Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A Day with You
" Pagii sayang...." Kenneth datang menghampiriku dan tentu saja tidak melupakan adegan mencium puncak kepalaku.
Aku hanya bisa tersenyum malu di depan Mom and Dad. Kedatangannya sukses membuat ku terkejut.
" Bukankah kita akan pergi sore nanti Ken....?" tanyaku
" Hhmm....ini sedikit di luar rencana...mom and dad mengundangku sarapan bersama..."
Whaaat....did i hear right...he said mom and dad....since when...ya Tuhan sepertinya kami akan benar-benar menikah dalam waktu dekat...
" Aku yang mengundangnya kemari sayang...bukankah sebentar lagi kita akan jadi keluarga...?" kata Mom dengan melirik ke arahku berusaha menegaskan perkataannya
Aku tersenyum dengan penuh keterpaksaan dan mengalihkan tatapanku pada Kenneth yang dengan santainya malah tertawa kecil ke arahku. Membuatku merasa sangat kesal padanya.
Dan tiba-tiba tangannya meraih tanganku....oooh...tidak....dia mencium tanganku di depan Mom and Dad
Uuuugghh....aku merasa ingin memukulnya saat ini....
Dengan terpaksa aku mengikuti permainan Kenneth. Untuk kebaikan bersama.
Mom menyiapkan roti dan selai untuk Dad, ia memandang ke arahku dan memberikan isyarat padaku, aku menggelengkan kepala ku tanda menolak tapi Mom memaksa dengan menatapku tajam.
Mau tidak mau aku menuruti kemauan Mom mengambilkan secangkir kopi dan roti dengan olesan marmalade khusus untuk my savior, Kenneth.
" Thank you honey..." kata Kenneth seraya merapikan anak rambutku ke belakang telinga and that's make me blushing
Seandainya tidak di depan Mom and Dad aku akan bersikap biasa but this in front of them. Aku belum terbiasa dengan keadaan ini membuatku memaki diriku sendiri dalam hati.
Laura memberiku tambahan kopi, cukup untuk membuat pusing di kepalaku berkurang. Dan seperti halnya hari kemarin mereka asyik berbincang sendiri tanpa menghiraukan aku.
" Mom....aku harus segera pergi Jonathan dan Manuela pasti menungguku..."
" Baiklah....Ken..bisakah kau menjaga putri kami hari ini...?" tanya Mom pada Kenneth
" Tentu saja Mom....with pleasure.." jawab Ken sambil melihat ke arahku
" Mom....aku bukan anak kecil lagi..."
" Kau bukan anak kecil .. tapi kau wanita dewasa yang membutuhkan pendamping..." sahut Dad
" Yeah....you're right Dad....fine..."
Aku akhirnya mengalah dan membiarkan Kenneth menggandeng tanganku. Laura tidak ikut denganku hari ini, dia aku tugaskan menemani Mom and Dad.
Kenneth membukakan pintu untukku dan membantuku mengenakan Coat. Aku terus menatapnya, hingga ia menanyakan sesuatu padaku
" Ada apa...apa ada masalah...?"
" Kau....masalahnya ada padamu Ken..."
" Aku...kenapa..?"
" Kau mengambil hati Mom and Dad....why...?"
" Why....no reason...just wanna to do it honey...kau tidak menyukai nya...?"
" Aku hanya...."
Dan terjadilah ciuman pagi kami yang hangat. Belum sempat aku mengatakan sesuatu pada Ken, ia sudah menyambar bibirku dan ********** dengan lembut.
" I love u Elijah....that's way i do that..."
Ken kembali menekan tengkukku dan memberiku ciuman yang lebih dalam. Hanya sebentar tapi bagiku seperti menghabiskan seluruh pagi ku, aku menikmatinya.
" Ayo pergi....sebelum aku membawamu ke rumahku...." kata Kenneth menyadarkan ku
Entah mengapa rasanya aku ingin memeluknya saat ini. Aku merasa nyaman....sangat nyaman... kupeluk Ken dengan erat sejenak. Aku tahu Ken terkejut tapi ia membiarkanku melakukannya.
