"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka
"Ketiduran pak" jawab Mentari asal
"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik
Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
"Tenang pa, anak teman ibu ini cantik dan Arka pasti suka" ibu dewi meyakinkan pak Rahmat
Setelah mereka membahas Arka putra mereka satu-satunya kemudian tidur.
Sedangkan Arka, ia ingin tidur lantaran capek dari Singapura ditambah ke rumah sahabatnya dengan harapan akan bertemu Mentari disana, akan tetapi jauh dari rencananya ia tidak bertemu bahkan untuk melihatnya saja tidak.
Arka mencoba menutup mata namun tidak bisa, ia kepikiran dengan proposal mentari ada sama asistennya Brian. Arka langsung mengirim pesan kepada Asisten Brian
✉️ "Cek kan proposal Mentari apakah saya sudah periksa atau belum" pesan Arka
Asisten Brian yang baru selesai mandi karena baru sampai apartemennya dan seharian diluar membuat badannya gerah dan mengharuskan dia mandi, mendapat pesan dari bosnya itu dengan cepat memeriksa dan membalas pesan bosnya itu
✉️."Belum pak" balas Brian
Arka mendapat balasan dari Brian, melihat jam sudah pukul 11 malam meminta file proposal mentari tapi mungkin Mentari sudah tidur. Arka menimbang-nimbang dan dia memutuskan untuk tidur nanti besok pagi baru minta file proposalnya.
Sedangkan mentari dirumahnya mengendap-endapkan kakinya menuju meja makan, ia ingat masakan bundanya begitu enak yang membuat perutnya bunyi
"Sabar ya perut, tidak lama lagi kamu merasakan makanan enak yaitu masakan bunda" lirih mentari sambil menyendok nasi,
Mentari sampai dimeja makan dengan nasi di piringnya lalu membuka tudung saji diatas meja yang sudah tidak sabar untuk mencicipinya
"Lah, kok ikan tinggal ekornya" protes Mentari melihat ikan saos dalam piring tinggal sepotong, ia menuju dapur dengan harapan ada sisa lauk yang lain.
"Habis juga" ucap Mentari seorang diri didapur. Ia kembali dimeja makan dengan sisa ikan yang tinggal sepotong,
Mentari sudah selesai makan lalu kembali dikamarnya untuk tidur persiapan olahraga pagi
...*****💛💛💛*****...
Kicauan burung merupakan irama alam yang merdu. Nyanyian alam ini menandakan sudah pagi tanda makhluk bumi akan kembali beraktivitas setelah malam tempat mereka istrahat.
Mentari yang baru bangkit dari tempat tidur langsung kekamar mandi cuci muka dan siap untuk olahraga pagi, ia meraih ponselnya lalu ia keluar rumah.
Ibu Anita yang mau ke dapur melihat Mentari lewat
"Gak ke kampus?"
"Gak bun, belum ada info dari pembimbing.. mentari olahraga dulu.. assalamualaikum" pamit Mentari
Ibu Anita memasak untuk sarapan pagi sedangkan mentari olahraga dan Aldi siap-siap untuk ke kantor
"Bun.. mentari mana?" Tanya Aldi
"Olahraga tu diluar" ibu Anita tunjuk mentari yang lagi pemanasan di halaman rumah
"Gak ke kampus?" Tanya Aldi sambil sarapan
"Tidak.. katanya belum ada informasi dari pembimbingnya" jawab Ibu anita sambil pulang balik mengambil bahan masakannya dalam kulkas.
"Ohh, kalau gitu aku ke kantor dulu ya Bun" pamit Aldi setelah selesai minum dan cium tangan ibunya itu
Aldi kekantor melewati Mentari yang lagi pemanasan di halaman rumah mereka
"Piiip" bunyi klakson mobil Aldi melewati Mentari
"Iya, silahkan lewat tuan" ucap Mentari dengan menundukkan badan tanda hormat lalu ia pergi masuk dalam rumah
Mentari lupa kalau dia baru pemanasan, masuk dalam rumah sambil mengibaskan tangan diarea wajahnya karena panas.
Aldi melihat punggung adiknya itu masuk dalam rumah hanya geleng kepala
"kapan dewasanya dek?" lirih Aldi
Mobil Aldi terus bergulir menuju kantornya, sampai kantor ia langsung memberitahu sekretarisnya ingin melihat laporan keuangan bulan lalu
"Tolong bawakan laporan keuangan sekarang" ucap Aldi lewat telepon kantor lalu ia tutup
Tidak lama sekretarisnya datang dengan berkas yanga Aldi minta setelah divisi bagian keuangan memberikan berkas itu ke sekertaris.
