NovelToon NovelToon
Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Status: tamat
Genre:Fantasi / System / Isekai / Mengubah Takdir / Pemain Terhebat / Kehidupan alternatif / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anugrah Esa Maulana

Antaresta Mage, merupakan seorang manusia yang tidak sengaja terpanggil oleh sistem dunia yang menyatu dengan gerbang reruntuhan dari entitas penghancur yang telah di segel oleh para dewa dewi terdahulu dan keluar dengan selamat bersama sebuah titel penghancur sistem yang di wariskan.

Meskipun sudah hampir 58 tahun waktu alam langit berlalu, dirinya yang seharusnya dianggap sebagai pahlawan justru di anggap iblis penghancur bagi para pendahulu

Dengan beberapa petunjuk baru yang dirinya temukan, serta bertambahnya anggota baru dalam ruang lingkup kehidupannya, dia mulai membuat sebuah rencana besar demi menemukan kebenaran sejati dalam dunia kejam penuh misteri dengan gayanya sendiri

Dapatkah Antaresta menemukan apa yang dicarinya?

Takdir yang seperti apa yang telah di prediksi oleh dewa-dewi kepada Antaresta?

Yuk simak kisah lengkapnya dalam seri ke 3 dari Armageddon Maker ini!

+ Untuk kisah perjalanan awal dari MC, kalian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Esa Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal dari sesuatu

Dalam ruangan yang sama, baik Yola, Ellen, Willa dan Willna terus berdebat mengenai kebenaran dari ingatan yang ada dalam crystal of memorial dan hal lain yang berkaitan dengan misteri dari sosok yang mereka yakinin sebagai sosok terkuat sekaligus sosok yang mereka panggil sebagi tuan maupun tuan berlengan satu.

" Entah kalian ingin menganggap kami berdua sudah mengalami gangguan kejiwaan seperti Sci atau apa... Namun kami ingat betul bahwa berapa jam sebelum Sci mulai menginvasi kota itu, sebuah bayangan mengenai seorang pria tanpa lengan dan sosok menyerupai dewi alam tengah mengajari kami mengenai cara membuat sebuah hidangan di sebuah pondok kayu yang bobrok..." ucap Willa untuk meyakinkan Yola dan Ellen bahwa sosok itu memang pernah hidup bersama mereka di masa lampau

" dan bukan hanya itu... Jika kalian berdua ingat mengenai tragedi kabut merah, kalian pasti ingat mengenai sebuah bayangan hitam yang muncul dan menyerap habis seluruh energi mana dalam diri dan hanya menyisakan Azela dan Azeral yang saat itu masih berusia muda?" lanjut Willna menambahkan

Yola dan Ellen hanya terdiam sembari mencoba mengingat kejadian yang keduanya maksudkan

" Meskipun secara samar, aku melihat seorang pria dalam wujud bayangan hitam yang memangku tubuh dari Ka Lia yang penuh luka sebelum akhirnya tubuh dari Ka Lia menghilang bersama dengan kampak merah yang hancur dan membinasakan seluruh ras manusia di pulau ini dan sosok pria itu hampir serupa dengan sosok yang tersembunyi di balik lukisan dari Ka Lia yang ada di ruangan milik Sci" Tambah Willa sembari menunjukkan bukti nyatanya dengan mengalirkan energi mana yang dia miliki pada lukisan yang serupa di ruangan itu

* Scriinggsssss.... * sebuah aura hitam kemerahan mulai menampakkan sebuah ujung kampak besar berwarna merah darah dengan beberapa rune hitam yang nampak seperti dua pasang mata yang menatap tajam penuh dengan kekejaman

" Khandara...." ucap Bibi Lili ketika melihat tongkat yang dirinya pegang mulai memperlihatkan sebuah kampak merah besar dengan mata rune yang menakutkan

Bersama dengan energi yang terus berkumpul dan membentuk sebuah kampak, Azela yang melihat bayangan kampak itu teringat sebuah senjata besar yang selalu Sci gunakan untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghancur negri dari ras manusia

" Bukankah dia sangat mirip dengan kampak yang digunakan oleh anak bodoh itu?" ucapnya sembari menempelkan sisi samping dari kepala kampak itu seakan dirinya sangat merindukan wujud asli dari kampak khandara

