NovelToon NovelToon
Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.

Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.

Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.

Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 13.

Michael juga tentu saja mengenal Lorenzo, mereka pernah beberapa kali berhadapan dalam perebutan wilayah. Dan setiap kali itu terjadi, hasilnya tidak pernah menyenangkan bagi organisasi Kensington.

Lorenzo berjalan lurus melewati para tamu, dia tak berhenti untuk menyapa siapa pun. Sampai akhirnya, langkahnya berhenti tepat di depan Velicia.

Michael merasakan firasat buruk muncul, sementara Velicia sendiri terlihat tenang seolah sudah mengenal pria itu.

Lorenzo menundukkan kepala sedikit pada Velicia, sikap yang membuat beberapa orang langsung terkejut. Karena pria itu terkenal arogan, dan hampir tidak pernah menunjukkan rasa hormat kepada siapa pun.

"Selamat atas kepulanganmu."

"Terima kasih sudah datang." Velicia mengangguk sopan.

"Undanganmu tidak mungkin aku abaikan."

Kalimat mafia yang ditakuti itu langsung membuat suasana berubah. Undangan-mu, bukan undangan dari organisasi Romanov. Artinya Lorenzo datang atas undangan pribadi dari Velicia, bukan karena keluarga Romanov.

Michael langsung mengencangkan rahangnya, perasaan tidak nyaman muncul begitu saja.

Leon, ayah Velicia tersenyum tipis. "Jarang sekali kau datang ke acara seperti ini, Lorenzo."

"Aku memang tidak suka keramaian."

"Lalu kenapa datang?"

Lorenzo melirik Velicia sekilas, ada makna yang sulit dijelaskan dalam tatapannya saat ia berkata. “Karena aku punya alasan yang cukup berharga untuk melakukannya.”

Seketika banyak tamu langsung menahan napas. Dan Michael merasakan darahnya mendidih karena rasa cemburu, namun ia merasa tidak memiliki hak untuk mengatakan apa pun.

Velicia sendiri tampak tidak terpengaruh, ia tetap menggendong putranya dengan tenang. "Lorenzo, kau akan membuat orang salah paham."

Pria dengan pahatan wajah bak iblis itu menatap Velicia dalam-dalam. Wajahnya begitu tampan hingga nyaris terasa berbahaya, namun aura dingin yang dimilikinya membuat orang-orang enggan mendekat.

Lorenzo dikenal sebagai pria yang menjaga jarak dari wanita. Tidak pernah ada skandal, tidak pernah pula terdengar gosip yang mengaitkannya dengan siapa pun. Namun kali ini berbeda. Saat tatapannya jatuh pada Velicia, dingin di matanya perlahan melunak, seolah ada sesuatu dalam diri wanita itu yang mampu menembus dinding yang selama ini tak pernah bisa disentuh siapa pun.

"Aku tidak peduli dengan pikiran mereka."

"Aku peduli."

Jawaban Velicia membuat Lorenzo terdiam sesaat, kemudian pria itu tersenyum tipis. Senyum kecil yang bahkan lebih mengejutkan banyak orang, karena hampir tidak pernah ada yang melihat Lorenzo Sullivan—sang mafia iblis tersenyum.

"Baik lah, sesuai keinginanmu."

Pria yang terkenal tak pernah mau kalah itu malah mengalah pada Velicia, dan pemandangan itu membuat Michael semakin sesak. Dulu, hanya Velicia yang selalu mengalah saat bersamanya, Michael tidak pernah melakukan hal yang sama untuk wanita itu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa.

Namun kini, ia melihat pria lain justru memberikan pengertian dan mengalah untuk Velicia tanpa ragu. Pemandangan itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada yang ia bayangkan.

Acara masih berlangsung ketika beberapa tamu mulai mendekati keluarga Romanov untuk memberikan ucapan selamat kepada bayi yang menjadi pusat perhatian malam itu.

Vincenzo tertidur tenang dalam gendongan ibunya. Bayi laki-laki itu mengenakan pakaian putih sederhana dengan lambang keluarga Romanov yang disulam di bagian dada.

Leon Romanov sedang berbicara dengan beberapa tamu penting ketika Michael tanpa sadar kembali mengarahkan pandangannya ke arah anak tersebut. Ia tahu dirinya tidak memiliki hak untuk menuntut apa pun. Namun semakin lama menatap wajah kecil itu, semakin sulit baginya mengendalikan keinginannya.

