Ini Karya Pertamaku. Hasil ide pemikiran aku. Bukan plagiat. jika ada kesamaan itu adalah ketidak sengajaan. mengandung unsur 21++ karna tokohnya bukan anak remaja.
Menceritakan kehidupan empat bersaudara yang kaya raya tetapi sulit menemukan pasangan karena saudara tertua yang belum menikah walau sudah hampir 40 tahun, sehingga perjodohan pun dilakukan agar adik adiknya mau menikah.
Cinta segitiga pun terjadi antara dia dan adiknya. begitu juga saudara saudara yang lainnya mengalami apa yang namanya cinta segitiga dalam mendapatkan pasangan
Mohon dukungannya 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak rosesyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 13
Melihat Wardah yang tergeletak pingsan di depan halaman rumah, Anisa berteriak panik.hingga semua adiknya keluar dari kamar.kecuali Arya yang saat itu sedang ke apartement Karin. Hari minggu Arya habiskan bersama Rendi anak angkatnya.
'' Loh ini Wardah kenapa kak bisa pingsan depan rumah '' Tanya Chandra
'' Sudah jangan banyak tanya, cepat angkat bawa kedalam.'' perintah Anisa
'' Jadi ini yang namanya Wardah, Cantik sekali '' Gumam Dean yang baru pertama kali melihat Wardah.
Bara langsung menggendong tubuh Wardah ala bridal style.Dibawanya Wardah ke kamar tamu.dengan perlahan Bara baringkan di ranjang.sementara Chandra menelpon dr.Bimo, dokter pribadi keluarga Atmaja.Anisa terus menggenggam tangan Wardah. tak berapa lama dr.Bimo datang. Chandra langsung membawa dr.Bimo ke kamar tamu.
'' Siapa yang sakit Bro ?'' Tanya dokter Bimo pada Chandra, Bimo dan Chandra memang sahabatan dari kecil, namun keduanya memilih jalan berbeda. Bimo jadi dokter, sedang Chandra menjadi Arsitek.
'' Tuh..'' Mata Chandra mengarah ke Wardah yang masih terbaring pingsan
'' Udah cepat periksa dia Bimo '' perintah Anisa, Bimo segera memeriksa Wardah.
'' Sepertinya dia cuma kelelahan, banyak fikiran mungkin juga, Tak perlu khawatir , ini saya buatkan resepnya. Tinggal tebus di Apotik '' ucap dr.Bimo
'' Baik Bimo,Terima kasih, kau boleh pulang '' Anisa berkata datar.
'' Baiklah Kak Anisa, Saya pamit ''
'' Chandra antar Bimo ke depan, Sekalian ke Apotik yah '' ucap Anisa
'' Siap kak, Ayo Bim..''
Chandra dan Bimo pergi meninggalkan kamar.Bimo diantar Chandra ke klinik karna sopir yang mengantar Bimo langsung pergi ke bengkel mmbawa mobil untuk servis bulanan.Didalam mobil,Bimo yang jiwa keponya tinggi jadi ingin tau tentang wanita yang tadi diperiksanya, kenapa Anisa begitu khawatir.dia pun memberanikan diri bertanya pada Chandra.
'' Chan, cewe tadi siapa sih? kok kalian seperti khawatir banget gitu. pacar kamu ??''
'' mau nya sih gitu, tapi bukan buat aku ''
'' maksud kamu?''
'' Dia Wardah yang mau dijodohkan sama Kak Arya, padahal sebenarnya baik kak Arya ataupun Wardah gak terima dengan perjodohan ini. ini hanya keegoisan Kak Anisa. Kasian Wardah, tapi kita gak mungkin melawan kak Anisa, selama ini dia yang sangat bertanggungjawab.Kita juga gak mau liat kak Anisa kecewa kalau keinginannya tidak dipenuhi ''
'' Apa mungkin mereka bisa bahagia kalau gak saling cinta? Secara Kak Arya sangat cinta banget sama Karin.sampe sampe rela jadi Ayah buat Rendi.''
'' Gak tau Bim, Kalau aku yang sama Wardah,aku mah gak bakal sakiti hati dia ''
'' Dimana ini? kenapa aku bisa tertidur'' Wardah mulai sadar,matanya melihat kesekelilingnya.semua tampak asing.wardah lalu menurunkan kakinya hendak berjalan, tapi kepalanya masih sedikit pusing.ia duduk diujung ranjang sambil memijit mijit kepalanya.tak lama datang Anisa membawa semangkuk bubur dan Air.
'' Alhamdulillah kamu dah sadar Wardah, Ini kamu makan yah,nanti kalau obatnya dah ada baru minum obat '' Anisa bersikap ramah.Wardah hanya diam,dia terlanjur tak suka dengan sifat Anisa yang semena mena dan suka mengatur.Wardah ingin keluar dari rumah Anisa,Wardah berusaha bangun meski kepalanya sakit.
