NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Clark tiba-tiba merasa lemas, bukan karena lapar atau haus, sebab sejatinya ia bukan lagi makhluk yang membutuhkan hal itu. Namun sebagai arwah yang tak kasat mata, ia merasa bosan terombang-ambing di dunia ini tanpa kejelasan.

Ia ingin segera pergi ke alam baka, agar bisa bertemu kembali dengan ibunya yang sudah lama tiada. Namun ia tak bisa, sosok yang seharusnya menjemputnya tak kunjung datang, membiarkannya mengembara tanpa status yang jelas. Dan yang paling mengerikan adalah saat ia tak sengaja berpapasan dengan arwah lain.

Sungguh, ia begitu takut meski ia sendiri adalah arwah. Tapi tentu saja, dia kan Clark! Arwah yang imut, manis, dan punya senyum mempesona. Ya, sedikit narsis memang, tapi benar, kan? Sudahlah, lelah membahas betapa menggemaskannya arwah ini.

Sudah empat puluh hari ia mengikuti ke mana pun suaminya pergi. Dan dari hari ke hari, penampilan Dante semakin memburuk. Tubuh yang dulu tegap, berisi, dan berotot kokoh, kini tinggal tulang yang hanya dibalut kulit.

Wajah tampan yang selalu memesona meski tanpa senyum, kini tampak tua seketika, sungguh sesuatu yang membuat hati Clark teriris perih.

Seperti hari-hari sebelumnya, Dante kini duduk di kursi dekat jendela, meneguk alkohol yang seolah menjadi teman setianya dalam meratapi kesedihan. Seandainya ada lagu, mungkin pria itu pas sekali membintangi video klip lagu sedih tentang sebotol minuman penghilang rasa sakit.

Ceklek...

Pintu terbuka perlahan. Seorang wanita bertubuh sintal melangkah masuk, dengan pakaian yang sengaja memamerkan lekuk tubuhnya. Dante bergeming, seolah tak peduli pada siapa pun atau apa pun yang ada di sekelilingnya. Wanita itu mendekat sambil membawa nampan berisi makanan.

Clark mengenalnya dengan sangat baik. Itu adalah Elena, salah satu pelayan di kediaman Dante, namun penampilannya dan sikapnya sering kali melebihi seorang majikan.

"Tidak tahu malu!" desis Clark dalam hati. Semasa hidupnya, wanita ini selalu saja mencari masalah,mulai dari sengaja menumpahkan makanannya, membakar pakaiannya saat menyetrika, hingga menjelek-jelekkannya secara terang-terangan pada pelayan lain.

Namun, dulu Clark memilih mengabaikannya, berusaha mencari aman. Bagaimanapun, meski ia adalah istri Dante, ia merasa tak ubahnya seperti tawanan yang dibawa masuk ke sini.

Pernikahan mereka hanyalah kesepakatan tanpa cinta, dan Dante memperlakukannya seolah tak dianggap. Anehnya, Clark justru merasa lega dengan sikap dingin itu, ia tak perlu bersusah payah menjaga jarak. Namun saking abainya Dante, para pelayan pun berani bersikap kasar padanya. Tapi Clark tahu bahwa itu semua sekarang hanya masa lalu.

"Tuan..." suara wanita itu terdengar manja namun bergetar. "Tuan, saya membawakan makanan. Tolong berhentilah minum... Nyonya Clark sudah tiada..."

CTAARRR!!!

Gelas kristal itu hancur berkeping-keping saat Dante membantingnya keras ke dinding membuat Elena tersentak kaget.

"Tu..."

Belum sempat ia melanjutkan kalimat, Dante sudah mencengkeram dagunya dengan kuat.

"Tutup mulut kotormu! Kau tidak pantas menyebut nama istriku!" Mata Dante menyala penuh amarah. "PERGI!"

Ia mendorong wanita itu hingga terjatuh ke lantai.

"T-tuan... saya hanya khawatir pada Anda," cicitnya berusaha bangkit. "Jangan terus meratapi kepergiannya. Hidup Anda begitu berharga. Makanlah sedikit saja... daripada terus bersedih, bukankah lebih baik Anda mulai membuka hati untuk orang lain? Biarkan seseorang masuk dan mengisi kekosongan yang ditinggalkannya."

