NovelToon NovelToon
Runes Swordsman

Runes Swordsman

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Barat
Popularitas:60.7k
Nilai: 5
Nama Author: john walter

Josh merupakan anak yang ingin jadi Swordsmaster setelah melihat bagaimana hebatnya seorang pendekar pedang
setelah berumur 13 tahun Josh yang masih remaja labil dengan tekad dan keinginannya menyelamatkan seorang penyihir dan ingin diangkatnya menjadi penyihir tetapi Josh menolaknya meski begitu Josh mempelajari Rune untuk sihir meski tidak bisa menggunakannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon john walter, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Setelah 2 hari kami tiba di desa Rosefield berbeda dengan desa kami. Desa ini sangat besar butuh waktu 4 jam untuk mengelilingi desa ini dengan kuda.

Kami langsung pergi kepenginapan sedangkan Baron sendiri pergi kerumah yang sudah dibelinya dulu disini.

Aku satu kamar dengan Sirus, setelah membereskan kamar Sirus turun untuk makan sedangkan aku berbaring di ranjang dan menatap langit-langit kamar.

Aku masih memikirkan kejadian waktu itu, tapi tidak kupungkiri jika aku menemukan mereka didesa mungkin aku juga akan membunuhnya

Sambil terus menatap langit-langit tanpa sadar aku tertidur. Suara hantaman membangunkanku

Aku menatap pelaku yang merupakan Dale

"Astaga, kamu tidur dari siang?"(Dale)

"Aku lelah, berbeda dengan kalian yang selama ini bisa istirahat aku selalu memperhatikan sekitar, bahkan menghentikan 2 serangan lainnya tanpa kalian tahu"

"Ya, ya, maaf soal itu"(Dale) benar setiap malam kami diserang selain malam pertama, aku menyerang mereka duluan dengan petir.

Membuat mereka pergi sebelum ketahuan

"Ada apa?" "Oh, ya sampai lupa aku. Count mencari kamu"(Dale) "Count bukan Baron? Ada apa memangnya?"

"Entahlah, aku juga tidak tahu. Beberapa prajurit Count menunggumu"(Dale)

Aneh "Baiklah, aku bersiap sebentar"

Begitu Dale keluar aku mengganti bajuku dan membawa pedangku baru keluar dari penginapan.

Didepan penginapan ada 6 prajurit mengendarai kuda dan menatapku "Apa anda Josh?"(Prajurit) "Ya, itu saya" "Naik ke kuda. Tuan Count sudah menunggu!"(Prajurit)

"Baiklah" Aku ditawari naik ke salah satu kuda oleh pengendaranya. Setelahnya baru kami mulai berjalan.

Aku memperhatikan semua prajurit itu yang membuat formasi dimana aku yang berada ditengah.

Daripada pengawalan ini lebih mirip membawa tahanan. Tidak berselang lama rumah yang luar biasa besar terlihat.

Gerbang dibuka dan aku dibawa sampai....?

Aku tidak dibawa ke rumah utama? Mereka mau membawaku kemana?

"Maaf, kalian mau membawaku kemana?"

"Count sedang ada pembicaraan dengan Tuan Baron, kamu dipersilahkan menunggu dirumah kaca"(Prajurit)

Rumah kaca? Pasukan berhenti didepan rumah kaca. Aku dituruni disini dan disuruh masuk begitu saja.

Sedangkan mereka meninggalkanku tanpa mengatakan apapun lagi. Sumpah, sampai mati aku tidak mau jadi pelayan bangsawan.

Tingkah mereka menyebalkan sekali

"Josh?"(Wanita) "IYA, IYA... Itu aku"

Aku berbalik menatap pelayan yang hanya tertawa kecil mendengarku terkejut

"Maaf, tapi ada yang ingin menemui anda"(Pelayan Wanita) "Begitukah. Kalau boleh tahu siapa yang ingin menemui aku?"

