Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.
Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.
Fina menjadikan Anjani sebagai sahabat, begitu juga Fino yang mau berteman dengan Niko. Hingga keduanya memperebutkan anak dari mantannya masing-masing untuk dijodohkan dengan calon anaknya kelak.
Anak dari mantannya siapa yang akan di jodohkan kedua pasangan itu.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FINA FINO 31.
Masih berada di area Jakarta Utara, Fina di bawa oleh Fino ke restoran padang yang ada disana.
Yang mengajaknya siapa yang mengawasi nya juga siapa.
Fino di kawal sama Fina saat sedang memilih-milih makanan yang tersusun rapih di palung etalase dekat kasir.
"Saya enggak mau lagi lihat kamu plin-plan soal makanan. Cepat pilih makanan yang kau mau!" Kata Fina sambil menatapnya galak.
Fino menunjuk ke arah ayam pop. Sedangkan Fina langsung meminta pelayan restoran untuk menaruh lauk itu ke atas piring yang sudah berisi nasi.
"Terus mana lagi!" Kata Fina.
"Itu" Fino menunjuk ke arah daun singkong. Lalu pelayan resto segera menaruh daun singkong itu ke atas piring nya lagi.
"Terus?!"
"Itu" Fino menunjuk ke dendeng balado. sedetik setelah nya Fina langsung menabok lengan Fino. "Kamu ga suka pedes, ngapain kamu pesan itu?, Gak habis nanti"
"Katanya suruh milih makanan sendiri?" Kata Fino dengan kerutan kening.
"Iya, tapi jangan yang itu, kamu sakit perut nanti saya yang repot ngurusin nya..." Kata Fina yang kemudian menahan mbak pelayan itu buat naruh ikan itu diatas piring. "Mbak maaf, skip saja jangan yang itu"
"Baik" Jawab pelayan itu dengan ramah.
"Fin, saya bukan anak kecil anjir, jangan gitu lah, malu oon!" Bisik Fino. Yang kemudian langsung dicubit sama Fina. "Siapa suruh ngerjain saya tadi waktu di Dufan, hah!" Bisik Fina.
Sisi lain, mbak-mbak pelayan itu sampai senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku mereka yang menurutnya itu lucu. "Apa ada lagi kak yang mau ditambahin?" Tanya mbak itu.
"Saya minta ditaburin kuah ayam gulai ke masing-masing piring ya mbak" Jawab Fina.
"Baik kak"
"Pedes gak?" Tanya Fino mengenai kuah gulai ayam itu.
"..." Fina agaknya menghindari suara yang sudah menyebalkan untuk kedua telinganya.
Pikir Fino mungkin Fina saat ini sedang tidak mendengarnya, untuk itu agar suaranya dapat masuk ke telinga sang istri, Fino berkata lagi dengan nada tinggi. "PEDES GAK?!" Teriaknya, membuat Fina mengerjit dan menatapnya horor.
"ENGGAK!"
Bukan Fina saja yang menatapnya horor, tapi dari pengunjung lain juga. Bahkan karyawan di dapur sampai ikutan kaget dan melihat ke arah mereka. Seolah-olah mereka kini sudah menjadi pusat perhatian di restoran itu.
"Maaf ya mbak, istri saya lagi pms kayanya"
"PMS matamu!, kamu jangan sok tau mas!" Fina gregetan parah pasti, bahkan gadis itu sampai mencubit keras salah paha Fino.
Pada akhirnya Fino mengalah lagi dari pada harus debat panjang. Ia membawa sang istri ke ruang makan VIP yang ada tempat makan itu.
Fina mematikan pendingin ruangan di dalam ruang itu, beberapa detik setelahnya Fino langsung menyalakannya kembali.
Kali ini Fina terdiam tidak mau debat lagi. tapi sorot matanya menajam ke arah Fino. Dengan tangan kiri yang sudah memegang pisau.
Dari tatapan mengerikan itu, Fino langsung mematikan pendingin ruangan nya kembali.
"Iya-iya saya matiin lagi, serem amat" Kata Fino. Setelah pendingin ruangan di matikan, Fina dengan tenang memotong rendang yang sudah dipesannya.
Tak lama pintu ruangan terbuka, Fina mendapati sesosok Eca yang tiba-tiba datang ke restoran ini.
"Tuh kan mata saya gak salah lihat, beneran ini Fina!" Kata Eca.
"Lah Eca?!" Fina menaruh semua peralatan makan yang sedang dipegangnya, lalu ia mendekat ke arah Eca untuk menangkap kedua pergelangan tangan nya.
"Ngapain kamu ada disini Ca?" Tanya Fina. Pertanyaan yang seharusnya itu keluar dari mulut Eca.
"Pulang sekolah saya biasa mampir ke rumah makan padang ini untuk makan sore saya dengan Choki dirumah... Seharusnya saya yang tanya kamu Fin, kau ngapain bisa nyasar di jakarta Utara?" Tanya balik Eca.
"Hehe abis ke Dufan tadi"
"Dih kalian lagi bolos sekolah ya?!"
"Iya" Jawab lempeng Fina.
"Parah!"
Mengabaikan perkataan Eca barusan, Fina lebih memilih mendelik ke seseorang yang sedang di bawa sama Eca.
"Loh laki-laki itu siapa Ca?" Tanya Fina.
"Ini calon murid baru di sekolah kalian nanti, namanya Affan Gumilang... Oh iya Fan, kalau kamu sudah mulai sekolah disana, nanti tanya saja sama Fina ya kalau engga itu ada Fino yang siap bantu kamu beradaptasi." Kata Eca yang kemudian berbicara pada Affan.
"Siap" Affan tersenyum tipis.
Sebelum Fina akan bertanya pada Eca, Fino lebih dulu memanggilnya untuk kembali ke meja makan.
Fina langsung menuruti keinginan Fino. "Ca, saya ke suami saya dulu ya"
"Iya Fina, saya juga sedang buru-buru mau pulang, takutnya Choki bakal lihat kalau saya lagi sama cowok lain" Kata Eca.
To be continue,