NovelToon NovelToon
Suami Mafia Sang Polwan

Suami Mafia Sang Polwan

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Menyembunyikan Identitas / Action
Popularitas:115.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Chantika Rahardja adalah putri dari keluarga pebisnis yang memilih menjadi polwan. Saras, adik tirinya selalu iri dengan prestasi dan kecantikannya. Apalagi sang ayah selalu membandingkan mereka dan lebih membanggakan Chantika.

Saras menjebak Chantika untuk menemani pebisnis yang terkenal playboy agar mendapatkan investasi.

Tapi siapa sangka Chantika malah terlempar ke ranjang Enzo Arkan Pradana, bos mafia yang terkenal tak pernah menyentuh wanita. Pria yang akhirnya bisa tidur tanpa menelan obat saat bersama Chantika.

Kesalahan semalam itu membuat keduanya menikah, tanpa Chantika tahu siapa sebenarnya suaminya. Di balik identitasnya sebagai CEO sebuah perusahaan, pria itu menyembunyikan kekuasaan yang tak seorang pun berani menentangnya.

Seorang penegak hukum menikahi penjahat?

Bagaimana rumah tangga mereka jika Chantika tahu sang suami adalah seorang mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Identitas yang Kusimpan

Suara koper beroda yang ditarik terdengar dari arah teras.

"Ma, akhirnya pulang juga!" seru Saras sambil berlari kecil menyambut wanita berusia empat puluhan yang baru masuk ke dalam rumah.

Ranti tersenyum lebar.

"Anak Mama."

Ia langsung memeluk Saras erat, lalu mengusap rambut putri kandungnya itu penuh sayang.

"Kamu kurusan, ya? Selama Mama pergi, kamu makannya gak bener ya?"

Saras tersenyum manja. "Kangen, Ma."

"Kata Mbok Tun, kamu beberapa hari ini sering pulang malam. Jangan kerja terlalu keras."

"Iya, Ma."

Barulah setelah itu Ranti mengalihkan pandangan.

"Oh, Chantika," sapanya dengan nada suara tetap ramah, tetapi jauh lebih datar. "Kamu juga di rumah."

"Iya, Tante," sahut Chantika.

"Kabarnya baik?"

"Baik," jawab Chantika singkat.

Hanya menanyakan kabar. Tak ada pelukan atau usapan kepala. Tak ada pertanyaan apakah ia sudah makan atau kelelahan.

Perhatian Ranti kembali sepenuhnya kepada Saras. "Mama bawain tas yang kemarin kamu minta."

Mata Saras langsung berbinar. "Serius, Ma?"

"Tentu saja."

Ranti membuka salah satu koper dan mengeluarkan sebuah tas bermerek.

"Wah! Makasih, Ma!" Saras langsung memeluk ibunya lagi.

Di sisi lain, Chantika hanya tersenyum tipis. Ia sudah terbiasa diperlakukan seperti ini.

Sejak ibunya meninggal, Chantika tinggal bersama neneknya di kampung. Setelah Rahardja menikahi Ranti, Saras pun menjadi bagian dari keluarga mereka.

Rahardja baru menjemput Chantika pulang ketika akan melanjutkan ke SMA karena sang nenek meninggal dunia.

Sejak Chantika tinggal di rumah itu, Ranti memang tidak pernah membentak atau berlaku kasar kepadanya. Namun, wanita itu juga tidak pernah benar-benar menganggapnya sebagai anak sendiri.

Perhatian, pelukan, dan kasih sayang selalu diberikan wanita itu kepada Saras. Sedangkan kepada Chantika, yang ada hanyalah keramahan seperlunya

***

Menjelang sore, ponsel baru Chantika bergetar. Keningnya berkerut saat melihat nama yang muncul di layar.

Suamiku.

"Suamiku?" gumamnya pelan. "Percaya diri banget bakal jadi suamiku."

Tanpa sadar, sudut bibir Chantika terangkat tipis sebelum akhirnya menggeser tombol hijau.

"Halo."

"Aku mau ngajak kamu makan malam," ujar Enzo tanpa basa-basi. "Nanti aku jemput ke rumah."

Chantika langsung menggeleng, seolah pria itu bisa melihatnya. "Jangan."

