Sinopsis:
Liu Bai berusaha sekuat tenaga untuk mencapai puncak bela diri. Dalam menghadapi kesulitan, Liu Bai harus bertahan dan pantang menyerah. Hanya dengan begitu Liu Bai dapat menerobos dan melanjutkan perjalanan untuk menjadi yang terkuat. Suatu hari murid rendahan Liu Bai menemukan bela diri terkuat yang tidak pernah di sangkanya dan menempatkan dirinya di jalan menuju puncak dunia persilatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAN JF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 13 - Teknik Bela Diri Terkuat III
Setelah beberapa saat, Tikus Besar yang tersisa itu tak ada satu pun lagi yang berani untuk mencoba menyerang Liu Bai. Tikus Besar yang tersisa itu hanya bergerak ke berbagai arah dengan perasaan takut.
"..." Liu Bai hanya terdiam sejenak melihat situasinya saat ini.
Kemudian Liu Bai menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.
"Baiklah. Jika kalian tidak ingin menyerang, maka dengan senang hati aku yang akan menyerang." ujar Liu Bai sambil memfokuskan penglihatannya pada kecepatan pergerakan dari Tikus Besar yang tersisa itu.
"Di sana!" seru Liu Bai sambil menerjang ke arah salah satu Tikus Besar yang sedang bergerak dengan kecepatan tinggi tersebut.
"Cit...?!" Tikus Besar itu terkejut saat mendapati dirinya di datangi oleh Liu Bai.
Slash-!
Liu Bai memberikan sebuah serangan dengan mengayunkan tangan kanannya ke tubuh Tikus Besar itu dengan sangat cepat dan membuat Tikus Besar itu terbelah menjadi dua bagian.
"Tersisa 4 ekor lagi." ujar Liu Bai dan kembali memfokuskan penglihatannya terhadap pergerakan Tikus Besar yang tersisa itu.
"Sekarang giliranmu!" seru Liu Bai sambil menerjang ke arah salah satu Tikus Besar yang tersisa.
Slash-!
Liu Bai memberikan serangan yang sama kepada Tikus Besar itu dan membuatnya terbelah menjadi dua bagian.
"Tersisa 3 ekor lagi." ujar Liu Bai dan menerjang ke arah salah satu Tikus Besar yang berada di jangkauan serangannya.
Slash-! Slash-! Slash-!
Liu Bai memberikan 3 serangan beruntun terhadap 1 ekor Tikus Besar itu dengan mengayunkan tangan kirinya dengan cepat dan membuat Tikus Besar itu terbelah menjadi beberapa bagian.
"Cit...!" Salah satu Tikus Besar yang tersisa itu berdecit dengan keras dan bergerak dengan kecepatan tinggi menuju ke arah belakang Liu Bai.
"Mencoba untuk menyerang dari titik butaku, kah? Sangat pintar. Akan tetapi, aku sudah menyadarinya." ujar Liu Bai sambil berbalik dan melapisi kaki kanannya dengan Qi.
Bam-!
Liu Bai memberikan sebuah serangan dengan mengayunkan kaki kanannya tepat di bagian kepala Tikus Besar itu dengan sangat kuat dan cepat. Tikus Besar itu pun terpental jauh dan membuat kepalanya pecah.
"Baiklah. Sekarang hanya tersisa 1 ekor lagi." ujar Liu Bai sambil memperhatikan jalur gerakan Tikus Besar yang tersisa itu.
"Cit...!" Tikus Besar itu berdecit dengan panik.
Melihat semua kawanannya di kalahkan, Tikus Besar itu pun memutuskan untuk kabur. Dan tanpa berlama-lama, Tikus Besar itu bergerak menuju ke satu-satunya jalan keluar di dalam Gua tersebut.
"Kau tak akan ku biarkan untuk kabur." ujar Liu Bai yang melihat Tikus Besar yang tersisa itu bergerak menuju ke luar dari dalam Gua tersebut.
Liu Bai pun bergerak untuk mengejar Tikus Besar itu yang mencoba untuk kabur dari dirinya.
Badump-!
Liu Bai tiba-tiba merasakan detak jantungnya menjadi berat untuk sesaat dan Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Pertamanya menghilang. Warna mata Liu Bai yang berwarna emas dan bercahaya di kegelapan itu kembali normal seperti semula.
"...!" Liu Bai sontak terkejut pandangannya tiba-tiba kabur dan membuatnya menghentikan langkah kakinya.
"Argh...! Mataku tiba-tiba sangat perih!" teriak Liu Bai saat matanya merasakan perih yang menyakitkan dan dengan cepat menutup kedua matanya.
Kemudian darah mengalir keluar dari pinggiran kedua matanya.
"...?!" Liu Bai sontak terkejut dan bertanya-tanya saat merasakan darah mengalir keluar dari pinggiran kedua matanya itu. Dan dengan cepat Liu Bai mengusap darah yang mengalir keluar dari pinggiran kedua matanya itu dengan kedua tangannya.
