NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Peluang Sisi Jalan

​"Jadi, mulai hari ini, tidak ada lagi nama Annaline di rumah ini," ujar Marry seraya menata cangkir teh di atas meja kayu dengan ekspresi serius. "Akan terlalu berbahaya jika keluarga Virelle mengendus nama itu di Solmara."

​Paul yang sedang membersihkan sisa gergaji kayu di sudut ruangan mengangguk menyetujui. "Benar. Untuk menyempurnakan penyamaran kita di distrik ini, bagaimana jika mulai sekarang kita mengaku sebagai satu keluarga juga? Apakah Nona ... akan keberatan jika menjadi anak kandung kami?"

​Anna tertegun sejenak mendengarnya, lalu senyum tulus mengembang di wajah cantiknya. Ia melangkah mendekat dan menggenggam tangan kedua pelayan setianya itu. "Aku sama sekali tidak keberatan. Mulai detik ini, aku akan memanggil kalian Ayah ... Ibu."

​Mata Marry seketika berkaca-kaca mendengar ketulusan gadis itu, sementara Paul terbatuk kecil menyembunyikan rasa harunya yang membuncah.

"Terima kasih, Nak," sambut Marry.

​"Lalu, apa ada nama baru untuk aku?"

Marry mengetuk dagunya, berpikir keras. "Bagaimana kalau menggunakan nama Anna saja? Dan untuk nama belakangnya ... bagaimana kalau Rose?"

​"Anna Rose," gumam Anna, merasakan nama itu mengalir dengan sangat pas. "Aku menyukainya, Bibi ... maaf, Ibu."

Suara gelak tawa langsung memenuhi ruangan sederhana itu.

"Nah, Paman ... tidak, tidak, maksudku, Ayah Paul, ayo kita berangkat! Katanya hari ini mau menemaniku ke pusat kota?"

​"Tentu saja, Nona Anna, maaf ... Anna," ralat Paul cepat dengan cengiran yang membuat Anna dan Marry terkekeh geli.

​Pusat kota Solmara di siang hari jauh lebih megah daripada yang Anna bayangkan. Bangunan-bangunan monolitik berbatu putih berdiri kokoh di sepanjang jalan utama, diselingi lampu-lampu kristal sihir yang menggantung indah. Kerumunan orang dari berbagai ras, termasuk kaum Elf dan drow berlalu-lalang dengan pakaian yang modis dan rapi. Semua hidup berdampingan dengan baik dan rukun.

​Namun, sepasang mata storm silver Anna tidak fokus pada kemegahan itu. Instingnya justru menangkap sekelompok orang berpangkat rendah dan pelayan yang menatap lesu ke arah jendela kaca sebuah butik mewah.

​"Ayah, coba lihat mereka," bisik Anna, menarik pelan lengan baju Paul. "Mengapa mereka hanya melihat dari luar?"

​Paul melirik butik yang ditunjuk Anna. "Itu butik milik Guild Borjuis, Anna. Di Solmara, semua bisnis pakaian bagus dikuasi oleh mereka dan tidak mengizinkan ada lapak pakaian lain bahkan di pinggir jalan. Semuanya harus dijual di dalam toko besar dengan pajak tinggi, hal itu membuat harganya juga ikut melambung tinggi."

​"Kau tau, harga selembar saputangan sutra di balok jendela itu bahkan setara dengan gaji setengah bulan seorang buruh," lanjut Paul, matanya menyipit tajam.

"Wow ... Bukankan ini ide bisnis yang bagus ayah?"

"Maksudmu, Nak?"

​Anna tersenyum misterius di balik tudungnya. Sebuah ide bisnis brilian mendadak melintas di kepalanya. "Ayah, bagaimana kalau aku membuat saputangan katun dan menyulamnya dengan motif mawar kecil di salah satu sudutnya sebagai ciri khasku. Dan setiap lembar nantinya akan memiliki kombinasi warna benang, jenis kain, dan hiasan renda yang berbeda! Tidak akan ada satu pun saputangan yang kembar di dunia ini. Eksklusif, tapi harganya ramah kantong."

​Paul tertegun melihat binar ambisi di mata gadis itu. "Itu ide yang luar biasa, Nak. Nanti kita bisa buka di hari Minggu saat bazar di buka. Ayo kita beli beberapa meter kain katun polos dan jarum jahit sekarang!"

​GEMURUH!

​Belum sempat mereka melangkah, suara derap kaki kuda yang serempak dan berat mendadak mengguncang jalanan batu. Suasana pasar yang tadinya riuh langsung senyap seketika. Para warga bergegas mundur ke tepi trotoar, memberikan jalan dengan tatapan penuh hormat sekaligus takut menunduk dalam.

