NovelToon NovelToon
My Angel Baby

My Angel Baby

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: bund FF

Setelah enam tahun berpisah, secara tidak sengaja Vicky dipertemukan lagi dengan Viviane yang dulu adalah pacarnya dan mereka terpaksa dipisahkan saat Viviane sedang hamil.

Bukannya ingin menyia-nyiakan, tapi Vicky yang saat itu masih terlalu muda sangat takut pada orang tuanya meski dia adalah anak yang pembangkang dan sedikit berandalan.

Ane, sapaan Viviane saat ini, telah memiliki seorang putri cantik dan cerdas yang bernama Angelia, tapi dia lebih suka dipanggil Lia.

Vicky yakin jika Lia adalah putrinya meski Ane bersikukuh untuk menyangkal. Karena wajah dan watak anak perempuan biasanya akan menurun dari ayahnya.

Sedangkan kondisi saat ini telah berbeda, Vicky telah berumahtangga dan memiliki seorang putra yang seusia Lia.

Bagaimana bisa putra Vicky seusia Lia?

Bisakah Vicky memperjuangkan haknya sebagai ayah dari Lia?

Dan bagaimana dengan Lia jika tahu bahwa ayahnya seorang yang kaya sedangkan ibunya hanya orang biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bund FF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjuanganmu berat, Vicky

"Jo, bukankah mamamu bernama Ruby?" tanya Lia memastikan lagi, saat kedua bocah itu tengah menunggu jemputan sepulang sekolah siang ini.

"Ya, nama mamaku Ruby Eria Alexander. Bagus kan namanya?" jawab Johan bangga.

"Kau tahu Lia, kami semua memakai nama belakang Alexander. Nama keluarga besar kami" ujar Johan semakin membanggakan diri.

"Hengmh ... Apa semua orang kaya seperti itu, Jo? Memakai nama keluarga?" tanya Lia penasaran, dia jadi tertarik untuk membahasnya.

"Iya. Kamu sendiri, apa nama belakang keluargamu? Biasanya nama belakang itu didapat dari keluarga papa kita, Lia" kata Johan.

Mendengar hal itu membuat Lia bungkam dan menunduk sedih. Dia tak tahu apapun mengenai latar belakang keluarganya. Karena setiap dia bertanya tentang keluarganya pada sang mama, pasti mamanya akan berkata jika ayahnya sudah meninggal dan mereka tak punya keluarga lagi.

"Kenapa kamu bersedih, Lia?" tanya Johan.

"Aku nggak tahu nama ayahku, Jo. Bahkan nama keluarga seperti yang kamu tanyakan. Mama bilang kalau ayahku sudah meninggal, Jo" ujar Lia tertunduk, memang sedih saat tak bisa mengenang keluarga kita.

"Maafkan aku, Lia. Bukan maksudku untuk membuatmu bersedih. Ini permen untukmu agar kamu nggak sedih lagi" ujar Johan sambil mengulurkan sebuah permen coklat dari saku bajunya.

"Terimakasih ya, Johan" kata Lia sambil menerima permen dari Johan dan memakannya dengan semangat.

Lia selalu ingin terlihat bahagia meski sebenarnya dia sangat ingin mengetahui siapa ayahnya.

Setiap kali dia ingin membahas hal itu, pasti mamanya akan bersedih. Lia tidak suka saat mamanya bersedih. Jadi, dia memutuskan untuk tak akan pernah membahas hal itu lagi demi menjaga perasaan mamanya. Satu-satunya keluarga yang dia punya.

"Hai sayang" sapa Ruby saat melihat Johan menantinya di kursi bersama Lia.

"Mama" teriak Johan senang sambil berlari dan memeluk mamanya.

"Hai Lia" sapa Ruby dengan wajah ketusnya, sebenarnya dia sangat ingin melenyapkan Lia saat ini juga jika ada kesempatan. Tapi melihat pipi Lia yang masih sedikit membiru saat mendapat tamparan dari anak buahnya sudah membuatnya sedikit terhibur.

"Selamat siang, tante" ujar Lia sopan meski dalam hatinya juga merasa risih.

"Bagaimana kalau kamu ikut ke rumah Johan lagi? Kalian bisa main bersama di rumah mewah kami" kata Ruby.

"Maaf Tante, tidak perlu kami berkunjung lagi ke rumah Johan. Kami takut kalau sampai ada penjahat yang ingin mencelakai kami lagi, tante" kata Gita yang tiba-tiba saja sudah berada dibalik tubuh Ruby dengan sepeda kayuhnya.

