Wanita yang dulunya berumur tujuh belas tahun menemukan seorang anak kecil berumur empat tahun di bawah reruntuhan malam, tempat dimana sebuah bangunan besar menimpa separuh badan anak kecil tersebut.
Lalu anak tersebut dibawa pulang oleh Wanita dan diurus dengan kasih sayang yang tulus dan penuh cinta.
Tapi selama ini, ada satu hal yang tidak diketahui oleh anak kecil tersebut. Wanita yang menolongnya itu rela dijodohkan dengan pria yang berstatus menjadi Ketua Mafia. Karena apabila Sang Wanita menolak perjodohan yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu, maka Anak kecil yang ia tolong akan dibawa pergi jauh oleh Sang Ayah Wanita dan mereka diyakini tidak bisa bertemu walau itu juga berhubungan kontak telfon.
Bagaimana selanjutnya? Apakah Sang Wanita menerima atau menolak perjodohan? Dan seperti apa kehidupan kedepan sang wanita dan Anak kecil tersebut? Apa anak kecil tersebut akan dikirimkan keluar Negeri tanpa Sang Wanita?
Tunggu kelanjutannya pada Novel KEDUANYA MAFIA.
#Aletta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALETTA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdua
Keluar Akifah menyusuri gedung tersebut untuk menuju pintu utama masuk tadi, saat melewati beberapa anggota Black Tiger, Akifah memberhentikan jalannya dan melihat kearah pelatihan anggota.
Di sana Ia melihat Alfatha yang sedang memegang senjata, yang berupa senjata api atau pistol. Cukup satu kali tembakan dan peluru yang dilepaskan Alfatha tepat mengenai sasarannya, buah apel merah yang digerakkan ke kanan dan ke kiri oleh sebuah tali.
Sungguh, Akifah tidak pernah mengajarkan Alfatha menggunakan senjata api yang berupa pistol. Dan kini tepat dimata Akifah, Putranya menembak tepat sasaran pada buah apel merah.
Ketika tembakan itu lepas, beberapa anggota Black Tiger yang menyaksikan hal tersebut bertepuk tangan meriah sambil bersorak. Dan pada saat itu, mata Alfatha tertuju pada wanita cantik yang sedang menatapnya juga.
"Bunda" panggil Alfatha, yang membuat seluruh anggota Black tiger serentak mengalihkan pandangannya ke arah wanita cantik yang berdiri di seberang sana.
Ray, laki-laki yang tadi mengantar Akifah ke ruangan Tuan Darrel, juga melihat ke arah wanita tersebut, lalu dengan cepat Ia menundukkan sedikit badan dan kepalanya, tanda memberi hormat kepada Akifah. Serentak juga, seluruh anggota Black Tiger yang berada disitu menundukkan badan dan kepalanya terhadap Akifah. Karena melihat Ray tangan kanan kedua Black Tiger menundukkan kepalanya kepada wanita tersebut.
"Sayang, ayo kita pulang" ucap Akifah, ketika Alfatha sudah berdiri di depannya.
Untuk jawabannya, Alfatha hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian sang Bunda dan Anak itu berpegangan erat menautkan menjadi satu jari-jari mereka, dengan tangan kanan Alfatha yang ditautkan oleh tangan kiri Akifah. Mereka berjalan ke luar dari markas gedung Black Tiger.
Kini di dalam mobil sport hitam itu berisi Anak dan Bunda yang akan pulang (katanya).
Namun, bukannya ke arah jalan pulang Akifah membawa Alfatha, tetapi pergi ke salah satu Mall yang ada di Negara S.
Saat sampai, Alfatha membuka pembicaraan "Bunda, kita ke Mall? Mau apa kesini Bund?" tanya Alfatha.
"Kita akan bersenang-senang sayang, bermain time zone" balas Akifah pada Alfatha dengan menunjukkan senyuman manisnya.
Keluar mereka dari mobil, lalu masuk ke dalam Mall menuju lantai 3 tempat bermain. Macam-macam permainan tersedia, mulai dari time zone, Miniapolis, Kidzania, Little Boss Play & Eat, The Team Lab Future Park, PlayScape, WoWzonia, Fun world dan lain-lainnya.
Sungguh, Akifah benar-benar sudah melupakan kejadian tadi disaat Dia dengan sang Daddy berdebat. Saat ini Ia hanya tersenyum bahagia dan ceria, Alfatha tak kalah sama seperti Bundanya.
Setelah selesai, banyak hadiah yang dibawa pulang oleh Alfatha dan Akifah. Hadiah tersebut mereka peroleh dari permainan yang mereka mainkan tadi.
Di mansion, Tuan Darrel baru saja sampai jam delapan malam. Ia masuk dan disambut dengan mansion yang sunyi, tak kala Tuan Darrel melangkah masuk, Ia berpas-pasan sama salah satu maid yang ada di mansion.
"Selamat malam Tuan" sapa maid tersebut.
"Malam, apa Cucuku sudah makan malam?" tanya Tuan Darrel kepada maid tersebut.
"Maaf Tuan, Nona Akifah dan Tuan muda Alfatha belum kembali sedari tadi siang, ketika Nona Akifah meminta izin sama Nyonya untuk bertemu janji bersama Tuan" jawab maid tersebut.
"Baiklah, terimakasih" balas Tuan Darrel.
Setelah maid itu pergi, Tuan Darrel dengan segera berjalan menuju lantai atas untuk bertemu sang istri. Setelah sampai di kamar, dilihatnya tidak ada orang. Tetapi ada bunyi percikan air dari arah kamar mandi, yang Tuan Darrel yakini ada keberadaan Nyonya Yula di sana.
Benar saja, tak lama kemudian Nyonya Yula ke luar dari arah kamar mandi. Nyonya Yula yang melihat ada sang suami, dengan segera berjalan ke arahnya "Daddy, sejak kapan ada disini?" tanya Nyonya Yula, dengan gerakan menyalimi punggung tangan kanan Tuan Darrel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
......................
Thank you readers 🌹😉🤍 #Alettaßýæfïřà