Dirumah sakit Camilla bertemu Tante Itoh. tantenya yang kebetulan bekerja disana. Tiba-tiba tanpa sepengetahuan Camilla, Tante Itoh merencanakan pernikahan Camilla dengan anak temannya yang merupakan seorang dokter yang bekerja di Belanda. Yang dimana pernikahan mereka harus segera terjadi secepatnya.
mengapa Tante Itoh bersikeras menikahkan Camilla dengan teman anaknya?
baca terus sampai habis jika ingin mengetahui kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
Camilla keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk membantu istri kakak-kakak iparnya yang menyediakan makanan untuk para tamu.
"kak, sini aku bantu" ucap camilla dengan senyum ramah.
Kakak iparnya memperhatikan pakaian Camilla dan berkata,
"cocok dan cantik kamu pakai baju ini” ucap istri kakak ipar camilla
Camilla yang mendengar itu hanya bisa tersenyum malu
"selamat datang ya di keluarga ini, semoga kamu dan Raffa bahagia dunia akhirat"
"terima kasih kak"
"kok gak di aamiin kan?" ledek istri kakak ipar
"eh iya aamiin kak"
"nah gitu dong, meski kalian menikah secara mendadak seperti ini tapi kakak yakin kalian bakal bisa menjalaninya. Disebuah pernikahan memang sering ada ribut ribut kecilnya, jadi di wajar kan. Itu Namanya bumbu-bumbu pernikahan"
"iya kak" ucap Camilla seraya tersenyum
"kayaknya kita dari tadi belum kenalan ya? Kenalin nama aku Lina istri dari mas Ali, anak pertama dari keluarga ini, Dan anak laki berusia 7 tahun itu anak aku namanya reno. sedangkan yang disebelah kiri aku ini namanya Yuni istri dari Zaki, dan anaknya wanita yang berusia 3 tahun namanya sekar." ucap Lina memperkenalkan diri dan memperkenalkan Yuni dan anaknya
"oh iya kak salam kenal semuanya, aku Camilla" ucap Camilla sambil menundukkan kepala seraya memberi hormat
" iya salam kenal juga ya. ngomong-ngomong kamu kerja dimana Camilla?" ucap ipar Lina
"masih kuliah kak, masih nunggu wisuda"
"ealah masih kuliah. Wisuda nya kapan? Udah ada jadwal?"
"belum ada jadwal kak"
"waduh berarti nanti kamu gimana kalau lagi Belanda, jadwal wisuda baru keluar. syukur kalau jadwal kamu di umumin nya ga terlalu dekat waktu wisudanya, jadi bisa ada persiapannya dulu untuk ke indonesia"
"hah Belanda?" ucap Camilla sedikit terkejut
"iya Belanda, kamu gak tau suami kamu kerja di Belanda?"
"baru tau ini aku kak."
"iya dia kerja di Belanda sebagai dokter disana"
"Oalah gitu... Kayaknya aku lebih sering ngobrol sama kakak kakak untuk cari informasi tentang dia"
"HAHAHA, lucu banget kamu ini, sekarang kan udah sering berdua. Tanya tanya sendiri lah sama Raffa kalau mau tau tentang dia"
"cie, mau cari tau tentang suami nya kah?" sambung ipar Yuni
"ehh gak gitu kak, cuman sekedar mau tau aja" ucap malu camilla
"lebih juga gak papa sih hehe" ledek ipar Yuni
ipar Lina tertawa kecil mendengar perkataan yang dilontarkan Yuni. Berbeda dengan Camilla yang buru buru mengalihkan pembicaraan.
"yaudah yuk lanjut bungkus makanan aja" ucap Camilla mengalihkan pembicaraan
" mantan pacar kamu ada berapa Camilla?" tanya ipar yuni
"kenapa kakak tiba tiba nanya itu?"
"gak papa mau tau aja"
"ga ada"
"maksudnya gak ada?"
"belum pernah pacaran"
"berarti Raffa orang pertama pria yang singgah di kehidupan mu dong ?"
"ya bisa dibilang gitu kak"
"masyaallah, betapa beruntungnya Raffa punya istri yang gak pernah pacaran."
Camilla pun hanya bisa tersenyum malu dan melanjutkan membungkus makanan.
"ibu mertua juga bisaan milih mantu belum pernah pacaran, kamu kenapa belum pernah pacaran? Maaf ya nanya ini, kalau gak mau dijawab juga gak papa kok" ucap Lina
"oh... gak papa kak, lagi gak mau pacaran aja. Menurut aku pacaran itu kan untuk saling mengenal dan bertujuan untuk menikah. Sedangkan kalau pacarannya dari usia muda sampai usia siap menikah kayaknya buang buang waktu aja gitu kak. Jadi aku berniat pacaran itu pas usia 25 keatas aja, dan yah sekarang malah usia 24 tahun aku udah nikah. bahkan belum sempat ngerasain pacaran"
"bagus-bagus, emang seperti itu seharusnya. Yaudah emang jalannya kamu dipilih buat pacaran secara halal dengan Raffa."
Camilla pun membalas dengan senyuman
Camilla dan istri istri kakak ipar itu pun kemudian melanjutkan pekerjaan mereka di dapur, menyiapkan makanan untuk para tamu dengan penuh semangat dan kerja sama.