NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta

Akhirnya Cinta

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:140.6k
Nilai: 5
Nama Author: violla

Demi menghindari rentenir kejam yang hampir melecehkannya, Raisa terpaksa meninggalkan kekasihnya Yudha dan memilih merantau ke Kota metropolitan.

Raisa mengikuti jejak temannya bekerja di kelab malam, tanpa diduga Raisa bertemu dengan seorang pengusaha muda angkuh dan berwatak dingin yaitu Dava. Pertemuan itu membawa mereka pada kontrak pernikahan.

Bagaimana rumah tangga Raisa dan Dava yang diawali tanpa ada cinta?
Pada siapa akhirnya cinta Raisa akan berlabuh? Dava atau Yudha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Yono

14

Mobil yang dikemudikan Dava sudah sampai di halaman rumah kontrakan yang ditempati Raisa.

"Jadi, ini tempat kamu sembunyi malam itu?" Dava memperhatikan rumah kecil yang ukuranya tidak lebih besar dari kamar pribadinya.

Raisa enggan menjawab, bahkan untuk menoleh pun ia merasa bera. Raisa membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil tanpa perduli dengan Dava yang masih menunggu jawabannya. Dava hanya diam di dalam mobil,

melihat Raisa yang berjalan tergesa sampai menghilang di balik pintu rumah.

"Tidak apa-apa kamu menghindar, setidaknya kamu sudah sangat membantu. Tidak sia-sia mengancam kalian." Dava bergumam, meskipun Raisa mengaku sudah punya kekasih tapi itu bukan masalah hingga ia tetap akan menikahi wanita itu.

Di dalam rumah.

Raisa merebahkan tubuhnya di atas kasur, tangannya menyentuh gelang yang melingkar cantik di pergelangan tangan yang lain. Bayangan Kakek dan Mama Dava masih terlihat begitu nyata, pancaran kebahagiaan yang mereka rasakan beberapa saat lalu masih bisa Raisa rasakan, rasanya ia menjadi tidak tega untuk menghancurkan harapan keluarga itu.

"Yudha ... maafkan aku, aku nggak bermaksud meninggalkan dan mengkhianati kamu. Aku tidak menginginkan pernikahan ini, aku juga nggak tau harus gimana."

Bening kristal mengalir di pipinya kala mengingat kekasihnya Yudha.

"Aku kangen kamu, tapi aku nggak mungkin pulang ke kampung lagi," lirih Raisa sembari menghapus air matanya,

Pintu terayun dari luar menarik perhatian Raisa. Giska masuk ke kamar dengan hanya memakai handuk di tubuhnya.

"Kamu baru pulang dari kelab malam?'

Raisa duduk di tepi tempat tidur. Giska tertarik pada gelang yang melingkari pergelangan tangan Raisa.

"Iya," jawab Giska singkat. "Gelang dari siapa ini?" Giska hampir tidak percaya Raisa punya gelang semahal ini, ia tahu betul ini bukanlah gelang sembarangan.

"Nggak mungkin," lirih Giska lagi. Ia tidak menyangka Raisa bisa mendapat pelanggan seroyal itu.

Raisa menunggu apa yang ingin diucapkan Giska berikutnya.

"Aku baru ingat siapa laki-laki itu, kalau nggak salah dia Dava pelanggan setia di kelab tempat kita bekerja, tapi kenapa dia bawa kamu pergi dari sana? Apa sebelumnya kalian udah saling kenal?"

Raisa tidak tahu harus menjawab apa, sebenarnya ia masih sedikit kesal karena Giska ia jadi berurusan dengan Dava. Raisa bahkan sempat curiga kalau Giska memang berencana membawanya kepada laki-laki hidung belang.

"Kenapa diam aja?" Giska terus mendesak Raisa. "Jangan-jangan kalian melakukan hubungan itu lalu dia membayarmu pakai gelang ini? Apa dia berhasil merenggut kesucianmu?"

"Jangan bicara sembarangan, aku bukan perempuan murahan, aku masih tahu batasan yang nggak boleh aku langgar seenaknya!" sentak Raisa.

" Terus dari mana gelang ini, satu malam kamu ikut sama dia. Yakin, kalian nggak ngamar!"

"Giska jaga bicaramu, aku bukan perempuan penggoda seperti kamu." Raisa spontan mengucapkannya.

Giska tersentak mendengarnya, meski ia memang perempuan seperti itu. Tapi hatinya sakit mendengar ucapan Raisa.

"Kau benar ... aku memang penggoda, aku udah terbiasa disentuh laki laki hidung belang, aku sudah biasa memuaskan nafsu mereka. Kamu nggak perlu berteman denganku karena aku bisa bawa pengaruh buruk untukmu!"

"Maaf, aku nggak bermaksud menyinggung kamu," ucap Raisa penuh sesal.

