NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:509.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 - Apartemen Astrid

Kemal tak langsung menjawab. Dia sempat terdiam dalam beberapa saat, sampai akhirnya berucap, "Masalah? Aku rasa tidak. Dia hanya merindukanmu seperti orang gila."

"A-apa? Merindukanku?" Rangga sontak tercengang.

"Iya, dia selalu memandangi fotomu setiap malam. Dia juga menceritakan sedikit hal tentangmu. Aku merasa hubungan kalian tidak sekedar adik dan kakak ipar," sahut Kemal.

"Sebenarnya kami memang punya hubungan spesial. Tapi Kak Dita enggan melanjutkannya. Entah kenapa aku merasa dia berusaha menyembunyikan sesuatu dariku."

"Jadi karena itu kau mengajakku bertemu sekarang?"

"Benar." Rangga langsung mengangguk. "Oh iya, mengenai hutang, apa benar kau dan Kak Dita berhutang ke rentenir untuk membeli rumah?"

"Apa?! Siapa yang bilang begitu? Tentu saja tidak! Aku paling anti dengan yang namanya hutang. Apa Dita yang mengatakannya?"

"Kemarin aku memergokinya sedang dikejar rentenir."

Kemal mendengus kasar. Dia sebenarnya tahu apa yang dirahasiakan Dita. Akan tetapi Kemal merasa kalau dirinya tidak bisa bertindak kelewat batas. Kemal hanya berusaha memperbaiki kesalahpahaman yang tak seharusnya. Dia berniat akan bicara pada Dita nanti.

"Dita memang punya hutang besar dari yang aku tahu. Dan karena itu pula dia bekerja padaku. Mengenai alasannya, aku rasa kau harusnya mendengar jawabannya langsung dari Dita," tutur Kemal.

Rangga mengangguk pelan. Pertemuannya dan Kemal setelah pembicaraan itu berakhir. Rangga memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Terlalu banyak hal yang mengejutkan hari ini, dia butuh istirahat.

Setibanya di rumah, Rangga memarkirkan motor terlebih dahulu. Namun tiba-tiba Septi menyapa. Wanita itu mendekat dan memberitahu kalau Astrid telah pergi.

"Benarkah? Kapan dia pergi?" tanya Rangga.

"Siang tadi. Dia terlihat sedih sekali. Katanya dia akan kembali ke apartemennya," jawab Septi.

Rangga mengangguk lemah. Dia lantas masuk ke dalam rumah. Hatinya merasa tidak enak atas apa yang sudah dia ucapkan pada Astrid. Memang dirinya menganggap Astrid berbohong, tapi di sisi lain Rangga juga merasa cemas. Bagaimana jika Astrid tidak berbohong? Jika iya, keadaannya mungkin masih terancam akan penguntitnya.

Rangga berusaha melupakan kekhawatirannya dengan mandi dan telentang. Namun tetap saja rasa cemasnya terus muncul.

"Argh! Sialan! Gini nih kalau punya hati nggak enakan," gumam Rangga sembari beranjak dari ranjang. Dia mengambil jaketnya dan segera pergi menggunakan motor.

Rangga berniat pergi menemui Astrid ke apartemen. Setibanya di sana, dia segera mengetuk pintu unit apartemen Astrid. Tak lama pintu dibuka oleh Astrid.

Wajah Astrid tampak sembab. Dia terlihat hanya mengenakan celana pendek sepangkal paha dan tanktop putih.

Rangga sempat terkesiap. Dengan penampilan Astrid yang apa adanya begitu, dia justru terpana. Kecantikan Astrid terlihat lebih alami.

"Ngapain ke sini?!" timpal Astrid yang langsung cemberut saat melihat Rangga.

"Aku mau minta maaf dengan ucapanku tadi pagi. Aku terlalu buru-buru menyimpulkan," ungkap Rangga.

"Aku memang senang bertemu denganmu, Ga. Tapi bukan berarti aku tega melakukan sesuatu hal yang membahayakanku," jelas Astrid.

"Sekali lagi maaf... Kau baik-baik saja kan? Apa penguntit itu muncul lagi?" tanggap Rangga.

"Selama dua hari ini aku nggak pernah melihatnya. Mau masuk dulu?" tawar Astrid seraya membuka pintu lebih lebar.

Rangga mengangguk dan melangkah masuk. Dia merasa harus menerima tawaran Astrid karena merasa bersalah sudah menuduhnya berbohong.

"Kau mau teh? Kopi?" ujar Astrid.

"Apa saja," sahut Rangga. Dia duduk ke sofa sambil memperhatikan keadaan apartemen Astrid. Dia melihat ada tiga foto dengan figura di atas nakas. Satu foto Astrid dengan ayahnya, satu foto Astrid dengan keluarga pamannya, dan terakhir foto Astrid dengan Rangga, Ifan, dan Junaidi saat SMA.

1
Cui Lan Seng
aneh ini Kapan Dita dan Safeea migrasi ke rumah kontrakan Rangga?
Cui Lan Seng
kapan Rangga beli mobi Thor? mereknya apa ya? Motornya diparkir dimana?
Cui Lan Seng
ah mana ada Kantor Polres pangkat tertinggi Jendral? ya AKBP lah. Baru di Polda ada Brigjend, Irjen, Komjend
Cui Lan Seng
polisi udah janji beli sate malah ga dibeliin
Susi Setiawati
suruhan firza
Ning Suswati
seru banget pengantin baru tp belum malam pertama
Ning Suswati
akhirnya datang juga derita yg selama ini dia buat sendiri, semua demi uang sampai adik dan isteri diterlantarkan demi jabatan, kekuasaan dan uang
Ning Suswati
firza sdh di atas awan jadi mau berbuat apapun sdh pasti, apalagi hanya seorang serangga, kecil bagi firza, namun mereka belum tau ada kelompok yg sdh siap sedia
Ning Suswati
gila kau rangga, gk mikir akan nasib orang2 terdekatnya, terlalu mudah ditebak kalau rangga yg melakukannya
Ning Suswati
jangan sampai rangga dijadikan tumbal oleh manusia bejat swpwrti firza, dan tujuan rangga bisa lancar dan selamat
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!