"Nona Valerie yang ingin menemui anda. Silahkan lewat sini"(Pelayan wanita)

Aku tidak mengenalnya. Tapi aku tahu siapa dia.

Valerie Rosefield merupakan anak kedua dari Count sekarang. Tahun lalu dia baru saja lulus dari akademi sihir.

Yang membuatku bingung adalah. Untuk apa dia mencariku? Aku belum pernah bertemu, bahkan melihatnya pun tidak pernah.

Ada urusan apa denganku? Rumah kaca ini seperti namanya terbuat dari kaca. Tetapi didalamnya terdapat hutan bunga.

Aku sampai bingung melihatnya, banyak pohon disini tapi seluruh batangnya dipenuhi bunga apalagi tanah dipohon itu.

Kami berjalan diatas jalan setapak yang dihiasi keramik yang cantik. Sampai aku merasa lebih baik aku melepas sepatuku saja.

Tempat kita mengarah ada sebuah air mancur yang besar sekali bahkan lebih besar dari tubuhku.

Didekat situ ada wanita dengan gaun merah sedang meminum teh disana "Nona. Orangnya sudah tiba"(Pelayan Wanita)

"Baiklah terima kasih. Suruh mereka semua yang masih disini agar keluar. Ahh.. Beritahukan pada ayah, kalau kita perlu renovasi sedikit"(Valerie)

"Tapi nona, rumah kaca ini baru 1 tahun berdiri"(Pelayan wanita) "Lakukan saja perintahku"(Valerie) "Baik kami permisi nona"(Pelayan wanita)

Pelayan itu pergi diikuti beberapa pelayan lain yang entah darimana mereka. Bahkan beberapa prajurit juga keluar.

Sebenarnya mereka sembunyi dimana?

"Jadi kamu Josh?"(Valerie) Aku membungkukkan badanku

"Itu kehormatan bagi hamba karena nona mengetahui hamba" "Lupakan tata krama menyedihkan itu! Dan angkat pedangmu!"(Valerie)

Apa ini cara baru untuk bersenang-senang diantara bangsawan? Valerie masih menatapku

"Apa yang kamu tunggu?"(Valerie) "Maaf nona. Apa hamba sudah menyinggung nona?"

"Aku cuma ingin bermain saja. Kalau kamu takut bagaimana kalau begini? Tahan 3 serangan dariku hanya itu. Pasti kamu terima kan?"(Valerie)

"Tapi, apa hamba tidak akan terkena masalah?" "Jadi itu yang kamu takutkan. Tidak akan ada masalah aku jamin. Lagipula kamu cuma hanya harus menahan seranganku saja"(Valerie) "Kalau begitu..."

Aku mencari batu disini yang hanya diperhatikan Valerie "Apa yang sebenarnya kamu lakukan?"(Valerie) "Aku siap" "Baiklah kalau itu begitu. Frystu allt fyrir framan mig og vertu skrautið mitt. Glacies inspiratione"(Valerie)

5 Rune terbentuk dari mana didepan tangan yang diulurkan oleh Valerie. Garis saling terhubung dan membuat pola berwarna biru.

Es... Kalau begitu tinggal dilawan dengan api.

Aku menulis rune diatas batu "Infernus"

Rune milik Valerie mengeluarkan semburan ledakan kabut es kearahku.

Aku melempar batu yang kupegang dari sana Force milikku meledak dan membuat setengah tempat ini terbakar api.

Aku mengumpulkan api ditengah dengan Force milikku, membuat pusaran api yang menahan kabut es itu.

"Lanjutan dari Ignis ya. Infernus boleh juga"(Valerie) Kabut es berhenti keluar berkat Api milikku tempat ini kembali menghangat.

Aku menarik semua Force itu kedalam tubuhku. Yang untungnya tidak ada tanaman yang terbakar.

