu aku?" Sandra kesal sekali dengan tingkah laku Mira yang sok jadi tuan rumah. Sandra langsung kedapur untuk masak nasi dan telor seadanya.

...

...

BERSAMBUNG

1
angel
kenapa hrs sopan ama suami gt ya?? apa lagi mertua dah keliatan jutek....amit2 deh
Sulati Cus
astaga 😂😂😂dasar muka tembok 😂sundel teriak sundel😂
Sulati Cus
bener tu sekali selingkuh pasti tar kecanduan
Sulati Cus
🤪kwajiban suami donk mamer tuk ngebahagiain istri😂
Kariangau
terima kasih kakak...baca juga buku author lainnya : KARENAMU..Ibu MERTUA
Dewi Astuti
hebat thor
Dewi Astuti
thor cerita mu bnr2 dahsyat buat, ini akibat tdk bsa menahan nafsu jga emank penyakit selingkuh, ini bnr2 pelajaran berharga thor
~AruN~
ceritanya bagus, konflik menarik...sayang, banyak sekali typo.
mngkin bisa direvisi kembali atau untuk novel selanjutnya bisa lebih diperhatikan kembali untuk penulisannya supaya pembacs lebih nyaman 🙏🏻
terima kasih & tetap semangat menulisnya 💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹
STARLA my journey
bagus
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Karya yg bagus,tetap semangat berkarya kak 💪💪💪👍👍👍
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Padahal AQ berharap Sandra metong..enak banget dong Kalau dia masih hidup.Semoga aja dia lumpuh selama lamanya🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Kok gak langsung pecat aja Boby....gregeten AQ 😈😈😈
Triee Wulandari
sungguh sandra tdk tahu malu dirinya yg sundel teriak sundel...
Erik Ganteng
kok udh mlam prtma aja, kn ktanya lgi hamil
Aira
masa iddah bukannya habis melahirkan ya Thor. Walau dlm berkas perceraian mrk status Laras hamil tdk diketahui
Nur Siti
mestinya jangan di kasih satria...pasti nanti minta lagi...
AZ & AR
panggilan untuk satria bang atau mas nih?
atau bang mas? hehe
langit
keran dan mengharukan
Tika UNTRI
luar biasa ceritanya
Indah cinta
jangan takut gitu dong Laras..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!