NovelToon NovelToon
Playboy Jatuh Cinta

Playboy Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:174.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: mawarjingga

Kehidupan kecil Arthur yang penuh kebahagiaan lenyap dalam waktu singkat, saat kedua orang tua dan juga neneknya menghilang dalam sebuah kecelakaan.

Arthur kecil yang tak lagi mendapat kasih sayang, kini tumbuh menjadi sosok Arthur yang tak berperasaan

Dan yang paling menonjol dalam dirinya adalah, sikap Playboynya.

Namun, Pertemuannya dengan seorang murid cewek baru disekolahnya, merubah hampir keseluruhan sikap buruk Arthur, dan membantunya mengungkap masalah yang sudah tertutup rapat selama hampir 6 tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan dari calon mertua

Setelah menyalakan lilin diatas Cake, Dara mengetuk pintu rumah Puspa yang ditemani Arthur di belakangnya.

Dan begitu Puspa keluar, Dara langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.

"Surprise!"

"Yaampun Ra, gue aja nggak inget kalau hari ini gue ulang tahun!" ia menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca.

"Makasih Ara, sahabat ku sayang." Puspa memeluknya, dan mulai menangis.

"Ini lilinnya belum di tiup lho." Dara menahan tubuh Puspa, agar berhenti memeluknya.

"Make a wish dulu Pus." ucap Dara, ketika Puspa hendak meniup lilinnya.

"Ok, selesai!"

Tangisnya langsung terhenti, ketika menyadari ada pemuda tampan dibelakang Dara.

"Ra, itu siapa?" bisiknya

"Eh, itu kenalin namanya Arthur Te_"

"Gue pacarnya Dara!" potong Arthur cepat, membuat Dara melotot tajam kearahnya.

"Serius?" ucap Puspa tak percaya.

"Eh nggak bukan."

"Jujur aja sih Ra sama gue, gue ikut seneng kalau lo udah punya pacar sekarang, berarti kan elo udah nggak jomblo lagi." ucap Puspa sambil terkekeh.

"Doain biar gue sama Dara, langgeng!" ucap Arthur santai.

"Ih apaan sih." Dara tak terima.

Sedangkan Puspa hanya terkikik geli, melihat tingkah Dara yang dikiranya masih malu-malu.

..

"Makasih buat hari ini ya Ar." Ucap Dara, setelah melepas helmnya, dan memberikannya pada Arthur.

Setelah dari rumah Puspa, Dara memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya.

"Kenapa?" tanyanya, karena Arthur hanya diam dan tak kunjung beranjak pergi.

"Cuma mau bilang kalau elo cantik, cantik banget!"

Blush!

"Gue pulang ya." ucapnya, meninggalkan Dara yang masih mematung ditempatnya.

...

Malam kembali menyapa, didalam kamarnya Dara sejak tadi merasa sangat gelisah, ingatan tentang tragedi kampung mati yang diceritakan Arthur tadi siang membuatnya bergidik ngeri.

Namun sekelebat rasa ingin tahu lebih banyak tentang kampung mati tersebut, membuatnya berpikir untuk mencoba mengorek lebih dalam, bertanya pada seseorang yang lebih mengetahuinya.

Atau mencoba memasuki kampung mati tersebut tanpa sepengetahuan papa.

Di tempat lain, Arthur pun tak dapat memejamkan matanya, karena bayangan wajah Dara terus memenuhi isi kepalanya.

Damn!

Ia tidak akan bisa tidur jika belum melihat langsung wajah menawan itu.

Dilihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangannya, menunjukan pukul 21:27 malam, masih sangat sore pikirnya.

Ia pun segera beranjak dari tempat tidur, meraih kunci motor yang tergeletak diatas nakas, lalu berjalan cepat menuruni anak tangga.

Bersamaan dengan tante Anna yang bersenandung, memainkan kunci cadangan rumah Arthur yang selalu ia bawa.

"Mau kemana kamu Ar, kok buru-buru?" tegur tante Anna.

"Sejak kapan tante disini?"