"Ayo Lia kita pulang. Mumpung semuanya masih aman" ujar Gita penuh sindiran.

Ruby memandang Gita dengan tatapan tajamnya. Dia merasa jika bukan hanya Lia saja ancaman baginya, tapi Gita pun sama. Kedua anak kecil ini harus sangat diperhatikan.

"Dah Johan, kami pulang dulu ya. Kamu hati-hati dijalan. Semoga tidak ada lagi penculik yang akan mencelakaimu" kata Lia sembari melambaikan tangannya dan naik ke atas sepeda Gita.

Ruby sangat merasa tersindir kali ini, padahal itu semua adalah perkataan yang keluar dari mulut dua anak kecil yang seharusnya tak berbahaya.

"Dah Lia, sampai bertemu besok" kata Johan yang juga melambaikan tangannya.

"Jo, lebih baik kau jauhi anak itu. Sepertinya dia memberimu pengaruh yang buruk" kata Ruby sepeninggal Lia dan Gita.

"Mama terlalu berlebihan. Lia itu anak yang baik, ma. Bu guru saja sayang sama Lia" jawab Johan.

"Permisi, saya ingin mencari sebuah lipstik" terdengar sebuah suara memecah konsentrasi Ane yang sedang sibuk menghitung stok barangnya.

"Oh, tentu kak. Silahkan" ucap Ane ramah, tapi wajahnya berubah masam saat mengetahui siapa yang datang.

"Kenapa wajahmu jadi ketus begitu?" tanya Vicky yang tidak terima dengan perubahan raut wajah Ane.

"Jangan ketus begitu dong An, sapa semua pelanggan dengan ramah" ujar teman Ane yang tengah berjaga bersamanya.

Ane semakin geram karena temannya ini malah memandang Vicky dengan senyum mengembang. Memang aura ketampanan Vicky tak pernah berubah sejak dulu, malah kini semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia Vicky, ehm.... semakin berwibawa.

"Terimakasih, tapi saya maunya di layani oleh wanita cantik yang satu ini saja" kata Vicky yang membuat teman Ane berubah masam.

"Maaf tuan, kalau kau hanya ingin berkunjung tanpa membeli, maka tolong tinggalkan tempat ini karena pekerjaanku masih banyak" kata Ane mengusir Vicky.

"Baiklah kalau begitu, saya ingin membeli semua barang daganganmu, nyonya" kata Vicky.

"Jangan membual, tuan. Barang dagangan saya ini adalah merek terbaik, kau bisa jatuh miskin jika membeli semuanya" cerca Ane dengan sunggingan di bibirnya, kesal sekali dia dengan kesombongan Vicky hingga membuatnya lupa jika Vicky memanglah orang yang kaya raya.

"Kau ini bicara apa Ane, layani tuan Alexander dengan baik" kata seniornya yang entah kapan dia datang.

"Maaf tuan Alexander, dia memang sedikit aneh" kata Seniornya lirih, membuat Vicky hanya mengangguk dengan pandangan masih terkunci pada Ane yang sulit sekali didekati.

"Jadi, apakah anda masih tertarik untuk memborong dagangan kami, tuan?" tanya senior Ane tanpa rasa malu.

"Tentu, tapi setelah itu aku ingin mengajak Ane pergi sebentar. Ada sesuatu yang ingin aku bahas dengannya" kata Vicky.

"Oh tentu saja tuan. Asalkan kau tidak membatalkan pesananmu" jawab senior Ane.

"Selesaikan urusan pembelian ini dengannya" ujar Vicky sambil memberikan sebuah kartu pada salah seorang bodyguardnya.

"Dan kau, Ane. Ikut aku sekarang juga" kata Vicky dengan tegasnya. Auranya yang berbeda membuat Ane menurut meski masih bersungut-sungut.

"Tunggu An, kau mau kemana? Bukankah ini masih jam kerja" tanya Aldo, sahabatnya sejak pertama kali menginjakkan kakinya di mall ini.

"Dia ada urusan denganku" jawab Vicky singkat.

Aldo merasa heran karena Ane yang berurusan dengan seorang pria semacam Vicky Alexander ini. Selama lebih dari tujuh tahun berteman dengannya, tak pernah sekalipun Ane bersikap macam-macam. Jadi, dengan datangnya Vicky kali ini membuat Aldo merasa khawatir tentunya.

"An, ada apa? Gue dengan senang hati akan bantuin lo selama gue mampu" ujarnya penuh kekhawatiran, Ane sudah seperti adiknya sendiri.

