NovelToon NovelToon
Cinta Mamah Muda

Cinta Mamah Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:288.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Winaka

Calista berasal dari keluarga yang mengalami dinamika kehidupan seperti kebanyakan orang. Papanya yang sabar dan berhati hangat, membuat keluarga Calista dapat bertahan. Tetapi banyak orang yang memanfaatkan kebaikan hatinya untuk mendapatkan keuntungan dengan menculasinya. Beruntung datang pertolongan dari sahabatnya, Tuan Lucas, sang konglomerat yang menyelamatkan tetapi harus ditukar dengan kebebasan Calista. Pernikahan mereka yang diawali dengan drama dan diikuti drama-drama berikutnya, membuat Calista semakin dewasa. Tuan Lucas mendidiknya menjadi seorang wanita yang ulung dalam berbisnis dengan mental baja dan percaya diri.
Rasa cinta muncul karena ketulusan Calista mengabdikan dirinya untuk suaminya walaupun ia tak mencintainya. Masalah muncul ketika ternyata Anak dari suaminya adalah sahabatnya di sekolah. Mantan isteri Tuan Lucas dan saingan bisnisnya menguji ketahanan mereka menghadapi masalah. Akankah Cinta Sang Mamah Muda dapat bertahan dan berakhir dengan indah? Langsung saja disimak. Jangan lupa tinggalkan jejak dalam karya perdana Winaka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Matahari sudah tinggi saat Calista bangun dari tidurnya. Matanya masih enggan dibuka. seperti biasa ia mengulet dulu dan bergulung-gulung ditempat tidur dengan selimutnya. Tapi Calista lupa bahwa semalam ia tidur di sofa, maka....

"Bruggh"

Jatuhlah Calista dalam gulungan selimut. Beruntung ada permadani tebal yang menyambutnya. Jika ada Tuan Lucas, bertambahlah daftar kesembronoannya dihadapan Pak Tua itu.

Calista ingat bahwa Tuan Lucas minta dibangunkan pukul 05.00 oleh asistennya. Tentu Pak Tua itu sudah pergi, batinnya lega.

Setelah membersihkan dirinya, Calista mencari makanan diseluruh penjuru ruangan. Dengan antusias ia membuka kulkas, ternyata hanya buah-buahan dan air mineral serta bermacam rasa susu dengan berbagai merek ada disana.

Lumayanlah daripada aku kelaparan, pikir Calista. Ia memakan buah dan susu sambil menonton televisi. Setelah kenyang, barulah ia menyadari bahwa sejak kemarin ia tidak memegang handphone.

Ia mengingat-ingat kepada siapa menitipkan HP nya. Yahhh, aku ingat menitipkan HPku pada Reyka. Duh, kenapa dia tidak memberikannya padaku lagi, sih! gerutu Calista.

Dua jam kemudian, perutnya kembali meronta. Tapi Calista sudah tidak mau memakan buah dan minum susu lagi. Ia ingin makanan berat. Aku akan cari makanan saja diluar. Kalau makan di hotel ini pasti mahal harganya, batin Calista.

Saat hendak keluar dari kamar, ternyata ada 2 orang laki-laki tinggi tegap memakai jas berada dikedua sisi pintu kamarnya. Segera Calista tarik kembali kepalanya yang tadi dilongokkan di depan pintu.

Tiba-tiba Calista merasa takut. Siapa kedua laki-laki yang dilihatnya itu? Bagaimana ia bisa keluar dari ruangan ini? Dan perutnya sungguh meronta kelaparan. Karena bingung tak dapat menjawab semua pertanyaan yang muncul dikepalanya, Calista terpaksa memakan buah dan susu yang sudah membuatnya muak.

Menjelang sore, Calista merasa perutnya mulas dan terasa sakit. Sampai malam hari, ia berulang kali ke dalam kamar mandi. Sepertinya ia terkena diare. Tidak seimbang nya asupan makanan dan yang ia keluarkan membuat tubuhnya menjadi lemas dan lemah. Kepalanya terasa pusing dan wajahnya terasa panas.

Calista tidak menyadari saat Tuan Lucas pulang dan melihatnya bergelung disofa sambil menggigil. Melihat wajah putihnya yang memerah tapi bibirnya memucat, Tuan Lucas menyentuh dahi istrinya dan terkejut. Segera ia memanggil Jerry dan memintanya untuk memanggil dokter keluarganya.

"Nyonya menderita dehidrasi. Saya akan memberinya infus, Tuan" jelas dokter Ira pada Tuan Lucas.

"Apa yang menyebabkannya dehidrasi, Ra?" tanya Lucas penasaran.