"Kalau begitu kita lanjutkan. Kasta og eyðileggja allt fyrir framan mig. Ventus hastam"(Valerie)

5 rune kembali muncul dan saling terhubung kali ini elemen angin. Aku cuma bisa melawannya dengan angin juga.

"Ventum" Angin keluar dari rune bersamaan dengan serbuk merah yang keluar menahan serangan angin itu.

Yang terlihat hanya serbuk merah yang berterbangan menahan angin itu tapi aku merasa unggul dalam serangan ini.

Ledakan terjadi kali ini keramik ditanah meledak dan berterbangan kesegala arah meski begitu serangan kami masih saling beradu

"Kenapa bisa? Sihirku?!"(Valerie) Rune ditangan Valerie meledak menerbangkan kursi dan meja yang didudukinya

Untung saja dia baik-baik saja. Tapi mukanya terlihat cukup marah apalagi gaun miliknya robek sana sini.

Jantungku hampir berhenti saat melihat ledakan tadi.

"Kamu!!! Kalau begitu ini yang terakhir. Brenndu, eyðileggðu allt fyrir framan mig. Ignis Fluctus"(Valerie)

Kali ini rune nya tersebar kekanan, kiri dan atas Valerie. Gari terhubung dan gelombang api setinggi tempat ini keluar dari sana.

Serius sudah, dia ingin membunuhku terpaksa aku mengunakan yang ini

"Mare"

Aku melempar batu dari sana keluar air merah yang sangat banyak. Aku langsung mengeluarkan Force dan membentuk air itu jadi dinding air yang tebal. Uap keluar dari sana menutupi seluruh tempat ini seperti kabut tebal.

Setelah beberapa menit tidak ada api yang terasa. Aku langsung menarik semua Force milikku. Hanya saja masih tersisa beberapa yang sekarang berubah jadi aliran air kecil.

**TO BE COUNTINUE...***

1
John walter
minal Aidzin wal fa Idzin ya
maaf kalo ada tulisan atau tanggapan yang menyinggung hati. Sejujurnya aku juga gak tahu apa itu ada 😅
kanm
selamat idul fitri thor
Diancie
gasabar pengen lihat kelanjutan nya
Justadreamer
Halo guys~ siapa tau ada yang berminat baca karya ku Once Again, bercerita tentang kesempatan kedua dengan tema pedang dan sihir. Mohon bimbingan kalian apabila ada kesalahan dalam penulisan nya, silahkan tinggalkan saran di komentar yaa. Makasi guys~
Justadreamer
Halo guys~ siapa tau ada yang berminat untuk baca karya ku Once Again, bercerita tentang kesempatan kedua dengan tema pedang dan sihir. Minta bimbingan dari kalian dalam penulisaan nya jika ada yang kurang ataupun salah, makasi guys~
Bagus Prakoso
apakah badai itu tidak bisa dimaanfaatkan za, mungkin saja menyimpan mana agar bisa digunakan untuk hal lain gitu
John walter: Bisa cuma berbahaya. Tunggu lanjutannya aja ya
total 1 replies
Sutono jijien 1976 Sugeng
lumayan menarik
Sutono jijien 1976 Sugeng
👍👍👍
Neko Master
titik koma nya di perhatikan ya thor, biar penulisannya jadi lebih rapih dan mudah di pahami.

semangat terus~
arfan
up
malest
baguss
malest
bagus
malest
baguss
malest
bagus
Jantung Taman
Meskipun alurnya simple, tapi aku suka banget dan bisa bikin penasaran
theseafiles
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh😘
kisses and martini
Tuh kan, baru juga baca udah bikin kangen aja nih cerita~
girlganggoodies
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author~
saltsanddanmoothies
Jujur aja, niatnya mampir buat baca sekilas.. eh kok malah bablas haha aku tunggu crazy upnya thor!
DazzledSweetie
Semangat menulis untuk karyanya yang luar biasa kak, sukses selalu😊💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!