NovelToon NovelToon
Ketua Kelas Pilihan

Ketua Kelas Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:392.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ananda Putri Sarna

🥉Third Winner ||EVENT YANG MUDA YANG BERCINTA||

Follow ig author yah: @ananda.putri815🦋

Ada yang mengatakan, jika Ketua kelas merupakan babu kelas.

Mentari, sebagai ketua kelas XII IPA, harus selalu siap menghadapi sifat sosok Alvaro Tanujaya, yang dingin, cuek, sorot mata yang tajam, mampu menghipnotis lawan bicaranya dan mengintimidasi. Dan jangan lupa, dia sosok troubelmaker di SMA. Alvaro, itu tampan, dari segi fisik dia sempurna di mata perempuan di sekolahnya dan di luaran sana.

Alvaro itu pandai, dia selalu menjadi juara dua umum di sekolah. Hanya saja, dia selalu membuat Mentari berhadapan dengan kepala sekolah, jika Alvaro berbuat ulah, karna itu semua sudah tanggung jawab Mentari sebagai ketua kelas.

Diamnya, dan dinginya sosok tampan itu, sangat susah di tebak.

Bagaimana nasib Mentari, sebagai sosok perempuan cantik, tangguh itu menghadapi Alvaro? Tiga tahun berturut-turut, gadis itu selalu menjadi ketua kelas.

Ikuti terus Kisah Alvaro dan Mentari🦋

🦋Happy Reading🦋

Jangan lupa like and komen yah🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luar biasa

Sepertinya orang tua Steven semakin gencar untuk mengeluarkan Alvaro dari sekolah ini, dan itu semua tidak luput dari penglihatan seorang, Mentari.

Apa lagi saat dia mengetahui jika profesi orang tua Alvaro, adalah sopir. Dan itu semakin membuat Mamah Steven ingin menyudutkan mereka, terutama untuk mengeluarkan Alvaro dari sekolah ini.

Mamah Steven tersenyum meremehkan, sedangkan sang suami hanya diam saja menunggu kepala sekolah angkat bicara dengan kasus ini.

Ternyata selama ini mereka hanya mendengar gosip, jika Alvaro merupakan anak pengusaha? Karna buktinya seorang berbaju hitam mengenalkan dirinya sebagai orang tua Alvaro.

"Saya ingin anak sopir ini dikeluarkan dari sekolah!'' kata Mamah Steven kepada kepala sekolah.

Sementara Mentari mendudukkan kepalanya, apakah dia bisa mengeluarkan pendapatnya? Dia sangat tau, berdebat dengan orang kalangan atas akan membuat kita terinjak.

"Mah," tegur sang suami kepada Mamah Steven.

"Pah. Papa nggak lihat anak kita masuk rumah sakit karna ulah anak berandalan ini?" Tunjuk Mamah Steven, kepada Alvaro.

Alvaro hanya diam dengan raut wajah dinginya. Sementara jantung Mentari masih berdegup kencang dengan situasi seperti ini.

"Kita dengarkan penjelasan dari kepala sekolah dulu," kata Papah Steven.

"Kalangan bawah seperti kalian tidak pantas mencari masalah dengan keluarga kami!" Mamah Steven berkata pedas tanpa mempedulikan perasaan seseorang.

Sudah Mentari katakan bukan, jika kalangan bawah akan terinjak-injak jika mencari masalah dengan kalangan atas, tidak semuanya tapi kebanyakan seperti itu.

"Anak sopir yang berandal kayak kamu tidak pantas sekolah disini!" Mamah Steven, tak berhentinya berkata pedas dan menghina Alvaro, apa lagi saat dia mengetahui jika yang melukai anaknya sampai masuk rumah sakit hanya kalangan bawah.

"Jaga ucapan, Anda," kata pria yang mengaku sebagai orang tua Alvaro. Dia menatap tajam Mamah Steven.

Kepala sekolah menarik nafasnya panjang,"Maaf Bu, silahkan diam dulu," kata kepala sekolah.

Hening.