Di seberang sana Enzo terdiam beberapa detik. "Kenapa?"

"Jangan datang ke rumah," larang Chantika.

"Aku tetep mau datang," tegas Enzo. "Aku ingin berkenalan sama keluarga kamu."

Chantika mengembuskan napas pelan. "Ini terlalu cepat."

"Bukankah sebentar lagi kita akan menikah?" lanjut Enzo. "Cepat atau lambat aku juga harus mengenal mereka."

"Aku tahu."

"Lalu kenapa melarangku?"

Chantika terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata pelan, "Karena aku belum ingin keluargaku tahu kalau kamu seorang CEO."

Enzo yang duduk di kursi kerjanya mengernyit. "Kenapa?"

"Masalah semalam belum selesai." Nada suara Chantika berubah lebih serius. "Aku masih menyelidiki siapa yang meracuniku."

Enzo mendengarkan tanpa menyela.

"Aku bahkan belum yakin..." Chantika berhenti sejenak. "Apakah ada pengkhianat di keluargaku sendiri."

Tatapan Enzo langsung berubah tajam. "Kau mencurigai keluargamu?"

"Aku gak mau nuduh siapa pun tanpa bukti. Itu sebabnya aku harus berhati-hati."

Chantika mengembuskan napas pelan.

"Kalau keluargaku tahu calon suamiku adalah CEO perusahaan besar, orang yang memang punya niat buruk bisa saja mengubah rencana mereka. Atau malah mulai mendekat karena uang dan jabatanmu."

Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Hingga akhirnya suara helaan napas Enzo terdengar.

"Aku mengerti," ucap Enzo akhirnya. "Jadi, aku harus gimana?"

"Kalau mau datang, datang saja sebagai pria biasa."

"Maksudmu?"

"Kalau Papa nanya pekerjaanmu..." Chantika tersenyum tipis. "Cukup bilang kamu bekerja di perusahaan ekspor-impor."

Enzo mengangkat sebelah alis. "Gak usah bilang aku CEO?"

"Tidak."

"Berarti aku harus menyembunyikan identitasku?"

"Bukan menyembunyikan." Chantika mengoreksinya tanpa terburu. "Hanya belum waktunya."

Enzo tersenyum kecil. "Ternyata istriku cukup licik."

Chantika mendengus pelan. "Itu namanya strategi."

Enzo terkekeh. "Baiklah, Bu Polisi. Malam ini CEO Arkana Global Logistics akan jadi pria biasa.

"Terima kasih."

"Tapi..." suara Enzo kembali terdengar. "Kalau nanti ayahmu bertanya terlalu jauh?"

Chantika berpikir sejenak. "Jawab seperlunya aja."

"Oke."

"Aku percaya padamu."

Kalimat sederhana itu membuat senyum Enzo semakin lebar. "Kalau begitu, selesai makan malam nanti..."

Enzo menggantung kalimatnya.

"Hm?"

"Bilang saja kamu ada tugas mendadak," kata Enzo.

Chantika memicingkan matanya. "Kenapa?"

"Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu." Suara Enzo terdengar rendah dan lebih berat.

Tiba-tiba pipi Chantika bersemu merah. Suara itu mengingatkan ia pada keintiman mereka semalam dan tadi pagi.

"Jangan macam-macam." Chantika memperingati. "Kita belum menikah."

"Nanti juga nikah."

"Kalau gitu nanti. Tunggu setelah kita nikah," tegas Chantika.

"Oke, oke. Kamu siap-siap aja. Nanti aku jemput."

"Hum."

Telepon pun berakhir. Chantika menatap layar ponselnya beberapa saat sebelum mengembuskan napas panjang.

"Semoga keputusanku benar. Sampai aku tahu siapa kawan dan siapa lawan... identitas Enzo harus tetap menjadi rahasia."

Chantika melangkah menuju balkon kamarnya.

Tanpa sengaja, ia melihat Ranti sedang berdiri di taman sambil berbicara melalui telepon.

Pemandangan itu membuat ingatannya kembali melayang pada kejadian setahun lalu.

Malam itu, pelayan rumah yang biasa mengantarkan susu untuk Saras tiba-tiba sakit perut.

Karena kebetulan sedang tidak sibuk, Chantika menggantikan tugasnya.