Disisi lain, mentari lagi sarapan setelah ia olahraga. Ia makan begitu lahap sampai nasi goreng satu piring ia nambah lagi.
Ibu Anita melihat putrinya makan begitu banyak ia merasa senang
"Olahraga lagi besok yaa, supaya nafsu makanmu bertambah" ucap ibu Anita keoada putrinya itu
Mentari menjawab dengan nasi goreng yang tersisa sedikit dalam mulutnya "tadi baru pemanasan bun"
Ibu Anita mendengar ucapan mentari hanya senyum
Mentari sudah selesai makan "bun, mentari ke kamar dulu yaa, mau mandi habis itu kita ke mall.. mau kan bun?" Tanya mentari kepada ibunya yang diangguki oleh ibu anita membuat mentari menghampiri ibunya lalu ia peluk
"Terimakasih Bunda" ucap mentari tulus
"Iya, sama-sama.. sana mandi bau kecoak" ujar Bunda Anita dengan bercanda yang membuat Mentari melepas pelukannya lalu ia lari kekamar
Mentari lagi mandi, Rionaldo menelfon ponsel mentari sebanyak 10 panggilan tak terjawab.
"Mentari kemana ya?" Ucap Rionaldo seorang diri di fakultas, "ditelfon gak angkat.. eskrim ini mungkin sudah cair" sambung Rionaldo melihat es krimnya yang sudah mengeluarkan air dibalik kantong plastik, air dari eskrim itu sudah menetes dan jatuh dilantai
Rionaldo mencoba kirim pesan ke mentari
✉️"angkat, marah sama aku ya?"
Mentari yang sudah segar dan santai depan kaca riasnya sambil mengeringkan rambutnya pakai handuk. Ia kepikiran belum membuka ponselnya pagi ini, ia mengambil ponselnya diatas meja samping tempat tidurnya lalu ia aktifkan. Notifikasi masuk dari Pak Arka dan Rionaldo. Mentari memutuskan untuk membuka pesan dari Rionaldo karena kalau membuka pesan dari Arka pasti memikirkan bahasa yang pas untuk balas pesannya
Mentari membaca pesan Rionaldo itu "marah kenapa?" Lirih mentari lalu ia menelfon Rionaldo
📞"Assalamualaikum Ri, aku gak marah tadi lagi dikamar mandi" ucap mentari diseberang telepon
📞"Wa'alaikumussalam, Alhamdulillah kalau tidak marah.. aku bawa eskrim nih, kamu datang jam berapa dikampus?" Tanya Rionaldo
📞"Gak ke kampus Ri, aku dikasih libur sama pak Arka" jawab mentari dengan candaan ditelfon itu.
📞"Percuma dong aku bela-belain bawakan eskrim di fakultas ternyata kamu dirumah" ujar Rionaldo ditelfon itu
📞"Maaf ya.. Ri aku balas dulu pesan dari pak Arka yaa.. sebenarnya aku deg degkan kalau pak Arka kirim pesan" ucap Mentari lagi sambil membuka pesan dari pak Arka tanpa mematikan sambungan telefon mereka berdua.
Mentari yang membaca pesan dari Arka membulatkan matanya kaget. Mentari membalas pesan pak Arka dengan cepat
✉️ "Maaf pak, ponsel saya baru aktif.. saya akan mengirimnya segera.. terima kasih pak" balas mentari kepada pak Arka lalu ia lanjutkan telfon dengan Rionaldo
📞"Maaf ya Ri, sudah dulu ya.. aku mau cari file proposal ku untuk pak Arka. assalamualaikum" pamit Mentari kepada Rionaldo yang menyisakan bingung dan penasaran
"Kenapa pak Arka minta proposal mentari, oohhh mungkin supaya cepat dan mentari gak perlu lagi repot memprint.. bagus juga pak Arka" batin Rionaldo lalu ia pulang ke apartemennya
Hari ini Rionaldo datang hanya untuk membawakan Mentari eskrim tetapi mentari tidak datang terpaksa ia bawa pulang eskrimnya di apartemen. Rionaldo tidak suka eskrim rasa vanilla, namun sayang kalau eskrim tersebut hanya didiamkan dalam kulkas. Rionaldo mencoba eskrim tersebut, awalnya ia tidak suka namun ia paksa lama kelamaan ia malah ketagihan.
