hai,,,readers author datang lagi dengan cerita yang baru sequel dari "Wanita Pilihan Untuk Ayah"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 13. Party (2)
selamat menikmati 💐💐💐
Malika melihat sekelilingnya dan matanya bertemu dengan tatapan mata marah dari tuan Wijaya Kusuma melihat anaknya dipermalukan. Namun Malika membalas tatapan ayahnya dengan senyum manis sambil mengedipkan sebelah matanya.
Vita yang sejak kedatangan Malika merasakan sesuatu yang berbeda dengan gadis itu, tak sengaja melihat tatapan mata tuan Wijaya Kusuma dan senyuman Malika membuatnya semakin bingung. Namun Vita tetap diam.
"Aku yakin jika kamu mendengar perusahaan ayahku, maka jiwa.miskinmu akan menangis". terdengar suara Sherly dengan nada semakin sombong
"Bagaimana aku bisa jiwa miskinkun menangis nona, jika nama perusahaan ayahmu aku tidak tau.". balas Malika semakin mengeluarkan aura membunuh.
Vita yang instingnya sudah terlatih semakin bingung dengan gadis muda di depannya tapi mampu mengeluarkan aura membunuh seperti itu.
"Nama perusahaan ayahku adalah PT. Teknologi Smart ". ucapnya dengan sombong
"Semoga besok perusahaan ayahmu baik-baik saja, nona ". balas Malika dengan tersenyum miring dan bermaksud ingin meninggalkan Sherly.
"Kurang ajar, aku belum selesai denganmu gadis miskin.". kata Sherly ingin menampar Malika
Dengan cepat Malika menangkap tangan Sherly dan menggenggamnya dengan erat
"Jangan coba-coba bermain kasar nona dan nikmatilah malam ini karena setelah acara ini selesai kamu akan kehilangan perusahaanmu ". balas Malika sambil berbisik.
Kemudian Davis menghampiri Malika dan menariknya keluar ruangan membuat para tamu undangan termasuk keluarga besar Dirgantara saling berpandangan tak mengerti.
Adam kemudian mengambil alih kata-kata sambutan yang seharusnya dilakukan oleh Davis.
(Davis by pinterest)
"Ngapain sih kamu gak mau jujur, kalo kamu itu putri tuan Wijaya Kusuma???" tanya Davis kesal setelah mereka berada diluar area pesta
"Kalo aku jujur, aku gak bisa melindungi keluargaku dari lawan bisnis papa, setidaknya sampai kak Shadika menikah sehingga ada yang bisa jagain dia". jawab Malika dengan nada sengit
"Aku kasihan melihat tuan Wijaya melihatmu dihina seperti tadi ". kata Davis masih kesal
"Jangan khawatir dalam hitungan jam nona Sherly akan mendapatkan balasan atas penghinaannya pada gadis miskin seperti aku.". balas Malika tersenyum miring
"Aku tidak ingin lagi melihat kamu dihina seperti tadi ". kata Davis lembut
"Makanya menikahlah dengan kakakku, supaya ada bisa menjaganya. " kata Malika dengan mata permohonan
Davis menoyor kepala Malika sehingga membuat Malika terhuyung kebelakang
"Sudah pernah kukatakan, kakakmu bukan tipeku ". balas Davis jengah
"Apa kurangnya kakakku, dia cantik, baik hati, lembut dan semua yang diinginkan laki-laki ada padanya, dia gadis yang sempurna untuk dijadikan istri ". kata Malika ngotot
"Karena aku mencintai adiknya ". kata Davis tersenyum
"Maksudnya,,,,,belum selesai Malika berbicara tapi Davis sudah menariknya kedalam area pesta.
Semua mata melihat kearah Davis dan Malika yang kembali memasuki ruangan pesta, Davis terus menarik tangan Malika menghampiri kedua orang tuanya yang kebetulan sedang berbincang-bincang dengan tuan Wijaya.
"Maaf pa, ma,,,tuan dan nyonya Wijaya, aku ingin mengenalkan gadis yang mampu membuatku jatuh cinta, karena dia juga satu-satunya gadis yang selalu melawanku ". kata Davis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tuan Wijaya dan istrinya tak berkutik, hanya memandangi anaknya meminta penjelasan. Malika yang dipandangi seperti itu oleh kedua orang tuanya hanya bisa menggeleng tak mengerti dengan Davis.
"Maaf tuan besar dan nyonya besar, ini kebiasaan tuan yang selalu seenaknya aja, ". kata Malika tak terima.
"Hei,,,aku.mencintaimu Malika, dan ingin meresmikan pada kedua orang tua kita ". balas Davis
"Maksudnya kedua orang tua kita, apa sih Davis???kalo bicara yang benar sayang ". kata Vita.
"Maaf nyonya,,saya permisi sudah semakin larut, takut terlambat sampai rumah ". kata Malika memotong pembicaraan mereka.
Tuan Wijaya dan istrinya pun ikut pamit sambil memukul pelan pundak Davis
"Selesaikan dirumah penjelasannya nak Davis, nanti media mendengarkan.". kata tuan Wijaya.
"Oh ya,,,pak Adam dan bu Vita,,,maafkan kelakuan Malika, bukan bermaksud tidak sopan memotong pembicaraan kalian akan tetapi dia takut jika media mengetahui yang sebenarnya, nak Davis yang akan menjelaskan semuanya.". lanjut tuan Wijaya
...💐💐💐💐💐...
selamat membaca para readers dan terima kasih masih setia menunggu up_nya yang kadang terlambat🙏🙏🙏
jangan lupa tinggalkan vote, like dan komen seperti biasa
salam hangatndari author