NovelToon NovelToon
True Love Of A Ceo

True Love Of A Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: laksmi 93

Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.

Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.

Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon suami

Hari ini setelah makan siang Diana membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat. Meski pagi tadi ia sudah Mandi, tetap saja Diana harus kembali mandi akibat aktifitasnya yang berkutat dengan tanah dan tanaman.

Selesai mandi Diana merasa segar, tetapi ia merasa sangat mengantuk. Diana pun naik ke atas untuk tidur sebentar. Tetapi sesampainya di atas, baru saja Diana merebahkan tubuhnya tiba-tiba bel rumah berbunyi.

Diana mendengus kesal, dengan malas Diana kembali berjalan turun.

"Siapa sih, tetangga sebelah kali ya." ujar Diana sambil berjalan ke arah pintu.

Diana membuka pintu itu dengan malas, saat membuka pintu hal pertama yang Diana lihat adalah sosok pria yang tiga hari lalu menghinanya.

"Kau, bagaimana kau bisa tau alamat ini?" tanya Diana dengan mulut menganga lebar.

Rafa tidak menjawab pertanyaan Diana, ia seenaknya masuk ke dalam tanpa permisi.

"Hey, apa yang anda lakukan. Seenaknya saja masuk ke dalam rumah orang."ucap Diana kesal.

"Jangan berisik, saya ini tamu. Harusnya kamu menyambut tamu itu dengan baik. tawarin minum dulu kan bisa." ucap Rafa duduk di sofa sambil bersandar dengan satu kaki menopang kaki lainnya.

Diana tidak ingin berdebat, ia berjalan menuju dapur sambil menghentakan kaki tanda kesal.

Saat Diana masuk ke dalam, tiba-tiba Divo datang menggetkan Rafa yang sedang duduk melihat ke arah dapur.

"Hayo, liat apa lo." ucap Divo sambil menepuk pundak Rafa.

"Setan lo, gak usah pake ngagetin kan bisa."

"Yah, gitu aja kagetan. Tua lo." ledek Divo.

Diana mengerutkan dahinya lalu menajamkan pendengaran. Apa dia salah dengar ,kalau ada orang lain di ruang tamu selain Rafa.

Setelah selesai membuat teh Diana kembali ke depan.

"Astaga, kenapa anda malah bawa teman! gak bilang lagi. Kan saya cuma buat minum satu." ucap Diana sambil meletakan satu cangkir di depan dua pria di depannya.

"Gak masalah Nona, kami bisa minum ini berdua." Divo menyambar cangkir teh itu terlebih dulu lalu meminumnya.

"Astaga, gak sopan banget lo. Tau gini gue gak ngajak lo Somat." ucap Rafa

Diana duduk di sofa tunggal dekat Rafa dengan wajah masam.

"Dasar manusia setan" batin Diana."Ehh, manusia Setan."Diana bergumam. dia ragu dengan kata hatinya.

Diana menggelengkan kepala, mengusir fikirannya yang aneh. Diana lalu menatap dua orang yang ada di depannya kini.

"Sekarang kalian jujur, kesini mau apa?" tanya Diana tanpa basa-basi.

"Duh, Nona cantik. Wajahnya yang manis, jangan galak-galak napa, nanti cantiknya ilang lo." ucap Divo

Diana mengarahkan pandangan tajam ke arah Divo, pertanda dirinya tidak suka dengan candaan pria di depannya itu.

"Duh canda lo ?" ucap Divo saat melihat tatapan Diana.

Rafa sejak tadi memperhatikan wajah Diana yang terlihat pucat. Entah perasaannya saja atau memang Diana sedang sakit.

"Kamu sakit? " tanya Rafa.

"Jangan mengalihkan pertanyaan saya. Sebenarnya kalian kesini itu mau apa?" tanya Diana tanpa menjawab pertanyaan Rafa

"Saya hanya mengantar Rafa saja." jawab Divo. Wajahnya terlihat serius saat ini.

"Kalau aku kesini ingin menginap." jawab Rafa.

"Apa! menginap. Kau sudah gila? Apa Kanaya yang memukul kepalamu sampai kau ngelantur seperti ini? " tanya Diana

"Aku tidak gila, tidak bercanda juga." Jawab Rafa santai.

Diana mendengus kesal mendengar ucapan Rafa. Ia merasa pria di depannya ini benar-benar sudah tidak waras.

"Maaf ya tuan, jika anda kesini hanya untuk bercanda dan membuang waktu saya, lebih baik anda segera pergi dari sini. saya ngantuk, mau tidur." ucap Diana lalu berdiri

Rafa menggenggam tangan Diana lalu menariknya hingga gadis itu terduduk kembali.

"Anda ini-

"Diamlah, kau ini terlalu banyak bicara" ujar Rafa menatap Diana tajam.

Bukannya takut Diana malah semakin kesal mendengar ucapan Rafa. Diana bangun kembali menghentak kan kaki lalu berlalu keluar. Awalnya Diana ingin istirahat tapi sekarang Diana lebih memilih kembali kepekerjaannya.

"Dra, lo keterlaluan banget Noh, anak orang ngambek." ucap Divo

"Diem lo. Sekarang lo pulang aja, biar gue yang urus."

"Eh Mahmud, lo seriusan mau nginep disini? Jangan gila lo Bambang, gue gak mau lo kena masalah. Lo tau kan kalau peraturan di desa itu ketat, lo biasa di kawinin brow." ujar Divo

"Gue gak perduli, sekarang lo buruan pulang. Gue bakalan ke luar juga." ucap Rafa.