Giska hanya diam kemudian memilah lipatan baju yang tersusun rapi di lemari. " Aku yang harusnya minta maaf udah ngajak kamu bekerja di tempat itu. Aku udah lama merasakan hidup di dunia malam, semua orang memandang benci padaku, jangan sampai kamu juga terjerat terlalu dalam bersamaku di sana. Mulai malam ini kamu nggak perlu lagi temani aku kerja di kelab malam itu!"

Giska bicara tanpa melihat Raisa, ia sibuk berpakaian dan merias diri. Raisa semakin merasa bersalah dan tidak enak hati.

"Tapi, aku udah janji bantuin kamu sampai hutangmu lunas, nggak apa-apa aku ikut kamu aja, aku bisa jaga diri kok. Tapi, kamu harus tau kalau aku sama Dava nggak menghabiskan sati malam tidur bersama seperti yang kamu duga."

Di depan cermin pandangan mereka bertemu. Giska memoles lipstick di bibir kemudian berucap, "Ya, kamu harus bisa menjaga kesucianmu jangan seperti aku."

***

Menjelang sore, Raisa dan Giska berada di pasar tradisional untuk membeli berbagai bahan dapur yang memang sudah hampir habis. Giska lebih banyak membeli camilan dan makanan instan, sementara Raisa sudah menenteng kantung plastik berisik buah-buahan dan sayuran hijau.

Setelah dirasa cukup mereka memutuskan kembali ke kontrakan. Raisa dan Giska berjalan beriringan di bahu jalan bersama penguna jalan yang lain .

"Ada yang ketinggalan, gak?" tanya Dewi sembari menikmati ice cream yang tadi ia beli.

"Aku rasa ini udah cukup," jawab Raisa.

"Raisa, aku perhatiakan semenjak kamu di sini kamu belum menghubungi ibumu?"

"Sudah, tapi nggak bisa dihubungi."

"Kenapa?"

"Sebenarnya, ibuku pergi dan sampai sekarang aku belum tahu ibu ada di mana."

Brukkkkkkkkkkkk

Kantung belanja yang di pegang Raisa jatuh saat seseorang menabrak bahunya dari arah belakang. Buah jeruk berserak di kakinya, Raisa cepat berjongkok mengumpulkan barang bawaannya.

"Kalau jalan hati hati, Pak," ucap Giska kepada laki-laki separuh baya yang tadi menyenggol Raisa.

"Maaf, saya buru-buru karena ngejar waktu," jawabnya, ia menunjukkan selembar foto di tangannya.

Deg

Raisa tidak berani berdiri, sebab ia merasa seperti mengenali suara ini.

"Kebetulan saya cari keponakan saya. Ehm, ini dia barangkali kamu pernah melihatnya!"

Giska terkejut ketika menyadari kalau wanita di dalam foto itu adalah Raisa. Sementara Raisa mengendap-endap menghindar agar Yono tidak melihatnya.

"Apa kamu pernah lihat dia? Namanya Raisa ... dia lari dari rumah," terang Yono lagi.

"Oh, nggak ... aku nggak pernah lihat dia! " kilah Giska berbohong ia tidak tahu apa yang membuat Raisa pergi dan dicari-cari seperti sekarang, ia melihat Raisa sudah lari menjauhi pamannya ini.

"Begitu, ya. Nanti kalau kamu liat dia tolong hubungi paman di nomor ini." Yono memberikan secarik kertas bertuliskan deretan nomor handpone pribadi miliknya.

1
Retnomaulida
bagus
Nur Adam
smgt ujtk krya mu thior
Tri Sulistyowati
salam sehat juga buat othor
Tri Sulistyowati
suami kayak gitu koq dipiara. mbok diracun
Tri Sulistyowati
sabar Raisa.. nasibmu belum ditentukan
Andalucia Doellah
widih marathon alurnya..tp suka sih sm cerita yg gk bertele tele..sukses y thor
Maghfiroh Azza
karya yg bagus😘
Vina na oby
lanjut cerita Amora Thor,🤭
Dwi Trisna
taamaatt..mkch kak
Violla: macama kk
total 1 replies
Rini akbarini
apakah pertahanan Dava akan runtyh dan memutuskan punya anak dari Raisa kalo sampai yudha ingin merebut cinta Raisa kembali???
lanjut kakakakk...
💖💖💖💖
Nani kusmiati
lanjut.
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor...
Raisa beda loh mas Dava dr cewe2 yg lain 😁
Nani kusmiati
jangan diam saja Dava bela tuh istri kamu,yang sudah di hina,tetap semangat lanjut author 👍🏻👍🏻👍🏻
Nani kusmiati
lanjut.
Eri Sibur
lanjutkan nanggung thor
aku_aja
semangat kak♡
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Nani kusmiati
Hore akhirnya si yono di hajar oleh Dava, sekalian Dava bayar hutang Risa sama si rentenis tua itu, lanjut author 👍🏻👍🏻👍🏻
Rabiatul Addawiyah
Jujur sj Raisa.. terutama ttg hutang sm ibumu.
Dian Rahmawati
lanjut cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!