"Barusan, ihs kebiasaan deh kamu, kalau ditanya malah balik nanya." tante Anna mengerucutkan bibirnya kesal.

"Sorry tan, bagus deh kalau lo dateng, gue mau cabut dulu, jagain rumah ya!" ucapnya, dan melenggang pergi.

"Ihs Ar kamu tuh ya, nyesel tahu nggak sih tante datang kesini, kalau ujung-ujungnya ditinggalin, dan suruh jaga rumah, dasar keponakan nggak ada ahlak." gerutu tante Anna, meski ia yakin Arthur tidak akan mendengar semua ocehannya.

Arthur mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan ibukota yang masih saja ramai oleh pengendara roda 2 maupun roda 4.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Arthur untuk sampai dirumah Dara.

Ia mengetuk Gerbang rumah Dara, yang memiliki tinggi sekitar 2,5m yang mendapat sambutan hangat dari mang Qosim security yang berjaga dirumah Dara.

Ia tentu sudah sangat mengenal Arthur, mengingat pemuda tampan itu sering datang kesana.

Setelah memasuki gerbang rumah Dara, ia pun mengirim pesan chat padanya, bahwa ia sudah berada didepan pintu rumahnya.

Tidak lama Dara pun datang dan membuka pintu.

"Kok kesini, ini kan udah malem Ar?"

"Kangen Ra." ucapnya,

Dara merasakan angin diluar begitu dingin, lalu tatapannya beralih kearah Arthur yang hanya menggunakan kaos pendek dan celana jeans panjang, ia pun merasa tidak tega membiarkannya terus berdiri diluar.

"Yaudah yuk masuk Ar, diluar dingin."

Arthur mengangguk, lalu berjalan mengikuti langkah Dara.

"Tunggu disini, gue kebelakang dulu." Dara menunjuk sofa, untuk duduk Arthur.

"Ok!"

5 menit Dara kembali dengan membawa sebuah nampan yang berisi secangkir kopi hitam, lalu ia meletakannya diatas meja, tepat didepan Arthur.

"Di minum Ar, kopinya."

Arthur mengangguk dengan perasaan menghangat, ia bersyukur karena Dara sudah tidak sejutek seperti kemarin-kemarin.

"Ar serius gue tanya, lo ngapain kesini malam-malam, lo kan tahu orang tua gue lagi nggak dirumah."

Arthur tidak langsung menjawab, ia mengambil cangkir yang berisi kopi dihadapannya, menghirup aromanya dalam, lalu menyesapnya pelan.

"Ini kopinya siapa yang bikin Ra?" ucapnya, menyesapnya lagi dan lagi.

"Gue yang bikin, kenapa emang? nggak enak ya, atau ada yang kurang?!"

"Serius elo yang bikin?" ucap Arthur tak percaya.

"Bukan, si bibi yang bikin, iyalah gue siapa lagi." balas Dara dengan suara yang kembali dibuat judes.

Arthur terdiam, memandangi Dara lekat, "Kopi buatan elo enak banget Ra, sumpah!"

"Kapan-kapan bikinin gue lagi ya!" lanjutnya.

Dara mengangguk pelan, ucapan Arthur sama persis seperti papa Arga, yang selalu memuji, bahwa kopi buatannya memang enak.

"Udah cantik, pinter, tahu cara bikin kopi yang enak lagi, beuhh ini sih udah sempurna banget di jadiin bini." ucap Arthur tanpa sadar, yang membuat Dara melotot kaget, sekaligus tak percaya.

"Eh, tadi lo nanya kan, gue ngapain malem-malem kesini, salah satu alesannya ya, karena gue kangen, alesan kedua, coba lo lihat sendiri." Arthur menyodorkan ponselnya kearah Dara.

"Maksudnya?" Dara menatapnya dengan kening berkerut.

"Coba lo lihat, isi chat yang dikirim om Arga."

"Papa?"

"Iya, bokap lo!"

Dengan Ragu, Dara pun perlahan mengambil ponsel Arthur.

Didalam pesan chat tersebut, papa Arga menitipkan Dara sepenuhnya pada Arthur, papa Arga juga meminta agar Arthur menginap dirumahnya, menemani Dara.