Akhirnya Michael melangkah mendekat, Velicia yang sedang berbicara dengan seorang tamu perlahan mengalihkan pandangannya. Tatapan mereka bertemu, Michael berhenti beberapa langkah di depannya.

"Aku hanya ingin melihatnya lebih dekat." Michael mengembuskan napas pelan, tatapannya beralih kepada bayi yang masih tertidur. "Lagipula... dia anakku."

Kalimat itu membuat beberapa anggota keluarga Romanov langsung memasang wajah dingin. Leon Romanov sendiri tidak mengatakan apa pun, Ia hanya mengamati.

Sementara Velicia tetap tenang, ekspresinya sulit ditebak.

Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya Michael kembali bicara. "Bolehkah aku menggendongnya sebentar?"

Suasana langsung hening, bahkan para tamu yang berada tidak jauh dari sana mulai memperhatikan. Mereka penasaran dengan jawaban Velicia, dan Michael masih menunggu.

"Tidak." Namun yang datang justru kalimat yang tidak pernah pria itu bayangkan.

"Aku hanya ingin menggendongnya sebentar, kenapa tidak boleh?" Nada putus asa terdengar dalam suara Michael.

“Sejak kau memilih menyakitiku dan memaksaku berlutut saat mengandungnya, kau sudah kehilangan hak untuk menjadi ayah bagi anak ini.”

Michael kehilangan seluruh kata-katanya. Dulu ia sering menggunakan kekuasaan untuk memutuskan sesuatu sepihak, kini ia merasakan sendiri berada di posisi sebaliknya. Dan rasanya jauh lebih menyakitkan daripada yang ia bayangkan.

Tidak lama kemudian langkah kaki lain mendekat, Lorenzo Sullivan. Pria itu baru saja menyelesaikan percakapannya dengan beberapa tamu, tatapannya langsung tertuju pada bayi yang sedang tertidur. Ada sedikit kelembutan yang jarang terlihat di wajah dinginnya.

Lorenzo berhenti di depan Velicia. "Kau pasti lelah berdiri terus sambil menggendongnya."

"Aku baik-baik saja." Velicia menggeleng pelan.

"Dia terlihat lebih besar dibanding saat aku melihat foto yang kau kirimkan padaku."

Velicia hanya mengangguk, kemudian sesuatu yang tidak diduga siapa pun terjadi.

"Bolehkah aku menggendongnya?" Lorenzo meminta ijin wanita itu.

Michael yang masih berdiri di sana perlahan mengangkat kepalanya, tatapannya langsung berpindah kepada Velicia. Untuk sesaat seluruh aula menunggu jawaban yang sama, karena baru beberapa menit lalu Michael ditolak.

Velicia memandang Lorenzo penuh perhitungan, "Hati-hati."

Lorenzo mengulurkan tangan, dan Velicia menyerahkan Vincenzo kepadanya begitu saja. Tanpa keraguan dan penolakan.

Michael membeku, amarah benar-benar muncul di matanya. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, rahangnya mengeras. Dadanya dipenuhi rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan. Ia adalah ayah kandung Vincenzo, namun ia bahkan tidak diperbolehkan menyentuh anaknya sendiri. Sementara pria lain bisa menggendong putranya tanpa kesulitan

Lorenzo menerima bayi itu dengan sangat hati-hati, seolah sedang memegang sesuatu yang sangat berharga. Vincenzo yang sempat bergerak kecil justru kembali tenang dalam pelukannya.

Pemandangan itu membuat banyak orang terkejut, karena Lorenzo dikenal sebagai pria yang dingin dan tanpa belas kasihan. Sulit membayangkan pria seperti itu menggendong bayi, namun malam ini semua orang melihatnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi... Velicia terlihat sangat mempercayai pria itu.

Aaron yang berdiri di belakangnya langsung menyadari perubahan ekspresi bosnya. "Tuan..."

Michael tidak menjawab, tatapannya terus tertuju pada Lorenzo. Pria itu sedang berbicara sesuatu kepada bayi kecil tersebut dengan suara rendah. Dan Michael merasakan kecemburuan yang sangat hebat. Cemburu yang begitu besar hingga membuat dadanya terasa sesak.

Sementara itu Lorenzo mengembalikan Vincenzo kepada pengasuh. Kemudian ia menoleh kepada Velicia. "Kau menjaga anak ini dengan baik."

"Tentu saja." Velicia menatap putranya dengan lembut.