'' Saya mau pulang Tante '' ucap Wardah
'' Kamu masih sakit Wardah,Ini makanlah '' pinta Anisa mendekati Wardah.
''Tidak Tante, saya harus pulang.''
'' Tapi wardah...''
'' Berhenti mengkhawatirkan saya Tante, karna mungkin ini awal sakit yang saya dapat, entah sakit apa selanjutnya saya pun tak tau.terima kasih Tante, saya pamit '' Wardah bangun dan berjalan menghiraukan Anisa. Namun saat didepan pintu kamar Wardah bertemu Chandra
'' Kamu mau kemana Wardah ?'' tanya Chandra
'' Aku mau pulang''
'' Tapi kamu masih sakit, apa perlu aku antar, oh ya ini buat dan vitamin buat kamu'' ucap Chandra sambil memberikan bungkusan yang berisi obat.
'' Terimakasih obatnya kak, saya bisa pulang sendiri '' tolak wardah namun Dia tetap menerima bungkusan dari Chandra.
'' Ya sudah kamu hati hati bawa motornya''
Wardah pun berlalu dari hadapan Chandra,Anisa dikamar terlihat diam, Dia tak bisa menahan wardah untuk tak pergi.
ucapan terakhir wardah begitu tajam untuknya. sementara Dean terus memperhatikan Wardah, karna khawatir Dean pun mengikuti Wardah dengan mobil.Wardah sampai rumahnya dengan selamat, Dean pun kembali lagi kerumah.
Dirumah Wardah
''Assalamualaikum '' Ucap wardah
''Waalaikumsalam, Wardah dari mana? muka kamu pucat sekali.'' jawab Ibu Cahaya
'' Dari rumah Tante Anisa,Wardah gak apa apa mah ''
'' Ngapain kesana?'' Cahaya heran karna memang Wardah pergi kerumah Anisa tanpa izin dulu.
'' Membayar hutang Ibu '' Jawab Wardah, Cahaya tampak kaget
'' Kamu udah dapat uangnya? ''
'' Wardah terima perjodohan dengan Adiknya Tante Anisa ''
Cahaya kaget, tak terasa air matanya menetes. perasaannya antara sedih karna mengorbankan anaknya dalam sandiwara namun senang karna anaknya akhirnya menikah.Cahaya langsung memeluk Wardah. Wardah hanya terpaku menatap kosong.
'' Maafkan Ibu nak...'' Cahaya terisak, hanya itu yang bisa ia katakan.
'' Ini bukan salah Ibu. Wardah mau ke kamar bu. permisi '' Cahaya pun melepaskan pelukannya.wardah segera masuk ke kamarnya.
Wardah merebahkan diri di ranjang, diam melamunkan tentang hidupnya yang bagai rollercoster penuh kejutan.kadang tenang kadang tegang.Air mata yang tadi ia tahan akhirnya lolos mengalir dari kedua matanya.
'' Entah kejutan apalagi di hidupku yang harus aku alami esok, semoga keputusanku ini yang terbaik'' batin wardah.tak lama Wardah pun tertidur.
Di kediaman Atmaja
Sore itu Bara, Chandra dan Dean sedang menonton siaran sepakbola diruang keluarga.sedangkan Anisa dari tadi siang pergi ke rumah saudaranya untuk membicarakan pernikahan Arya.Tak lama Arya datang setelah seharian diapartement Karin.
'' Kak Arya sini '' panggil Dean yang melihat Arya datang.Arya pun ikut duduk menonton tv disamping Dean.
'' Kak Anisa mana De ?'' tanya Arya.
'' Lagi kerumah Om Hari '' jawab Dean sambil ngemil kripik kentang kesukaannya.
'' Chan tadi obatnya dikasih wardah ga ? kakak tadi ada ketemu temen jadi gak tau kalau wardah pulang ?'' tanya Bara
'' Udah Kak, cuma dia nggak mau dianter '' jawab chandra
'' Cewe Aneh itu kesini ?? '' tanya Arya
'' siapa cewe aneh ??'' Chandra pura pura heran
'' yang kalian bicarakan barusan '' ucap Arya
'' Wardah kak namanya. bukan cewe aneh,cewe cantik pantesnya '' jawab Chandra
'' Iya tadi dia kesini.dia menyetujui perjodohan sama kak Arya. Tapi setelah itu dia pingsan.'' Bara menjelaskan.Dean hanya diam saja.
'' oh begitu '' ucap Arya datar.
'' Kakak emang gak bahagia gitu ??'' Tanya Chandra.Arya hanya diam tak menjawab.
'' Aku tak mungkin bahagia jika aku menikah bukan dengan orang yang ku cintai. Kalau bukan karna ancaman kaka pada anakku Rendi aku gak mau perjodohan ini.'' Batin Arya.
Bersambung
Terimakasih buat yang sudah mampir.mohon dukungannya.
😍😍😍