Dara menggeleng pelan, sulit ia percaya, bahwa sang papa dengan mudahnya menitipkan ia pada laki-laki asing seperti Arthur, padahal selama ini papanya begitu posesif dengan semua laki-laki yang pernah berusaha untuk mendekatinya.

Dara mengembalikan kembali ponsel Arthur, ia berulang kali berdecak dalam hati, kalau sudah begini jadinya, pasti Arthur merasa besar kepala, karena memiliki pendukung kuat, pikir Dara.

"Terus lo mau nginep disini?" tanya Dara ragu-ragu.

"Iya lah gue nginep, gue harus menepati janji gue sama calon mertua, lo tenang aja, gue kagak bakalan macem-macem kok, kecuali kalau gue hilaf." ucapnya sambil terkekeh.

Sedangkan Dara melotot tajam kearahnya.

....

Hening..

Baik Arthur maupun Dara, sama-sama terdiam dengan pikirannya masing-masing, hingga Arthur kembali membuka suara terlebih dulu.

"Ra, ruang tv sebelah mana, kayaknya gue nggak bakalan bisa tidur deh, abis ngopi sih!"

"Ikut gue!" ucap Dara, memimpin langkahnya menuju ruang Tv.

.

.

1
HR_junior
langsung lmran np gak sekalian mau ngajak ke KUA aja thur
HR_junior
baca ini dulu ..td baca si Arjuna trnyata ada crita ortunya jg
Ina Rose
Luar biasa
Husnul Kholil
bagus
Muryanti
mana kelanjutan nya masak udah tamat
nisa
mksih kk ok critanya
Qaisaa Nazarudin
Bagus banget karya mu thor,,,Udah END aja,,aku kagak rela nih pisah ama Dara dan Arthur,,,
Apapun tq ya thor,aku suka smua karya mu sampai saat ke 3 karya mu yg ku baca ,semua cowok/suami begitu menghargai cewek/istri mereka,, bagus ,aku akan lanjut baca kisah si kembar Satya dan Satria deh setelah ini,,⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Aaahhh curang Outhornya kok di skip sih huaaaa😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah,,aku udah nahan nahan nafas nih,deg degan aku🤭🤭😂😂
Qaisaa Nazarudin
Aaahhh itu pasti Arthur dan keluarganya mau dateng,ngelamar Dara swcara resmi ya kan,,??😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasian Arthur terpaksa membesar tanpa kehadiran ortunya,nyesek aku thor😭😭 disebabkan keserakahan orang lain, Orang lain yg menjadi mangsa nya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yeeessszz💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻 Rasain tuh gak tau bersyukur,Anak angkat juga tapi kok serakah banget sih…🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk Rasain kalian,,,Eh tunggu,,jangan sampe di sana ada CCTV nya ntar bisa ketahuan Dara yg bawak kabur kakek Firman,,,😤😤😤
Qaisaa Nazarudin
Haaahaa,,hujung2 nya Dara lah yg menemukan papa gibran dan juga kakeknya,,Dara lah superhero nya mereka😂😂👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Ya Allah sedih nya,,, Alhamdulillah kakek,oma,mama dan papa Arthur Akhirnya semua selamat🤲🏻🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Whhaaaatt😱😱😱 Apa cuma papa Gibran anak kandung kakek???wah semakin penasaran nih..🤔🤔😌😌
Qaisaa Nazarudin
Panggilkan dokter Dara utk mengecek keadaan kakek,Panggil papa kamu dan juga Arthur dtg dong Dara,,,👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Yeesssszzz💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Akhirnya Dara berhasil,,OMG OMG 😱 Aahhhh semoga mereka gak bisa nemuin kakek lagi,Aahh seneng nya aku💃🏻💃🏻💃🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Dara video in dong atau langsung telpin Arthur suruh dia dtg,,,ini kesempatan buat kalian Dara,,,pleaasee duh deg degan aku😨😨😨😳😳😳
Qaisaa Nazarudin
Itu bodyguard kamu yg dikiririmkan papa kamu Arthur,,tenang aja,,?😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!