NovelToon NovelToon
Janji Di Atas Kertas

Janji Di Atas Kertas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Wendah

Di depan kamera, Aura Zhafira adalah presenter TV yang selalu tersorot lampu studio. Namun di balik layar, sebuah krisis memaksa Aura menandatangani perjanjian rahasia dengan Reno Adhyastha CEO dingin yang paling benci sorotan media.

Pernikahan mereka hanyalah transaksi dingin di atas kertas dengan aturan ketat: tanpa perasaan dan harus rahasia dari publik.

Namun, saat dua manusia dari dunia yang bertolak belakang ini dipaksa tinggal satu atap, akankah batas di atas kertas itu tetap bertahan? Atau justru akankah akan tumbuh rasa di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Wendah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~ Bayangan Di Balik Celah

Keheningan yang menenangkan menyelimuti penthouse mewah di lantai teratas Adhyastha Tower. Usai badai media yang berhasil diredam oleh Reno melalui konferensi pers mendadak kemarin siang, atmosfer di dalam hunian bernuansa modern itu perlahan terasa jauh lebih rileks. kilau cahaya jingga dari matahari terbenam menyusup lewat dinding kaca raksasa, membiaskan warna keemasan yang hangat di atas lantai marmer putih yang bersih.

Aura berdiri sendirian di area dapur bersih, merapikan beberapa piring dan menyiapkan cangkir teh hangat. Meskipun statusnya adalah seorang presenter berita papan atas dan kini menjadi istri sah dari CEO salah satu konglomerasi terbesar di negeri ini, naluri kesederhanaan dan kemandiriannya tidak pernah luntur. Karena tidak ada jadwal siaran di stasiun TV pada hari kemarin, Aura memilih menghabiskan sore dan malam harinya di dalam penthouse untuk menenangkan pikiran dari hiruk-pikuk pemberitaan publik.

Derap langkah kaki yang teratur dan tegas terdengar mendekat dari arah ruang kerja pribadi. Reno melangkah keluar tanpa mengenakan jas formalnya yang kaku. Pria itu hanya mengenakan kemeja putih bersih dengan lengan yang digulung rapi hingga ke siku, serta dua kancing teratas yang terbuka santai, memperlihatkan garis lehernya yang kokoh. Rambut hitam legamnya yang biasa tertata rapi kini tampak sedikit berantakan secara alami akibat sapukan tangannya sendiri, memberi kesan tampan yang jauh lebih natural.

"Belum istirahat, Aura?" tanya Reno dengan suara baritonnya yang berat dan khas, memecah keheningan malam di ruang tengah saat mendapati sang istri masih sibuk di area dapur.

Aura menoleh secara perlahan, menyunggingkan senyum tipis yang menyejukkan pandangan. "Belum.Saya sengaja membuatkan teh melati hangat untukmu. Kamu pasti sangat lelah seharian harus menghadapi awak media, menenangkan para investor, dan membereskan kekacauan kantor akibat insiden tadi siang."

Aura menyodorkan cangkir keramik bernuansa pink pastel berisi teh hangat itu ke atas meja bar marmer. Reno menatap cangkir tersebut sejenak, lalu beralih menatap wajah mulus Aura yang diterpa cahaya lampu gantung. Ada kehangatan asing yang mendadak menjalar di relung dada pria dingin itu sebuah perasaan disambut, ditunggu, dan diperhatikan dengan tulus yang sudah sangat lama tidak ia rasakan di rumahnya sendiri semenjak kepergian ibundanya.

"Terima kasih," ujar Reno singkat namun tulus, suaranya melunak. Pria itu mendaratkan tubuh tegapnya di kursi bar, merengkuh cangkir teh hangat tersebut dengan kedua tangannya, lalu menyesapnya perlahan untuk meredakan penat.

Aura lantas duduk di kursi bar tepat di samping Reno, menuangkan cangkir teh untuk dirinya sendiri. Untuk beberapa saat, hanya terdengar suara denting halus keramik yang bersentuhan dengan meja dan deru halus mesin pendingin udara yang mengisi ruang di antara mereka dalam keheningan yang nyaman.

"Reno..." panggil Aura pelan, memecah kesunyian malam.

Reno menurunkan cangkirnya perlahan, melirik wanita di sampingnya dengan sorot mata kelam yang menyimpan rasa ingin tahu. "Ya? Ada apa, Aura?"

"Soal konferensi pers kemarin siang..." Aura mengelus pinggiran cangkirnya, menatap cairan teh keemasan di dalam cangkir dengan pandangan menerawang. "Sekali lagi, terima kasih banyak karena kamu sudah bertindak sangat cepat meluruskan semua rumor itu. Bukan hanya demi menyelamatkan nama baik Adhyastha Group semata, tapi juga demi menjaga perasaan dan kesehatan Nenek."