Namun, siapa sangka langkahnya justru terhenti di depan pintu ruang kerja yang sedikit terbuka ketika mendengar percakapan di dalam.

"Pa," suara ibu tirinya terdengar pelan. "Chantika itu polisi, sedangkan Alex calon CEO. Mama rasa mereka kurang serasi."

Rahardja mengangkat wajahnya. "Apa maksudmu?"

"Bagaimana kalau Alex dijodohkan dengan Saras saja?"

Saat itu Chantika tidak terlalu memikirkannya. Ia memang belum berniat menikah dan lebih memilih fokus pada kariernya sebagai polisi.

Beberapa hari kemudian, Alex bersama keluarganya datang ke rumah untuk membicarakan perjodohan.

Sejak pertama kali memasuki rumah, Alex beberapa kali diam-diam mencuri pandang ke arah Chantika.

Hingga akhirnya Rahardja menyampaikan bahwa putri yang akan dijodohkan dengannya adalah Saras.

Alex justru menolak.

"Maaf, Pak Rahardja." Suaranya terdengar mantap. "Kalau pernikahan ini tetap dilanjutkan, saya hanya bersedia menikah dengan Nona Chantika."

Suasana ruang tamu seketika berubah hening.

Ranti segera menyela. "Tapi Chantika masih ingin fokus pada kariernya. Lagi pula dunia bisnis dan penegak hukum sangat berbeda."

Namun, Alex tetap pada pendiriannya. "Saya menghormati keputusan Nona Chantika. Kalau beliau menolak, saya juga akan menolak perjodohan ini."

Pada akhirnya, kedua keluarga sepakat memberikan waktu hingga Chantika siap, dan jika perjodohan itu benar-benar terlaksana, maka Alex akan menikah dengan Chantika.

Namun, takdir berkata lain.

Dalam perjalanan pulang malam itu... Mobil yang ditumpangi Alex mengalami kecelakaan. Pria itu meninggal di tempat.

Ingatan itu membuat Chantika mengembuskan napas panjang. Kini ia semakin yakin dengan keputusannya.

"Aku tidak ingin kejadian yang sama terulang. Sampai semuanya jelas... lebih baik identitas Enzo sebagai CEO tetap menjadi rahasia."

 

...🔸🔸🔸...

..."Kadang, menyembunyikan bukan berarti berbohong. Kadang itu adalah cara paling bijaksana untuk menjaga seseorang dari orang-orang yang belum pantas mengenalnya."...

..."Kepercayaan bukan dibangun dari seberapa cepat kita membuka semua kartu, melainkan dari kebijaksanaan memilih mana yang harus diungkap dan mana yang harus menunggu waktu."...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
asih
selagi ada Enzo kayaknya mimpimu g bakal terwujudkan Bryan jangan terlalu PD kau akan kecewa nanti ..di saat kekecewaanmu kalau kau menyakiti laras saat itu juga mimpimu hancur
Puji Hastuti
semakin menarik,Bryan dg pasti kalau rencananya akan berhasil,sedang Raharja sudah siap dg strategi nya.
Oma Gavin
kepedean banget bryan jgn harap mudah raharja bukan orang bodoh apalagi enzo ada di pihak Raharja jgn terlalu percaya diri bryan takutnya ngga sesuai ekspektasi mu dan nyungsep
Anonim
Setelah mendengar jawaban Chantika yang sudah mengajukan izin menikah ke institusinya. Enzo mau ikut pulang bersama Chantika. Mau melamar.

Kalau lamarannya ditolak - Chantika pasti tidak menyangka jawaban dari Enzo 😄.

Kalau ngomong aneh-aneh lalu dihajar Papanya Chantika, Enzo gak apa-apa. Asal setelahnya, putri kesayangannya diserahkan padanya.

Mas kawin dari Enzo untuk Chantika masih rahasia.

Kejutan apa yang akan diberikan Enzo untuk seluruh keluarga Chantika sehubungan dengan mas kawin nanti di saat lamaran.

Sampai segitu yakinnya Enzo setelah acara lamaran dan mas kawin yang diberikan. Sampai berkata - tidak akan ada jalan lagi untuk membiarkan Chantika lepas darinya.