​"Pasukan ksatria elite kaisar," bisik Paul, mendadak menarik tubuh Anna ke barisan paling belakang tubuhnya.

​Dari arah gerbang utama pusat kota, sebarisan ksatria berbaju zirah perak berkilau bergerak maju dengan formasi baris yang rapi setelah selesai latihan militer di perbatasan. Sesosok pria memimpin dengan aura dominasi berada paling depan barisan, menunggangi seekor kuda jantan hitam besar yang tampak gagah.

​Pria itu mengenakan seragam perwira tinggi militer berwarna hitam-emas. Rambut gelapnya yang agak berantakan tertiup angin, dan rahangnya yang tegas tampak mengatup rapat. Dia adalah Aethan Cassian Solaris. Sang pemimpin tertinggi militer kekaisaran yang memancarkan pesona berbahaya yang membuat siapa pun enggan menatap matanya terlalu lama.

​Anna terpaku di tempatnya berdiridan jantungnya berdegup lebih cepat bukan karena takut, melainkan karena terintimidasi oleh ketampanan dan keangkuhan pria yang menunggangi kuda hitam itu.

​Saat kuda jantan itu melintasi trotoar tempat Anna berada, angin sore berembus agak kencang, menyibak sedikit tudung jubah wol yang Anna kenakan. Di saat yang bersamaan, sepasang netra storm silver milik Aethan yang tajam seperti elang menyapu kerumunan warga.

​Deg.

​Selama sekian detik yang terasa lambat, tatapan sedingin es milik Aethan beradu langsung dengan mata perak milik Anna.

​Aethan mengerutkan keningnya samar dan langkah kudanya sempat melambat setengah ketukan. Perwira tinggi itu merasakan sebuah riakan mana murni yang sangat halus dan asing bergetar dari arah gadis bertudung tersebut. Namun, sebelum Aethan sempat menoleh lebih jauh, barisan pasukannya terus bergerak maju, membawanya lenyap di belokan jalan menuju barak.

​Anna mengembuskan napas yang sempat ia tahan, memegang dadanya yang bergemuruh aneh. "Siapa ... pria menunggang kuda bagian depan tadi, Ayah?"

​Paul menatap arah hilangnya pasukan dengan pandangan rumit. "Aethan Cassian Solaris, dia adalah sosok paling berbahaya di Aethelgard. Jangan pernah mencari perkara atau menarik perhatian pria itu, Nak."

***

​Malam harinya, di dalam kamar lantai dua rumah tua mereka yang tenang, Anna mencoba mengusir bayangan mata dingin perwira tadi dari pikirannya. Ia menyalakan lampu minyak, lalu menggelar kain katun putih baru yang dibelinya di pasar bersama paul tadi.

​Untuk memberikan sentuhan premium, Anna sengaja mengambil sisa gulungan benang sutra merah anggur yang ia temukan di dalam peti warisan Sang Nenek dan Buyutnya.

​Jemari Anna bergerak dengan sangat lihai memulai menyulam pola mawar mini pertamanya di pojok kain, memadukannya dengan renda tipis yang manis di sepanjang tepian saputangan. Hasilnya sangat luar biasa estetis.

​Namun, saat sulaman itu baru selesai setengah, Anna merasakan ujung-ujung jarinya mendadak memanas. Benang sutra kuno warisan itu tiba-tiba mengencang, seolah mulai menyerap energi alami (mana) dari dalam tubuh Anna. Tekanan energi yang mendadak bangkit itu membuat alat jahitnya menegang hebat.

​KRETEK!

​Suara patahan tajam terdengar di keheningan kamar. Jarum jahit pasaran yang dipegang Anna mendadak patah menjadi dua karena tidak mampu menahan gelombang energi magis tersebut. Patahan tajamnya tergelincir, menggores ujung jari telunjuk Anna.

​"Ah!" Anna terpekik kecil.

​Setetes darah segar berwarna merah pekat keluar dari jarinya, menetes tepat di atas pola sulaman mawar di kain katun tersebut. Detik berikutnya, darah itu terserap habis, dan kain di genggamannya mendadak memancarkan pendaran cahaya perak redup yang aneh.

1
Anne Soraya
lanjut
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 HANSEN (HiAtus SEmeNtara)
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
Mutiara
bab satunya seru. kasian banget analin y. jahat keluarganya
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Iya ya, Kak 🥲 baca terus bab seru lainnya ya 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!