Reno menatap lekat-lekat profil samping wajah Aura. Jemari lentik wanita itu tampak berkilau indah diterpa pendar cahaya lampu, memancarkan silau anggun dari cincin berlian warisan almarhumah ibundanya yang melingkar pas di jari manisnya.

"Nenek adalah prioritas utama dalam hidup saya," balas Reno dengan nada dingin namun menyiratkan ketegasan mutlak. "Dan saya tidak akan pernah membiarkan siapa pun, termasuk Clara, menggunakan nama saya untuk menciptakan kebohongan publik yang berpotensi mengganggu ketenangan serta kesehatan keluarga besar Adhyastha."

Aura mengangguk pelan mengerti. Meskipun ia sadar betul bahwa ikatan pernikahan mereka ini bermula dari lembaran hitam di atas putih dan batasan kontrak semata, hadirnya sosok Reno memberikan rasa aman yang perlahan mengakar kuat di hatinya.

Keesokan harinya, jarum jam dinding di lobi utama menunjukkan pukul empat sore tepat.

Langit ibu kota tampak cerah berawan dengan semburat jingga perlahan mulai menghiasi ufuk barat. Sebuah mobil mewah Alphard hitam milik Reno membelah kemacetan jalanan Jakarta menuju kawasan stasiun TV nasional tempat Aura bekerja. Hari ini, jadwal siaran berita malam kembali menuntut kehadiran Aura di studio. Secara khusus, Reno memutuskan meluangkan waktu di sela kesibukan kantornya untuk mengantar sang istri menuju tempat kerjanya.

Tanpa sepengetahuan pasangan suami istri itu, sebuah mobil sedan hitam legam tanpa plat nomor tampak membuntuti Alphard Reno dari jarak yang cukup aman sejak kendaraan mewah itu keluar dari pelataran parkir basement Adhyastha Tower.

Begitu mobil Alphard milik Reno membelok dengan mulus memasuki area parkir khusus VIP gedung stasiun TV nasional, mobil sedan hitam di belakangnya ikut meluncur pelan tanpa mencurigakan, lalu memarkirkan kendaraannya di sebuah sudut agak remang yang berada di deretan slot parkir berbeda, namun cukup dekat untuk mengawasi keadaan sekitar.

Di balik kemudi sedan hitam tersebut, seorang pria berbadan tegap berpakaian serba gelap dengan topi baseball ditarik rendah menutupi wajah langsung merengkuh sebuah kamera profesional yang dilengkapi lensa tele berukuran super panjang. Pria itu adalah Bambang, seorang detektif swasta senior yang terkenal licik dan bayarannya sangat mahal, yang disewa secara khusus oleh Clara Hermawan untuk mengintai gerak-gerik rahasia Reno.

Dari balik kaca mobilnya yang baru saja berhenti, Bambang mengarahkan bidikan lensanya lurus ke arah pintu utama mobil Alphard Reno yang berhenti anggun di dekat lobi khusus VIP studio.

Pintu penumpang perlahan terbuka dari dalam, dan sosok Reno Adhyastha melangkah keluar terlebih dahulu. Pria tegap berjas rapi itu tidak langsung pergi, melainkan berdiri tegak di samping pintu mobil, membukakannya secara khusus dan melindungi jalan keluar bagi Aura.

Tepat pada detik saat Aura hendak melangkahkan kakinya keluar dari kabin mobil, ujung selendang hijab berwara pink pastel yang dikenakannya tiba-tiba tersangkut pada pengait sabuk pengaman di pinggiran pintu mobil. Secara refleks, Reno menghentikan langkah Aura, membungkuk sedikit, dan mengulurkan jemari tangan tegapnya untuk melepaskan kain hijab yang tersangkut itu dengan sangat hati-hati serta telaten agar bahan lembut tersebut tidak sampai merobek kain hijab istrinya.

Jarak wajah mereka mendadak berada dalam posisi yang sangat dekat. Aura tersentak kaget, manik matanya yang jernih langsung beradu pandang dengan sorot mata kelam Reno yang menatapnya tajam dari jarak dekat. Untuk beberapa detik, waktu seolah berhenti berputar di antara keduanya, hingga akhirnya Reno menarik tangannya pelan setelah hijab itu terlepas.

*Cklek! Cklek! Cklek!*

Suara jepretan kamera beruntun bergeming dari dalam sedan hitam milik Bambang, mengabadikan setiap frame detik-detik momen intim tersebut tanpa terlewatkan sedikit pun. Dari sudut pandang lensa tele jarak jauh, gestur tubuh Reno yang merapikan hijab Aura tampak begitu romantis, protektif, penuh kelembutan, dan jauh dari kesan bos yang dingin.

