NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Tahun 1970 Berbekal Game Pertanian

Terlempar Ke Tahun 1970 Berbekal Game Pertanian

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Kainara Seroja Putri tidak pernah menyangka kematian akan membawanya kembali ke tahun 1972, terbangun dalam tubuh Seroja Ningsih, gadis desa lemah yang baru saja dibuang oleh ayah kandungnya sendiri.

Dengan bekal sistem game pertanian dan pengetahuan dari masa depan, Seroja harus menghidupkan tanah kapur tandus yang dianggap tidak berguna, mencari jalan untuk bertahan hidup, serta mengembalikan harga diri ibunya yang telah diinjak-injak.

Namun, ketika tanah buangan itu perlahan berubah menjadi sumber kekayaan, Seroja justru menarik perhatian orang-orang yang selama ini menyembunyikan rahasia kelam keluarganya. Sebuah rahasia yang dapat mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Aksi Sabotase

"Buka keranjang bambunya, Pak," perintah Rian pongah, menunjuk tumpukan keranjang Seroja dengan dagu terangkat tinggi.

Seroja berdiri di ambang pintu gudang, tenang. Ia merapikan lengan kebayanya, lalu mempersilakan kedua petugas penertiban masuk.

Sementara Danu, Bagas, dan Doni bersandar di dinding kayu, mengawasi Rian tanpa berkedip.

Petugas pertama melangkah maju dan membuka ikatan daun pisang di keranjang paling atas. Rian ikut mencondongkan tubuh, senyum liciknya mengembang, membayangkan ulat yang akan memenuhi pandangan, bukti yang akan menghancurkan Seroja.

Namun, sekejap senyum itu luntur seketika. Karena bukan ulat abu-abu yang menyapa mereka, melainkan tomat merah ranum tersusun rapi, kulitnya mulus, dan menggiurkan. Aroma daun jati basah menguar, bersih dari bau busuk atau lendir hama.

Petugas itu mengernyitkan dahi. Ia memutar satu buah tomat di telapak tangan, lalu meletakkannya kembali. "Bersih," lapornya singkat.

Rian membelalakkan mata, jantungnya memukul tulang rusuk. "Tidak mungkin! Cek keranjang yang bawah, Pak! Pasti disembunyikan!"

Petugas kedua membongkar tumpukan keranjang, membuka penutupnya satu per satu. Hasilnya nihil.

"Laporanmu tidak terbukti, Rian," tegur petugas pertama, menatap anak tangan kanan Supri dengan wajah kesal. "Gudang ini bersih. Tomat mereka segar, bukan seperti aduanmu."

Rian mundur selangkah, menelan ludah. Akalnya lumpuh mencerna realitas di depannya. Baru semalam ia menyelinap masuk lewat jendela belakang, menumpahkan ratusan ulat grayak ke atas tumpukan daun pisang. Bagaimana mungkin semuanya lenyap tanpa sisa?

Kainara di dalam jiwa Seroja tersenyum dingin. Rian mengira ia berhadapan dengan gadis desa bodoh yang akan menangis melihat dagangannya dirusak. Ia tidak tahu sedang berhadapan dengan mantan manajer eksekutor yang merespons krisis dengan tindakan pembersihan tanpa kompromi.

Seroja melangkah maju membelah jarak di antara mereka.

"Laporanmu memang sangat aneh, Rian," ucap Seroja, suaranya tenang tapi menyayat. "Kamu datang membawa tuduhan spesifik soal hama ulat, padahal gudang kami selalu tertutup rapat."

Seroja merogoh saku dalam kebaya luriknya dan mengeluarkan botol kaca bening berukuran sedang. Di dalamnya, puluhan ulat grayak menggeliat pasrah.

Kedua petugas memusatkan perhatian pada benda di tangan Seroja.

"Tadi malam, saat kami menyortir ulang barang untuk pengiriman Pak Subroto, kami menemukan hama ini berserakan di atas keranjang," lapor Seroja, kalimatnya runut dan tegas. "Anehnya, ulat sebanyak ini tidak muncul dari ladang kami. Tomat ini ditanam di tanah yang dijaga pupuk kompos nabati, wereng saja enggan menyentuhnya."

Seroja memutar botol itu, memperlihatkan bagian dasarnya yang sedikit kusam.

"Lebih aneh lagi," lanjut Seroja, menatap manik mata Rian yang memucat. "Kami menemukan botol ini jatuh di dekat jendela belakang gudang yang papannya sengaja dirusak dari luar. Di dasar botol ini, ada ukiran huruf inisial R."

Seroja menyodorkan botol itu ke hadapan petugas pasar.

"Di pasar induk ini, setiap pedagang tahu bahwa anak Paman Supri gemar menandai barang miliknya menggunakan pisau saku. Bukankah begitu, Bapak-bapak?"

Skakmat Seroja mengunci ruang gerak Rian. Pemuda itu kehilangan pijakan, tuduhan palsu yang ia bangun justru menelanjangi aksi sabotasenya sendiri. Keringat dingin membasahi kerah kemejanya.

Petugas penertiban menyipitkan mata. Menyebarkan hama secara sengaja ke gudang distribusi pangan adalah kejahatan serius yang bisa mencabut izin usaha dari paguyuban. Mereka menatap Rian, menuntut jawaban.

"Itu fitnah! Dia mencuri botolku!" bantah Rian terbata. Suaranya pecah, tak bersisa nada sombong yang tadi mengawali kedatangannya.

Rian melangkah maju, tangan terulur kasar hendak merampas botol dari genggaman Seroja. "Sini! Kalian sengaja menjebakku!"

Danu tidak membiarkan sepupunya disentuh. Pemuda kekar itu melangkah melindungi Seroja, mendorong bahu Rian keras hingga pemuda itu terpental membentur keranjang kosong.

"Jangan berani menyentuhnya," ancam Danu.

"Cukup!" bentak petugas pertama, menengahi ketegangan yang nyaris pecah. Dia menatap Rian dengan tatapan muak. "Kalau Bapakmu tahu kelakuanmu pagi ini, dia sendiri yang akan malu menginjakkan kaki di pasar ini."

Petugas itu memberi isyarat pada rekannya untuk pergi, mengakhiri inspeksi yang membuang waktu. Rian tertinggal sendirian, matanya berkilat dengan kebencian bercampur malu. Tanpa Supri, ia hanyalah cecunguk tak berdaya. Ia memutar tubuh dan berlari meninggalkan lorong becek gudang transit.

Seroja memasukkan kembali botol kaca itu ke saku kebayanya. Ia meruntuhkan sabotase fisik Supri dan menghancurkan reputasi anaknya di depan aparat pasar sekaligus.

"Siapkan sepedanya, Mas Bagas," perintah Seroja, memutar kembali pada rutinitasnya. "Pak Subroto sudah menunggu tomat kita."

1
watno antonio
yang banyak punya thor
Miaaaoowww😸
tumben kk ceritanya update 1 biasanya banyak😘😘😘, sehat2 y kk authorrrr
vania larasati
lanjut
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
hadir thor
INeeTha: Makasih kaka🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!