Menceritakan kisah seorang gadis berumur 15 tahun yang di usir dari keluarga yang telah membesarkan nya sejak kecil. Ia pergi ke negara lain dan berjuang sendiri melawan kejamnya dunia demi melanjutkan kehidupan nya. Dan berakhir membawa nya ke dunia mafia yang sangat kejam dan menuntut nya untuk terus kuat
Ia berusaha mencari orang tua kandung nya, susah payah ia lakukan demi menemukan kedua orang tua kandung nya. Sampai akhirnya ia menemukan mereka, tapi sayang ia harus menerima rasa sakit terlebih dahulu dari mereka
Kisah cinta gadis tersebut? banyak yang menginginkan gadis itu untuk di jadikan pasangan mereka. Tapi sepertinya hati nya masih tertutup untuk menerima seorang lelaki dalam hidup nya. Namun seorang lelaki misterius telah mengecap nya sebagai 'GADIS KU'
Bagaimana kisah nya?
Jawaban nya ada, jika membaca cerit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ~Beach Breeze~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat Duduk Favorit
"Loh kok ke kantin?" tanya Alice.
"Karna gue laper" jawab Queen.
"Ouwh... gue juga laper sih. Oke bentar gue tau makanan apa yang enak disini, biar gue aja yang pesen" Alice menawarkan diri untuk memesankan makanan.
Tak membutuhkan waktu lama, Alice kembali dengan membawa nampan berisikan dua piring pasta dan dua gelas ice lychee tea.
"Aduh Queen, pindah yuk, jangan duduk disitu" ucap Alice saat mendapati Queen duduk di kursi paling pojok tempat Bara dkk biasanya duduk. Mereka tidak suka jika ada orang lain yang menempati bangku mereka itu.
"Kenapa emang? gue dah terlanjur pw, males pindah" ucap Queen.
"Aduh gimana yak?! ini tu bangkunya Bara dkk. Nanti kalo duduk di sini kita bakal kena masalah sama mereka" ~Alice.
"Udah duduk aja, nanti gue yang urus" ~Queen.
"Tapi..." ~Alice.
"Kalo gak mau ya udah" ~Queen. Mengambil sepiring pasta dan segelas ice lychee tea dari nampan yang dipegang Alice.
Antara ragu dan tidak memiliki pilihan lain, Alice duduk bersebrangan dengan Queen yang sedang menyantap pasta nya dengan tenang.
Sampai bel istirahat berbunyi, mereka masih tetap stay disitu dengan aktivitas masing-masing. Sendari tadi Alice khawatir akan nasib Queen dan tentunya dirinya sendiri. Apakah nasibnya akan sama seperti murid-murid lain yang disuruh Bara dkk meneraktir semua murid atau lebih parah lagi, karena sudah berani menempati tempat duduk favorit mereka.
Seperti biasa, walaupun dirinya menjadi pusat perhatian. Ia tetap bersikap biasa saja, menurut nya layar hp nya lebih menarik dari pada meladeni mereka.
"Apakah kalian tau kesalahan apa yang sedang kalian lakukan sekarang?" tanya Eric.
"Oh ternyata anak baru kemaren" sambung Daffin.
"Bangku ini fasilitas umum sekolah, siapa aja boleh duduk disini" jawab Queen datar.
"Interesting" batin Bara.
"Gimana Bar, mau diapain?" tanya Daffin.
"Ya udah duduk aja gue lagi males debat" ucap Bara.
"WHAT??!!" kaget Eric dan Daffin.
Meja yang muat untuk enam orang itu, kini ditempati oleh lima orang yang mempunyai standar ketampanan dan kecantikan di atas rata-rata. Eric, Daffin, dan Alice duduk di deretan sebelah kanan. Sedangkan Bara dan Queen duduk di sebelah kiri dengan jarak satu kursi kosong.
Dari arah pintu masuk, sudah ada tiga tatapan tidak suka dari Cindy dkk. Mereka langsung berjalan cepat ke arah mereka, sambil menyaut minuman ice tea milik orang lain.
Byurrr...
