NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tertidur Dalam Gua

Pengantin Yang Tertidur Dalam Gua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Rani

...Neng..neng..neng...glungg..
Suara alunan gamelan tembang girap kebo giro pengiring pengantin menggema di dalam gua gelap ini.
Tubuh Satya semakin gemetar ketakutan tatkala mendengarnya.
"Si...siapa yang sedang menikah di dalam gua seram ini?", gumamnya sembari memegang ponsel sebagai penerang gua ini.
Ia semakin masuk ke dalam gua yang tak berujung, hingga tiba-tiba kakinya tanpa sengaja menyandung sebuah kaki manusia yang tergeletak bersama badannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumbal Pertama.

Perjanjiannya dengan eyang, membuat Keysa tak bisa tidur. Ia gugup dan merasa bersalah. Ia takut, dengan memberikan tumbal berarti ia akan membunuh nyawa seseorang.

Ia takut. Takut tertangkap polisi nantinya. Takut juga dengan hal-hal buruk yang akan menimpanya.

Namun, semua rasa takut itu berhasil ia tepis dengan gelora rasa cintanya yang amat besar.

"Gue harus tega! Satya harus jadi milik gue selamanya!", tegas Keysa sendirian.

Kini, Keysa kebingungan untuk mencari siapakah gadis perawan yang akan ia berikan.

Gadis itu terus melamun di kamarnya. Tiba-tiba sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunannya.

"Permisi, mbak Keysa, ini susunya", tukas seorang pelayan.

Keysa membukakan pintu.

Tampak seorang gadis desa lugu berkepang dua membawakan nampan padanya. Gadis yang memiliki gigi sedikit maju itu tersenyum ramah.

"Dimana bibik? kenapa kamu yang menggantikan?", tanya Keysa cuek.

"Ibu saya lagi sakit mbak, jadi saya yang menggantikan", ujar gadis itu mengangguk.

Painah, adalah nama dari gadis itu. Seorang anak dari pembantu Keysa yang bertahun-tahun bekerja dengannya.

Gadis itu adalah perawan tua. Parasnya yang sedikit buruk membuat para pemuda enggan menikahinya.

"Dimana mama sama papa? kok gak kelihatan dari tadi?", tanya Keysa.

"Anu.. tuan sama nyonya katanya keluar kota, lusa baru pulang ", tukas Painah.

Keysa menyeringai, ia memandang tubuh Painah dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kemudian ia menggeret tangan Painah untuk ikut masuk ke dalam kamarnya.

Painah terduduk di atas kasur empuk milik Keysa.

"Pai, kamu sudah punya pacar belum?", tanya Keysa.

Painah menggeleng.

"Belum mbak, mana ada cowok yang naksir sama saya?. Takut sama gigi saya kayaknya", ucap Painah tergelak.

Keysa menahan tawanya.

"Pai, nanti malam mau nggak ikut gue? kita jalan-jalan sekalian gue kenalin elo sama temen cowok gue. Dia juga jomblo sama kaya lo. Siapa tau kalian jodoh ", ujar Keysa berbohong.

Painah berbinar mendengar tuturan Keysa.

"Beneran mbak? gak malu ngajak saya? asyikkk!!! saya mau mbak", ujar Painah sambil mengguncang-guncang tangan Keysa.

Keysa menyeringai merencanakan hal yang akan ia lakukan bersama eyang nanti malam.

...****************...

Sementara itu, Kencana masih memikirkan kejadian yang menimpanya semalam. Ia merasa cemas dan takut.

Kencana berniat ingin membagikan kisahnya dengan Satya.

Tok..tok..tok..

"Mas Satya".

Panggil Kencana dari luar kamar Satya. Satya keluar kamar dan mendapati Kencana dengan kondisi cemas dan memainkan jari tangannya.

"Kenapa Kencana?", tanya Satya heran.

"Apa kita bisa bicara sebentar mas?", tanya Kencana.

Satya mengangguk. Ia mengajak Kencana di taman bunga samping rumah.

Kencana menceritakan semua kejadian yang menimpanya semalam. Dari mulai ia di beri petunjuk oleh hantu wanita berbaju merah, terus keanehan di kamar eyang lalu ia di kejar makhluk tinggi besar dan berakhir ia pingsan di dekat dapur namun anehnya ia telah kembali ke kamarnya lagi.

"Apa kamu yakin itu nyata?", tanya Satya sembari mencerna perkataan Kencana.

"Aku yakin, mas", lirih Kencana.

Satya mengambil napas kasar.

"Kencana, itu seperti semacam ilmu hitam, tapi keluarga kami tidak ada yang seperti itu".

"Kalau kamu memang merasa nyata, baiklah, nanti malam kita datangi kamar eyang, kita coba cari kebenarannya", ujar Satya mantap.

Selama ini, keluarganya memang tidak pernah mempercayai hal-hal mistis yang berkaitan dengan ilmu hitam.

"Tapi mas, eyang?"

"Tidak! Semalam ini, eyang akan tidur di rumah lamanya. Katanya ia rindu dengan rumah lamanya. Kita akan aman", ujar Satya meyakinkan Kencana.

Kencana mengangguk setuju.

"Sepertinya kamu terlalu banyak pikiran, Kencana. Rencananya, besok aku akan mengajakmu untuk jalan-jalan, melepas penat. Apakah kamu mau?", tanya Satya.

"Apa Mas Satya tidak sekolah?", tanya Kencana.

Satya menggeleng. Besok ia libur. Tanggal merah.

Kencana menyetujui ajakan Satya. Ia tersenyum karena Satya mau membantunya sejauh ini.

"Aku berhutang budi padamu, mas", lirih Kencana dalam hati.

