NovelToon NovelToon
TERJERAT PESONA WANITA MALAM

TERJERAT PESONA WANITA MALAM

Status: tamat
Genre:Poligami / Janda / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:50.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julia Fajar

Sering disepelekan istri dan mertua karena dianggap tidak berguna membuat Agam akhirnya merasa jenuh, hingga dia mencari kesenangan di luar bersama teman-temannya.

Agam berkenalan dengan Melati, seorang wanita cantik yang bekerja sebagai wanita penghibur di sebuah club malam.

Melati dipaksa bekerja di sana oleh keluarga almarhum suami guna melunasi hutang dan harus membiayai semua kebutuhan keluarga.

Agam yang bermula hanya menjadikan Melati sebagai teman ngobrol, akhirnya merasa nyaman dan tertarik. Diapun mencari informasi untuk mengetahui serta mengenal wanita itu lebih jauh.

Kesabaran, perhatian, pengorbanan serta kecantikan Melati akhirnya membuat hati Agam terusik. Diapun jatuh hati dan berniat ingin menolong, melepaskan Melati dari paksaan keluarga suami dengan cara menikahinya.

Apakah Agam akan berhasil menikahi Melati? Dan bagaimanakah reaksi istri serta mertuanya?

Berkarya tidak mudah ya para sobat, jadi mohon ringankan jari untuk memberikan dukungan🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14. DUKUNGAN DARI ORANG MISTERIUS

Chandra ternyata tidak langsung pergi, tapi dia menelepon orang yang telah memberikan amanah tersebut.

Saat panggilannya tersambung, Chandra pun berkata, "Om... semua sudah beres. Aku yakin mereka cocok. Meskipun Melati itu seorang wanita malam, tapi aku tahu Om dia bisa membahagiakan Agam."

"Lagipula kebanyakan dari pelanggan Melati adalah orang yang menggunakan jasanya untuk teman ngobrol dan pendamping pesta. Rata-rata pelanggannya adalah orang-orang dari kelas atas."

"Entah pesona apa yang dia miliki hingga pelanggan bisa luluh dan tidak ingin menyakitinya. Bahkan untuk teman mengobrol saja mereka berani bayar mahal."

"Namun yang kenyang adalah mami, karena penghasilannya dipotong 70% untuk mencicil hutang. Sementara 20% nya diambil oleh sang mertua. Melati hanya kebagian 10% nya saja, Om."

"Nggak salah jika kita ingin membantu dia keluar dari pekerjaan itu. Karena menjadi wanita malam bukanlah kemauannya tapi paksaan sang mertua."

"Ya sudah kau atur saja Chand. Jika memang wanita itu sumber kebahagiaan Agam, aku tidak mempersoalkan masa lalu Melati."

"Berapapun biaya untuk membebaskan Melati dari germo itu, katakan saja. Nanti biar sekretaris Om yang akan mentransfer dana yang kalian perlukan."

"Yang terpenting jangan katakan dulu kepada Agam siapa aku, hingga waktunya tepat. Aku ingin, kami bertemu setelah dia mendapatkan kebahagiaannya."

"Baik Om."

"Oh ya Chand, aku sudah mentransfer uang sakumu. Terimakasih ya, kamu telah mau membantu."

"Sama-sama Om. Agam itu sudah seperti saudara ku, jadi aku juga ingin dia bahagia."

"Satu lagi Chand, bagaimana kabar kedua wanita resek yang telah menginjak-injak harga diri Agam?"

"Mereka sepertinya punya target baru Om, hingga mengabaikannya."

"Bagus jika begitu, tidak perlu susah-susah kita menyingkirkan keduanya. Mereka sendiri yang menjauh dan akan menuai karmanya."

"Nanti saat mereka tahu siapa sebenarnya Agam, semuanya sudah terlambat dan sampai menangis darahpun aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan mereka."

"Mungkin Agam hatinya begitu lembut dan mudah luluh, tapi aku tidak. Mereka akan mendapatkan balasan setimpal karena telah menyepelekan dan menghinanya."

