NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama baru.

Wisnu memiliki kafe kecil bergaya industrial di kawasan Kemang. Tempat ini sering menjadi markas mereka berlima. Malam itu, Rendra, Bimo, dan Aditya sudah duduk di meja sudut. Wisnu sedang menyiapkan kopi di balik bar.

"Sena!" sapa Aditya dengan poni panjangnya yang khas. "Akhirnya datang! Kami kira lo sibuk bulan madu terus."

Sena duduk dengan malas. "Bulan madu, tai kucing!"

Bimo menyesap bir-nya. "Bukannya kalian honeymoon di Bali seminggu?"

"Dua hari," jawab Sena datar. "Cukup."

Rendra mengangkat alis. "Cukup? Serius? Lu cukup honemoon cuma dua hari? Mana puas…?" lalu terkekeh pelan.

Sena mendelik. "Nggak ada bulan madu, Bangs*t! kalian kan tau, dia cuma pengantin cadangan! Pengganti Banca!"

Wisnu datang membawa segelas wiski untuk Sena. "chill bro! minum dulu nih."

Sena menerimanya dan langsung meneguk setengah gelas. Wiski hangat mengalir di tenggorokannya.

"Kok kayak ada beban gitu?" tanya Wisnu sambil duduk. "Cerita dong."

"Enggak ada."

“Sena… Sena, kami kenal lo puluhan tahun," potong Aditya. "Nggak usah bohong sama kita. Cepet ngomong aja. Pasti Aruni bikin Lo lupa sama Bianca? Dia lebih hot?"

“Serius? Di otakmu isinya Cuma orang kawin?” Sena menghela napas. "Udahlah, nggak usah dibahas! Nggak usah bawa-bawa Aruni!" Sena meminum habis wiskinya, lalu minta tambah.

"Ya kan, dia bini Lo! Anggota baru di circle kita!" jawab Bimo polos.

"Palsu."

Rendra tersenyum kecil. "Kata siapa?"

Sena terdiam.

Wisnu yang paling lihai membaca situasi menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Na, jujur sama kami. Lo gimana sama Aruni?"

"Tidak ada. Dia pengganti Bianca. Itu saja."

"Beneran?" Aditya menyipit. "Lo gak merasa apa-apa?"

"No! Big No!" Bohong! Jelas Sena berbohong. Jantungnya bahkan berdebar saat terbangun pagi hari beberapa waktu lalu ketika Arumi ada di pelukannya. Pinggulnya yang ramping, kulitnya yang halus, jelas masih teringat sampai sekarang.

"Eh, tapi pas di pesta pernikahan, lo liatin dia terus," potong Bimo.

"Gue nggak begitu!"

"Lo liatin," Aditya menambahkan. "gue lihat sendiri. Setiap kali dia tersenyum ke tamu, lo langsung menoleh. Kayak penjaga keamanan."

Sena meneguk wiski lagi. "Itu karena gue takut dia melakukan kesalahan. Dia kan bukan Bianca. Bagaimana kalau sampai dia ngomong yang nggak perlu dan bikin suasana kacau?"

"Tapi di Bali?" Wisnu menyelidik. "Lo ajak dia ke pantai, beliin oleh-oleh, tidur satu ranjang-

"Lo tahu dari mana?!" potong Sena kaget.

Wisnu tersenyum misterius. "Lu nggak inget? Kan gue yang rekomendasiin Vila itu, dan gue kenal pemiliknya. Dia bilang lo berdua tetep pakai vila dengan satu kamar, padahal sebenarnya ada Vila lain –dua kamar, yang kosong, tapi Lo nggak minta ganti. Terus dia lihat lo berdua jalan-jalan di pasar berdua, jalan di sepanjang pantai, udah kaya honeymoon beneran."

"Kampret lo! Lo, mata-matain gue!"

"Bukan mata-matain. Tapi gue penasaran. Lo yang selalu dingin sama cewek, tiba-tiba perhatian sama Aruni."

Sena menekan pelipisnya. "Karena dia belum pernah ke pantai. Karena dia belum pernah naik pesawat. Karena hidupnya susah sebelumnya, dan gue kasihan. Itu saja."

"Kasihan?" Rendra mengulang kata itu dengan nada meragukan. "Lo pernah kasihan sama cewek lain? Gak pernah."

"Ya, karena Aruni beda. Dia... hidupnya menderita sebelum diangkat keluarga Bianca."

Keempat sahabatnya terdiam. Aditya yang biasanya cerewet tiba-tiba diam.

Sena menenggak wiskinya hingga tandas, “Ya! gue Cuma kasihan!” ucapnya memperjelas. Entah kepada keempat temannya atau ke dirinya sendiri.

"Kasihan itu awal dari cinta, Na," kata Wisnu pelan.

Sena menatap Wisnu tajam. "Bukan. Ini bukan cinta."

"Kalau bukan cinta, kenapa lo matanya berbinar setiap kali ngomongin dia?"

"Iya," Aditya menambahkan. "gue juga bisa ngerasainnya.”

 Sena diam.

"Na," Rendra akhirnya bicara. "Kami teman lo. Kami tahu lo lebih baik dari siapa pun. Tapi kami juga tahu kapan lo berbohong. Dan sekarang, lo berbohong pada diri sendiri."

Sena menggeleng keras. "Gue nggak suka dia. Gue hanya... nyaman." Jeda lama, “bukan cinta!” tegasnya lagi.

"Terserah lo," Wisnu mengangkat bahu. "Tapi cepat atau lambat, lo pasti sadar perasaan lo itu sebenarnya."

Sena mendengus, lalu memesan wiski lagi. Dan lagi. Dan lagi.