"Everything is ok, Al. Gue ikut dia dulu, ya. Lo nggak usah khawatir" ujar Ane yang tak ingin orang-orang semakin penasaran dengan adanya tuan Alexander ditempatnya, dan keikutsertaannya kali ini hanya ingin menegaskan Vicky agar tak mengusiknya lagi.

Sangat kebetulan sekali karena tadi pagi Ane datang ke tempat kerjanya bersama Aldo karena pria itu masih mengkhawatirkan kondisi kesehatan Ane.

Dan kali ini, masih dengan mobil mewahnya, Vicky membawa Ane ke sebuah restoran. Dia ingin membahas masalah pribadinya dengan Viviane.

"Jadi, apa yang ingin anda bicarakan, Tuan?" tanya Ane yang tak ingin berbasa-basi.

"Vi, please! Jangan bersikap seperti ini. Aku tahu aku salah, dan semua yang terjadi terhadap kita bukanlah kemauanku. Aku sadari aku terlalu lemah untuk mempertahankan hubungan kita dulu. Tapi sekarang, aku janji akan memperbaiki semuanya, Vi. Tolong beri aku kesempatan" ujar Vicky memelas.

"Hahahaha, anda membahas masa lalu kita, tuan? Lucu sekali kalau anda mau memperbaikinya sekarang, saat semua sudah aku lalui dengan penuh air mata dan sendiri" kata Ane menekankan kata di akhir kalimatnya.

"Maafkan aku ,Vi. Perasaanku terhadapmu masih sama sejak terakhir kali kita bertemu. Aku masih sangat mencintaimu, sayang. Tolong beri aku kesempatan untuk bertanggungjawab terhadapmu dan Lia. Aku yakin kalau Lia adalah anakku. Dan kita akan bahagia dal kebersamaan" kata Vicky lagi.

"Percaya diri sekali kau mengaku kalau Lia itu anakmu, hah? Kau urusi saja Johan, anak lelakimu itu. Jangan ikut campur masalah Lia. Kami bahagia meski tanpa satupun keluarga disisi kami. Kami masih bisa melalui semua masalah kami dengan baik, hanya aku dan Lia. Dan kami tidak berniat untuk menambah seorangpun untuk masuk ke dalam kehidupan kami yang damai" tegas Ane.

Vicky terdiam. Dia sadar jika Viviane yang sekarang bukanlah gadis lugu nan cantiknya lagi. Mungkin terpaan masalah dan kerasnya hidup membuatnya semakin menjadi pribadi yang keras dan tegas.

Sejauh pengamatannya, sampai saat ini Viviane masih melajang. Belum ada seorangpun pria yang berhasil menggantikan posisinya.

Sedangkan Viviane sudah bertekad di dalam hatinya bahwa tidak akan ada lagi seorangpun pria yang akan bisa memasuki kehidupannya lagi.

Entah itu orang baru, ataupun Vicky yang akan kembali padanya. Dia sudah terlalu kecewa terhadap masa lalunya dan bertekad untuk menjadi segalanya untuk Lia, menjadi ayah, ibu, kakak sekaligus teman untuk Lia. Tak ada lagi orang lain.

"Kau tahu Vi, selama aku bersedia menikahi Ruby hingga saat ini, tak pernah sekalipun aku menyentuhnya seperti aku menyentuhmu dulu. Kaulah satu-satunya wanita yang ada di hatiku, Vi" kata Vicky lirih, sangat terlihat raut penyesalan dalam setiap ucapannya.

"Semua pria akan berkata seperti itu, dan aku tak akan pernah percaya dengan semua bualan kalian" tegas Ane tanpa mau memandang Vicky.

"Terserah padamu saja, tapi kau harus tahu kalau sekalipun aku tak pernah menyentuh Ruby, dari dulu sampai detik ini" kata Vicky.

"Hahaha, tak pernah menyentuh tapi bisa punya anak. Kau kira aku masih seorang remaja bodoh yang pernah kau bodohi dulu? Aku akui saat itu adalah hal terbodoh dalam hidupku, percaya pada semua bualanmu" kata Ane santai, tapi terdengar sangat menusuk ke dalam jantung Vicky.

"Aku akan buktikan kalau semua ucapanku benar, Vi. Aku akan mencari bukti untuk membuatku percaya jika aku tak pernah berbuat sejauh itu dengan Ruby karena sejak dulu aku hanya menganggap Ruby sebagai sahabatku saja, tidak lebih" tegas Vicky.

"Dan jika aku berhasil membuktikannya padamu, aku minta kau untuk memberiku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita, terutama dengan Lia yang pasti sangat merindukan sosok ayahnya" kata Vicky tak kalah tegas kali ini.