Tatapan Lorenzo sempat berhenti beberapa detik pada wajah wanita itu. "Dia beruntung memiliki ibu hebat seperti dirimu..."

Dan percakapan ringan itu justru membuat wajah Michael semakin suram, karena ia sadar sesuatu yang mengerikan. Ketakutan bahwa suatu hari nanti, putranya itu akan tumbuh mengenal Lorenzo sebagai sosok yang selalu berada di sisinya dan Velicia. Sementara dirinya... hanya menjadi pria yang pernah menghancurkan istri dan putranya sendiri.

Setelah acara berakhir, malam itu Michael pulang dengan perasaan yang jauh lebih buruk daripada saat datang. Ia tidak hanya mengetahui identitas asli Velicia, ia juga harus melihat sesuatu yang tidak pernah ingin ia lihat.

Ada pria lain yang berdiri di dekat Velicia, pria yang kuat dan berbahaya. Pria yang tidak memandang rendah wanita itu. Dan yang paling membuat Michael benci, Lorenzo memandang Velicia dengan cara yang sangat ia kenali. Karena dulu, ia pernah memandang Sania dengan tatapan seperti itu.

Tatapan Lorenzo pada Velicia terlalu dalam untuk disebut ketertarikan biasa. Ada perhatian, ada kepedulian, dan ada perasaan yang tidak berusaha disembunyikan.

...*****...

Velicia berdiri di balkon mansion Romanov sambil menggendong putranya. Langkah kaki mendekat dari belakang, ia tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang datang.

"Lorenzo."

Pria itu berdiri di sampingnya. "Kau masih setajam dulu."

"Dan kau masih suka muncul tanpa pemberitahuan." Velicia tersenyum tipis.

Mereka sama-sama menatap langit malam.

Beberapa saat kemudian Lorenzo berkata, "Apa sekarang, Michael mulai mencintaimu?"

Velicia tidak menjawab.

"Lalu bagaimana denganmu?" Lanjut Lorenzo.

Kali ini Velicia menoleh, tatapannya tenang tapi dingin. "Aku sudah tidak tertarik membicarakan cinta."

"Aku sudah menduga." Lorenzo tertawa pelan.

Velicia mengalihkan pandangannya kembali ke depan. "Karena aku pernah mencintai seseorang sepenuh hatiku. Lalu aku belajar bahwa cinta... adalah sesuatu yang sangat mahal."

Lorenzo tidak menyela, karena ia bisa melihat sesuatu dalam diri wanita itu yang tidak dilihat orang lain. Velicia memang sudah bangkit, namun luka itu masih membekas. Dan luka sebesar itu tidak akan hilang hanya karena hadirnya pria baru.

Dan justru itulah, yang membuat Lorenzo semakin tertarik pada Velicia. Ia bisa melihat seorang wanita yang tetap mampu berdiri tegak setelah dunia berusaha menghancurkannya.

1
ρυтяσ kang'typo✨
semoga Lorenzo bisa selamat
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Lorenzo sudah mulai sadar
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
wow keren thor... makin seru aja, semangat terus yaaaaaa
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
(perasaan itu masih bisa tumbuh kembali pada orang lain)

apa g nyesek tuh Michael 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rere🌠: Nyesssss 🤣🤣🤣
total 1 replies
ρυтяσ kang'typo✨
Lorenzo... u. harus lebih percaya diri lagi dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan Velicia
ρυтяσ kang'typo✨
ok trimakasih ka....terus semangat yaaaa
Ariany Sudjana
Sania kenapa kamu harus marah sama velicia? velicia itu putri konglomerat, dan kelasnya jauh di atas kamu, yang hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan tempat yang pantas buat kamu ya di tempat sampah 🤣🤣😂😂
Rere🌠: Udah bener di tempat sampah, skrg malah mau gaul sm kubangan darah. ampun dah ah🤣
total 1 replies
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 😅💪
gina altira
Sania ga ada kapoknya
Rere🌠: Mau jadi ratu kyk Velicia, ngimpi kali ah😬😬😬
total 1 replies
gina altira
lanjutt
gina altira
Michael bodoh
gina altira
Michael terlalu percaya diri
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Diana Dwiari
pemain catur yang sangat handal....
ρυтяσ kang'typo✨
Sania mau main" sama Velicia🤣🤣🤣salah pilih lawan oooyyy
ρυтяσ kang'typo✨
hayo loh.... siapa kah yang menyerang di balik kekacauan yang sedang terjadi saat ini🤔🤔🤔
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!