Divo mendengus kesal sambil mengikuti langkah Rafa keluar dari rumah Diana.

"Nona cantik, saya pamit pulang dulu ya. Kalau abang Mahmud macam-macam, ketok aja kepalanya pake pacul, biar sekalian End." ucap Divo cepat

Diana menatap Divo dengan dahi berkerut." Mahmud ! " ujar Diana

Divo nyengir kuda sambil mengarahkan matanya ke arah Rafa. Diana pun mengerti yang di maksudkan oleh Divo.

" Kenapa di tinggal sih Mas bambang. bawa aja dia, takutnya di keroyok warga sini?" tanya Diana

"Aduh, nama saya jangan di ganti-ganti dong Maimunah. orang tua saya ngasi nama bagus-bagus,malah di ganti jadi bambang." protes Divo.

"Ye, masnya juga ganti nama orang sembarangan " ucap Diana

"Ya dah.Abang ngalah sama Adek. " ucap Divo.

"Udah Mas, bawa aja itu kutu. takutnya disini dia bikin saya gatel. "

"Gak bisa,Kalau saya paksa. saya bisa di pecat." ucap Divo

"Tapi saya tidak mau dia disini. Mau bilang apa saya sama warga sini."ucap Diana

"Kamu tidak usah khawatir, saya yang akan mengurus semuanya." sela Rafa.

Diana menatap Rafa tidak suka, jika bisa Diana sudah melempar Rafa ke parit yang ada di belakang rumahnya.

Divo yang baru pertama melihat bos sekaligus sahabatnya itu tidak di perduli kan wanita lalu tertawa terbahak sambil berlalu menuju mobil.

Setelah kepergian Divo, Rafa tidak lantas mengganggu Diana. Pria itu hanya duduk di kursi yang ada di depan teras sambil menatap punggung Diana yang bergerak kesana kemari menata bunga yang ia tanam.

Rafa menikmati pemandangan yang ada di depannya. Entah apa yang membuat Rafa bisa sampai ke tempat ini. Pakai acara menginap pula. padahal Rafa tau apa yang dia lakukan ini salah, tapi Rafa seolah tidak perduli.

"Diana."

Seorang gadis desa yang Diana temui siang tadi yang bernama Ningsih datang membawa Jamu yang ia janjikan siang tadi .

"Loh Ning. Kenapa? " tanya Diana

"Ini aku bawain kamu Jamu yang aku janji'in tadi. Maunya sih Ibu yang bawain kesini, tapi Ibu ada acara di desa sebelah. Jadi aku yang bawain. " Jawab Ningsih sambil menyerahkan botol berisi Jamu di tangannya.

"Duh repot-repot Ning. Aku gak punya apa-apa buat bales ini lo. " ucap Diana tak enak hati.

"Oalah, gak usah pake pengganti Di. Kamu kan lagi sakit, kalau gak tetangga, siapa yang bakalan bantu kamu." ucap Ningsih.

"Makasi ya Ning. " ucap Diana

Ningsih mengangguk, ia ingin berpamitan tapi matanya menangkap sosok Rafa yang sedang duduk memperhatikan mereka.

"Loh, ada tamu ya Di? siapa? pacar kamu? " tanya Ningsih Kepo. "Ganteng banget Di. " imbuhnya.

"Ehh itu_."

"Saya Rafa, calon suami Diana dari kota. Terimakasih sudah membantu calon istri saya. " sela Rafa.

mata Diana membola, Diana ingin sekali melempar kepala Rafa dengan botol Jamu yang dia pegang.

"Oalah, udah punya calon suami ta kamu. Yaudah kalau gitu aku pamit ya Di. cepet sembuh. " pamit Ningsih.

Diana mencoba menampakkan senyum di depan Ningsih, padahal dalam hati ia mengutuk Rafa.

.

.

.

.

1
Rina
keluarga aneh ..
Agus Borotoding
lanjut
Lili. A
Hai semua, saya Author baru. Baru punya satu karya, mohon bantuannya. Mampir ya ke ke karya pertama ku yang berjudul PILIHAN CINTA. Terimakasih🙏
just.drew
thor lebih dari 2 tahun lo masih ga update lagii
nina meliana
lanjuut
Irma Yanti
nama mama nya Andra Sisil ato Bella
Ria
aku menyimak
Sudirman Sudirman
tadi katanya diawal bab divo nya enda punya adik , trs ada dibab brp katanya disuruh ibunya menikah, tiba2 dibab ini katanya yatim piatu cuma tinggal berdua sama adiknya jadi bingung bacanya....authornya kurang minum nih jadi enda konsen....😁😁😁
Callysta Nungrum Amira
mati aja lu🤬🤬🤬
Callysta Nungrum Amira
harta dan tahta
indrianti pramono
kc itu apa sih thor, gagal paham aku
Angelique
hiiisss nyebelin dah
Siti Afifah
cembentong
Siti Afifah
makan tuh cemburu ndraaa..emang enak
Uchi Hafiz
lanjut
Komang Kartika
Haaaah putus lgi bacanya.. Pdhl lgi seru2nya thor
Lanjut thor
Andriyah Nurhidayati
Sejauh ini ceritanya bagus hanya penulisan nya kurang rapi, PUEBI nya kakak
Harini Sunaryo
maaf ya thor Diana itu Khan minimal dah lulus SMA Khan? trs dia kan hidup sendirian harusnya dia jadi wanita kuat bukan penakut
Andriyah Nurhidayati
kok nama kakak Diana dan cowok itu sama thor Andra semua
Laksmi93
Maaf ya, mungkin akan Author lanjut, tapi tidak sekarang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!