"Bingo... Kudapatkan bukti emasnya," gumam Bambang dengan senyuman penuh seringai culas di bibirnya. Ia langsung memperbesar hasil jepretan foto beresolusi tinggi itu di layar digital kameranya.

Tanpa buang waktu, Bambang segera meraih ponsel pribadinya dan menekan tombol panggilan cepat menuju satu nomor penting. Tak berselang lama, sambungan terhubung, dan suara nyaring bernada arogan serta penuh keangkuhan milik Clara Hermawan langsung terdengar diujung telepon.

"Halo, Bambang! Lapor cepat padaku! Apa kamu berhasil mendapatkan sesuatu yang berguna hari ini?!" desak Clara tanpa basa-basi sedikit pun, napasnya terdengar memburu di seberang sana.

"Miss Clara, tebakan Anda seratus persen tepat sasaran," jawab Bambang dengan nada suara penuh kemenangan. "Sore ini saya membuntuti pergerakan Tuan Reno dari kantornya. Tanpa diduga, dia mengantarkan seorang wanita langsung ke stasiun TV nasional menggunakan mobil pribadinya."

Suara di seberang telepon mendadak menegang seketika. Hembusan napas Clara terdengar memburu menahan emosi. "Siapa wanita sialan itu?! Sebutkan nama aslinya sekarang juga kepadaku!"

Bambang mendekatkan layar kameranya untuk memperjelas profil wajah target. "Berdasarkan pencocokan data visual yang saya miliki, wanita itu adalah Aura presenter berita utama yang bekerja di stasiun TV nasional ini."

*Prang!*

Suara pecahan gelas kaca terdengar sangat nyaring membanting lantai di seberang sambungan telepon, disusul jeritan napas Clara yang naik turun menahan ledakan amarah yang luar biasa hebat.

"Aura?! Wanita presenter sok suci dan murahan itu?!" pekik Clara histeris dengan nada melengking penuh kebencian. "Jadi selama ini Reno terang-terangan menolakku, mempermalukanku di depan publik, dan menentang aliansi bisnis keluarga besar Hermawan hanya demi berselingkuh dengan wanita tidak berkelas seperti dia?!"

"Bukan sekadar berselingkuh, Miss Clara," potong Bambang dengan nada penuh intrik memprovokasi. "Dari cara Tuan Reno memperlakukannya tadi bahkan dengan sabar merapikan hijab wanita itu di depan umum bisa dipastikan hubungan mereka sudah sangat intim dan terikat secara emosional yang kuat. Jauh melampaui hubungan profesional atasan dan bawahan."

Clara mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat hingga kuku-kukunya menancap begitu dalam ke telapak tangannya sendiri, menciptakan rasa nyeri yang diabaikannya. Wajah cantiknya kini berlipat-lipat dipenuhi kobaran api dendam, rasa cemburu yang membakar lambung, serta kehinaan harga diri yang diinjak-injak. Konferensi pers Reno kemarin yang mencoreng namanya di seluruh media nasional kini terasa kian menyengat tatkala ia mengetahui kenyataan pahit bahwa ada wanita lain yang beralih merajai hati sang CEO Adhyastha Group.

"Reno... kamu benar-benar sudah berani bermain api di hadapanku," desis Clara dengan suara rendah, gemetar, namun mengandung racun kebencian yang mematikan. "Kamu pikir kamu bisa mencampakkan dan mempermalukanku begitu saja demi hidup bahagia bersama wanita rendahan itu?"

Clara menarik napas panjang, berusaha keras meredam nada suaranya agar kembali terdengar dingin dan terkontrol di telepon. "Bambang, dengar baik-baik perintahku. Terus ikuti dan awasi gerak-gerik wanita itu setiap hari! Selidiki di mana dia tinggal, apa latar belakang keluarganya, dan cari tahu celah kelemahan apa pun yang bisa dipakai untuk menghancurkan karir serta reputasinya di hadapan publik!"

"Baik, Miss Clara. Perintah segera dilaksanakan. Saya akan terus memantau langkah wanita itu dari dekat," jawab Bambang patuh sebelum mengakhiri sambungan telepon.

Clara menyunggingkan senyuman miring yang amat mengerikan di tengah temaram ruang kerjanya yang mewah. "Aura... nikmati saja kemewahan palsu yang diberikan oleh Reno sekarang. Karena sebentar lagi, aku pastikan kamu akan jatuh tersungkur dan kehilangan segalanya!"

1
Rian Moontero
mampiiirr👍
Neng Wendah: Terima kasih banyak Kak Rian sudah mampir! Selamat menikmati kisahnya ya 😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!