Pastinya, keselamatan Chantika akan aman apabila bersama Enzo.
Anonim
Enzo tidak selalu ada di dekat Chantika. Jadi Chantika punya kesempatan melindungi diri sendiri dengan perhiasan-perhiasan dan jam tangan yang dipakainya.

Chantika pasti sangat terharu, Enzo benar-benar memikirkan semuanya.

Enzo sempat terkejut ketika Chantika langsung memeluknya, dan mengucap terima kasih.

Enzo mengatakan - jangan berterima kasih. Karena tugasnya sebagai suami adalah memastikan istrinya selalu pulang dengan selamat.

Chantika bergumam - masih saja bilang aku istrimu. Dan berkata seperti biasanya - kita belum menikah 😄.
Anonim
Enzo melarang Chantika menemui Bryan sendirian.

Enzo menawarkan bantuannya. Sekelas Ezo saja merasa tidak tenang kalau Chantika berhadapan dengan Bryan. Enzo tahu sepak terjang Bryan - investor playboy.

Enzo benar-benar ingin melindungi Chantika. Ia memberi Chantika perhiasan serta jam tangan yang dirancang sedemikian rupa, terpasang alat untuk melindungi Chantika yang seorang polisi.
Puji Hastuti
aduh kayak buah simalakama
asih
gara² kebodohan satu orang seluruh keluarga jadi susah ..

q juga curiga kekayaan Bryan itu muncul Dari mana .. atau jangan² dia dalang Dari semua barang selundupan atau illegal itu Dan victor atau siapa itu hanya kaki tangannya saja
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Nay, itu kau tau! 😂😂😂 Kenapa kau malah melakukan itu, ha? Dasar Bodoh! Otak dangkal! 😁😁😁 Mikirn6a cuma untuk saat ini doang. Nggk mikirin juga apa, kedepannya. 😂😂😂 Kalau kau lumpuh Selerti Ryuhan Kai Zander, gimana Coba? ha? Makin susah lagu, hidupmu tau! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Kaulah yang bodoh! 😂😂😂 Demi menggugurkan janinmu, kau malah menyakiti dirimu sendiri. 😂😂😂 Dasar Bodoh! Kenapa nggk mengakhiri hidup saja sekalian? ha? 😂😂😂 jelas pula kau masuk ke neraka... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Nah kan! 😂😂😂 Aku sudah menduganya sedari awal. Soalnya, pertanyaan kamu oada dokter tadi itu sudah aneh tau... 😂😂😂 Ternyata, memang kau sengaja ya, menggugurkan kandunganmu sendiri? 😂😂😂 Dasar! Kau tidak bisa mengibuli aku tau... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Yaaah, sudah Capek-capek mencelakai diri sendiri, eh... Bayi sialan itu nggk juga keguguran... 😂😂😂🙏
Fadillah Ahmad
Kok, aku merasa pertanyaan kamu ini agak aneh ya, Saras? 🤔🤔🤔 Kayak, seolah-olah kamu sengaka gitu loh, menyelakai dirimu Sendiri! 🤔🤔🤔 Sedikt aneh deh Perranyaanmu itu... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Hahaha, tepat sekali! Aku berpik8ran sama seperti kau Ranti! Aku curiga kalau Saras sengaja menumpahkan sqmbun itu, untuk menggugurkan kandungannya... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Benarkah? 😂😂😂 Kok, aku nggk percaya ya? 😂😂😂 Aku malah berpikiran, kalau kau sengaja melakukan itu, untuk menggugurkan kandunganmu, iya kab? Kamu sengaja bukan? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Waaah, apakah Saras akan ke guguran dengan sendirinya? Di karenakan tertekan oleh keadaa 🤔🤔🤔
Anitha
Nunggu keputusan dari Pak Raharja apakah Saras akan di nikahkan sama Bryan atau tidak,jadi serba salah...

Enzo saat ini hanya perlu mengawasi saja tidak ikut campur dulu selagi Pak Raharja bisa mengatasinya...

jika nanti Saras nikah dengan Bryan..
tentu saja Enzo dan Chantika bakal pindah ke Apartement Enzo yang lebih nyaman tidak ada parasit
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Oma Gavin
gas enzo prepare dari sekarang keluar dari rumah mertua mu hidup mandiri bersama chantika minimal mengurangi resiko eama rubah betina saras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!