Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Perubahan Vena Spiritual dan Kedatangan Pasukan Emas
Begitu cairan kosmik dari Pecahan Jantung Dunia menyatu dengan bumi di bawah Aula Utama, seluruh Gunung Bintang Jatuh bergetar dengan ritme yang menyerupai detak jantung raksasa.
Deg... Deg...
Lin Xuan yang berdiri di tengah aula dapat merasakan perubahan instan pada lingkungan sektenya. Udara yang sebelumnya dipenuhi oleh kabut energi spiritual yang pekat kini mulai memancarkan bintik-bintik cahaya keemasan. Ini bukan lagi sekadar energi spiritual biasa, melainkan energi yang mengandung jejak Hukum Asal-Usul Dunia!
[Ding! Proses penanaman Pecahan Jantung Dunia berhasil!]
[Vena Spiritual Kelas Surga telah bermutasi menjadi Vena Spiritual Akar Dunia (World Root Spiritual Vein)!]
[Efek 1: Pertahanan pasif Gunung Bintang Jatuh meningkat ke tingkat Semi-Dewa. Setiap serangan dari kultivator di bawah Alam Transformasi Dewa tidak akan bisa menggoyahkan satu pun batu di gunung ini.]
[Efek 2: Kecepatan pemahaman Dao (Hukum Alam) bagi setiap murid yang berkultivasi di dalam wilayah sekte meningkat sebesar 500%.]
[Efek 3: Tuan Rumah secara otomatis menyerap jejak asal-usul dunia, memperkuat fondasi Jiwa Baru Lahir hingga batas ekstrem.]
Merasakan energi kosmik mengalir masuk ke Dantian-nya, Lin Xuan memejamkan mata. Bayi spiritual di dalam tubuhnya—yang merupakan manifestasi dari Jiwa Baru Lahir-nya—kini membuka mata kecilnya, memancarkan sinar emas yang seolah bisa melihat tembus ke masa lalu dan masa depan.
Kekuatannya di Puncak Jiwa Baru Lahir kini begitu padat hingga ia yakin, jika ia melangkah keluar dari wilayah amannya sekarang, ia bisa membantai ahli di tingkat yang sama hanya dengan satu hembusan napas.
"Benda ini benar-benar luar biasa," gumam Lin Xuan puas. Namun, ia tidak menyadari bahwa integrasi artefak ini telah menyalakan suar penanda bagi kekuatan terbesar di Benua Langit Surgawi.
Di dalam Paviliun Kitab Suci Surgawi.
Ye Chen dan Su Yue'er melangkah masuk ke dalam pagoda berlantai tujuh itu dengan rasa penasaran yang besar. Namun, pemandangan di dalam langsung membuat mereka membeku.
Bagian dalam paviliun ini tidak terlihat seperti perpustakaan biasa dengan rak-rak kayu yang membosankan. Alih-alih, ruangan ini menyerupai lautan bintang tanpa batas. Jutaan gulungan batu giok dan perkamen kuno melayang-layang di udara layaknya meteor yang mengorbit di angkasa.
"Ruang dimensi terlipat..." Su Yue'er bergumam, mata birunya memantulkan cahaya bintang-bintang kecil tersebut. "Bahkan perpustakaan kekaisaran di Alam Atas tidak semegah ini."
Mendengar gumaman adik seperguruannya, Ye Chen hanya bisa menelan ludah. Ia mulai menyebarkan indera spiritualnya ke arah gulungan-gulungan yang melayang, mencoba mencari teknik elemen api.
Tiba-tiba, sebuah gulungan berwarna merah darah melesat ke arahnya dan berhenti tepat di depan wajahnya. Gulungan itu memancarkan hawa panas yang setara dengan lautan magma.
Ye Chen membuka gulungan itu. Judulnya tertulis dalam aksara api yang menyala: [Seni Pedang Pelebur Bintang - Kelas Bumi Tingkat Puncak].