"Hei, Raja Kera. Ini..." ujar Liu Bai kepada Sun Wukong.
'Benar. Kau sudah mencapai batasmu saat menggunakan Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Pertama itu.' ungkap Sun Wukong membalas perkataan Liu Bai.
"Jadi begitu, ya. Dengan fondasi tubuhku yang sekarang, aku hanya mampu mempertahankan Bentuk Pertama selama kurang lebih 15 menit. Teknik ini benar-benar memberikan peningkatan kekuatan yang luar biasa." ujar Liu Bai.
"Padahal hanya tersisa 1 ekor Tikus Besar, tapi mau bagaimana lagi. Terlepas dari itu, sekarang aku mengetahui batasan dari penggunaan Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Pertama, melalui pertarungan melawan sekumpulan Tikus Besar itu. Setelah mengetahui ini, aku hanya dapat menggunakan teknik ini pada saat yang di butuhkan sampai fondasi tubuhku mampu mempertahankan seutuhnya teknik ini." sambung Liu Bai lagi.
"Cit...!"
Tiba-tiba suara decitan yang sangat keras dari Tikus Besar menggema di dalam ruangan tempat di mana Liu Bai berada.
"...!" Liu Bai sontak teralihkan dengan suara yang berasal dari jalan satu-satunya di dalam Gua tersebut.
"Apa itu? Teriakannya cukup aneh." Liu Bai bertanya pada dirinya sendiri sambil perlahan-lahan membuka kedua matanya yang sejak tadi terpejam.
"Sekarang kedua mataku sudah lebih baik. Walaupun aku membuka kedua mataku, aku tak bisa melihat di kegelapan ini." gumam Liu Bai.
"...!" Tiba-tiba Liu Bai di kejutkan dengan sepasang cahaya yang berasal dari jalur satu-satunya di dalam Gua tersebut dari jarak yang cukup jauh.
"Cahaya itu semakin mendekat ke arah sini. Hawa kehadirannya hampir sama seperti Serigala Buas. Hanya saja, hawa kehadirannya lebih kuat dari pada Serigala Buas. Aku punya firasat buruk soal ini." gumam Liu Bai.
'Kekeke... Tidak ada pilihan lain selain bertarung, bukan?' Sun Wukong menanggapi perkataan Liu Bai.
"Aku benar-benar tidak di beri waktu untuk bernafas lega sedikit pun saat ini. Haha..." ujar Liu Bai sambil menyeringai.
'Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Pertama, Mata Ilahi!' seru Liu Bai di dalam hatinya saat menggunakan Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Pertama miliknya.
Kedua matanya berubah warna menjadi berwarna emas yang bercahaya di kegelapan tempat di mana Liu Bai berada.
'Dia datang.' ujar Sun Wukong kepada Liu Bai.
"Aku melihatnya." ujar Liu Bai membalas perkataan Sun Wukong.
Tshsssh-! Tshsssh-! Tshsssh-!
Suara mendesis terdengar seiring masuknya sesosok makhluk ke dalam ruangan yang besar tempat di mana Liu Bai berada.
"Aku sekarang tahu alasan kenapa para Tikus Besar itu datang ke tempat ini dengan jumlah sebanyak itu. Para Tikus Besar itu sedang mencari tempat untuk bersembunyi dari Binatang Buas ini yang sedang mengejarnya. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan untuk di lihat. Sekarang Binatang Buas tingkat ke-4, Ular Raksasa, berada tepat di hadapanku. Sepertinya Ular Raksasa ini berada di luar jarak pandang dari Mata Ilahi ku. Itu sebabnya aku tidak menyadari keberadaannya saat sedang bertarung dengan para Tikus Besar itu menggunakan Mata Ilahi." ujar Liu Bai saat menyaksikan Ular Raksasa berukuran lebar 2 meter dengan panjang sekitar 20-an meter mulai masuk dan hampir memenuhi setengah ruangan besar di dalam Gua tersebut.
'Benar. Di karenakan fondasi tubuhmu yang masih belum mencukupi, kekuatan Mata Ilahi mu masih belum sempurna. Itulah sebabnya jarak jangkauan Mata Ilahi mu masih sangatlah terbatas.' ungkap Sun Wukong kepada Liu Bai.
"Lihatlah seluruh kulitnya yang tertutupi oleh bebatuan itu. Hei, Raja Kera. Apakah menggunakan Teknik 7 Perubahan Bentuk, Bentuk Ketujuh, terlalu berlebihan?" Liu Bai bertanya kepada Sun Wukong.
'Kekeke... Coba saja.' ujar Sun Wukong menjawab pertanyaan dari Liu Bai.
"..." Liu Bai terdiam sejenak sambil menyeringai saat mendengar perkataan dari Sun Wukong.