Dante menoleh perlahan. Ia diam, namun keheningannya membuat Elena merasa berani. Ia bangkit, mendekat kembali, sengaja membuka kancing bajunya dan mencoba meraih tangan Dante untuk meletakkannya di dadanya.

Melihat pemandangan itu, Clark hampir saja memuntahkan isi perutnya meski ia tahu itu tak mungkin.

Clark tahu betul siapa suaminya, sesosok mafia yang tak asing dengan kekerasan maupun dunia gelap. Namun melihatnya secara langsung seperti ini sungguh tak sanggup ia terima. Bagaimanapun, ia adalah istrinya. Istri mana yang sanggup melihat suaminya bersanding dengan wanita lain tepat di hadapannya?

"Dasar hidung belang!" cibirnya dengan bibir mengerucut. "Untung aku mati masih suci. Setidaknya aku tak pernah disentuhmu.. kalau tidak, mungkin aku sudah mati duluan tertular penyakit dari wanita murahan ini yang sering kau temui di luar sana!"

DORR!!!

"Astaga!!!"

Clark menutup mulutnya dengan kedua tangan. Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Tepat saat senyum puas mengembang di bibir Elena, Dante menarik pistol dari pinggangnya, menempelkan moncongnya ke mulut wanita itu, dan menarik pelatuknya. Darah menyembur ke wajah Dante dan membanjiri lantai saat tubuh wanita itu terkulai lemas.

Tanpa ragu, tanpa emosi berlebih, Dante melakukannya seolah itu hal biasa. Ia kembali menghadap jendela, meletakkan senjatanya, lalu meraih botol minumnya kembali seolah tak terjadi apa-apa.

"Istriku..." bisiknya parau. Perlahan ia mengelap cincin di jari manisnya yang terkena darah, dengan kelembutan yang tak pernah Clark lihat selama hidupnya. Itu adalah cincin pernikahan mereka, cincin yang selalu Dante pakai, sementara Clark hanya memakainya sekali saat akad nikah sebelum melepasnya karena terlalu besar dan menyimpannya di tempat yang kini entah di mana.

Dante tak pernah menangis seumur hidupnya. Bahkan saat orang tuanya tewas dalam kecelakaan, ia hanya diam terpaku tanpa ekspresi.

Namun kali ini... untuk pertama kalinya, air mata jatuh saat ia memeluk tubuh Clark yang sekarat. Saat darah membasahi pakaiannya, suara Dante bergetar dan air mata mengalir deras membasahi pipinya.

'Kenapa Dante begini? Bagaimana mungkin? Bukankah aku hanyalah alat pembayar hutang? Kenapa ia menangisiku? Kenapa ia hancur begitu saja setelah kepergianku?'

1
Ari Peny
masya Allah 👍👍👍
Ari Peny
bagus dante hrs tegas
Ari Peny
mencurigakan
Ari Peny
pasti berniat berkianat atau pemberontakan
Ari Peny
semangaaat
Siti Maemunah
benarkah si Clark bukan perempuan
Ari Peny
berdua hrs kuat
Ari Peny
lanjuuut
Muft Smoker
km slah cara Andrew ,, menghadapi bocah tantrum macam dante dg menggoda istri ny ,, sama aj km mau di usap2 malaikat maut 😂😂😂😂
Muft Smoker
kak brrti Clark bnran cowo????
😱😱😱😱
Ari Peny
lanjuuut
Ari Peny
waaah apa pamannya hanya ingin tau benar2 cinta gk
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
kasihan si dokter ,, di tendang ma Clark ,, moga gx lupa ingatan 😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,


sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Peny
moga salah orang 😭😭😭
Muft Smoker
ayooo segera cari dante jgn sampe Dy di culik gombel wewe
Muft Smoker
kak ni si Clark bnran cowo???
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
Ari Peny
jgn2 dante d jebak
Muft Smoker
akhirnya 😂😂😂
Ari Peny
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!