Aku hanya ingin menikmatinya Ken....setidaknya untuk sebentar saja..
Ken membimbingku berjalan perlahan menikmati indahnya pagi ini.
" Good morning....." sapa ku pada Manuela
" Good morning Elijah....bagaimana tidurmu semalam..?"
" Bad...very bad Manuela...dan kepalaku sangat sakit sekarang..."
Manuela memandanginya ke arahku, ia menggelengkan kepalanya padaku lalu mendekati meja kasir mengambil sesuatu disana,
" Minumlah Eli....kau harus sehat dan kuat...jangan memaksakan dirimu....meskipun kau bukan manusia sekalipun kau juga perlu istirahat..."
" Apa ini....tonik...?"
" Uhm....good for you....aku juga meminumnya.."
" Kau sakit...kenapa tidak mengatakannya padaku...?" tanya Kenneth tiba-tiba dari arah belakangku.
" Iiish ...kau mengagetkanku...aku pikir kau telah pergi menemui Bibi Edwina...."
" Well....tadinya begitu tapi.....aku melupakan satu hal...."
" Apa ada yang tertinggal....?"
" Aku lupa....mencium mu...sayang.." bisiknya ditelinga ku
Aku membulatkan mataku...bukankah dia tadi sudah melakukannya...
Ken hanya tersenyum melihatku terkejut,
" Ehem....Eli...." Jonathan mengagetkan kami berdua
" Sepertinya kau harus pergi ke kota hari ini...beberapa persediaan bahan kita habis..."
" Baiklah....berikan aku catatannya Jo..."
" Ini daftarnya....aku rasa kau harus berangkat sekarang jika tidak ingin kemalaman di jalan..."
Aku mengambil daftar keperluan Magic Cakes dari tangan Jonathan. Cukup banyak yang harus ku beli rupanya.
" Aku akan mengantarmu..." kata Ken
" Tapi Bibi Edwina..."
" Dia akan baik-baik saja...lagi pula hanya sehari bukan ..?" kata Ken meyakinkan ku
" Okey....kita berangkat sekarang..?"
" Sure..."
" Aku pergi Jo....hubungi aku jika ada masalah.."
" Berhati-hatilah di jalan Elijah....Ken...." sahut Jonathan
Aku pergi dengan Ken menuju ke kota, cuaca hari ini cukup baik tidak berkabut seperti hari sebelumnya. Ken melajukan mobilnya dengan hati-hati menyusuri jalan di lembah Innerdalsvegan.
" Apa yang kau pikirkan...?" tanya Kenneth membuka obrolan kami
" Aku....entahlah....memikirkan mu...?" tanyaku balik dan membuatnya tersenyum
" Oya....memikirkan tentang apa...?"
Aku menatapnya dan entah bisikan apa yang menguasai ku hingga aku mendekatkan tubuhku pada Kenneth,
" Malam panas kita...."
Kenneth terlihat menahan nafas dan terkejut, sementara aku tertawa kecil dan menyurutkan kembali tubuhku ke posisi semula.
" Kau....."
Aku hanya tertawa melihat raut wajah Ken rasanya menyenangkan menggodanya.
" Bagaimana kabar bibi Edwina...?"
" Baik....dia menanyakan mu... beberapa kali....kau ingat janjimu..."
" Oh ya....padahal aku sudah berusaha meluangkan waktuku....tapi tetap saja aku melupakannya...tolong sampaikan maaf ku padanya Ken...."
" Okey...dia sangat menyukai pie mu...mungkin kau harus membuatkannya lagi....bersamaku..."
Ken mengerlingkan matanya padaku
Aaah....mata itu....mata yang membuatku jatuh hati padanya.
Aku hanya tertawa kecil,
" Great....now you're flirting with me.."
Kami melewati rumah-rumah penduduk di kaki gunung dengan pemandangan luar biasa. Inilah yang aku suka di Renndolsetra, tenang, sejuk, indah, penduduknya pun sangat ramah dan menyenangkan. Ku turunkan kaca mobil dan membiarkan sejuknya udara pengunungan masuk ke dalam mobil.
