- Lanjutan dari Novel My Possesive Husband
Awalnya rumah tangga Sean dan Dara berjalan dengan baik. Kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka setelah insiden penyerangan Mansion waktu itu. Namun seketika, semuanya berubah ketika datanglah sosok wanita dari masa lalu Sean dan Garvin. Dia datang dan menjalin hubungan tersembunyi dengan Sean Crishtian yang merupakan Ketua Geng Mafia Crowned Eagle sekaligus suami sah dari Andara Claire Crishtian.
Dara di hadapkan dengan dua pilihan terberat dalam hidupnya, yaitu bertahan dengan rasa sakit atau pergi menjemput kebahagiaan terbaru dengan sahabat Sean.
"Aku memang mencintai mu Sean. Bahkan sangat mencintai mu. Tapi maaf, aku tidak sekuat itu untuk bertahan dengan rasa sakit yang kamu berikan untuk ku. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi dengan laki-laki yang mencintai ku." - Andara Claire Crishtian.
"Bodoh. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Dara. Jika kamu melakukan itu, maka bersiaplah, orang disekeliling mu yang akan menerima akibat atas apa yang kamu perbuat. Katakan saja aku gila. Tapi inilah cara ku mempertahankan wanita yang aku cinta." - Sean Crishtian
Jangan lupa klik tombol Love ❤️ agar tidak ketinggalan info Update terbarunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Eva Fullandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. MISSING SMILE
Happy Reading 🥳
Di sebuah rumah minimalis mewah di kediaman Bos Mafia pembunuh bayaran paling kejam yang tidak mengenal kata ampun terlihat sangat sunyi. Hanya ada dua orang yang berada di balkon rumah mewah itu.
"Tuan Daniel semuanya telah beres." Ucapnya dengan sangat sopan. Tubuhnya berdiri tegak dengan kepala sedikit menunduk. Sementara tubuh Bosnya kini tengah membelakanginya.
Seperti biasa di malam-malam sebelumnya. Sang Bos kini tengah menatap indahnya pemandangan malam di langit kota. Begitu banyak bintang yang bertaburan di atas langit. Warna gelap dengan kemerlap bintang hal itu semakin membuat Daniel tidak ingin beranjak dari tempatnya sekarang. Balkon ini memang di desain khusus oleh Daniel sendiri.
Daniel Aeron dikenal sebagai Pembunuh Bayaran yang tidak pernah mengenal kata ampun jika berada di luar rumahnya. Namun, akan sangat berbeda jika berada di dalam dalam rumahnya. Sosoknya akan terlihat tenang dan begitu pendiam. Tidak hanya itu juga, Daniel juga menyukai hal-hal yang berbau dengan Galaksi atau alam semesta.
Jangan salah, jika Garvin, Lucas, Alfa dan Jayden mempunyai rumah bahkan Mansion mewah, maka akan berbeda dengan Daniel. Daniel lebih memilih untuk mempunyai rumah minimalis yang cukup untuk ia tinggali sendiri. Di rumahnya tidak ada bodyguard maupun maid yang bertugas menjaga rumahnya dan membersihkan rumahnya. Hanya saja bawahan Daniel bekerja di luar sana. Tidak berdekatan dengan Daniel. Namun, bawahan Daniel menjaga Daniel dengan jarak yang telah mereka sepakati bersama Daniel.
Bagaimana kebersihan rumahnya? Dan siapa yang memasak untuk Daniel makan setiap harinya? Lalu, siapa yang mengobatinya jika sakit dan terluka? Jawabannya adalah Daniel.
Ya, Daniel melakukannya sendiri. Mulai dari beres-beres rumah hingga membuat makanan, itu dilakukan sendiri oleh Daniel. Daniel juga pandai dalam mengobati dirinya sendiri. Seperti tertembak, tersayat. Kecuali jika tertusuk. Daniel akan di panggilkan dokter spesialis yang akan menanganinya. Sebagai Bos pembunuh bayaran, Daniel telah menyiapkan semuanya secara mandiri.
"Apakah perusahaan milik Derrick sudah berganti nama menjadi nama ku?" Ujarnya dengan suara yang terkesan dingin.
"Sudah tuan." Jawab orang itu.
Daniel tersenyum tipis. "Baiklah. Kau bisa pergi." Titahnya dengan tegas.