"Sudah dulu ya Chand, Om ada janji bertemu seseorang."

"Iya Om. Chandra juga mau ke kantor papa."

Setelah panggilan berakhir, Chandra langsung berangkat ke kantor. Meski seringkali tidak menurut, tapi saat orangtuanya sakit, Chandra tidak mungkin mengabaikan mereka.

*

*

*

Di resort yang ada di puncak.

Resti bangun saat matahari mulai menyinari bumi. Badannya terasa sakit semua, hingga dia bermalas-malasan untuk bangkit.

Tapi saat kesadarannya mulai pulih, mata Resti membulat, dia melihat dirinya yang tidak mengenakan sehelai benangpun.

Seketika Resti histeris, dia memukul pria yang tidur di sebelahnya tanpa berpikir siapa pria tersebut.

Binsar yang masih lelap pun terbangun dan dengan sigap dia menarik Resti ke dalam pelukannya. Resti meronta, tapi tenaganya jelas kalah dari Binsar.

Akhirnya Resti menyerah, tubuhnya lunglai di dalam pelukan Binsar. Sembari terisak diapun berkata, "Bos jahat! Kenapa Bos lakukan ini. Aku istri orang Bos, bagaimana jika aku hamil. Sudah beberapa hari aku stop meminum pil KB."

"Tenang Res, kamu mintalah cerai dan kita akan menikah. Nanti kita cari obat, agar kamu tidak hamil. Aku ingin, kita bersenang-senang seperti ini tanpa direpotkan oleh anak."

"Anakku sudah banyak Res dan mereka semua membuatku stres. Aku mau kamulah penghibur ku tanpa mereka perlu tahu."

"Aku janji akan penuhi semua permintaan mu, asal kamu menjadi wanita kesayangan ku. Bagaimana Res, apakah kamu mau menikah denganku?"

Mendengar hal itu Resti terdiam. Dia masih mempertimbangkan semuanya.

Akhirnya Resti pun mengangguk dan berkata, "Baiklah aku mau, tapi sebagai mahar belikan aku sebuah rumah yang lengkap dengan isi, mobil, uang, serta seperangkat berlian."

"Jika bapak tidak sanggup, sebaiknya antar aku pulang sekarang juga, sebelum mas Agam mencari keberadaan ku."

"Tidak, kita akan di sini selama seminggu, mumpung istri dan anak-anak sedang berlibur ke luar negeri bersama orangtuanya."

"Ini kesempatan kita untuk bersenang-senang Res. Kamu mau kan? Pokoknya aku janji akan penuhi semua mahar yang kamu minta."

"Tapi Pak, aku tidak bisa selama itu. Mama tidak punya teman di rumah. Kasihan jika beliau harus tinggal sendirian."

"Soal mamamu aman, kita transfer saja uang dan dia bisa bersenang-senang bersama temannya. Bagaimana Res, kamu setuju?"

"Baiklah Pak."

"Terimakasih sayang, hari ini kita habiskan waktu berduaan di kamar saja ya. Para tamu tadi pagi sudah check-out, mereka akan menghadiri pertemuan di tempat lain."

Resti sudah pasrah dan kepalang basah. Daripada dia mengharapkan Agam yang tidak jelas kabarnya, lebih baik Resti menuruti perkataan sang mama. Dia setuju menjadi simpanan Bos yang memang lebih menjanjikan."

Binsar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tadi malam mereka melakukannya, tanpa Resti sadar, kali ini Binsar ingin membuat Resti ketagihan hingga dia yang akan meminta dan memimpin permainan selanjutnya.

Karena seringnya Binsar bermain dengan para wanita, membuatnya jadi lihai, sebentar saja Resti sudah menggelinjang. Tubuh Resti bergetar hebat dan puncak kenikmatan pertamanya pun lepas meski belum penyatuan.

