My Wife Psycopat,Menceritakan seorang wanita culun yang di jodohkan dengan seorang Pria Casanova yang tampan dan juga kaya.
Robert Daimen Pattinson Pria Mateng yang berusia 35 tahun.Dia dikenal telah melajang seumur hidup nya.Namun,pada kenyataan nya Daimen menyimpan sebuah rahasia yang orang lain tidak tahu bahkan keluarga sendiri.Hobby nya memuaskan hasrat nya dengan wanita muda,ia juga pria yang kejam,habis manis sempah di buang.
Daimen adalah sapaan yang kerap di kenal banyak orang,Pria ini juga tergolong pria yang sukses di dunia bisnis,ia telah menduduki peringkat pertama selama bertahun-tahun di dunia bisnis nya.
Daimen juga CEO dari Company Daimen,Di nikah kan dengan gadis culun bernama Alice Victoria Cullen,Cucu orang terkaya nomer dua di Asia Timur tepatnya di Jepang .
Seorang Casanova menikah dengan seorang gadis Culun apa kata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.Lolos
Ceklek !
Domenico membuka pintu setelah sekian lama mengetuk tanpa ada jawaban,namun ia mendengar suara air di kamar mandi.
Daimen juga baru keluar dari kamar mandi,dan handuk kecil masih di kepalanya,Pria ini menatap ke arah Domenico yang berdiri di ambang pintu.
"Letakan diatas ranjang!"
"Baik Tuan!Loh ..?"
Domenico kaget yang melihat ranjang kosong.
"Kenapa ?"
Daimen yang masih mengeringkan rambut nya.
"Tuan,Nona Sandrina menghilang !"Domenico menoleh ke arah Daimen,Pria itu mendekat ke arah ranjang.
"Dimana Dia?bukannya tadi disini,dan Dia masih pingsan bagaimana Dia bisa pergi ?"
Daimen terlihat bingung,namun raut wajahnya yang kesal tidak dapat di sembunyikan Nya.
"Tuan,Aku akan mencari Nona Sandrina!seperti nya belum jauh dari sini !"
Daimen mengangguk nya,Domenico segera pergi meninggalkan Daimen di kamar.
"Kemana Dia pergi,kenapa Aku bisa dikibulin Wanita itu !"Geram Daimen melemparkan handuk kecil ke atas ranjang.
Daimen segera berpakaian rapi,lalu keluar kamar untuk menyusul Domenico.
"Apakah sudah ketemu?"
"Belum Tuan!"
Domenico menunduk di depan Daimen,Pria ini belum pernah gagal dari perintah Bos nya.
"Cari sampai ketemu!"
Ucapan terakhir yang Domenico dengar sebelum Daimen pergi meninggalkan Dia di Villa.
Di sepanjang jalan...
Sandrina yang telah menemukan taxi,segera meminta sopir taxi untuk mengantarnya ke apartemen.Sandrina takut jika Daimen lebih dulu sampai ke rumah Pattinson.
"Aahh!"
Sandrina memegang bahu nya yang masih sakit,ia merasakan nyeri yang luar biasa di sana.
"Nona apa anda terluka?"
"Tidak!"Jawab nya sesegera mungkin,Sandrina sengaja berbohong agar tidak menyebabkan sopir taxi curiga.
Blam !
Ia menutup kembali pintu taxi setelah turun.Sandrina segera pergi ke lantai ti-ga dimana apartemen nya berada.
"Aku harus segera berganti pakaian !"
Sandrina mencoba untuk mengambil semua keperluan nya.Wanita ini terlihat begitu terburu-buru berganti pakaian.
"Akhirnya selesai juga !"Gumam nya,lalu pergi keluar dari apartemen menuju tempat parkir.
Alice melaju mobil nya begitu kencang,ia melihat mobil Daimen berada didepan nya,Alice segera memelankan mobil,agar mereka tidak pas-pasan .
Di dalam mobil,beberapa kali Daimen memukul setir karena kesal.
Dugh ..! Dugh!
'Sial..!'
Umpat nya dalam hati,mengingat kejadian yang tadi.
"Kenapa susah sekali mendapatkan wanita itu,padahal Aku telah melakukan semua yang menarik perhatian perempuan,kenapa Dia berbeda !"Gumam Daimen,yang sedang menyetir.
"Tunggu ..!kenapa Aku begitu ingin mendapatkan wanita itu,jelas-jelas Dia telah menolak Ku!"
Dugh ! Dugh !
"Jangan bilang,karena sebelum nya ingin mendapatkan wanita itu,Aku telah jatuh cinta padanya,ha...ha...ha..mustahil ?"
Ucap Daimen,sembari tertawa mengingat diri nya yang jatuh cinta kepada Sandrina.
Baru saja mobilnya masuk dalam garasi,tak lama Alice juga memarkirkan mobil nya di depan halaman rumah Pattinson.
"Alice..?"
Gumam Daimen yang melihat istrinya baru turun dari mobil.