"Enak juga" batin Rionaldo sambil duduk santai bersandar disofa apartemennya
Rionaldo lagi santai menikmati eskrim yang sudah menghabiskan satu kotak. Rionaldo membeli dua kotak jadi satunya ia simpan dalam kulkas untuk persiapan sebentar malam.
Dengan mengusap perutnya lantaran kenyang makan eskrim. ia menelfon Mentari hanya untuk mengganggunya disiang hari dengan eskrim yang ia makan, apalagi ditambah dengan panasnya matahari diluar sana semakin mendukung kalau makan eskrim.
Rionaldo mencoba menelfon Mentari, tanpa menunggu lama telfonnya langsung dijawab oleh mentari
📞"Kenapa?" Tanya mentari sambil menunggu pesan dari Arka tentang proposalnya
📞"Cuek amat" ujar Rionaldo lagi
📞"Biarin, urusan aku" jawab mentari pura-pura cuek
📞"Kamu kenapa? Di PHP-in pak Arka lagi?" Tanya Rionaldo lagi
📞"Bisa gak, kalau bertanya satu-satu?" Tanya mentari lagi
Rionaldo menghela napas dan mengeluarkannya dengan pelan
📞"kamu kenapa?"
Mentari hanya mengulum senyum mendengar suara Rionaldo yang begitu lembut
📞"Gak.. aku lagi tunggu pesan dari pak Arka nih.. Alhamdulillah ya Allah ada pesan dari pak Arka" ucap mentari bahagia yang masih bisa didengar oleh Rionaldo diseberang telfon
📞"Pak Arka sudah periksa proposal kamu?" Tanya Rionaldo
📞 "Yaahhh.. malah disuruh ke kantornya lagi siang ini Ri" ucap mentari dengan nada patah semangat
📞"Aku antar" Rionaldo menawarkan diri
📞"Terimakasih ya Ri, kak Aldi yang antar kebetulan kak Aldi pulang makan siang dirumah" tolak Mentari
📞"Sama-sama.. sudah dulu kalau gitu.. assalamualaikum" ucap Rionaldo mematikan sambungan telepon setelah Mentari menjawab salamnya
Rionaldo menelfon Mentari untuk membuatnya ngiler dengan eskrim yang dia makan tetapi malah dapat penolakan sebelum melakukan rencananya.
Rionaldo sengaja menawarkan diri mengantar mentari sebagai awal pendekatannya kepada keluarga mentari walaupun itu baru tahap awal, namun lagi-lagi peluang itu ditutup langsung oleh Mentari yang membuat Rionaldo harus lebih bersabar lagi.
Tidak terasa waktu sudah siang, jam makan siang sudah tiba, Aldi kembali dirumah untuk makan siang. Makan siang Aldi terasa begitu cepat menurut mentari. Mentari masih memakai kerudungnya, style yang ia gunakan anak kantoran sehingga membuatnya terlihat dewasa dan anggun.
Tok tok tok..
"Dek, sudah selesai belum?" Tanya Aldi dibalik pintu Mentari
"Sudah kak" jawab Mentari sembari mengambil totebagnya yang ia ambil di gantung tas dilalu membuka pintu
Aldi yang sudah menunggu adiknya dipintu kamar itu melihat cara berpakaian ala anak kantoran hanya tidak memakai jas namun menggantinya dengan outer simpel namun elegan dan didukung dengan jilbabnya yang senada diulurkan sampai menutup dada sehingga terlihat anggun dan sopan tentu syar'i juga.