Belum ada yang mengeluarkan suara, ruangan kepala sekolah menjadi hening karna menunggu apa yang akan dikatakan oleh kepala sekolah.

"Maaf Bu, kami tidak bisa mengeluarkan Alvaro dari sekolah ini."

Mentari langsung menatap kepala sekolah yang berkata serius kepada orang dihadapannya. Apa Mentari tidak salah dengar? Jika kepala sekolah tidak bisa mengeluarkan Alvaro dari sekolah ini?

Wajah Mamah Steven merah padam, dia tidak habis fikir dengan apa yang diucapkan oleh kepala sekolah yang berkacamata dihadapannya ini.

"Tapi kami akan menyuruh Alvaro, untuk minta maaf Kepada Steven. Dan pihak sekolah akan memberikan scorsing kepada Alvaro selama satu minggu." Kepala sekolah berkata lagi kepada kedua orang tua Steven.

Mentari menatap Alvaro. Apa cowok itu mau minta maaf kepada Steven? Tapi bagaimana jika Alvaro tidak mau?

Mentari bersyukur karna Alvaro tidak dikeluarkan dari sekolah, hanya di scorsing saja selama satu minggu lamanya.

Kepala sekolah menatap Alvaro, yang hanya diam saja sembari memasang wajah dinginya.

"Alvaro, setelah Steven sadar. Kamu harus minta maaf sama dia," kata kepala sekolah sembari menatap Alvaro.

"Tidak akan!"

Deg

Jantung Mentari berdegup kencang, sudah dia dugah jika cowok keras kepala seperti Alvaro tidak akan mau mengucapkan kata maaf, apa lagi jika bukan dia yang salah.

Semua didalam ruangan terdiam mendengar perkataan Alvaro, bahkan orang tua Steven terdiam mendengar jawaban dari Alvaro yang dingin, tanpa rasa takut di wajah cowok itu.

Sementara Mamah Steven, mengepalkan tangannya. Bisa-bisanya Alvaro tidak ingin minta maaf kepada anaknya.

"Saya ingin anak berandalan ini dikeluarkan dari sekolah ini! Anak berandalan seperti dia tidak pantas sekolah disini!" Kata Mamah Steven menggebu-gebu. Nama Mamah Steven adalah Fara.

"Apa kepala sekolah masih ingin mempertahankan murid seperti dia?" Tunjuk Fara kepada Alvaro yang hanya diam saja, seakan-akan yang terjadi diruangan saat ini tidaklah penting baginya.

"Kami mohon Maaf, kami tidak bisa mengeluarkan Alvaro dari sekolah ini," kata kepala sekolah lagi membuat Fara mengepalkan tangannya.

"Alvaro. Pihak sekolah tidak mengeluarkan kamu dari sekolah ini atas apa yang kamu lakukan kepada Steven. Tapi kamu harus minta maaf!" Kepala sekolah berkata dengan tegas, dia tau murid dihadapannya ini mempunyai prinsip yang tidak akan dia langgar.

Jika dia sudah mengatakan tidak akan, maka kata-katanya itu tidak akan dia tarik.

"Apa yang saya katakan tidak saya akan tarik kembali!" balas Alvaro tanpa raut takut sekalipun.

Sementara Papah Steven bernama Bram memperhatikan lekuk wajah Alvaro dan cara berbicara anak itu, dia sangat tidak asing dengan wajah anak itu, dan cara berbicaranya sangat mirip dengan seseorang. Tapi Bram lupa anak itu mirip dengan siapa.

Perkataan yang keluar dari mulut Alvaro, memang luar biasa membuat Bram kagum dengan cara bicara anak itu yang berani.

"Alvaro!"

"Saya tidak akan minta maaf jika bukan saya yang salah. Biarpun kepala sekolah memaksa saya!" Alvaro berkata dengan tegas.

Bram semakin memperhatikan Alvaro, anak itu sangat mirip dengan seseorang dan prinsip mereka juga yang sama, serta wajahnya yang dingin dan keras kepala membuat Bram semakin yakin jika Alvaro mirip dengan seseorang.