Cindy menyiramkan ice tea tersebut pada Queen, namun bukannya Queen yang terkena melainkan Cha-cha. Yang menggunakan tubuhnya untuk melindungi Queen dari siraman ice tea tersebut.
"Cha-cha" ucap Alice menghampiri Cha-cha dan berusaha menutupi tubuh Cha-cha yang tembus pandang.
"Nih pake ini" ucap Eric menawarkan jas nya untuk menutupi tubuh Cha-cha yang tembus pandang.
Tentu saja hal itu membuat Dinda yang sudah menyukai Eric sejak lama namun tidak pernah direspon pun terbakar api cemburu.
"Berani-beraninya Lo ya, nganggep ancaman gue angin lalu doang!!" kesal Cindy.
Queen hanya diam sambil terus memakan cemilan kripik kentang di tangannya. Bara sempat melirik dan bingung, kenapa Queen tetap diam?
"BISU YA LO?!!" ~Cindy.
"Heh jawab woy!" ~Dinda.
"Kalian ngomong sama gue? hais tapi sayang gue gak ngerti bahasa kalian, gue cuma ngerti bahasa MANUSIA" jawab Queen datar nan santai.
"Puffft..." yang lainnya berusaha menahan tawa mereka agar tidak keluar, tapi ada beberapa pengunjung kantin yang terang-terangan menertawakan hal tersebut. Tanpa mereka sadari, sebuah senyuman tipis terukir di bibir Bara dengan waktu yang sangat singkat.
"Maksud Lo apa hah?! Lo gak tau siapa gue? gue itu anak dari pemilik saham terbesar di sekolah ini. Jadi gue bisa dengan mudah ngeluarin Lo, camkan itu!!" ~Cindy.
"Susah ya ngomong sama yang beda spesies" ~Queen.
"LO...!!" Tangan Cindy melayang, berusaha menggapai rambut indah milik Queen. Tapi dengan cepat Queen mencengkram tangan Cindy dengan kuat.
"Auwwss..." rintih Cindy.
"Sakit? gue bukan tipe orang yang kalo berantem itu jambak-jambakan gak jelas. Kalo Lo mau, mari bertemu di atas ring NONA" ~Queen, menatap Cindy dengan tatapan membunuh.
Seketika nyali Cindy menciut, kakinya menjadi lemas, namun Cindy berusaha tetap berdiri kokoh.
"Gue kasih peringatan ke Lo, jangan pernah ganggu hewan buas yang lagi tidur tenang. Atau hal buruk bakal Lo alami" bisik Queen penuh penekanan.
Queen meninggalkan kantin diikuti Alice yang menuntut Cha-cha mengikuti langkah Queen.
Kini mereka tengah berada di dalam kelas menunggu pelajaran selanjutnya datang.
"QUEEN... Lo keren, bisa buat Cindy mati kutu. Makin yakin deh gue pengin jadi temen Lo. Eh tapi jangan salah artiin maksud gue mau temenan sama Lo. Sumpah gue tulus pengin temenan sama Lo" ucap Alice sungguh-sungguh.
"Hem..." dehem Queen.
"Em... misi. Queen, makasih ya udah mau minjemin bajunya. Besok Cha-cha kembaliin, janji" ucap Cha-cha.
"Sama-sama" ~Queen.
"Eh gimana kalo kita bertiga jadi satu geng, bukan-bukan sahabat aja gimana?" ~Alice.
"Cha-cha juga? ah tidak-tidak Cha-cha..." ucap Cha-cha terpotong.
"Ya kenapa Bang?" tanya Queen lewat saluran telfon.
"Oke gue otw langsung ke tempat nya, kalian berangkat aja dulu" ~Queen. Langsung mematikan saluran telfon itu dan kembali menenteng tas nya.
"Eh Queen mau kemana?" ~Alice.
"Pergi" ~Queen.
Queen pergi kemana? ngapain?
Thank you all ily^^
See you in the next episode...
Kayak gantungan kunci.
Tolong dilanjutin Thor,
saya penasaran banget sama kelanjutannya.
sekalian mahu promo doktor Vs Kapten by Nurul Najah
selamat membaca...