NovelToon NovelToon
CASANOVA ARROGANT

CASANOVA ARROGANT

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:56.7k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lia

Patah hati karena cintanya harus kandas tanpa sempat bersemi membuat Agam Mahardika semakin tidak tersentuh. Meski kerap menghabiskan malam panas bersama banyak wanita cantik yang rela menyerahkan diri untuk menemani malam-malamnya, namun pria tampan dengan berjuta pesona itu tetap memilih menutup rapat pintu hatinya. Menguncinya bersama satu nama yang sudah sedari awal mendiami relung hatinya.

Namun, pertemuan tidak terduga dengan seorang gadis cantik yang terpaut usia jauh di bawahnya, perlahan mulai mengusik relung hati.

Akankah pintu hati yang telah lama tertutup itu kembali terbuka, atau akan tetap terkunci tanpa tersentuh, membiarkan hatinya tetap layu tanpa pernah bersemi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Apa?!"

Refleks Hyun menatap ke arah bawah tubuhnya. Benar saja, Resleting celana panjang yang tengah dikenakannya masih berada di bawah, sepertinya ia lupa menaikkannya kembali setelah buang air kecil semalam. Maka dengan terburu-buru bercampur rasa malu, Hyun menarik resleting hingga bertengger di atas kemudian bergegas berlari pergi. Rasanya ia tidak memiliki muka untuk melanjutkan obrolan bersama Viona. Meski begitu, Hyun bersyukur dan berterima kasih karena baru Viona yang melihatnya dalam keadaan seperti itu, gadis itu bahkan mencoba memberitahu sehingga Hyun bisa langsung memperbaiki kecerobohannya.

Mendegar suara berlari, Viona membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya, ia bisa melihat Hyun berlari menuju lift dan menghilang begitu pintu lift tertutup rapat.

"Tuan Hyun pasti malu sekali. " Viona bergumam sambil terkekeh kecil.

Viona melanjutkan pekerjaannya dengan mendorong kembali troli berisi makanan dan minuman menuju ruangan utama di lantai itu.

Di depan pintu ruangan. Viona menarik napas panjang terlebih dahulu, menyiapkan mental sebelum berhadapan kembali dengan pria yang kemarin sempat berdebat dengannya. Andai bisa, ia pasti sudah menolak saat Bu Siska memintanya bekerja di lantai atas. Sayangnya, ia hanya pegawai biasa yang harus menerima setiap perintah atasan.

Viona mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum membuka pintu yang tertutup rapat, suasana ruangan di lantai itu memang sangat sepi, apalagi saat Viona datang tadi, seorang wanita cantik yang merupakan sekretaris di sana malah beranjak pergi, jadilah hanya Viona seorang diri berdiri di depan pintu ruangan itu.

Sudah lebih dari tiga kali Viona mengetuk pintu, namun belum juga terdengar jawaban dari dalam sana. Viona sendiri tidak mungkin terus berdiri menunggu jawaban, sementara pekerjaannya di lantai bawah masih sangat menumpuk. Karena itu, ia memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan untuk menyajikan hidangan yang ia bawa lantas segera kembali ke lantai bawah. Maka sembari berdoa di dalam hati, ia memberanikan diri membuka pintu kemudian mendorong troli itu masuk, berharap si penghuni ruangan bisa bekerja sama dengan tidak mengajaknya berdebat atau mengungkit hal yang terjadi kemarin.

Begitu masuk, Viona menyapukan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, tidak tampak siapapun di dalam sana. Namun terdapat tumpukan berkas di atas meja kerja dan kertas-kertas berserakan di atas meja tamu dan sofa panjang.

"Aku beruntung. Sepertinya, pria itu sedang tidak berada di sini. Sebaiknya aku segera menyajikan hidangan ini lalu bergegas kembali." Viona bergumam dengan perasaan sedikit lega. Maka dengan cekatan, ia bergegas menyajikan beberapa hidangan makanan dan minuman yang ia bawa.

Selesai menyajikan secangkir kopi panas dan beberapa hidangan ringan lainnya, Viona yang hendak kembali mendorong troli menuju keluar, dibuat berdiri diam dengan tubuh menegang saat bahunya tiba-tiba dicekal seseorang dari arah belakang.

"Apa yang kau lakukan di sini?!" Suara dengan nada tinggi menggelegar di dalam ruangan hingga membuat Viona terkejut dan refleks menoleh.

Untuk sesaat, kedua pasang mata itu saling menatap, hingga akhirnya Viona memilih menundukkan kepala saat tatapan Agam semakin tajam menghunus.

"Katakan, apa yang kamu lakukan di sini?!"

Sekali lagi, suara milik Agam menggelegar di dalam ruangan besar itu, membuat nyali Viona menciut seketika. Jantungnya berdetak kencang, tubuhnya mulai bergetar menahan rasa takut.

"Kamu... Bukankah aku sudah meminta Hyun untuk memecat mu, kemarin?" Kali ini, Agam sedikit menurunkan intonasinya, ia masih tidak habis pikir, kenapa gadis yang sudah berani menyulut emosinya kemarin masih berkeliaran di perusahaan, padahal ia sudah memberi perintah untuk memecat gadis itu sejak kemarin.

Karena tidak juga mendapat jawaban dari gadis yang masih berdiri dengan wajah tertunduk, Agam semakin tersulut emosi, pria itu kembali mencekal bahu Viona, meremasnya dengan sedikit tenaga hingga membuat Viona tampak meringis menahan sakit.