Tapi ini pertama kalinya, Bram melihat Alvaro.

"Al-" Perkataan kepala sekolah itu tercekat di tenggorokannya.

"Apa saya berbicara kurang jelas!" Alvaro langsung berdiri dari tempat duduknya . Alvaro menatap Mentari sejenak lalu melenggang keluar dari ruangan kepala sekolah.

Fara semakin ingin meledak saat Alvaro langsung pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah. Sementara Bram memandang punggung kokoh Alvaro yang sudah keluar dari ruangan kepala sekolah.

Anak itu sangat berani, tidak ada raut wajah khawatir sedikitpun diwajah anak itu.

"Saya minta maaf atas perlakuan anak saya," kata sopir itu bernama pak Farhat.

Sementara Bram tidak percaya jika orang yang mengaku sebagai orang tua Alvaro adalah orang tua aslinya. Tidak ada kemiripan diantara mereka berdua.

"Saya mau anak itu dikeluarkan dari sekolah ini, jika dia tidak minta maaf kepada anak saya! Dasar anak orang miskin. Sudah miskin berandal tidak tau diri!"

"Saya permisi," kata pak Farhat lalu keluar untuk menyusul Alvaro.

"Mah," kata Bram tegas.

"Kenapa? Papah mau membelah anak yang sudah membuat anak kita masuk rumah sakit?"

Sementara Mentari masih diam saja, sembari menunggu kepala sekolah mempersilahkan dirinya untuk balik kekelas.

Wajah Fara sangat merah padam, pertama kalinya dia melihat tingkah seperti Alvaro, dan itu mampu membuatnya memanas.

Bram mengatur nafasnya panjang, istrinya itu sangat susah dibilangi.

"Kalau boleh tau apa alasan Alvaro tidak dikeluarkan dari sekolah ini?'' Tanya Bram. Dia juga penasaran kenapa Alvaro tidak dikeluarkan dengan kesalahan besar yang dia perbuat.

Bram juga penasaran kenapa pihak sela sangat kekeh mempertahankan Alvaro di sekolah ini.

Tapi Alvaro juga keterlaluan, jika tidak ingin minta maaf kepada anaknya, yaitu Steven.

1
Nofta Putri111
kox gak ada kelanjutan ny siihh😔😔😢😢
Nofta Putri111
saya suka sama cerita ny tapi kox gak ada klanjutan ny yaa😔😔😔
Nofta Putri111
aneh juga laura dia yg sia2 in agas dia jga yg minta balikan gimana sih😎😎
Nofta Putri111
cukup al jngan menyusah kn mntrii
Nofta Putri111
emang ya al🤭🤭
Nofta Putri111
lanjut thoor
Nofta Putri111
yaa bagus siih..ini yg ke 2 kli ny saya baca ini thorr
Nofta Putri111
ya gitu lh al emmmz😔😔
Kala Kirana: Ijin promote. boleh baca cerita baruku kak judulnya Ketika Superstar jatuh cinta. makasii❤️
total 1 replies
oranggila🗿🗿🗿
cerita kayak gini seru tp sayang banyak cerita yg gantung buat para pembaca kecewa,jd kakak jangan ngecewain juga yaa Semangatttt😁😁
Anonim
Author, gak ada niatan buat up lagi apa ya? Kok hampir 2bulan belum up juga? Masak iya cerita nya gantung gini aja thor?
Kardilla Supardi
sangat menarik
Kardilla Supardi
akhirnya, yg di tunggu2
Kardilla Supardi
thorr.. lanjuuut dong....
Wijayanti Aan
Buruk
Ratih Mmahnya Defy Rio
yah lagi asik" baca malah gantung
Nofta Putri
lanjut ya thor plizzz,,,
Nofta Putri
lanjut dong thor.sampai hppyending
Nofta Putri
lanjut thorr seru banget cerira ny/Smile//Smile//Smile/
Nofta Putri
ciuman ke2 yah tarr
Nofta Putri
kox saya jdi sdih ya thorr dengar ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!