"Terserah padamu saja, tapi jangan sampai kau mempermainkan lagi sebuah hubungan. Karena bagaimanapun Johan hanyalah anak kecil yang tak bersalah. Cukup Lia saja yang menjadi korbanmu, Tuan Alexander. Jangan ada lagi anak lain yang harus bernasib sama sepertinya hanya karena keegoisanmu" tegas Ane yang sudah tidak betah berlama-lama berada di sisi Vicky, karena bagaimanapun rasa cinta yang sudah menumpuk bertahun-tahun tak akan mudah lenyap dalam sekejap mata meski banyak kekecewaan melanda.

Ane menyadari jika kebencian di hatinya untuk Vicky memanglah sangat tinggi dan tajam, tapi diapun tak memungkiri jika cinta di hatinya terhadap pria ini juga masih setinggi rasa bencinya.

Dan berada terlalu lama di sisinya, Ane takut jika pertahanannya akan kembali goyah.

Dengan mengingat semua kenangan buruk tentang dibuangnya dia saat butuh sandaran, membuat rasa benci dalam hatinya akan semakin sulit untuk diruntuhkan.

.

.

.

1
Sandisalbiah
bukanya Vicky sudah tau kalau Ane pindah tugas ke Bandung dan anak buahnya juga melapor kalau mereka tau rmhnya.. 🤔🤔
Sandisalbiah
utk tes DNA harusnya bisa Vicky lakukan dr dulu kalau dia memang tdk merasa menyentuh Ruby dan hasil tes DNA itu kan bisa di tunjukan ke hadapan ortunya Vicky.... lemot dan bodoh itukah kamu Vicky
Sandisalbiah
kasihan Johan haruss menjadi darah daging dr org tua yg spek binatang..
Tuấn Mark
aduh abang lagi skip deh
FIFA: /Grin//Proud/
total 1 replies
Febriy Febriy
udh orang tua kaya gitu ga usah di temuin lagi sampe mati ga usah di temuin,,, orang tua ga punya hati itu namanya,,, ga kasian sama anak dia juga hidup menderita di luar sana,, gue sebagai anak juga punya perasaan juga sakit hati,,, udh di usir tidak di akui
Linda Indriani
nice story
FIFA: terimakasih atas dukungannya ❤️❤️
total 1 replies
Ninik Prasetyawati
ceritanya bagus tapi tolong up nya jgn lama2 dong biar nggak penasaran dan jd males buat ngelanjutin baca
FIFA: terimakasih atas dukungannya....

semoga saya bisa lebih rajin update ke depannya...

mohon maaf jika mengecewakan 🙏🙏
total 1 replies
Evi mugihartati
bgs
Lisa
Wah Lia jadi rebutannya 2 cowo nih 😊
FIFA: Lia cantik sih kak..😊😊
total 1 replies
Lisa
Wah hebat nih Lia dan sahabatnya udh mulai membuka usaha..sipp 😊
FIFA: iya nih, usaha yg menjadi sejarah pertama dari perkumpulan geng Nirwana😊
total 1 replies
Lisa
Wah Bayu sptnya naksir Lia jg nih 😊
FIFA: masih sd nggak boleh pacaran kak😂😂
total 1 replies
Ratna Jewel
apa kabar johan..
oh siapa jodoh lia saat dewasa nanti? johan / bayu?
FIFA: siapa ya kira²?

menurut kakak lebih cocok sama Johan atau sama Bayu tuh si Lia??😅
total 1 replies
Lisa
Wah Viviane hamil tuh
Lisa
Sukses y utk Robi dlm membenahi perusahaannya..semangat y bersama Johan utk kehidupan yg lbh baik..
Lisa
Moga aj papanya Johan benar2 berubah dan menjadi ayah yg baik utk Johan
Ratna Jewel
harap harap johan dan.lia klo besar berjodoh.. semoga robi jdi ayah yg baik utk johan..
FIFA: masa depan mereka masih abu² :)

semoga komunikasi mereka tetap terjaga
total 1 replies
Lisa
setelah 10 thn ayahnya Viviane msh dendam pd anaknya..
FIFA: bukan dendam sepertinya, tapi lebih ke rasa kecewa yang mendalam hingga tak sanggup memaafkan
total 1 replies
Lisa
Pasti idenya si Ruby tuh utk menculik anak2
Lisa
Ternyt Lia adl putri dr Vicky
FIFA: iyaa😊
katanya mereka mirip😁
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
FIFA: terimakasih, semoga terhibur dengan ceritanya ❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!