Kehilangan sosok seorang ayah tepat diusianya 17 tahun membuat Ayunda jatuh cinta pada Kevin anak baru disekolahnya yang memiliki kemiripan wajah dan sifat yang sama dengan sang ayah, dia mengabaikan cinta Erick yang hanya di anggap sebagai kakak olehnya.
Ayunda harus mengubur rasa cintanya saat tahu ternyata Kevin adalah kakak kandungnya dan baru menyadari ada cinta untuk Erick di hatinya setelah laki-laki itu pergi karena Ayunda menolak cintanya.
Waktu mempertemukan kembali Ayunda dan Erick membuat keduanya kembali dekat dan menjadi sepasang kekasih.
Namun kenyataan harus berkata lain cinta keduanya tidak bisa bersatu, Ayunda harus menikah dengan Nathan atas keinginan keluarganya. Semua itu terjadi dalam tidur panjang Ayunda yang mengalami koma. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada Ayunda? Bagaimana kehidupannya setelah dia sadar dari koma? yuk... baca cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Aku Bukan Untukmu
Hampir satu tahun berlalu, Ayunda menikmati kehidupannya sebagai seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di kotanya. Lulus dengan nilai terbaik membuat dia bisa memilih universitas mana saja yang ingin di tujunya. Sebagai siswi yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata membuat dia banyak memiliki teman, namun tetap tidak ada yang bisa menghibur hatinya yang kesepian.
Sudah hampir satu tahun juga Erick tidak pernah lagi menemuinya, sosoknya hilang begitu saja. Terakhir Ayunda bertemu saat menyerahkan kado ulang tahun Erick yang dia lukis penuh cinta, namun dia mendapati sikap Erick yang tidak peduli padanya. Perasaannya terasa sakit saat itu, bahkan lebih sakit dari saat dia tahu kebenaran tentang Kevin.
Untuk mengisi kekosongan hatinya, Ayunda menjadi penyanyi di sebuah cafe. Dia melakukan ini biar tidak terlalu lama merasa sendiri saat di kamar, terlebih lagi dia menghentikan kebiasaan melukisnya setelah Erick menjauhinya.
Malam ini cafe yang biasa Ayunda manggung di reservasi seseorang untuk melamar kekasihnya, dia diminta manajer cafe untuk datang lebih cepat. Karena waktu acaranya lebih awal dari biasanya dia manggung.
"Ayunda bersiaplah"
Sapa Jack pemain dram, band yang mengiringi Ayunda manggung. Dia yang menjadi pemimpin anggotanya, karena usianya yang lebih dewasa dan juga sudah berkeluarga. Jack sosok yang bisa jadi orang yang diandalkan groupnya bila mereka punya masalah.
Semua sudah bersiap di posisi mereka masing-masing, mereka juga sudah berlatih untuk menampilkan lagu-lagu yang di pinta orang yang mereservasi cafe. Tamu yang di undang juga sudah terlihat hadir memenuhi bangku bangku cafe yang dihias berbeda hari ini.
"Sungguh berbahagia wanita yang akan di lamar malam ini" gumam Ayunda yang melihat dekor romatis seluruh cafe, wangi bunga menambah energi positif setiap menciumnya dan menambah semangat penuh cinta.
Sang pria sudah berdiri di hadapan sang wanita, Suasana dibuat sedikit gelap agar terlihat lebih romantis dan dia mengeluarkan cincin dan meminta untuk di terima oleh wanita yang benar-benar cantik dan anggun malam ini.
Teriakan dari tamu terdengar agar sang wanita menerima cincin yang ada di hadapannya. Ayunda hanya bisa melihat wajah wanita yang dilamar, sambil menyanyikan lagu-lagu romantis sesuai permintaan yang punya acara. Wanita itu menerima lamaran sang pria dan menerima untuk dipasangkan cincin di jarinya. Rona bahagia terpancar dari wajahnya, menambah nilai kecantikannya
Acara berakhir, Ayunda mengakhiri lagunya dan mengucapkan selamat pada kedua orang yang sedang berbahagia malam ini. Pria itu membalikkan tubuhnya memalingkan pandangannya kearah panggung, dia merasa mengenali suara yang memberinya selamat. Matanya terkunci melihat pada gadis yang di rindukannya, pada sosok Ayunda yang akan turun dari panggung karena acaranya sudah selesai.
Ayunda mengurungkan niatnya, dia kembali bernyanyi dan meminta group band mengiringinya, saat akan turun tanpa sengaja dia melihat sosok pria yang selama hampir satu tahun ini dirindukannya melihat ke arahnya.
Dahulu kau mencintaiku
Dahulu kau menginginkan aku
Meskipun tak pernah ada jawabku
Tak berniat kau tinggalkan aku
Ayunda menghayati setiap lirik yang keluar dari bibirnya, matanya tertuju pada sosok pria yang baru saja melamar kekasihnya. Ada rasa sakit yang dia rasakan menusuk hatinya, saat laki-laki itu terlihat menggenggam tangan wanita yang ada disisinya. Dia seakan merasakan genggaman tangan yang dulu sering ia rasakan, genggaman hangat tanggan seorang Erick.