* Spyarss.... * Beberapa saat setelah Bibi Lili melakukan beberapa gerakan dasar seperti bertahan dan menyerang dengan kampak itu, ujung dari kampak yang dipenuhi oleh aura itu hancur dan kembali menampakkan sebuah tongkat besi hitam yang patah

" Hm~ yah... sepertinya kepingan terakhir masih di perlukan untuk kesempurnaannya kembali... " gumamnya lirih sembari melemparkan tongkat besi itu ke kuali besar yang berisi lelehan besi

" Apa yang bibi katakan? bukankah serpihan terakhir itu adalah kristal ini? " ucap Azela yang merasa bingung

" Tidak, sayangku... Serpihan kristal itu memanglah serpihan terakhir dari kristal memori yang sengaja aku sembunyikan di balik lukisan itu sebagi pengingat atas dirinya... namun yang aku maksudkan kepingan terakhir pada kampak ini adalah aliran energi hitam darinya... " Jelas Bibi Lili setelah merangkul tubuh dari Azela yang tertutup oleh aura hitam

* glups * Azela kembali merasa ketakutan ketika dirinya tidak menyangka bahwa kepingan terakhir yang dimaksudkan oleh bibinya aliran darah dari seseorang

" Untuk kalih ini aku akan memaafkan kalian. Namun sebagai ganti dari kesalahan kalian yang melanggar larangan dariku, aku akan mengambil hal yang pernah aku berikan itu kembali... " ucap sosok misterius yang mendekatkan tubuhnya sembari memegang bagian tubuh yang dimaksudkan

" Apa?!! Kenapa?!!! Kenapa aku tidak bisa bergerak?!!! " ucap sosok Ellen yang saat itu masih berusia muda

Dengan sebuah latar berupa goa yang gelap dengan beberapa batuan hitam yang nampak meleleh, Ellen kembali melihat beberapa anggota partynya yang kini telah tiada

" Graa!!!!!!! " dalam kesunyian di ruangan yang disebut sebagai perpustakaan libera, Ellen tiba tiba berteriak bersamaan dengan lengannya yang mulai bercahaya

" Eraaa!!!! " teriak Yola di waktu yang hampir bersamaan dengan teriakan dari Ellen dan sebuah cahaya yang serupa pun ikut muncul di bagian dadanya

Melihat situasi yang tidak biasa tiba-tiba terjadi, kedua saudari ras kelinci itu mencoba melakukan sesuatu untuk menghentikan hal itu namun pada akhirnya mereka gagal dan sosok misterius yang dimaksudkan pun benar-benar muncul sesaat sebelum kesadaran dari keduanya menghilang

" Tolong di perhatikan ya!! Wila, Willna!! ... Flora akan mengajari kalian bagaimana caranya menggunakan sihir ini dengan baik... " ucap sosok yang menyerupai dewi sembari memperlihatkan sihirnya

* Gbralsssss slas slas sals sals slupts * sesaat setelah sihir dirapalkan, beberapa akar berduri keluar dari tanah dan beberapa pohon pun ikut bergerak seakan ingin menjadi bagian dari sesuatu yang diciptakan dari beberapa akar berduri yang mulai menyatu

" Gra!!!!! " raungan dari seekor monster dalam wujud chimaira yang menunjukkan wujud naga hijau dengan beberapa bagian tubuh yang masih menampakkan beberapa bagian dari akar tumbuhan dan kayu pohon yang belum menyatu dengan sempurna

* staps... staps... staps... dhpts * sosok naga hijau mulai berjalan perlahan mendekati ketiganya sebelum akhirnya menundukkan kepala dan tubuhnya sebagai penghormatan untuk sosok yang telah memanggilnya

" Lihatlah lihat.... bukankah dia cantik... " ucap sosok Flora sembari mengusap kepala dari naga hijau itu di hadapan Willa dan Willna

" Jika dilihat secara seksama dan menyesuaikan perubahan yang ada, mungkin kamu adalah Willa yang kini telah menginjak usia dewasa dan yang disana itu mungkin kakak atau adikmu.... " ucap sosok misterius yang mengusap kepala dari Willa sembari melihat beberapa demi human lain yang terkapar dengan kondisi yang sama

