Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Begitu mendapat kesempatan untuk bernapas, Zhang tie langsung berteriak keras. "tolong.... Tolong..."
Suara teriakan Zhang tie yang begitu kencang menutupi suara A Bao. Api kemarahan di hati Zhao Heng kembali berkobar. Ia merasa benar-benar tidak berguna, lagi-lagi gagal melindungi orang terdekatnya. Meskipun boneka kecil itu agak menyusahkan, namun.. Ia tetap gagal melindunginya.
Emosinya kembali terkoyak, mata Zhao Heng mulai memerah, dan cengkraman tangannya semakin kuat.
Wang chunniang menoleh mencari keberadaan A Bao, namun ia justru melihat A Bao sudah berlari terpogoh-pogoh menghampiri Zhao Heng. Tubuh mungilnya yang kotor menempel pada kaki Zhao Heng. Tangan kecilnya menggaruk kepala dengan malu-malu, lalu berkata dengan suara yang tidak terlalu keras namun cukup terdengar, "ayah, aku.. Aku buang air kecil di celana, aku... Perutku juga lapar."
"kau sudah kembali?" tanya Zhao Heng dengan suara serak,nadanya penuh dengan ketidakpercayaan.
Jawaban a Bao sama sekali tidak nyambung dengan pertanyaan itu.Ia terus berjinjit menarik-narik ujung jubah Zhao Heng sambil berbisik,"ayah,pulang ganti baju!"
Buang air kecil di celana itu sangat memalukan,tapi,ia melakukannya demi menyelamatkan diri. Ini adalah kode rahasia antara dirinya dan ibunya.
Barusan, sekelompok orang sudah susah payah membujuk,namun hasilnya kalah telak dibanding dua kalimat yang di ucapkan anak kecil.
Zhao Heng dengan agak kaku menggandeng tangan A Bao,lalu perlahan bangkit dan melangkah maju. Sementara kaki kanan Zhang tie,baru saja dipatahkan oleh injakan Zhao Heng.
Melihat hal itu, Wang chunniang segera angkat bicara dengan lantang,"para tetangga sekalian, keluarga kami bukan dengan sengaja mencari masalah. Hari ini Zhang tie menculik anak kami, sepertinya karena ingin membungkam saksi mata. Anak kami melihat dengan mata kepalanya sendiri dia mencekik dan mengubur bayinya yang baru lahir. Hari ini kalau bukan nasibnya anak kami baik, mungkin nyawanya sudah melayang,"
Ia melemparkan semua tuduhan itu kepada Zhang tie. Setelah selesai bicara,ia mengajak Zhao Xuan untuk menyusul pasangan ayah dan anak di depan.
"Ayah,aku ingin makan Chaofan (Nasi Goreng) buatanmu," celoteh A Bao sambil menggandeng tangan Zhao Heng. Hatinya merasa sangat tenang. Kaki kecilnya menendang-nendang ringan sambil berjalan disamping Zhao Heng.
Zhao Heng mengerutkan kening," aku tidak bisa membuat Chaofan."
Sejak matanya buta,ia tidak pernah memasak.
A Bao memiringkan kepala dengan bingung,mulut kecilnya terus bertanya," kenapa ayahnya goudan bisa? Goudan bilang, setiap hari ayahnya memasakan Chaorou (Tumis daging)untuknya."
Zhao Heng:"...."
"Ayah,apa kau tidak menyukaiku? Aku juga ingin makan Chaorou buatanmu." setelah kembali ke lingkungan yang aman,mulut kecil A Bao mulai berceloteh tanpa henti.
Kening Zhao Heng yang berkerut tak kunjung kendur sejak tadi.
Wang chunniang dan Zhao Xuan menyusul dari belakang. Wang chunniang hendak menggendong A Bao.
A Bao berisikeras menolak. Ia menggeliatkan tubuh mungilnya sambil merengek,"tidak mau digendong ibu. Kenapa ayah tidak bisa menggendongku? Apa ayah tidak menyukaiku?"
Langkah Zhao Heng terhenti sejenak.
Sambil bicara A Bao memamerkan lengan kecilnya pada Wang chunniang," ibu,apa kau sudah memukul orang jahat itu sampai mati? Dia mencbuk bibi itu,bibi itulah yang melindungi ku."
"A Bao,bukan sampai mati,tapi dihajar." Zhao Xuan mengoreksi ucapannya.
A Bao mengangguk-angguk paham,tapi suara yang keluar tetap saja terdengar lucu.
Teringat pada bibi itu,A Bao tak peduli lagi celananya basah. Ia menarik tangan Zhao Heng dan Wang chunniang,mengajak mereka lari.
"A Bao mau kemana?" Wang chunniang sebenarnya ingin mengganti celana anaknya dulu.