Sekarang kau pergi menjauh
Sekarang kau tinggalkan aku
Di saat kumulai mengharapkanmu
Dan kumohon maafkan aku
Aku menyesal telah membuatmu menanggis
Dan biarkan memilih yang lain
Tapi jangan pernah kau dustai takdir mu
Pasti itu terbaik untukmu
Ayunda menitikan airmatanya, pandangannya tak berpaling dari Erick yang juga melihat ke arahnya. Lagu Aku Bukan Untukmu milik penyanyi Rosa seakan bisa mewakili gambaran perasaan hatinya saat ini. Suaranya sudah mulai bergetar, namun dia terus berusaha mengontrol agar emosinya bisa setabil sampai akhir lirik lagu ini.
Janganlah lagi kau menginggatku kembali
Aku bukanlah untukmu
Meski ku memohon dan meminta hatimu
Jangan pernah tinggalkan dirinya
Untuk diriku
Band yang mengiringinya masih memainkan musik mereka untuk masuk bait selanjutnya, tapi Ayunda meminta mereka berhenti dan mengakhiri penampilannya malam ini. Ayunda merasa sudah tidak mampu meneruskannya lagi, dari jauh Erick memperhatikan itu semua.
Ayunda turun dari panggung, dia tidak ingin melihat Erick lebih lama lagi. Cukup baginya sekarang untuk berharap laki-laki itu akan kembali mencintainya.
Dia masuk keruang pribadinya yang ada di cafe, tempat yang memang disiapkan manajer cafe untuknya beristirahat. Jack mengikuti Ayunda masuk dan mendekati gadis yang sudah dianggap seperti adik olehnya, tidak biasanya gadis kecil yang sudah sepuluh bulan ini dikenalnya bernyanyi sambil benar-benar menghayati setiap liriknya sampai menitikan air mata kalau bukan karena hatinya yang memang sedang mersakan hal yang sama.
"Ada apa?" tanya Jack ingin menenangkan Ayunda yang masih terisak, namun gadis cantik itu hanya menggelengkan kepalanya dan terus menangis.
"Menagislah, kalau itu bisa membuatmu kembali ceria lagi seperti biasanya" ucap Jack sambil pergi dan membiarkan Ayunda sendiri.
Erick yang melihat Ayunda turun dari panggung sambil menangis menyusulnya ke belakang panggung, dia mengenali Jack sebagai penabuh dram yang mengiringi Ayunda baru saja keluar dari satu ruangan yang membuatnya sangat yakin kalau Ayunda ada disana.
Erick masuk dan menutup pintu ruang pribadi Ayunda saat yakin yang didalam adalah adik kecilnya yang dia cintai.
"Bang Jack, keluarlah biarkan aku sendiri" ucap Ayunda dengan suara terisak saat mendengar pintu tertutup dan terdengar langkah sepatu yang mendekatinya.
Erick berdiri di belakang Ayunda yang masih membelakanginya, dipeluknya dari belakang gadis yang selalu dia rindukan.
"Aku merindukanmu" ucap Erick berbisik ditelingga Ayunda, membuat gadis itu memejamkan matanya.
Seakan bermimpi, kini dia kembali merasakan pelukan hangat yang dia rindukan selama ini, saat ini saat semuanya terlambat untuk kembali.
Erick membalik tubuh Ayunda agar menghadapnya, kini wajah cantik gadis kecilnya kembali ada tepat dihadapannya. Tidak ada yang berubah, bahkan terlihat lebih cantik .
"Aku juga merindukanmu kak" ucap Ayunda yang gugup berhadapan kembali dengan Erick.
Sama-sama saling merindukan satu sama lain, tanpa ada yang mendahului hanya ada perasaan ingin memiliki. Mereka bersamaan menyatukan bibir mereka dan menikmati ciuman yang sama-sama mereka inginkan. Berbeda dengan satu tahun yang lalu, kini Ayunda membalas dengan sadar setiap sesapan yang diberikan Erick sampai mereka terpaksa harus menghentikannya untuk mencari oksigen.
"Aku mencintaimu kak, setelah kau pergi aku menyadari kalau aku mencintaimu" ucap Ayunda setelah mereka menghentikan ciuman mereka untuk yang kedua kalinya.
"Maafkan aku kak" Ayunda memeluk erat Erick.
"Aku juga selalu mencintaimu" jawab Erick dan untuk ketiga kalinya mereka melepaskan rindu dengan menyesapi rasa setiap gerakan bibir mereka.
Ciuman panas itu berkali kali mereka lakukan seakan ingin membalas waktu yang selama ini terbuang untuk menyatukan cinta mereka. Namun akal sehat Ayunda menghentikannya, sebelum mereka kembali menikmati yang sebenarnya tidak boleh mereka lakukan.
"Kak keluarlah, kekasihmu menunggu di meja" pinta Ayunda saat menyadari kalau Erick baru saja melamar seorang wanita.
"Biarkan sebentar lagi, aku masih ingin memelukmu" jawab Erick yang langsung membawa Ayunda dalam pelukannya.
...*****...
jangan lupa mampir di karya aku ya kk
My Little Prince dan VCPD 🥰