"Teknik pedang yang mampu menyerap panas dari inti bintang mati untuk diubah menjadi pedang Qi?!" Mata Ye Chen berbinar fanatik. "Ini sangat cocok untuk digabungkan dengan Fisik Api Surgawi dan Seni Api Penyucian Sembilan Matahari milikku!"
Di sudut lain ruangan, Su Yue'er menggunakan energi esnya untuk menarik sebuah lempengan giok biru yang memancarkan aura kuno. Sebagai reinkarnasi Kaisar Es, standarnya sangat tinggi. Ia meragukan ada teknik di dunia fana ini yang bisa melampaui teknik aslinya di kehidupan lalu.
Namun, saat indera spiritualnya membaca isi giok biru itu, wajah mungilnya berubah pucat pasi. Tangannya yang menahan giok itu gemetar hebat.
[Sutra Reinkarnasi Es Kosmik - Kelas Surga Tingkat Menengah]
"K-Kelas Surga?! Di dunia fana?!" Su Yue'er memekik tertahan. Di Benua Langit Surgawi, teknik Kelas Bumi adalah harta karun nasional. Teknik Kelas Surga adalah legenda yang tidak pernah terbukti keberadaannya!
Dan yang membuat Su Yue'er semakin ketakutan adalah isi dari teknik tersebut. Teknik ini tidak hanya memanipulasi es dari air, tetapi membekukan waktu dan ruang itu sendiri! Dibandingkan dengan teknik ini, ilmu Kaisar Es Sembilan Surga yang ia banggakan di kehidupan lalunya terasa seperti permainan anak-anak membuat manusia salju.
Gadis kecil berambut perak itu menunduk menatap lantai paviliun, rasa hormat dan teror yang tak terhingga kembali menyelimuti hatinya.
"Guru... eksistensi puncak macam apa Anda sebenarnya? Mengeluarkan teknik Kelas Surga dan meletakkannya di paviliun seolah itu kubis murah di pasar... Jika rahasia ini bocor, bahkan para Dewa dari Alam Atas akan turun untuk merampok gunung ini!"
Tanpa membuang waktu sedetik pun, baik Su Yue'er maupun Ye Chen langsung duduk bersila di tempat mereka, tenggelam dalam pencerahan Dao yang dibawa oleh teknik baru mereka, dipercepat oleh efek Vena Spiritual Akar Dunia yang baru saja terbentuk.
Tiga hari kemudian. Langit Perbatasan Timur, Benua Langit Surgawi.
Kedamaian di wilayah timur, tempat Kota Angin Hitam dan Gunung Bintang Jatuh berada, tiba-tiba dirobek oleh suara gemuruh yang memekakkan telinga.
Awan-awan di langit terbelah secara paksa. Sepuluh kapal perang raksasa berwarna emas murni meluncur dengan kecepatan mengerikan. Lambung kapal-kapal ini dihiasi dengan lambang matahari dan naga—panji resmi dari Kekaisaran Suci, penguasa mutlak Benua Langit Surgawi.
Di atas kapal utama yang paling besar, tiga sosok pria bertubuh kekar berdiri tegak dalam balutan zirah emas yang bersinar. Mereka adalah Tiga Jenderal Emas Kekaisaran Suci: Jenderal Langit, Jenderal Bumi, dan Jenderal Manusia. Ketiganya memancarkan aura Puncak Jiwa Baru Lahir!
Di belakang mereka, seratus ribu prajurit dari Pasukan Penghancur Surga berdiri dalam formasi tempur, memancarkan niat membunuh yang menyatu menjadi awan darah tebal di atas armada tersebut.
"Menurut Kompas Tulang Naga milik Yang Mulia Kaisar, sumber fluktuasi Pecahan Jantung Dunia berasal dari wilayah kumuh ini," ucap Jenderal Langit, suaranya berat dan penuh kesombongan.