.

Empat Jam Kemudian – Sena Mabuk

Sena sudah tidak bisa berjalan tegak. Wajahnya merah, matanya sayu, dan kata-katanya mulai tidak jelas.

"Aruni... Aruni... dia... kenapa sih dia... manis banget..." gumam Sena setengah sadar.

Aditya, Wisnu, Rendra dan Bimo saling tatap lalu tersenyum sinis.

“Orang mabuk memang selalu jujur, ya?” gelak Wisnu sambil beberes.

Aditya menghela napas. "Udah, Na. Aku anter lo pulang."

"Pulang? Nggak.. gue mau di sini sampai pagi. Ah! Kita ke diskotik aja? Ayo kita lanjut part dua broooo…."

"Part dua pantat lu! Lu itu udah jompo! Mana bisa part dua segala!” ketus Aditya sambil berusaha memapah Sena.

Saat Rendra berusaha membantu, Aditya mengusirnya halus, “Lo pulang aja, Ren.. kasihan Zayan di rumah sendirian.”

“Lu beneran bisa sendiri?” tanya Rendra meyakinkan.

“Aman bro! tenang aja.” Lalu Aditya membuka pintu mobil, memasukkan dengan paksa pria tinggi besar yang setengah sadar itu lalu langsung memutarinya ke kursi kemudi.

“Ati-ati Dit, kalau ada apa-apa, telpon gua!”

Aditya mengangguk paham, lalu langsung tancap gas. Dia pulang dengan mobil nya sendiri, sedang mobil Sena dia tinggalkan di parkiran kafe Wisnu.

Di Rumah Sena – Pukul 00.30 WIB

Aruni sedang membaca buku di ruang tamu ketika mendengar suara mobil masuk. Dia menghela lega. Dari tadi dia tak bisa tidur karena terus kepikiran di mana suaminya berada. Pesan tak di balas sama sekali. Akhirnya dia memutuskan menunggu saja takut mengganggu kesibukan sang suami.

Tapi saat pintu terbuka, yang masuk adalah Sena yang hampir tidak bisa berdiri. Aditya menopangnya dari samping.

"Kak Aditya?" Aruni terkejut. "Kenapa Mas Sena-"

"Maaf, Aruni. Sena minum terlalu banyak."

Sena mendongak, matanya merah dan sayu. "Aruni... Aruni..."

Aruni melihat wajah Sena. Merah. Tidak stabil. Napasnya bau alkohol.

Dan tiba-tiba, dunianya berhenti.

Ayah.

Ayah pulang mabuk.

Ayah marah.

Kursi terlempar. Mama jatuh. Darah. Darah di mana-mana.

Aruni mundur selangkah. Wajahnya memucat. Tubuhnya mulai gemetar.

"Aruni?" Aditya bingung. “Lo..  baik-baik aja?"

Tapi Aruni tidak mendengar. Yang dia lihat hanyalah sosok pria mabuk di depannya. Sosok yang mengingatkannya pada malam-malam paling gelap dalam hidupnya.

"Aku... aku..." Aruni gemetar. "Aku... masuk dulu."

Dia berlari ke kamarnya. Pintu ditutup dengan keras. Dikunci.

Aditya terdiam. “Astaga! drama apa lagi ini!”

1
hiro_yoshi74
bisa galon juga mas brooot kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: heran dah plin plan gitu butuh aqua kali kk 🤭
total 2 replies
Hiro Yoshi
ih bahaya ta Lina sama bikin sahabatan
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
Tamie
gaes... yuk like dan komen sebanyak-banyaknya, biar novel ini rame dan othor-nya semangat nulisnya ya.. hehehe... love you to the bone.. eh to the moon...🤭🤭
Hiro Yoshi: gabut kk hiburan ku cuma bc nopel
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
hiro_yoshi74
ciiiie ...... yg mulai peka terhadap rangsang .....
hiro_yoshi74
wes lumayan run ngo samgu merem ......
hiro_yoshi74
nah kan malah treveloka ru .....🤣
hiro_yoshi74
aku tau otak mu mas brott..... pasti mau perpanjang dari setahun jadi selamanya .
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
hiro_yoshi74: he e.... yang pasti posesip bngt dah
total 2 replies
hiro_yoshi74
wk wk ..... macam guguk bae vi di rantai .

emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
hiro_yoshi74
patik🔥 terus dit sampe mas brott tebakar api cembokur 🔥
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
Tamie: Adit lg jd kompor mbleduk 🤣😅
total 1 replies
hiro_yoshi74
nass jangan bilang idenya sesat modelan vivi kk tam ?


kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk


..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: jangan bilang mau cekokin 🥂 pulang" jadi es teler 🤭
total 2 replies
hiro_yoshi74
rejeki nomplio0k vi ......
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
hiro_yoshi74
kalah telak .. selamat menjilat ludah sendiri 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
tak kirain vivi tepi lebih kalem dari runi ehhhhhhh kok modelan bisikan setan yg terkutuk kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
semangat kk tam aku
padamu
bnyak tiponya
Tamie: iya ngerti bgt lah..... pokoke i lop u pull...
total 6 replies
hiro_yoshi74
cieee ms broot mulai posesip 🤭💃
hiro_yoshi74
wah sesat vi.
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
yg pwnting kenyang dulu run malunya no 2 in aja🤭
hiro_yoshi74
wk ,,,, kejawab sudah penasaran nya .....
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
Tamie: 🤭🤭🤭🤭.....
total 1 replies
hiro_yoshi74
kok nyesal ????....
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭
hiro_yoshi74: nah kan bikin penasaran ........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!