" Untuk kalih ini aku akan merahasiakan mengenai kematian dari kedua orang tuaku di menara Devagri karena aku tidak ingin bibi tahu bahwa mereka harus tewas di tangan ras manusia yang seharusnya sosok itu adalah anak dari sosok wanita yang pernah menyelamatkan kami... " ucapnya dalam hati

" Oh, iya. Jika kamu sudah menemukan sosok yang aku sebutkan tadi, setidaknya mampirlah ke sebuah goa dekat perbukitan yang dipenuhi oleh tumbuhan pemangsa yang seharusnya lokasinya berada di bagian barat benteng itu" tambahnya setelah melihat peta kusam yang disinari oleh cahaya dari api milik Azel

" dan jika dimungkinkan kamu juga bisa mengajak Azel yang satunya untuk menemanimu ke tempat yang aku maksudkan. Namun tetaplah ingat bahwa kamu dan dia tidak boleh menyebutkan suatu alasan yang berkaitan dengan permintaan ku ini kepada si bedebah " lanjutnya sembari memberikan sebuah peta dan rune berwarna putih kehijauan

Dalam perjalanannya kembali ke permukaan, dirinya sempat merasa bersalah pada Bibi Lili karena dirinya tidak mengatakan sesuatu mengenai kekalahan besar dari pihak para demi beberapa tahun terakhir akibat ulah dari sosok yang dipanggil sebagai bedebah

1
LilCutie
jangan gantung Thorr Cepetan Up ya Thorr Semangat
Haidar Jamil
p
Rinie Rahayu
semangat kak💪💪 sukses terus untuk karyanya
Rinie Rahayu
aku mampir lagi ya kak...
CupcakeHugs
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 咀汨昨汨
Rinie Rahayu
baca dikit dikit dulu ya
girlganggoodies
Permisi thor izin bertanya.. kapan kiranya ceritanya bisa lanjut? Saya sudah menunggu.. tapi akan terus saya tunggu hingga ribuan purnama huhu
Rinie Rahayu
bagus ceritanya kak
Rinie Rahayu
maaf kak.. ini seharusnya "Sa—saya minta maaf apa yang telah terjadi sebelumnya"
bukan " Sa—saya minat maaf"
Garang Anggriawan
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor潮潮
vanillaatack
Mantap ceritanya thor総 Like&5 検 mendarat untukmu... Semangat terus潮
Bisikan Luar Biasa
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
girlganggoodies
Ealah tanggung jawab thor! Aku jadi lupa waktu gini grgr baca ceritanya
BeijingBand
lanjut thor ceritanya semakin seru dan meneganng kan heheh semangat thor
SizzlingTeapot
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
Anugerah Esa Maulana: Terimakasih untuk pujiannya readers 😆 Dengan adanya support kalian, Thor pasti bakar semangat untuk terus update bab-bab selanjutnya 😁
total 1 replies
LiveChic
Kak author! Meskipun alurnya simple tapi ngena banget!
Anugerah Esa Maulana: Wah... terima kasih atas pujiannya 😆 author disini pun ikut senang membaca Komentarnya. hehe...
Virtual hug deh pokoknya 😁
total 1 replies
Labuh Ardianto
Thor semangat!!! Aku cuma bisa kasih semangat dan do'a. Author tetap yang ngetik dan cari ide ya hehehe. Aku menunggumu :*
Anugerah Esa Maulana: terima kasih atas dukungan semangatnya... meskipun dengan hal yang readers sebutkan tadi pun Thor jadi kok... hehehe...
Sekali lagi terima kasih atas dukungannya dan jangan lupa untuk like dan tambahkan ke favorit ya... 👋
total 1 replies
indigosparkle
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
Anugerah Esa Maulana: Wah... Terima kasih untuk kesetiaannya readers. Author pun akan berusaha untuk terus lanjut ni karya 😁
nantikan terus update-an babnya dan jangan lupa tambahkan favorit serta like-nya ya...
Terima kasih 🙏🙏
total 1 replies
Tinta Emas
Mommy Sashi mampir lagi kak
Tinta Emas
tinggalkan jejak dulu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!