"Apa kamu sengaja masuk ke dalam ruanganku untuk mencuri?" Ucapan Agam terdengar tenang namun menusuk tajam. Menuduh Viona sebagai seorang pencuri.

Tuduhan Agam membuat Viona mendongakkan kepala, ia bahkan tidak segan beradu pandang dengan pria yang sudah menuduhnya tanpa bukti.

"Saya datang ke ruangan anda untuk menjalankan perintah. Menyajikan makanan dan minuman yang sebelumnya anda pesan, bukan untuk mencuri seperti anda tuduhkan tadi," papar Viona dengan suara lantang. Rasa takutnya seolah menguap begitu saja setelah mendengar tuduhan yang pria itu lemparkan padanya.

Sembari tersenyum tipis, Agam melepas cekalan tangannya dari bahu Viona. "Kau pikir aku percaya! Masuk tanpa izin dan berniat pergi begitu saja, bukankah itu seperti.... "

"Saya bukan pencuri! Anda bisa periksa CCTV di ruangan ini sebagai buktinya," potong Viona. Ia tidak ingin Agam seenaknya menuduhnya sebagai pencuri. "Lagipula, sebelumnya saya sudah berusaha mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk, namun anda tidak juga menjawab." Viona berusaha menjelaskan apa yang sebelumnya ia lakukan.

"Cih... selalu menggunakan CCTV sebagai tameng," Agam berdecih dengan tangan terlipat di dada. "Kau pikir aku tuli, sampai tidak mendengar suara ketukan pintu."

Agam sendiri memang merasa tidak mendengar suara ketukan pintu saat Viona berusaha mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk, karena saat itu Agam tengah berada di toilet. Karena itu, ia menuduh Viona masuk ke ruangannya tanpa izinnnya.

Sanggahan Agam membuat Viona menarik napas panjang dan memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan. Gadis itu kembali berbalik badan, mendorong kasar trolinya menuju keluar. Lebih baik ia segera pergi dari ruangan itu daripada malah terpancing emosi yang hanya merugikan dirinya sendiri.

"Hei, perhatikan cara mendorongmu! kau bisa merusak troli itu." ucap Agam saat roda troli yang Viona dorong berderit kencang di atas lantai.

Viona tidak menggubris ucapan Agam dengan menanggapinya secara langsung, namun ia berusaha mengurangi laju troli agar suaranya tidak terlalu mengganggu.

"Dasar gadis aneh. Lihat saja, besok pagi kau sudah ku lempar dari perusahaan ini," gumam Agam sambil melihat Viona yang menghilang di balik pintu.

Viona menghentikan laju trolinya saat berada di depan pintu lift yang masih tertutup. Sambil menunggu pintu lift terbuka, Viona terus menggerutu dalam hati, masih merasa kesal karena dituduh sebagai seorang pencuri tanpa bukti. Padahal jelas-jelas ia membawa troli makanan dan sudah lebih dulu mengetuk pintu dan meminta izin masuk sebelumnya.

Pintu lift terbuka, Viona yang ingin melangkah tampak terkejut saat melihat seorang wanita cantik berambut panjang bertubuh tinggi dan terlihat seksi dalam balutan pakaian minim berjalan santai keluar dari dalam lift. Viona yang penasaran, mengurungkan sejenak niatnya memasuki lift dan malah memperhatikan wanita cantik itu sampai akhirnya wanita itu masuk ke dalam ruangan "Tuan menyebalkan" tanpa perlu mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Apa-apa'an ini, kenapa wanita cantik itu bisa masuk begitu saja tanpa harus repot mengetuk pintu? apa Tuan menyebalkan itu akan menuduhnya sebagai pencuri juga?" gumam Viona. Namun ia tidak mungkin melanjutkan rasa penasarannya, karena pekerjaannya di lantai bawah masih menumpuk.

****

1
Three Flowers
ciee.. Viona ikutan baper. Memang enak kalo mempunyai seorang pelindung
Three Flowers
dia lagi marah, Viona
Three Flowers
kamu terlambat, Damar
Three Flowers
mulai timbul sifat posesif nya nih
Three Flowers
apakah damar naksir viona?😅
Three Flowers
apa yang terjadi semalam?😅
Three Flowers
jadi sedih, ternyata dibikin nyaman untuk viona seorang diri, bukan bersama Agam
Three Flowers
berarti secara tidak langsung, Agam ingin rumah itu terasa nyaman saat ia mudik ke rumah mertua, ya? ciee...berasa nikah beneran, bukan sekedar kontrak 😍
Three Flowers
takut ada yang ngintip, ya Gam?
Three Flowers
perhatian banget Viona sama Agam😍
Three Flowers
Veronica masih cinta Hyun ya?
Three Flowers
ternyata viona berprestasi ya
Three Flowers
enak banget, duit segitu banyak buat pasangan beracun ini
Three Flowers
kenapa pamannya kejam sekali nyebut vio jalang?😭
Three Flowers
mereka mau kemana sih?
Three Flowers
minta ditampol mulutnya si Agam
Three Flowers
enak saja ngomongnya... nggak ikut mengandung malah mau ambil anaknya
Three Flowers
ish ish... yang dipanggil calon suaminya.. wkwk 😂
Three Flowers
daddy siapa ini maksudnya?
Teteh Lia: Daddy Rayyan, ayah angkat Agam. mantan suami bunda alya
total 1 replies
Three Flowers
jangan main jodoh2an saja, bu... Agam udah mau nikah sama cewek lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!