"Heeh !hampir 90 % penampilan nya berbeda dari Sandrina,jelas saja tidak ada ketertarikan kalau di dekat wanita ini!"
Sambung Daimen,Pria ini berjalan ke arah dimana Alice berdiri di depan mobil nya.
"Habis dari mana?"
Suara Daimen mengagetkan Alice,Wanita ini menoleh ke arah suaminya.
"Dari rumah kakek!"
Jawab Alice singkat,lalu segera pergi meninggalkan Daimen.
"Tunggu !"
Alice kembali menoleh.
"Kenapa jidat mu memerah ?"Tanya Daimen memicingkan matanya.
'Gawat,Aku telah menutupi sebisa mungkin tapi masih terlihat !'
Alice menatap Daimen,dengan ragu ia menjawab "Ini kan make up !"Jawab Alice segera pergi meninggalkan Daimen.
"Tuan Muda!"
Pak Mario yang baru saja keluar menghampiri Daimen.
"Ada apa ?dimana Kakek?"
"Tuan Besar telah tidur,Tuan Besar menitip ini kepada Anda!"
Pak Mario memberikan sebuah map merah kepada Daimen.
"Apa ?"
Mata Daimen membelalak melihat isi map tersebut,ia menatap ke arah Pak Mario yang menundukkan kepala nya.
"Kapan surat ini di buat ?"
"Satu hari sebelum Tuan Besar mengesahkan status Nona Alice!"
Daimen segera masuk ke dalam rumah,namun ia masih mengingatkan isi surat tersebut.
'Kakek sejak awal telah merencanakan ini,ia takut Aku menceraikan Alice,sehingga menabrak syarat lain ke dalam surat ini untuk menjadi seorang CEO company !'
Ceklek !
Alice duduk di tepi ranjang,ia baru siap mandi,seperti biasa mengenakan baju tidur nya yang tebal,karena ia tidak mau Daimen dapat melihat bekas pukulan yang dialami oleh Sandrina.
Brak !
Daimen melemparkan map ke pada Alice,Wanita ini menaikan satu alis nya,menatap ke arah Daimen.
"Apa ini ?"
Alice terlihat begitu santai.
"Punya mata kenapa tidak di buka dan baca sendiri !"Ujar Daimen berlalu ke kamar mandi.
'Haah,Anak!'
Alice tersenyum kecut ke arah kertas yang bertulisan tinga hitam tersebut,ia memandang lekat kearah benda yang di tangan nya.
Ceklek !
"Kenapa syarat nya bertambah sa-tu?"
Alice menatap kearah Daimen yang baru saja selesai mandi,tatapan nya terpana,tubuh berotot dan six pack Daimen mampu membuat Alice terpaku.
"Itu bukan keinginan Ku,Kakek yang meminta nya,Aku mah ogah punya Anak darimu !"
Jawab Daimen ketus,Alice yang mendengar nya hanya bisa tersenyum kecut.
"Heeh!Aku juga lebih baik memiliki melahirkan anak anj ing,dari pada memilih untuk melahirkan anak Mu!"
Jawaban Alice sungguh mengejutkan Daimen,Pria ini berjalan ke arah Alice,menghampiri wanita yang berstatus istri nya.
"Apa katamu?"
Kini tubuh Daimen berdiri tepat di depan Alice,Wanita ini mendongakkan kepala nya menatap kearah Daimen.
"Memang benar kan?Kamu tidak sudi Aku melahirkan AnakMu,jadi Aku pun juga tidak sudi jika harus melahirkan anak untuk Mu!"
"Jika Kamu ingin memperjuangkan posisi CEO,lahiran sendiri saja anak untuk Kakek!"
Sambung Alice lagi,Daimen yang mendengar nya segera mengerutkan dahi nya.
"Kamu bercanda?"
Alice tidak menjawab pertanyaan Daimen,Wanita ini segera menaik keatas ranjang,dan membaringkan tubuhnya.
"Dasar ba bi !"Cemoh Daimen yang melihat Alice sudah tidur,dan menutupi tubuhnya.Alice marah mendengar ucapan Daimen,namun wanita ini memilih untuk tidak merespon nya,apalagi tubuhnya saat ini sedang sakit.
Daimen segera berjalan ke arah sofa panjang,dan duduk di tepi nya,Daimen masih menatap kearah Alice yang tidur membelakangi dirinya.
"Huuh!"
Daimen menghela panjang nafasnya,lalu menaikan ke dua kaki nya ke atas sofa,Pria ini berbaring,lalu meletakan ke dua tangannya di bawah kepala.
Daimen menatap langit-langit kamar,sembari memejamkan matanya untuk tidur.Sebelum ia terlelap ia lebih dulu melirik ke arah ranjang,menatap Wanita yang berstatus istri nya.
Daimen segera memalingkan wajahnya,ia memilih untuk melupakan syarat dari Kakek nya itu.
lanjut lagi thor
di judul Damian perjaka tua.
ko tau2 udh pnya istri yg hamil plus udh ada anak yg gede.