"Melihat dari sampah yang berserakan dimeja depan sepertinya nyonya memakan buah dan susu berlebihan. Mungkin tidak ada asupan makanan selain itu. Karena tidak terbiasa, sehingga istri anda diare sehingga menjadi dehidrasi."

"Hemm, Jerry. Pecat pelayan yang seharusnya melayani nyonya makan seharian ini!" perintah Tuan Lucas yang segera dilaksanakan oleh Jerry.

"Berikan bubur saat nyonya sudah terbangun nanti. Jangan diberikan rasa yang kuat dulu, sampai semuanya normal kembali, " kata dokter sambil menulis resep obat untuk nyonya Lucas. Ia memberikannya pada Jerry. Dokter Ira melihat kecemasan dalam mata Tuan Lucas. Tak sekalipun pandangnya lepas dari wajah istrinya. Ia duduk dikasur disisi Calista.

"Jerry, kau bisa mengganti botol infusnya, kan?" tanya Ira pada Jerry yang dibalas dengan anggukan. Aah, mahal sekali suaramu Tuan Jerry, batin Ira kesal.

"Aku permisi, Tuan" pamit Ira yang diantar oleh Jerry sampai depan ruangan.

Jerry menghubungi kepala koki hotel dan memintanya menyiapkan bubur untuk Nyonya nya.

"Mmmh, papa... kepala Cal sakit, " igau Calista pelan. Tuan Lucas memijat perlahan kening Calista, berusaha meringankan sakitnya.

Tuan Lucas mengganti handuk kecil basah yang diletakkan didahi Calista dengan telaten. Ia merasa bersalah karena tidak menanyakan apakah istrinya sudah diberikan makan atau belum.

Saat Calista sudah terbangun, dengan hati-hati Lucas menyuapi dengan bubur yang sudah disiapkan kepala koki.

Walaupun canggung, Calista mencoba menelan suapan demi suapan yang diberikan Tuan Lucas. Rambut dikeningnya yang sesekali jatuh ke dahinya, diselipkan ke belakang telinga oleh Tuan Lucas.

"Kenapa kau tidak menelponku atau Jerry?" tanya Tuan Lucas datar.

"HP ku ada pada Reyka. Aku lupa memintanya kembali. Lagipula aku tidak tahu nomormu, " jawab Calista pelan.

Tuan Lucas menatap tajam pada manik mata Calista, "Kau tidak sebodoh yang kubayangkan, kan? Bukankah ada telepon diruangan ini, yang bisa kau pakai untuk menghubungi aku? atau paling tidak kau bisa memesan makanan!"

Mata Calista membulat ketakutan karena ia tidak pernah dimarahi oleh laki-laki manapun termasuk papanya.

Tetes-tetes air mata sudah mulai mengalir dipipi putihnya yang masih kemerahan karena suhu tubuhnya yang masih cukup tinggi.

"Jangan menangis. Ayo, habiskan buburnya. setelah itu minum obat dan tidur kembali. Aku akan menjagamu!" kata Tuan Lucas melembut.

1
Witri Yanti
extra nyo thor
Oktavia
kok bisa jd pemilik jika cuma 30%, dan pengambil keputusan… ada yg salah ini
Oktavia
putri sulung kali
Munawir Az
Luar biasa
Farly Rembet
mmmmmm
Supinik Pinik
sgt ditggu kelanjutannya Thor...
Zainun Rohmah
aku ngakak.... pas ada tulisan " awas kakak sedang ujian"
Erlinda
kenapa Lucas masih bermain main ya .padahal dia udah tau..apa harus menunggu jatuh korban dulu baru bertindak..?
oktasyaalia14
Semangat dan sehat selalu kak author...
lanjutkan terus karyanya...
Mayra Putri
kereeen...aku pdmu calista.....
Mayra Putri
bom like bust author......
Mayra Putri
ceritanya bagus...tpi yg like kok sedikit....
Jian Septia
aq sdh baca dr awal sampai akhir..dan ceritanya sgt bgus dan memuaskan ..terus berkarya thor...
Nanik Nik
bgus critanya singkat g brtele2
Jupendri Simanjuntak
bagus alur cerita ny
Jupendri Simanjuntak
bagus
Jupendri Simanjuntak
bagus alur cerita ny
Tieny Roesmiasih
makasy bingit thor sayaang 🙏🥰🙏...
keren bngt ceritanya.. singkat.. gak smp ratusan bab.. tp terpatri di hati... thanks for all dearest...
🙏🥰💖👍💪👍💖🥰🙏
Tieny Roesmiasih
cumunguutt mbak Wiinn 💪🥰💖🥰💪
Tieny Roesmiasih
wadduhh.. jangan² c eva ma c alan tuh 🧐👿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!