Jenderal Bumi memandang ke daratan di bawah mereka dengan jijik. "Wilayah timur adalah tempat berkumpulnya semut-semut sekte tingkat rendah. Sekte Peringkat 7 adalah yang tertinggi di sini. Bagaimana mungkin benda ilahi seperti Pecahan Jantung Dunia bisa berada di sini?"
"Tidak peduli siapa yang memegangnya, perintah Yang Mulia sangat jelas," sahut Jenderal Manusia sambil mencabut pedang raksasanya yang memancarkan kilat. "Temukan gunung yang memancarkan energi purba, bantai setiap makhluk hidup di radius sepuluh ribu mil, dan bawa kembali pecahan itu. Kita tidak akan meninggalkan satu pun saksi mata."
Armada emas itu terus melaju ke arah timur. Kehadiran mereka yang tak ditutupi membuat sekte-sekte kecil di daratan menjerit ketakutan. Banyak ketua sekte yang langsung menutup gerbang gunung mereka dan bersembunyi di ruang bawah tanah, berdoa agar dewa kematian berlapis emas itu tidak mampir ke tempat mereka.
Di pusat armada, kompas yang dipegang Jenderal Langit bergetar semakin hebat. Jarumnya terkunci mati ke satu arah.
Sebuah gunung yang puncaknya tertutup oleh badai energi spiritual yang sangat pekat.
"Itu dia!" seru Jenderal Langit, matanya memancarkan keserakahan. "Energi di gunung itu sangat tidak normal untuk wilayah kumuh ini. Arahkan meriam penghancur ke gunung itu! Kita akan meratakannya terlebih dahulu sebelum memungut pecahannya!"
Gunung Bintang Jatuh.
Lin Xuan sedang menyeruput teh teh daun roh di pelataran saat suara lolongan melengking tiba-tiba terdengar.
Xiao Hei, yang biasanya bermalas-malasan, kini berdiri tegak menatap ke arah langit barat. Bulu hitamnya berdiri tegak, dan api neraka mulai menyala di sela-sela giginya. Insting binatang iblisnya mendeteksi ancaman berskala masif yang sedang melaju ke arah wilayah teritorialnya.
Di saat yang bersamaan, sirene merah berkedip di pandangan Lin Xuan.
[🚨 PERINGATAN INVASI SKALA BENUA! 🚨]
[Tiga ahli Puncak Jiwa Baru Lahir dan Seratus Ribu Pasukan Penghancur Surga dari Kekaisaran Suci telah memasuki batas Wilayah Mutlak (Absolute Domain) radius 100 KM!]
[Niat mereka: Membantai seluruh makhluk hidup di Gunung Bintang Jatuh dan merampas Pecahan Jantung Dunia!]
[Misi Pertahanan Epik Diterbitkan: Dewa yang Murka!]
[Tugas: Hancurkan armada Kekaisaran Suci dan tunjukkan kepada benua ini siapa penguasa langit yang sesungguhnya!]
[Hadiah: 10.000 Poin Sekte, Undian Artefak Kosmik (1x), Kartu Pemanggilan Penatua Sekte.]
Lin Xuan perlahan meletakkan cangkir tehnya di atas meja batu giok. Hawa teh itu masih mengepul santai.
Ia menatap langit barat yang mulai diwarnai oleh cahaya keemasan dari armada Kekaisaran Suci. Bukannya panik, senyum yang sangat lebar perlahan terukir di wajah pemuda itu.
"Seratus ribu pasukan dan tiga ahli Puncak Jiwa Baru Lahir?" Lin Xuan terkekeh pelan. Ia bangkit berdiri dan meregangkan otot-ototnya. Jubah putihnya berkibar heroik.
"Sistem... mereka benar-benar tidak tahu bahwa mereka baru saja berbaris masuk ke dalam kandang harimau. Sepuluh ribu poin sekte? Ini bukan invasi... ini adalah pengiriman paket hadiah yang diantar langsung ke depan pintu rumahku."