NovelToon NovelToon
Thornless Red Rose

Thornless Red Rose

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Teen / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di balik gaun megah bertabur mawar merah dan dansa yang begitu mesra, tersimpan sebuah rahasia yang mematikan.
Melanie mengira ia telah menemukan cinta sejatinya pada diri Glen, seorang pria menawan yang memperlakukannya bak seorang ratu tanpa cela, seperti mawar merah yang indah tanpa duri (Thornless Red Rose). Namun, Melanie tidak pernah tahu bahwa di balik tatapan penuh kehangatan itu, Glen sedang merajut jaring balas dendam yang kejam terhadap keluarganya.
Ketika kebenaran perlahan mulai terkuak, Melanie harus menghadapi kenyataan pahit: apakah cinta Glen kepadanya murni nyata, ataukah ia hanya sekadar bidak dalam permainan balas dendam yang dirancang untuk menghancurkan hidupnya?
Sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh di atas bara dendam, di mana batas antara ketulusan dan pengkhianatan menjadi begitu tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema yang Mengusik Sunyi

Kamar tidur Melanie yang luas kini terasa seperti penjara berlapis emas. Di luar jendela, langit malam Jogja tampak bersih setelah diguyur gerimis, menyisakan hawa dingin yang perlahan merayap masuk lewat celah ventilasi. Melanie masih duduk bersandar di balik pintu jatinya yang kokoh, menatap kosong ke arah deretan perabot mewah dan ranjang ber-kanopi yang biasanya terasa begitu nyaman. Namun malam ini, semua kemewahan itu terasa asing, seolah-olah setiap sudut ruangan ini sedang menuntut sebuah pertanggungjawaban atas dosa masa lalu yang baru saja ia ketahui sebagian.

Pertanyaan yang ia gantungkan di paviliun belakang tadi terus berputar di kepalanya. Tatapan bersalah dari ayahnya dan kepanikan ibunya adalah jawaban konkrit yang lebih dari cukup untuk menegaskan bahwa apa yang dikatakan Glen selama ini bukanlah fiksi belaka.

"Kenapa harus seperti ini..." gumam Melanie, membenamkan wajahnya di antara kedua lutut.

Tiba-tiba, keheningan kamarnya terusik oleh getaran pelan dari ponsel yang ia geletakkan di atas meja rias. Melanie bangkit dengan langkah gontai, mengambil benda persegi tersebut. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal muncul di layar. Tanpa nama, namun begitu ia membaca baris kalimatnya, jantung Melanie berdegup kencang. Ia tahu persis siapa pemilik gaya bahasa dingin dan teatrikal itu.

"Mawar itu terlalu indah untuk dihancurkan, namun terlalu berdarah untuk kusentuh. Nikmati malammu di dalam kastil hasil jarahanmu, Melanie."

Air mata Melanie kembali luruh membaca untaian kalimat penuh paradoks tersebut. Glen sedang terluka, dan pria itu sengaja mengirimkan duri-duri kata untuk melukainya kembali agar mereka bisa merasakan sakit yang sama.

Tanpa berpikir panjang, Melanie langsung menekan tombol panggilan ke nomor tersebut. Ia tidak ingin lagi membalas dengan untaian kata-kata bisu.

📞📞📞

Panggilan itu tersambung. Di seberang sana, hanya ada suara deru napas yang berat dan konstan, berlatar belakang suara jangkrik malam yang samar. Glen tidak menutup panggilannya, namun ia juga tidak membuka suara.

📞 "Glen..." panggil Melanie, suaranya bergetar menahan tangis yang nyaris pecah. "Aku sudah bertanya pada Bapak."

Hening sejenak. Hanya terdengar suara gesekan kertas dari seberang saluran, Glen tampaknya masih berada di kamar kost Thone, meremas sketsa mawar yang tadi ia coret-coret.

📞 "Lalu? Apa sang raja mengakui takhtanya yang berlumuran darah kepada putri sucinya?" suara Glen akhirnya terdengar, begitu rendah, parau, dan dingin. Keangkuhannya kembali dipasang sebagai tameng pelindung.

📞 "Bapak tidak menjawab, Glen. Tapi... dari matanya, aku tahu semuanya benar," bisik Melanie, membiarkan setitik air mata membasahi pipinya. "Aku tidak akan membela keluargaku. Jika harta ini memang milik keluargamu, aku rela melepaskan semuanya, Glen. Aku rela hidup tanpa semua ini jika itu bisa menghapus dendammu."

Di sudut kamar kost yang sempit, Glen mencengkeram ponselnya dengan sangat kuat mendengar kepasrahan Melanie.

Kata-kata gadis itu kembali meruntuhkan dinding ego yang baru saja ia bangun bersama Thone. Ketakutan terbesar Glen kian menjadi nyata; ketulusan Melanie justru menjadi senjata paling mematikan yang perlahan-lahan membunuh rasa benci di dadanya.