"Baik tuan." Setelah itu bawahan Daniel langsung berjalan pergi meninggalkan Daniel sendirian di rumah itu.
"Transaksi tetaplah transaksi. Semuanya akan berjalan lancar jika ada uangnya."
Setelah melakukan pertemuan dengan sahabat-sahabat nya tadi, Daniel memutuskan untuk langsung pulang. Tidak ikut pergi ke Club.
Kepalanya yang terasa sedikit pegal menggeleng ke kanan dan ke kiri. Menimbulkan sebuah suara yang terdengar sangat khas. "Hah.." Daniel menghembuskan nafasnya kasar. Selama ini Daniel tidak memihak siapapun. Entah itu Garvin maupun Sean. Daniel lebih memilih untuk menjadi pihak netral. Hanya saja, waktu peristiwa pembantaian itu terjadi Daniel memang yang melakukannya. Namun ada alasan tersendiri yang membuat Daniel melakukannya.
Sementara itu, kini di sebuah kamar mewah terlihat sepasang suami istri yang tengah tertidur di satu ranjang yang sama.
Sean menguap pelan. Lalu dengan perlahan ke dua bola matanya terbuka. Jam telah menunjukkan pukul satu dini hari. Lantas Sean segera bangkit adri tempat tidurnya dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara yang gaduh.
Setelah berhasil, Sean segera berjalan keluar kamar. Tidak lupa juga Sean menghubungi Xander terlebih dahulu.
"Xander, temui aku di ruang kerja sekarang." Titah Sean ketika panggilan telah terhubung.
"Baik Tuan." Jawab Xander patuh.
Setelah mendapatkan respon dari Xander, lantas Sean mematikan sambungan telfonnya dan segera menuju ruang kerjanya. Sesampainya di depan pintu ruang kerja, Sean segera masuk ke dalam.
"Tuan, ini saya Xander."
Mendengar suara Xander, tubuh Sean langsung berbalik. "Xander, apa kau sudah menanyakan titik lokasi Lucy berada ke Darren?" Tanya Sean ke intinya.
"Sudah Tuan." Jawab Xander. "Perempuan yang bernama Lucy Matilda Adira sekarang berada di negara Indonesia. Dia tinggal di provisi Jawa Timur kota Lumajang. Lucy hidup di bawah pengawasan seorang pria."
Kening Sean berkerut. "Dibawah pengawasan seorang pria?" Ujar Sean mengulangi perkataan Xander. "Siapa pria itu?" Tanya Sean. "Apa Darren atau yang lainnya?" Tebak Sean dengan ke dua tangan bersedekap dada. Tubuhnya ia sandarkan di tepian meja.
Xander menggelengkan kepalanya. "Bukan tuan. Ini diluar perintah tuan. Ini juga diluar informasi dari tuan Darren. Saya yang menyelidikinya sendiri ketika mendapatkan sebuah kejanggalan." Kata Xander menjelaskan.
Sean terdiam. Menunggu kelanjutan dari Xander.
"Nona Lucy memang tinggal seorang diri. Akan tetapi nona Lucy juga tinggal di bawah pengawasan seorang pria. Itulah yang membuat nona Lucy sulit di temukan oleh Garvin."
Oke. Sean mengerti sekarang. "Siapa pria itu?" Tanya Sean dengan menatap wajah Xander.
"Maaf tuan. Saya juga tidak tau pria itu. Saya sudah mencari tau keberadaannya, akan tetapi tetap saja dia sangat sulit untuk di temukan."
Sean langsung menegakkan tubuhnya. "Bagaimana bisa kamu menyimpulkan jika Lucy hidup di bawah pengawasan seorang pria jika kau tidak bisa menemukan keberadaannya?"
Xander yang mengerti akan hal itu, langsung berjalan mendekati Sean dengan menyerahkan sebuah map coklat. "Disitu ada beberapa bukti foto yang menguatkan perkataan saya tadi Tuan." Ujar Xander.
Sean menerima map coklat itu. Tanpa banyak bicara, Sean langsung membuka map coklat itu. Ada beberapa foto Lucy di sana yang ditemani seorang pria dari kejauhan.
"Pria itu tidak pernah melukai nona Lucy, tuan. Pria itu lebih cenderung menjaga nona Lucy dari bahaya yang mengancam nyawanya."
***
- UP setiap hari jam 7 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
😭😭😭😭