Aku memejamkan mataku menikmati semilir angin. Aku tiba-tiba merasakan hawa aneh menyelimuti sekitar ku, aku mencoba bersikap normal dan tidak mengindahkannya.
Kami mulai memasuki daerah perkotaan. Jalanan mulai terasa ramai, berbeda dengan jalanan di Renndolsetra yang sepi lengang bahkan kami tidak membutuhkan mobil disana cukup berjalan.
Kenneth mengikuti instruksiku menuju ke salah satu supermaket, tiba-tiba aku melihat seorang anak perempuan berlarian sendiri di tengah keramaian jalan. Aku tergelitik untuk terus melihatnya.
Anak siapa itu cantik sekali....dimana orang tuanya...berbahaya membiarkannya bermain dan berlari sendirian...
Dan kekhawatiranku terbukti sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arah kami, dan anak itu entah bagaimana seolah berlari menyambut mobil itu datang, aku seketika berteriak
Κύριε του χρόνου σε παρακαλώ σταμάτα τον χρόνο για μένα ....
Seketika waktu terhenti, semua orang membeku dalam diam begitu juga dengan Kenneth. Aku keluar dari mobil dan berjalan melewati orang-orang yang membeku, burung yang sedang memunguti remah roti pun membeku. Semuanya diam tak bergerak.
Ku dekati anak perempuan yang cantik itu, dan ku sentuh wajahnya. Seketika ia bergerak dan menatapku, aku memantrai nya agar tidak takut padaku
" Hai sayang....apa yang kau lakukan disini...ini sangat berbahaya...ayo ikut denganku..."
Anak itu mengangguk, lalu meraih tanganku dan mengikuti ku.
Aku membawanya menjauh dari tempat itu. Lalu kembali berkata padanya,
" Dimana ibu mu sayang....beritahu padaku...?"
Anak itu menunjuk ke arah dimana seorang wanita muda sedang mengasuh seorang bayi kecil dalam stroller.
Aah...pantas saja anak ini bermain sendiri...
" Apa itu adikmu...?"
Benar saja anak itu menganggukkan kepalanya.
Aku menarik dengan lembut tangan anak itu dan membawanya kepada sang ibu.
" Tetaplah disini okey...jangan pergi dari mommy..."
Aku mengusap tangan anak itu dan dengan sedikit sihir kuberikan roti dan permen untuknya. Dan tentu saja memberinya hadiah mainan boneka untuknya.
Aku akan meninggalkannya ketika tangan kecilnya meraihku,
" Are you an angel...?"
Aku menoleh padanya dan tersenyum,
" Yes i'm....so...stay here and take care your mommy...?" jawabku agar dia senang
Anak itu tersenyum dan kemudian mencium pipi ku,
" Thank you..."
Aku berdiri dan mengusap rambutnya, lalu segera berlalu. Tapi sesuatu memaksaku untuk menatap ke suatu sudut jalan.
Seorang pria sedang menatapku....pria itu....kenapa dia disini...apa yang dia lakukan....
Tubuhku mulai membeku, ia mulai berjalan mendekatiku melewati orang-orang yang membeku. Di setiap langkahnya hanya ada kegelapan mengiringi. Auranya begitu kuat seolah berusaha menekan ku. Dan jarak kami hanya tinggal menyisakan satu meter saja.
" Kau....mengikuti ku..."
" Aku mengikuti pengantinku kemana pun dia pergi.."
" Huh....beraninya kau mengatakan itu padaku.."
" Kenapa Elijah....oh maaf aku salah....Mikhaela..."
Aku membulatkan mataku...dia memanggilku Mikhaela...apa maksudnya...
" Kenapa....kau terkejut....apa kau belum tahu siapa dirimu sebenarnya..."
Dia berjalan mengitari ku dan kemudian berhenti tepat di belakangku. Jaraknya semakin dekat karena aku bisa merasakan hembusan nafasnya,
" Let's me show you....who you are..."
Dia berbisik di telingaku, dan tangannya bergerak menutup kedua mataku.
Siapa pun....tolong aku....
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?