" Ibu, selamatkan bibi itu ya?" a Bao menceritakan semua kejadian di rumah Wang jinya dengan cepat. Menjelang akhir cerita,ia menangis tersedu-sedu.
" Orang jahat itu sudah ditangkap kakakmu. Kita pulang dulu ganti baju supaya kalian tidak masuk angin. Baru setelah itu kita bergegas kesana, bagaimana?" bujuk Wang chunniang lembut sambil memeluk tubuh mungil itu.
A Bao melirik ke arah kakaknya yang berada di samping. Baru kemudian menganggukkan kepala kecilnya.
Kepala desa jiao datang terpogoh-pogoh sambil membawa tali,namun ternyata... Kerumunan orang sudah bubar.
***
Wang chunniang mengganti pakaian A Bao dengan secepat mungkin. Zhao Xuan juga sudah merapikan diri,bahkan sempat pergi ke dapur untuk membungkus dua juanbing (Dadar gulung tipis isi sayur/daging) untuk dibawa A Bao. Zhao Heng menunggu di halaman. Zhao Xuan menceritakan secara singkat bagaimana ia membawa A Bao kembali tadi.
"Habisi dia," ucap Zhao Heng singkat,hanya dua kata.
Zhao Xuan mengangguk,ia akan melakukannya.
A Bao sudah berganti pakaian baru. Ia berlari kecil keluar dan mengulurkan tangan menggandeng tangan Zhao Heng. Zhao Heng tidak menolak,membiarkan A Bao menjadi tongkat kecil penuntunnya.
Zhao Xuan tahu dimana rumah Wang jinya. Ia memimpin jalan di depan. Langit sudah mulai gelap, keluarga itu mengambil jalan memutar yang cukup jauh untuk menghindari keramaian,lalu melompat masuk ke dalam rumah Wang jinya.
Sesampainya di rumah Wang jinya,A Bao mengenali jalan. Dengan hafal ia menuju gudang kayu di sudut paling ujung. Wang chunniang dan yang lainnya yang mengikuti dari belakang sudah bisa mencium bau amis darah yang samar.
A Bao juga menciumnya. Ia mengangkat kaki pendeknya,lalu dengan bum,menendang pintu kayu.
Namun gembok pintu di gudang itu sangat besar. A Bao malah memeluk kakinya sendiri sambil mengaduh kesakitan.
Zhao Xuan tak sempat bereaksi. Ia buru-buru maju menggendong si kecil,lalu menyusupkan sepotong juanbing ke tangannya.
A Bao menggigit juanbing itu,lalu menoleh menatap Zhao Heng dan berkata dengan suara manja,"ayah,bisakah ayah menendang pintu ini sampai terbuka?"
Wang chunniang menatap Zhao Heng dengan cemas,namun akhirnya ia menahan diri dan tidak bergerak.
Zhao Heng meraba ke depan sebentar untuk memastikan posisi,lalu menendang pintu gudang kayu itu dengan satu hentakan kuat.
Dua daun pintu kayu itu pun langsung terlepas dan jatuh begitu saja akibat tendangan Zhao Heng. Mata A Bao terbelalak melihatnya. Dengan pipi menggembung,ia berseru kagum,"ayah hebat sekali!"
Zhao Xuan buru-buru membekap mulut adiknya dan berbisik," A Bao pelankan suaramu."
A Bao mengangguk patuh.
Keluarga itupun masuk kedalam ruangan yang lebih mirip seperti penjara itu. Disana ia melihat seorang wanita gila yang dirantai disudut ruangan. Mendengar suara gaduh, telinga wanita itu bergerak sedikit,meski pendengarannya kurang tajam. Ia mengangkat kepala. Saat melihat dengan jelas sosok anak kecil yang berdiri paling depan,emosinya tiba-tiba meluap. Ia hendak menerjang ke arah A Bao.
Refleks, Zhao Xuan ingin menghalangi di depan A Bao,namun dicegah oleh Wang chunniang. A Bao jelas tidak takut. Ia melangkah maju mendekat,lalu menyeringai lebar ke arah wanita itu,"bibi,aku berhasil kabur! ini untukmu,buatan Kakaku,enak sekali."
Sambil berkata begitu,A Bao mengeluarkan satu lagi juanbing yang sedari tadi dipeluknya dan menyerahkannya pada wanita itu.
Wanita itu mendongak menatap A Bao, tiba-tiba setetes air mata jatuh dari sudut matanya.
Pemandangan itulah yang membuat tubuh Wang chunniang terpaku ditempat.
Cukup lama kemudian,barulah ia mendengar suaranya sendiri berkata,"suamiku,orang yang menyelamatkan A Bao ini, sepertinya adalah... Ah Xiang."
"Ah Xiang itu siapa?" telinga A Bao yang tajam langsung langsung menangkap nama itu.