NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Datang kerumah

Siang itu, matahari bersinar terik menyinari halaman rumah besar keluarga Wijaya. Udara terasa panas, namun di dalam ruang tamu yang luas dan sejuk berkat penyejuk udara, suasana justru terasa lebih menyesakkan. Kiara duduk santai di atas sofa empuk, tangannya memegang majalah tipis, namun matanya tidak benar-benar membaca. Pikirannya melayang pada segala rencana yang sudah ia susun matang-matang, dan pada bukti-bukti yang tersimpan aman di dalam ponselnya.

Sejak kemarin sore Ferdi pulang dengan wajah lelah namun berseri-seri jelas sekali puas setelah menghabiskan waktu seharian bersama wanita lain Kiara kembali menjalankan perannya dengan sempurna. Ia kembali menjadi istri yang lembut, pengertian, dan penuh kasih sayang. Ia menyambut Ferdi dengan senyum manis, menyiapkan makan malam, dan bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa, seolah ia tidak tahu bahwa laki-laki di sampingnya itu adalah pengkhianat paling kejam yang pernah ia kenal.

Dan hari ini, takdir seolah berpihak padanya. Atau lebih tepatnya, keangkuhan dan rasa percaya diri berlebihan dari musuh-musuhnya yang justru membawa mereka masuk ke dalam jebakan Kiara sendiri.

Belum lama Kiara duduk mendiamkan diri, terdengar suara bel pintu berbunyi nyaring. Salah satu pelayan berjalan membukakan pagar, dan tak lama kemudian, sosok wanita yang paling Kiara benci sekaligus ingin ia hancurkan melangkah masuk dengan senyum termanisnya.

Emily.

Wanita itu mengenakan gaun terusan berwarna cerah yang longgar, sengaja dirancang untuk menyamarkan perutnya yang mulai sedikit membesar berisi janin hasil perselingkuhannya. Wajahnya berseri, rambutnya ditata rapi, dan senyumnya merekah lebar saat melihat sosok Ferdi yang sedang duduk membaca koran di sisi lain ruangan.

"Kiara! Bagaimana kabarmu?." sapa Emily riang, suaranya terdengar begitu akrab, begitu bersahabat, seolah ia adalah sahabat paling setia dan tulus di dunia ini. Ia berjalan mendekat, langkahnya ringan dan penuh percaya diri.

Kiara menurunkan majalahnya perlahan. Di dalam hatinya, rasa jijik dan marah meluap-luap. Inilah wanita yang ia anggap saudara sendiri. Inilah wanita yang diam-diam tidur dengan suaminya, meracuni hidupnya, dan merencanakan kehancurannya.

Namun, di luar sana, Kiara hanya tersenyum manis. Senyum yang sama persis seperti yang biasa ia berikan pada Emily di masa lalu, saat ia masih polos dan belum tahu apa-apa. Senyum yang membuat Emily merasa aman, merasa unggul, dan merasa bahwa Kiara hanyalah wanita bodoh yang tidak sadar sedang dipermainkan.

"Emily... Wah, ada angin apa nih? Kok tiba-tiba main ke sini? Padahal kamu tidak bilang-bilang mau datang," sapa Kiara balik, suaranya lembut dan ramah, sama sekali tidak ada nada curiga atau kebencian. Ia bangkit berdiri, berjalan mendekati Emily, lalu memeluk wanita itu dengan erat, pelukan persahabatan yang hangat.

"Aku merindukan mu Kiara, makanya aku datang." Balas Emely sembari melepaskan pelukan mereka.

"Aku juga merindukan Emely." Kiara berhasil memerankan peran yang memuakkan dan berpura-pura.

"Hi Mas Ferdi."Sapa Emely.

"Hi Em." balas Fendi seolah ia tidak begitu dekat dengan sahabat istrinya.

Ferdi hanya tersenyum canggung, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Pemandangan itu sangat lucu bagi Kiara. Ferdi yang gugup, Emily yang pamer, dan keduanya sama sekali tidak sadar bahwa setiap kata dan gerak-gerik mereka sedang diawasi dengan saksama oleh nyonya rumah yang sebenarnya.

Mereka pun duduk mengelilingi meja tamu. Suasana terasa hangat di permukaan, namun penuh persaingan di dalamnya. Emily berbicara banyak hal, menceritakan kesibukannya, bertanya tentang rencana keluarga Wijaya, sesekali menyelipkan pertanyaan pada Ferdi mengenai pekerjaan di kantor, dengan nada suara yang begitu akrab dan istimewa. Ia sengaja ingin menunjukkan posisinya yang istimewa, sengaja ingin membuat Kiara merasa tersisih, sengaja ingin memamerkan bahwa antara dirinya dan Ferdi ada ikatan yang lebih dari sekadar teman biasa.

Emily berpikir Kiara tidak paham apa-apa. Emily berpikir Kiara hanya wanita polos yang akan merasa rendah diri dan kasihan melihat kedekatan mereka. Tapi Emily salah besar. Kiara justru sedang menunggu momen ini. Ia sedang menunggu kesempatan untuk membalas setiap sentuhan mata, setiap nada suara, dan setiap kepemilikan yang Emily coba tuntut.

Kiara melirik ke arah meja makan yang berjejer buah-buahan segar yang baru saja diantar pelayan. Ada semangka merah yang besar dan ranum, potongan nanas, dan buah pir yang manis.

Dengan gerakan anggun dan senyum paling manis yang pernah ia miliki, Kiara bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Ferdi yang duduk santai di ujung sofa. Tanpa ragu sedikit pun, Kiara merangkul lengan kekar suaminya itu, lalu dengan berani bersandar ke bahu Ferdi, memeluk lengan itu dengan penuh rasa memiliki. Gerakan itu begitu wajar bagi pasangan suami istri, namun bagi Emily yang duduk di seberang sana, pemandangan itu bagaikan duri yang menusuk tepat di jantungnya.

"Mas..." panggil Kiara dengan nada suara yang sangat manja, suara yang dulu sering ia gunakan namun kini terdengar begitu menyakitkan bagi Ferdi dan Emily. "Mas tolongin aku dong... Aku pengen makan buah pir itu, tapi tanganku agak pegal sedikit nih. Tolong kupasin dan potongkan buat aku ya, Mas? Kamu kan paling jago motong buah jadi cantik dan enak dimakan."

Kiara mendongak menatap wajah Ferdi dengan tatapan penuh cinta yang dibuat-buat, tatapan yang seolah Ferdi adalah satu-satunya dunianya. Ia mengeratkan pelukannya pada lengan suaminya itu, sengaja mempertontonkan haknya sebagai istri sah, hak yang selama ini Emily iri kan habis-habisan. Emely mengerakkan giginya menahan rasa kesal.

1
Asyura
lanjut tor
Yeni Astriani
yuuukk lanjut Author
Yeni Astriani
good job Kiara kamu kuat, kamu punya banyak bukti perceraian pasti bakalan terjadi.
ferdi mengancam karna tahu dia bakalan hidup miskin lagi
Yeni Astriani
lanjut Author
Asyura
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!