📞 "Kamu pikir semua ini hanya soal harta, Melanie?!" desis Glen, suaranya naik satu oktav, sarat akan kepedihan yang mendalam. "Uang bisa dicari, rumah bisa dibangun lagi! Tapi bagaimana dengan kewarasan ayahku? Bagaimana dengan masa kecilku yang hancur tak karuan? Apakah kerelaanmu bisa mengembalikan senyum ibuku?!"

📞 "Aku tahu tidak bisa, Glen! Aku tahu!" potong Melanie dengan tangisan yang akhirnya pecah, membuat malam yang sunyi itu kian terasa menyayat hati. "Aku tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi aku ada di sini sekarang, Glen. Aku tidak lari. Kalau kamu mau menghukumku, lakukan sekarang. Tapi tolong... jangan hukum dirimu sendiri dengan terus-menerus memaksa hatimu untuk membenciku."

Glen terdiam. Cengkeraman tangan kanannya pada kertas sketsa di atas mejanya perlahan mengendur, menyisakan lembaran kertas gambar yang kini telah remuk seutuhnya. Rasa takut itu kembali menyerang seluruh pembuluh darahnya, ketakutan bahwa ia telah kalah sepenuhnya pada pesona sang mawar.

📞 "Jangan pernah meneleponku lagi, Melanie," bisik Glen dengan suara yang teramat lirih, hampir menyerupai helaan napas yang putus asa, sebelum ia memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

Glen melempar ponselnya ke atas meja belajar, lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dengan mata terpejam rapat. Di dalam kegelapan kamar kost Thone, dan di dalam kemegahan rumah berlapis emas milik Melanie, dua anak manusia itu kini sama-sama terjebak dalam gema sunyi yang gundah, menyadari bahwa benang merah yang mengikat mereka kini telah bermutasi menjadi jalinan rasa yang semakin rumit dan menyesatkan.

1
Filan
langsung nembak aja nih Melanie
Filan
terlalu kejam untuk Melanie? untukmu kali
Xlyzy
sadarkan teman mu itu thone
Xlyzy
Kamu fikir naskah mu sudah rapih namun kamu lupa kamu membuat naskah dengan manusia yang memiliki akal dan sifat yang berbeda kamu tidak bisa mengatur mereka sesuai dengan alur yang kamu mau seharus nya kamu punya naskah cadangan antisipasi kalau naskah pertama tidak sukses di eksekusi
-Thiea-
perlahan, tanpa kamu sadari, niatmu itu sudah melenceng dari tujuan aslinya.
-Thiea-
ditantangin langsung sama Melani tuh Glen. kamu melampiaskan kekesalan pada orang yang gak tahu apa-apa. Apakah itu adil?
Mingyu gf😘
wahhh ada apa nih
Three Flowers
kayaknya kehidupan Glen ini ngeri banget sampai dia selalu ngehalu jadi pahlawan, mungkin dia pingin banget menyelamatkan keluarganya tapi tidak berdaya
Mingyu gf😘
iya kalau di pikir pikir buat apa begitu
Mingyu gf😘
Aduhh para cogan kampus🤭
Three Flowers
dia habis ngadepin penjahat terselubung 🤣
Filan
Kok Thone tahu segalanya? Kasihan juga Glen sok misterius padahal semua orang bisa baca dia 😅
Cimol krispy
panjang lebar banget kalimat Melanie dan itu langsung kena ke hati sih harusnya
Cimol krispy
Kenapa Glen? Kamu berfikir Melanie akan terus menjadi kelinci ketakutan yang tidak akan melawanmu
Sarifah_Aini97: Kelinci penakutnya sekarang udah berubah jadi penantang paling telak buat Glen 🤭 Makasih banget ya Kak Cimol udah selalu ngikutin perkembangan karakter Melanie dan Glen sejauh ini 🤭
total 1 replies
Miu.Nuha
selamatkan Glen, Melanie...
dia kayaknya gk benar2 jahat, tapi tersesat 😭😭
Miu.Nuha
karna melanie bukan wanita yang mudah kamu pikirkan bahkan kamu permainkan...
mau dicoba? entar kamu kena mental lagi malah 🤭🤭🤭
Mega Siregar
memang benar... walaupun Melanie tidak tahu apa2, tapi hati Glen pasti sakit melihat kehidupan yg hancur karena orang tua Melanie sedangkan Melanie hidup dengan kecemewahan diatas air mata orang tua Glen..
Mega Siregar
akhirnya, kamu jujur juga, Glen...
pasti beran memendam semuanya sendiri...
ginevra
inikah awal Glen menyukai melanie
ginevra
makjleb banget melanie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!