Aldi hanya menyunggingkan senyum melihat adiknya yang merubah cara berpakaian
"Sudah siap nikah ya?" Tanya Aldi lalu ia pergi meninggalkan
Mentari yang masih bingung dengan pertanyaan kakaknya "Kakak apa-apaan sih, baru berpakaian simpel kayak gini sudah ditanya nikah.. Bilang aja iri..hmm" ujar mentari seorang diri melihat kakaknya yang meninggalkannya.. "eehhh kak tunggu aku" sambungnya sambil ia lari kecil melewati bundanya
Ibu Anita pun tidak kalah kaget melihat penampilan putrinya itu. Anita mengikuti kedua anaknya itu sampai mobil Aldi
"Cepat" panggil Aldi sengaja
"Iya kak, buru-buru amat sih" kesal kepada kakaknya itu, tadi ia sudah ditinggalkan dan sekarang malah dikasih buru-buru
Ibu Anita yang mengikuti kedua anaknya itu langsung memanggil keduanya
"Aldi dan Mentari"
"Iya Bun" jawab mereka bersamaan lalu mentari menoleh "cocok gak bun?" Sambungnya dengan pertanyaan sambil bergaya didepan bundanya itu
"Iya cantik tapi harus sopan ya" wejangan untuk seorang ibu kepada putrinya "aldi, jaga adik kamu ya" sambungnya amanah untuk seorang laki-laki
"Iya Bunda ku sayang" ucap Mentari lalu memeluk ibunya itu dan mencium pipinya sebelum masuk dalam mobil
"Kalian hati-hati ya.. bawa mobil jangan ngebut"
"Iya bun" jawab Aldi.. "bunda jangan lupa sore ini kita ke Mall" sambung Mentari mengingatkan ibunya
"Iya, kalian jalan nanti terlambat" ucap ibu Anita
"Itu jiwa bawahan, kalau aku jadi bos suka-suka aku mau datang terlambat atau cepat itu urusan saya" ucap mentari dengan nada sombong yang membuat Aldi menoleh dan mendiamkan adiknya itu
"Nanti aku suruh papa masukkan kamu dikantor.. Bunda pamit, assalamualaikum" ucap Aldi pamit lalu ia menjalankan mobilnya.
Aldi keluar dari halaman rumah dengan Mentari yang masih tidak mau kalah dengan kakaknya namun tidak mau juga kerja dikantor karena ia pikir pasti capek tapi kalimat itu tidak mungkin ia lontarkan kepada kakaknya. Ia mencoba cara untuk tetap menjawab ucapan kakaknya itu
"Jangan kak.. aku mau jadi istri yang baik tempatnya dirumah"
"Hahahaha.. aamiin, tapi kalau tidak kerja mau makan apa.. hidup ini kejam dek" ujar aldi lagi kepada adiknya itu sambil menjalankan mobilnya menuju alamat yang diberikan oleh adiknya itu
"Iya juga.. tapi aku mau cari suami yang kaya raya saja, tapi jangan berpikir ya kak kalau aku matre. namanya juga perempuan harus memikirkan masa depan anak-anaknya" tutur Mentari
"Benar juga, jadi wanita jangan dibutakan dengan cinta.. demi cinta rela melakukan apa saja tidak berpikir bagaimana kedepannya.. tapi perempuan jangan memandang laki-laki dari materi saja, lihat apakah dia menghargaimu dan keluarga atau tidak.. itu paling penting" ucap Aldi kepada adiknya lagi itu.. "perusahaan Holding Purnawan" sambungnya
"Mungkin, sesuai alamat kan kak?" Tanya Mentari
Meskipun mentari sudah pernah datang di perusahaan ini namun tidak memperhatikan nama perusahaannya.
"Bukan kamu pernah datang dek?" Tanya Aldi
Aldi kembali bertanya kepada adiknya ini untuk meyakinkan diri karena perusahaan ini adalah perusahaan terbesar dan terkenal dan CEOnya adalah temannya sendiri yaitu Arka atau Arka Mahardika Purnawan
"Pernah tapi gak perhatikan nama perusahaannya" ujar Mentari lagi
Mentari bingung mau bertanya kepada Arka tapi takut kalau tidak bertanya juga dipastikan batal bimbingan. seperti pepatah mengatakan malu bertanya sesat dijalan, seperti itulah Mentari saat ini.
"Dek tanya dosenmu dong" suruh Aldi kepada adiknya itu
"Sudah disini kok kak, kalau tadi kakak antar aku sesuai alamat" jawab Mentari meyakinkan diri, "aku turun dulu ya kak mau bimbingan" pamit Mentari lalu ia turun dari mobil kakaknya
"Iya" jawab Aldi lalu dia memutar kembali mobilnya menuju kantor.
Mentari yang masuk dalam gedung itu menuju resepsionis dan bertanya "ruangan pak Arka disebelah mana?" Tanya Mentari
Resepsionis itu melihat mentari dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu ia menjawab
"Sudah buat janji?" Tanyanya dengan sedikit cuek kepada mentari
...**SEMOGA SUKA ❤️...
...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...
.......
.......
...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...
...👇...
...KOMENTAR, LIKE DAN VOTE...
...TERIMA KASIH 🙏**...