Binsar tersenyum, dia melakukannya lagi dan lagi hingga membuat Resti hari ini benar-benar merasakan hal yang sangat berbeda. Hasrat Resti terpuaskan, lebih dari yang dia dapatkan dari Agam.

Resti sudah tidak mempedulikan dosa, kini malah Resti yang meminta agar Binsar melakukannya lagi.

Keduanya telah beberapa kali melakukan penyatuan dan merasakan kepuasan mencapai puncak kenikmatan.

Tubuh keduanya terkulai saat penyatuan mereka berakhir. Binsar tersenyum puas, karena akhirnya dia mendapatkan apa yang selama ini telah dia incar.

Resti memeluk Binsar dengan manja, lalu dia berkata, "Aku mau fasilitas yang sama seperti yang istri Bapak dapatkan."

"Oke, nggak masalah. Selagi kamu seperti ini terus, bisa membuatku perkasa dan bahagia, apapun yang kamu minta akan aku kabulkan, kecuali satu hal, jangan minta aku untuk menceraikan istriku."

"Iya, saya setuju. Tapi, setiap hari Bapak harus meluangkan waktu ke rumahku, bagaimana pun sibuknya Bapak."

"Baiklah, saat makan siang dan waktu setelah pulang kantor hingga pukul 7 malam, itu jatah untuk bersama mu. Dan Setelah itu, waktu untuk anak istriku."

"Pokonya, kita harus berhati-hati, harus main yang cantik, agar jangan sampai hubungan ini tercium oleh orang kantor hingga sampai ke telinga istriku. Bagaimana, kamu setuju?"

"Ya, mau bagaimana lagi. Padahal aku kepingin menjadi satu-satunya ratu di rumah Bapak."

"Sabar yang sayang, tunggu sampai semua warisan Raharja jatuh ke tanganku. Kamu pasti akan jadi ratuku."

Resti pun mengangguk, dia sudah bertekad ingin melanjutkan hubungan dengan Binsar dan dia akan merebut posisi nomor satu di hati Binsar. Resti tidak mau hanya menjadi wanita simpanan. Dia harus mendapatkan kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan bersama Agam.

Bersambung....

1
¢ïñÐå å†hêñå✾
nggak mau di duakan malah menduakan dasar
Devi Handayani
ada yaa seorang ibu berhati iblis seperti ini😠😠😡😡😠😠
Devi Handayani
mungkin ini yg dibilang jalan takdir😇😇😇
Devi Handayani
rasainnn😏😏😏
Devi Handayani
betul pak anda pemegang kendali rumah tangga.... good job👍🏻👍🏻👍🏻😍😍
Devi Handayani
pak agam kamu orang baik semoga kedepan kamu bisa mendapat kebahagiaan😌😌😌😌
Devi Handayani
hmm kan kejadian lagi... wahhh bisa masuk nih setan bersorak soraii.... ini lah yg sering menjadi pemicu retak rumah tangga.... sadarilah para wanita hargailah suamimu karena dialah pemimpin mu😔😔😔😔😔
Devi Handayani
duh jadi isteri galak bgt yaa.... ntar klo dia dah ga cinta ama kamu baru tau rasaa🤨🤨🤨🤨🤨🤨
Devi Handayani
dosa kamu resti nolak suamimu.... jangan salahkan dia klo berpaling nanti😠😠😠😠😠😠
Devi Handayani
agam aku jadi kasian padamu.... seharusnya seorang suami dihargai dan dihormati isterinyaa..... itu yg diajarkan agama😥😥😥😥
Reader
lemot iiiih Agam, apa kurang kelakuan busuk yg selama disaksikannya dari Resti koo kurang bgt antisipatif serangan2nya ke Melati
Syfa Emilia
puas alurnya bagus
Juliatik: Terimakasih Kakak atas dukungannya, semoga berkah ya Kak🙏😘
total 1 replies
Avatar
Semangat terus..kak..
neny
masih bab 1 tp cerita nya menarik,,lanjut kan kak othor,,aq menanti kan bab2 selanjutnya nya yg lebih menarik lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!