Tanpa mereka ketahui, sepasang mata yang sudah keriput itu tengah mengintipnya. Eyang telah mendengar semua percakapan Kencana dengan cucunya tersebut. Ia menyeringai, ia akan membuat sebuah rencana dan kebohongan besar.

"Rupanya, kamu meminta tolong dengan cucuku, Kencana sayang. Benar kata Keysa, Satya menyukaimu!, itu tidak boleh terjadi karena kamu milikku!".

"Baiklah, silahkan geledah kamarku dan kalian akan menemukan kebenaran yang semu, hahahahaha",

"Tidak ada yang bisa mengalahkan Wisnu Sutrisna", ujar eyang dalam hati.

Rencana demi rencana licik tengah ia susun demi ambisinya yang telah terpupuk berpuluh-puluh tahun.

...****************...

Malam ini, Keysa tengah mengajak Painah ke mall. Ia berniat membelikan Painah barang-barang bagus kesukaannya.

Painah merasa senang dengan kebaikan hati majikannya itu. Ia tak henti berterima kasih kepadanya. Padahal sebenarnya, ada maksud tersendiri di balik kebaikan hati Keysa.

"Ini sudah malam sekali, mbak Keysa. Apa kita tidak pulang?", tanya Painah.

"Ishh..Painah.. katanya mau ketemu jodoh, ini kita mau otw ke rumah calon jodoh kamu", goda Keysa.

Painah pun menurut, Keysa melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah lama eyang.

Mobil Keysa berhenti tepat di depan rumah megah bercat putih itu. Keysa segera turun di barengi dengan Painah yang terbengong takjub.

" Walah mbak. Apa ini rumah calon jodohku?", tanya Painah dengan mata berbinar.

"Iya, sudah diam saja ayo kita masuk", titah Keysa.

Mereka memasuki rumah mewah itu dan langsung di sambut baik oleh eyang dan kedua bodyguarnya yang kakar.

"Selamat datang, Keysa", ujar eyang sambil merentangkan tangannya.

Keysa tersenyum dan masuk ke dalam rumah. Bau asap kemenyan tercium di seluruh indra penciumannya.

Sementara Painah terkesima. Ia seperti tidak mencium bau apapun.

Mereka berbincang sebentar. Sang purnama telah tinggi dan bulat.

Bau busuk dan bau khas singkong bakar memenuhi ruangan tersebut.

Tiba-tiba, sesosok hitam legam tinggi besar memasuki ruangan tersebut. Matanya menyorot merah dengan liur yang menetes dari tiap-tiap taringnya. Keysa merasa terkejut dan menutup mulutnya. Lalu sosok itu sekejab berubah menjadi pemuda yang tampan serta menawan.

Ia berjalan dengan gagah menuju ruang tamu. Bau melati menguar dari tubuhnya.

Seketika, Painah terbelalak dan takjub. Matanya tak berhenti memandang pemuda tampan itu dengan senyuman mengembang.

Sementara Keysa hanya gemetaran dan berkeringat di ujung sofa.

Pemuda itu tampak berkenalan dengan Painah. Terlihat sorot wajah Painah yang berbinar. Sepertinya ia tengah jatuh cinta pada pemuda jadi-jadian itu.

Eyang mengedipkan mata kepada Keysa. Ia mengkode Keysa untuk meninggalkan ruang tamu itu.

Keysa menurut dan meninggalkan Painah bersama pemuda itu berdua di ruang tamu.

Ruang tamu di kunci dari luar oleh eyang.

"Sebentar lagi, dalam hitungan ke tujuh", ujar eyang dari balik pintu.

Eyang menghitung mundur dari angka tujuh ke angka satu. Sementara itu, Keysa kian pucat dan panik. Ia gemetaran.

Duarrrr!!!

Arrgghhhh....

Tiba-tiba, terdengar suara letusan yang besar dan dahsyat di susul oleh teriakan seorang wanita dari dalam ruang tamu itu. Keysa penasaran dan ingin mengintipnya dari jendela, namun eyang mencegahnya.

Lambat laun suara teriakan itu kian hilang dan akhirnya lenyap. Hanya tersisa bau busuk bercampur melati serta bau gosong yang menyengat.

Eyang baru mengajak Keysa bersama dua bodyguardnya untuk masuk.

Keysa melotot dan menutup mulutnya. Ia tampak syok.

Seonggok tubuh yang telah gosong dan kaku tengah terbaring lemah di lantai. Baunya sungguh membuat perut terasa mual.

Painah, gadis desa perawan tua yang lugu telah menemui ajalnya dengan tidak wajar, menjadi tumbal pertama di purnama pertama.

1
Elli Sahrida
othor...ko lama up nya😢
Elli Sahrida
up lagi thor
Elli Sahrida
semangat ya thor
Elli Sahrida
Cinta...rumit ya...semangat othor💪😁
Bulan Rainbow
maaf ya teman-teman up malam, soalnya siangnya kerjaa. selamat membaca
Bulan Rainbow
Siapp....di tunggu kelanjutannya kakak🥰🥰🥰
AzizaH
lanjuttttttt
Bulan Rainbow: siapp di tunggu lanjutanya kakak🥰🥰🥰
total 1 replies
Cheonma
semangat updatenya thorrr....
Bulan Rainbow: siapp kak makasihh banget dah mampirr😍
total 1 replies
لواء الحمد
smoga sukses
Bulan Rainbow: terimakasih kakak, selamat mangikuti ceritanya🥰😇
total 1 replies
لواء الحمد
calon novel pavorit
Bulan Rainbow: terimakasihh😇
total 1 replies
Bulan Rainbow
selamat membaca, jangan lupa kasih like dan komen ya, semoga bisa membantu penulis menjadi lebih baik lagi😇
Bulan Rainbow
selamat membaca!
Bulan Rainbow
selamat membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!